Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma

Sore itu, Arneta tidak bisa menyempatkan waktu seperti biasanya untuk mampir ke rumah kontrakan ibunya. Dia langsung pulang karena mengingat nanti malam ada acara ulang tahun Tante Lia yang harus ia hadiri. Terlebih El sudah mengirimkan pesan kepada dirinya agar tidak membuatnya menunggu. Untuk masalah pesan yang El kirim, Arneta pun tidak tahu bagaimana caranya suaminya itu mendapatkan nomer ponselnya hingga akhirnya bisa mengirimkan dirinya pesan singkat.

Pukul setengah enam lewat lima belas menit, Arneta telah tiba di rumah. Dilihatnya mobil El sudah terparkir di depan rumah. Sepertinya El pulang cepat hari itu karena ada pesta ulang tahun Tante Lia.

Arneta gegas masuk ke dalam rumah. Karena tidak melihat keberadaan El di lantai bawah, Arneta kembali melajutkan langkah menuju kamarnya berada.

"Sepertinya El lagi ada di dalam kamarnya." Kata Arneta pelan saat melihat pintu kamar El tertutup rapat. Arneta tidak terlalu memikirkan keberadaan El. Setelah mengatakan hal tersebut, dia lekas masuk ke dalam kamar. Membersihkan tubuh dan bersiap-siap untuk pergi.

Pukul tujuh malam. El keluar dari dalam kamarnya. Pria itu sudah bersiap dan terlihat sangat tampan. Dia mengenakan celana chino bewarna krem dan kemeja bewarna hitam. Di setiap saat, El memang terlihat sangat tampan dan rupawan walau pun mengenakan pakaian apa saja. Ketampanan yang dia miliki pun tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun. Termasuk Arneta yang sedang melihat penampilannya saat ini.

"Kenapa diam di situ. Ayo berangkat!" Ajak El. Seperti biasanya, suaranya terdengar ketus saat berbicara dengan Arneta. El juga tidak memperdulikan penampilan Arneta saat ini. Mau Arneta terlihat sangat cantik sekali pun, tetap saja terlihat burik di mata El.

Arneta mengangguk tanpa suara. Dia melangkah pelan di belakang El hingga akhirnya dia membuka pintu belakang mobil untuk masuk ke dalam mobil.

"Hei!! Siapa yang menyuruhmu masuk ke kursi belakang?" Suara El terdengar sedikit keras dan terdengar membentak.

Arneta terkejut. Jantungnya berdebar kencang. "Ti-tidak ada... memangnya kenapa?" Dia bertanya dengan ekspresi wajah yang nampak bingung.

El menatap sengit kepada Arneta. "Kamu pikir aku ini sopir pribadi kamu apa sehingga kamu mau duduk di belakang!!"

Arneta langsung menyadari kesalahannya. Agar pria itu tidak semakin lama memaki dirinya, Arneta lekas masuk ke kursi depan. El yang melihatnya pun jadi mendengus. Dia tak lagi mengomel dan ikut masuk ke dalam mobil.

Sepanjang perjalan menuju kediaman Tante Lia, El hanya diam. Pria itu memfokuskan pandangan pada lalu lintas di depan. Arneta pun demikian. Dia tidak bersuara dan tidak berniat untuk mengeluarkan suara. Arneta hanya diam seraya menatap ke arah luar jendel.

Beberapa saat berlalu. Mobil yang dikemudikan El akhirnya tiba di kediaman Tante Lia. Melihat beberapa mobil sudah terparkir di depan rumah, membuat Arneta berpikir jika perayaan ulang tahun Tante Lia akan dilangsungkan dengan meriah dan dihadiri oleh banyak orang.

"Kenapa diam saja. Ayo turun!!" Sentak El. Wajahnya terlihat kesal melihat Arneta hanya duduk diam di dalam mobil dan seperti tidak berniat untuk lekas turun.

Arneta mengangguk pelan. Sebenarnya dia ragu untuk masuk ke dalam rumah Tante Lia. Dia merasa minder berada di antara keluarga Tuan Keenan dan Nyonya Rossa.

El tidak ingin lagi menunggu Arneta untuk turun. Dia memilih turun lebih dulu dan menunggu wanita itu juga turun. Jika saja tidak mengingat dimana keberadaan mereka saat ini, El pasti sudah memaki Arneta.

Tidak ingin membuat El jadi kesal kepada dirinya, Arneta lekas keluar dari dari mobil dan berdiri di sebelah El.

