Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!

Arneta selalu dibuat sakit hati setiap kali mendengar hinaan Elvano yang mengatakan dirinya adalah wanita murahan. Namun, walau rasa sakit itu semakin menjalar di hatinya, tak lagi membuat Arneta membantah tuduhan itu. Pasalnya, setiap kali dia berusaha menjelaskan jika hal tersebut tidaklah benar, Elvano selalu memakinya habis-habisan.

"Aku harus tidur dimana?" Arneta dilanda rasa gundah. Dia menatap satu persatu kamar yang ada di rumah itu. Hanya ada satu kamar kosong lagi yang berada di lantai dua. Selebihnya ada di lantai satu. Sepertinya kamar yang berada di lantai satu diperuntukkan untuk tamu yang datang menginap di sana.

Tanpa pikir panjang, Arneta lekas masuk ke dalam kamar yang berada di lantai dua. Untung saja kondisi kamar tersebut sudah berisi beberapa barang perabotan seperti kasur dan lemari sehingga membuatnya tidak pusing harus tidur dan meletakkan barang bawaannya dimana.

Seusai menyalin barang-barang yang ia bawa ke dalam lemari, Arneta merebahkan tubuhnya yang terasa lelah sejenak di atas ranjang. Semebari mengistirahatkan tubuhnya, Arneta kembali mengingat sikap buruk yang acap kali ia dapatkan dari Elvano sejak awal mereka menikah.

"Kenapa Elvano begitu sangat membenciku? Apa karena sikapku di masa lalu yang terlihat sangat buruk di mata orang-orang, membuat mereka termasuk Elvano jadi tidak suka kepadaku?" Arneta jadi bertanya-tanya sendiri.

Jujur saja, Arneta tidak bisa menyangkal jika sikapnya di masa lalu sangatlah buruk. Dia menjalin hubungan dengan para pria kaya hanya untuk memorot harta mereka saja. Dan hal itu sudah menjadi rahasia umum di kampusnya. Namun, dari sekian banyak pria kaya yang pernah menjadi kekasih atau sekedar dekat dengan dirinya, tidak ada nama Elvano yang terdaftar sebagai salah satu pria yang pernah menjalin hubungan dengan mereka.

Bukan tanpa alasan, saat kuliah dulu, Arneta memang tidak tertarik untuk mendekati Elvano. Selain pria itu terlihat sangat cuek pada orang-orang di sekitarnya, di mata Arnet, Elvano juga bukanlah pria yang kaya karena pria itu selalu pandai menutupi kekayaannya dari banyak orang termasuk Arneta. Dan kini, di saat ia sudah mengetahui siapakah Elvano sebenarnya, Arneta sungguh terkejut karena Elvano adalah keturuan dari keluarga ningrat yang memiliki bisnis dimana-mana.

"Aku tidak tahu kehidupan pahit seperti apa yang akan aku lewati ke depannya. Aku hanya berharap, aku bisa melewati semuanya. Dan untuk Ibu, aku berharap Ibu segera sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama denganku." Untuk saat ini, hanya harapan sederhana yang diinginkan oleh Arneta. Biarlah pernikahan yang ia jalani bersama Elvano membuatnya tidak bahagia. Yang terpenting, ibunya bisa dioperasi dan sembuh seperti sedia kala.

Malam harinya. Seperti biasanya Arneta akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya. Semenjak menikah dengan Elvano, pria itu hanya memberikan waktu terbatas untuk dirinya keluar dari rumah. Elvano pun tidak peduli kemana Arneta pergi. Yang terpenting untuk dirinya, Arneta harus pulang di waktu yang sudah ia tentukan.

"Aku pergi dulu." Walau selalu berpamitan pada Elvano kemana pun ia pergi, tak membuat Elvano menghiraukan dirinya. Arneta pun sudah terbiasa dengan sikap acuh suaminya itu dan tidak ingin ambil pusing.

"Awas saja kalau dia berkeliaran dengan pria lain di luar sana!" Gumam Elvano seraya menatap kepergian Arneta. Walau terkesan tidak peduli dengan Arneta, namun Elvano tetap tidak akan terima jika wanita itu berdekatan dengan pria lain. Elvano tidak ingin namanya tercoreng karena kelakuan Arneta yang buruk itu.

Beberapa saat berlalu, Arneta telah tiba di rumah sakit menggunakan ojek online. Mengingat waktunya sangat terbatas untuk menemui Bu Maria, membuatnya bergegas menuju ruangan dimana ibunya berada.

