Bab 12 - Melawan!!

"Arneta, Mama minta maaf ya atas sikap Oma tadi." Wajah Nyonya Rossa nampak tak enak hati. Kini mereka sudah berada di sudut rumah atas keinginan Nyonya Rossa. Sementara Tuan Keenan sudah bergabung dengan Oma Sukma dan yang lainnya.

Arneta mengulas senyum tipis di wajahnya. Dia kelihatan baik-baik saja padahal hatinya sangat terluka. "Gak masalah, Mah."

"Sebenarnya Oma Sukma itu baik kok. Mungkin karena dia baru kenal sama kamu aja jadi sikapnya begitu." Kata Nyonya Rossa. Dia tidak ingin Arneta jadi tidak enak hati karena sikap Oma Sukma.

Arneta mengiyakannya. Dia juga tidak ingin berkeluh kesah tentang perasaannya saat ini. Percakapan keduanya pun tidak berlangsung lama karena acara ulang tahun Tante Lia sudah dimulai dan para tamu undangan yang hadir diminta untuk berkumpul di ruangan tengah rumah.

Tante Lia yang kini diminta untuk memberikan kata sambutan mengucapkan terima kasih pada para tamu undangan yang datang dan menyebutkan nama anggota keluarganya yang hadir di acara tersebut. Dari sekian banyak nama yang Tante Lia sebut, tidak ada nama Arneta yang disebutkan oleh Tante Lia.

Lagi, Arneta sadar diri jika kehadirannya di sana tidak diharapkan oleh pemilik acara. Mungkin juga dia sebenarnya tidak diundang. Namun, Nyonya Rossa mengundangnya atas dasar rasa tidak enak hati.

"El, kemarilah!!" Oma Sukma gegas memanggil El setelah Tante Lia mempersilahkan tamu undangan yang hadir untuk menyantap hidangan yang tersedia.

El segera menghampiri Oma Sukma. "Ada apa, Oma?"

Oma Sukma melirik sinis ke arah Arneta sejenak sebelum menjawab. "El, kenapa kamu harus menikah dengan wanita seperti dia sih? Dia itu gak pantas bersanding sama kamu. Dibandingkan Sheina sekali pun, dia jauh tertinggal!" Oma Sukma mengutarakan rasa tidak sukanya atas pilihan El.

El melirik ke arah Tuan Keenan. Pria itu terlihat sedang berbicara dengan suami Tanta Lia. Entah apa yang mereka bahas, El juga tidak tahu. "Itu karena perintah Papa, Oma. Papa memaksaku menikahinya!" El menyebutkan alasan utamanya. Oma Sukma pun jadi semakin tidak suka pada Arneta. Terlebih ia sudah mendengar desas-desus tentang masa lalu kelam Arneta.

"Pokoknya Oma minta kamu segera ceraikan dia. Oma gak mau kamu terkena sial karena berdekatan dengan wanita seperti dia!"

El mengiyakannya. Tanpa disuruh Oma Sukma sekali pun, dia pasti akan melakukannya.

Beberapa saat berlalu, Arneta merasa semakin tidak nyaman berada di antara keluarga Tante Lia. Agar bisa menghindar dari mereka barang sejenak, Arneta berpamitan untuk pergi ke kamar mandi. Namun, bukannya pergi ke kamar mandi, Arneta justru pergi ke taman samping rumah Tante Lia. Suasana di sana yang nampak sepi membuat Arneta merasa lebih nyaman di sana dari pada di dalam rumah.

"Hei, kamu!!" Baru saja terduduk di atas kursi taman, Arneta sudah dikejutkan dengan kedatangan Tante Lia. Entah apa alasannya Tante Lia menemuinya di sana. Arneta pun tidak mengetahuinya.

Arneta lekas bangkit dari posisi duduk. Dia mematap wajah Tante Lia dengan semanis mungkin. "Ada apa ya, Tante?" Arneta bertanya ramah.

"Saya ke sini cuma mau ngingatin kamu supaya sadar dengan posisi kamu sebagai istri pengganti El. Saya gak mau kamu jadi besar kepala karena bisa menikah dengan El dan masuk ke dalam keluarga besar kami!!"

Arneta diam. Tidak langsung memberikan tanggapan. Tante Lia pun langsung saja melanjutkan perkataannya. "Asal kamu tahu saja, saya dan keluarga sebenarnya tidak sudi memiliki menantu murahan seperti kamu. Entah setan apa yang merasuki kakak saya sehingga meminta kamu sebagai istri pengganti El. Apa dia tidak sadar dengan keputusannya itu bisa membuat keluarga kami terkenal sial karena berdekatan dengan wanita murahan seperti kamu!!"

"Apa maksud Tante berkata seperti itu? Kenapa Tante mengatakan saya wanita murahan?!" Arneta rasanya tidak bisa diam begitu saja. Cukup El yang menghina dirinya. Tapi tidak dengan Tante Lia.

"Alah, jangan sok polos kamu. Memangnya kamu pikir saya gak tahu pekerjaan haram kamu sebelum dipungut kakak saja bekerja di perusahaannya. Kamu bekerja di klub malam dan menjual diri kamu di sana!!"