"Jangan perlihatkan wajah tertekan kamu. Apa kamu mau Papa jadi mengetahui jika hubungan kita tidak sebaik yang dia kira?!" El memberikan peringatan sekaligus menuduh. Arneta lekas menggeleng membantah perkataan dari dirinya. Dia pun tersenyum untuk memulai sandiwara di antara mereka.

Masuk ke dalam rumah, kedatangan keduanya menjadi pusat perhatian beberapa orang termasuk Tante Lia sebagai tuan rumah dan pemilik acara. "El, kamu datang..." wajah Tante Lia terlihat sumringah menatap kehadiran El. Dia memeluk tubuh El barang sejenak dan mengajak El untuk berkumpul dengan keluarga mereka.

Sementara Arneta, Tante Lia seakan tidak melihat keberadaannya di sana. Arneta bahkan tidak diajak bicara sampai mereka berkumpul dengan keluarga Tante Lia yang lain.

"Sepertinya mereka tidak menyukaiku." Arneta langsung bisa menebak situasi yang tengah terjadi. Dia pun sadar diri agar tidak bersikap sok akrab dengan keluarga El. Apa lagi Nyonya Rossa dan Tuan Keenan tidak terlihat keberadaannya di sana. Entah kemana keberadaan kedua orang tua El itu. Apakah belum datang, atau berada di tempat lain.

Tak lama berselang, pertanyaan yang bersarang di benak Arneta akhirnya terjawab. Nyonya Rossa dan Tuan Keenan nampak datang bersama seorang wanita lanjut usia yang Arneta tidak ketahui siapa.

"Oma!" Wajah El terlihat sumringah menatap sosok tua yang berdiri di antara keduanya. Dia segera menghampiri wanita itu dan memeluk tubuhnya. Tante Lia dan yang lainnya pun turut melakukan hal yang sama. Mereka menghampiri wanita tua itu dan memeluk tubuhnya.

"Arneta, ayo ke sini!" Ajak Nyonya Rossa dengan wajah tersenyum.

Arneta mengangguk canggung. Dia lekas menghampiri Nyonya Rossa dan tersenyum pada wanita tua yang berada di sebelah Nyonya Rossa.

"Arneta, perkenalkan ini adalah Oma Sukma. Ibunya Papa dan omanya El."

Arneta terkesiap. Dia tidak berpikir jika wanita itu adalah ibu dari Tuan Keenan. Mengetahui hal tersebut, Arneta lekas menyalimi tangan Oma Sukma. Baru saja Oma Sukma menerima uluran tangannya, tangan Oma Sukma sudah terlepas begitu saja seakan jijik menyalimi dirinya terlalu lama.

"Jadi ini istri pengganti El?" Tanya Oma Sukma dengan tatapan sinis.

"Benar, Mah. Tapi dia bukan istri pengganti. Tapi istri sah El." Koreksi Nyonya Rossa. Dia jadi tidak enak hati pada Arneta karena mertuanya bertanya seperti itu.

"Alah, sekalinya istri pengganti, tetap saja seperti itu!" Balas Oma Sukma ketus. Tante Lia dan yang lainnya pun menatap Arneta dengan sinis setelah mendengar perkataan Oma Sukma.

Arneta tertunduk. Dia semakin menyadari jika hawa di sekitarnya tidaklah baik untuk saat ini. Dan yang pasti, keluar dari Tuan Keenan tidak menyukai keberadaannya sebagai istri El.

"Mamah!!" Tuan Keenan mengeluarkan suara. Dia bersuara sedikit tegas agar sang mama tidak melanjutkan perkataannya.

"Mah, lebih baik kita ke sana aja yuk!!" Tante Lia gegas membawa Oma Sukma pergi. Dia tidak ingin acara ulang tahunnya jadi kacau karena perdebatan.

Oma Sukma mengiyakannya. Dia melenggang pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Arneta mau pun yang lainnya. El pun turut melenggang pergi atas perintah Oma Sukma. Entah kemana mereka akan pergi, Arneta tidak memperdulikannya.

***

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

harusnya sih Keenan bisa melobi keluarganya yah agar ga terjadi salah paham sama status si Arneta, walo sejatinya memang dia istri pengganti

2024-12-21

1

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Mending pergi jauh dari mereka Neta, dari pada kehadiran mu gak dianggap sama sekali

2024-12-19

1

aurel chantika

aurel chantika

nyesek lihat arneta digituin sama keluarga al

2024-12-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!