"Arneta..." kedatangan Arneta disambut dengan senyum haru di wajah Bu Maria. Walau hampir setiap hari Arneta datang mengunjungi dirinya, namun Bu Maria tetap saja merindukan putrinya itu.

Arneta membalas senyuman di wajah pucat ibunya itu. Kemudian mengalihkan pandangan pada seorang perawat yang ditugaskan untuk menjaga ibunya selama dia tidak ada di rumah sakit.

"Ibu, ini aku bawain buah-buahan buat Ibu. Dimakan ya, Bu. Biar Ibu cepat sehat." Kata Arneta seraya menahan diri agar tidak menangis melihat keadaan ibunya yang terlihat masih saja mengkhawatirkan.

Bu Maria melukis senyum di wajahnya kemudian meminta Arneta duduk di kursi yang berada di samping ranjang. Tidak banyak hal yang Bu Maria dan Arneta bicarakan selama Arneta berada di rumah sakit. Bu Maria hanya mempertanyakan bagaimana kehidupan rumah tangga Arneta setelah putrinya itu menikah, dan Arneta lagi-lagi membohongi ibunya jika pernikahan yang ia jalani bersama Elvano baik-baik saja.

"Kalau Ibu sudah dibolehkan pulang nanti, Ibu boleh kan tinggal sama kamu dan suami kamu?" Pertanyaan dari Bu Maria beberapa waktu lalu membuat Arneta terus kepikiran hingga akhirnya ia kembali pulang ke rumah suaminya.

"Apa yang harus aku katakan pada Ibu. Elvano sudah pasti tidak akan mengizinkan Ibu tinggal di sini." Lirih Arneta. Masih teringat jelas di dalam benaknya, bagaimana kemarin Elvano menentang dengan keras jika ia membawa ibunya yang sedang sakit tinggal bersama dengan dirinya. Entah apa alasan pasti Elvano melarangnya, yang Arneta ketahui, pria itu tidak ingin kehidupan rumah tangga mereka diikutcampuri urusannya oleh Bu Maria nantinya.

Setibanya di kediamannya kembali malam itu, Arneta tidak melihat keberadaan mobil suaminya di depan rumah. Entah kemana lagi suaminya itu pergi. Padahal, belum sehari mereka tinggal di rumah yang baru. Namun Elvano sudah pergi begitu saja tanpa mengabari dirinya.

"Apa begini rasanya menjadi istri yang tidak dianggap?" Terkadang pertanyaan itu terbesit di benak Arneta. Namun, agar pemikirannya tidak dibuat penuh karena memikirkan hal tersebut, Arneta berusaha untuk tidak memikirkannya.

Saat waktu sudah beranjak tengah malam, Arneta yang tengah terlelap di dalam kamarnya merasa terganggu saat mendengar suara teriakan Elvano dari lantai bawah rumah. Akibat rasa kantuk yang masih terasa mendera, membuat Arneta dengan susah payah keluar dari dalam kamar untuk melihat keributan yang diperbuat oleh Elvano.

"Sheina... Sheina... kamu dimana, Sayang?" Elvano berteriak dengan kedua bola mata yang nampak memerah. Sesekali dia menabrak perabotan yang berada di lantai bawah akibat pengaruh alkohol yang sedang menguasai dirinya.

Arneta menatap suaminya itu dengan mata terbelalak. "Dia mabuk?" Tanpa berpikir panjang, Arneta segera menghampiri Elvano saat melihat pria itu terjatuh akibat menabrak sofa di ruangan tengah rumah.

"Elvano!" Dengan gerakan spontan, Arneta hendak membantu Elvano berdiri kembali. Namun, niat baiknya itu tidak disambut dengan baik oleh Elvano.

"Hei wanita murahan, apa yang kamu lakukan?!" Elvano segera mendorong kasar tubuh Arneta saat Arneta hendak membantunya bangkit dari posisi duduk.

Terpopuler

Comments

Endang Rahmawani

Endang Rahmawani

Thor , Mak nya Areta kan sakit ginjal dan perlu donor, kok arneta bawa buah buahan Thor, sekedar masukan Thor, pasien sakit ginjal tidak boleh makan buah Thor, maaf bukan menggurui sekedar mengingatkan

2025-03-20

1

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Kalau memang Arnetta sekarang sudah baik.....sabarnya ditambah.... Untuk ngadepi Elvano....

2025-01-05

1

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Waduh El...., Neta cuma mau bantu kamu bukan mau menggoda mu. Jangan benci2 amat dech El, ntar jadi cinta

2024-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!