"Tutup mulut Tante. Jangan sembarangan menuduh saya yang bukan-bukan!" Arneta berniat melakukan pembelaan diri. Tante Lia pun menatap sinis kepada dirinya. "Atas dasar apa Tante mengatai saya seperti itu? Memangnya Tante pernah melihat langsung saya menjual diri saya pada seorang pria? Atau... Tante pernah melihat saya melakukan hubungan terlarang itu?" Sentak Arneta. Wajahnya terlihat merah padam menahan amarah yang terasa menyeruak di dada.

Tante Lia terdiam. Dia memang tidak pernah melihatnya secara langsung. Dia hanya mendengar cerita dari El karena saat itu El menceritakan hal tersebut kepada dirinya.

"Kalau tidak seperti itu, aku pikir Tante tidak pantas menghinaku seperti itu karena Tante sendiri tidak punya bukti yang valid atas tuduhan Tante!!"

Tante Lia terkesiap. Dirinya tidak menyangka jika Arneta berani melawan perkataannya. Padahal tadi di saat dirinya dan Oma Sukma menyudutkan dirinya, Arneta hanya diam saja bagaikan kelinci kecil yang penakut.

"Maaf, saya tidak punya banyak waktu buat meladeni tuduhan Tante lagi!" Arneta lekas pergi meninggalkan Tante Lia. Tidak ia pedulikan jika ia akan dinilai tidak sopan oleh Tante Lia. Salah Tante Lia sendiri karena sudah menghina dirinya seperti itu.

"Hei, berhenti kamu!!" Suara Tante Lia tertahan. Dia tidak ingin orang lain tahu perdebatannya dan Arneta baru saja. "Dasar tidak punya sopan santun!!" Umpat Tante Lia kemudian.

Arneta sudah kembali masuk ke dalam rumah. Orang pertama yang ia cari di dalam rumah adalah Nyonya Rossa. "Mamah, maaf. Aku pamit pulang lebih dulu karena kepalaku rasanya pusing sekali. Aku gak sanggup tetap berada di sini terlalu lama." Kata Arneta tak enak hati.

"Kalau benar seperti itu, biarkan El yang mengantarkan kamu pulang!" Nyonya Rossa hendak memanggil putranya yang kini masih asik berbicara dengan sepupunya.

"Agh, gak perlu, Mah. Aku bisa pulang sendiri. Lagi pula gak enak kalau kami pulang berdua terlalu cepat. Aku bisa pulang naik taksi onlie saja."

Nyonya Rossa hendak membantah. Namun, Arneta sudah terburu-buru hendak pergi meninggalkan acara.

"Kenapa Arneta terlihat buru-buru sekali? Apa karena dia beneran pusing, atau ada masalah lain?" Penasaran dengan alasan Arneta yang sebenarnya, Nyonya Rossa memilih untuk menghampiri El dan mempertanyakan sesuatu pada El.

"Arneta pulang duluan?" wajah El nampak terkejut.

"Iya. Memangnya dia gak bilang sama kamu? Tadi katanya udah bilang kamu makanya Mama biarin Arneta pulang duluan. Mama juga kasihan dia ngeluh sakit begitu."

El tidak memberikan jawaban. Pandangannya kini terarah ke pintu rumah untuk melihat keberadaan Arneta di sana. Namun, sosok yang ia cari tidak terlihat keberadaannya.

"Sialan. Berani sekali dia menipu Mama!"

***

Jangan lupa komen dulu ya sebelum lanjut🤗

Terpopuler

Comments

Nurma septina🤍💙

Nurma septina🤍💙

Masih part part yg mengandung emosi jiwa jika membacanya dan menyesakan hati😭😭😭
Semoga kmu sanggup melewati ini semua Neta,,pastinya bkn hal mudah utk kmu harus berada ditengah tengah orang orang yg membenci kmu.
Suami yg seharusnya menjadi tempat berlindung dan juga sandaran utk kmu.
mlah dia yg paling membenci kmu,,ditambah hampir semua keluarga El tidak menyukai kmu.

Salut sih sama Neta barusan,,dia berani melawan tantenya El.
kmu jangan lemah Neta,dihadapan mereka.
jika kmu lemah,yg ada mereka akn semakin menghina kmu.
Mereka semua tidak tau apa" tentang kmu.
tpi mereka bisanya cma menghina...
Tidak semua wanita yg bekerja di club mlm adalah seorang yg hina.
Mereka cma mendengar cerita,,tanpa tau apa yg sebenarnya.
mereka semua nanti akn menyesal.
terutama kmu El,,wanita yg kmu anggap hina ternyata masih suci.
Meskipun dlunya Arneta wanita jhat dan juga mtrealistis tpi dia masih bisa menjaga kehormatannya .

2024-11-02

4

Teh Yen

Teh Yen

kamu mah bisanya marahin neta aj tanpa cari tau kebenarannya gmn ,,, udh Sono susul marahin lagi tuh istri pembawa sial kamu bukannya terima kasih nama baik keluarga ya sudah d tutup biar engg jd aib Karne kamu d tinggal calon pengantin malah balik benci,
gue sumpahin lu El.benean cinta mati sama neta

2024-11-02

1

Zainab Ddi

Zainab Ddi

siapa juga tahan sana sini disini dan punya suami jg ngak ada akhlaq mending pulang kerumah ibunya ya arneta gitu ngelawan jangan diem aja Uda ibumu Uda sembuh cerai aja drpd makan ati

2024-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!