Bab 9 - Andika Membuat Ulah

Hati Arneta terasa teriris saat mengantarkan ibunya ke rumah yang akan menjadi tempat ibunya tinggal saat ini. "Harusnya ibu tinggal bersamaku. Bukannya di sini." Perkataan itu hanya bisa terucap di hati Arneta.

"Arneta, pulanglah. Kamu sudah cukup lama di sini." Kata Bu Maria setelah hampir dua jam Arneta berada di sana.

Arneta berat untuk mengiyakannya. Dia masih ingin bersama ibunya. Walau pun ada perawat yang akan menjaga ibunya di sana, namun, tetap saja Arneta lebih merasa aman jika dirinya yang menjaga ibunya sendiri.

"Neta, Ibu gak mau kamu dan suami kamu jadi bertengkar karena kamu terlalu lama di sini." Bu Maria memberikan pengertian. Berharap Arneta mengerti kecemasannya.

Arneta akhirnya mengiyakannya dengan berat hati. Sebisa mungkin dia menahan diri agar tidak menangis saat pergi meninggalkan ibunya di rumah kontrakan.

"Baru pulang kamu?" Baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah, Arneta sudah disambut dengan tatapan sinis El.

Arneta tertunduk. Dengan pelan dia menjawab pertanyaan Elvano. "Maaf, aku membantu ibu membereskan barangnya dulu di kontrakan."

Tatapan mata El semakin sinis saja menatap Arneta. "Untuk apa kamu melakukan itu semua? Apa kamu mau mengambil alih tugas perawat yang sudah aku bayar mahal untuk merawat dan mengurus pekerjaan rumah di sana?!"

Arneta tersentak kaget karena suara El terdengar sangat keras dan terkesan membentak. "Tidak. Aku hanya ingin membantu ibu. Memangnya salah kalau aku ingin mengurus ibuku sendiri?" Tanya Arneta memberanikan diri.

"Salah. Sangat salah! Buat apa aku membayar orang mahal-mahal kalau masih kamu yang melakukan itu semua?! Atau... jangan-jangan kamu ini mau mengambil alih tugas perawat sebagai pembantu di sana?!"

Arneta kembali tertunduk. Dia sudah lelah mengurus kepulangan ibunya di rumah sakit ditambah membantu membereskan barang-barang ibunya di kontrakan. Sekarang, dia sudah tidak punya tenaga untuk berdebat dengan Elvano.

"Sekalinya anak pembantu, jiwa kamu tidak akan lepas dari status pembantu!"

Arneta memilih diam. Terserah Elvano mau mengejeknya seperti apa. Toh dirinya memang seburuk yang Elvano katakan.

Elvano akhirnya pergi sendiri dari hadapan Arneta setelah lelah memaki dan menghina Arneta. Melihat kepergian El, membuat Arneta ikut pergi menuju kamarnya berada.

"Ibu, kenapa perasaanku tidak enak melepas ibu tinggal di kontrakan." Lirih Arneta setelah masuk ke dalam kamar. Walau pun ada perawat yang bertugas menjaga ibunya, namun, entah mengapa perasaan cemas itu terus saja menghantui Arneta.

Pukul sepuluh malam, seperti biasa El akan pergi meninggalkan rumah untuk berkumpul bersama teman-temannya. Semenjak tinggal hanya berdua dengan Arneta, El memang memiliki hobi baru pergi meninggalkan rumah di malam hari. Dia merasa tidak betah dan tidak nyaman kalau berada di tempat yang sama dengan Arneta terlalu lama.

"Bisa terkena sial aku nanti kalau terus dekat dengan wanita itu!" Begitulah isi pemikiran El yang masih saja menganggap jika istrinya bekas wanita murahan.

Setibanya di salah satu klub yang menjadi tempat pertemuannya dan kedua temannya, El dikejutkan dengan kehadiran salah satu pria yang dulunya El ketahui adalah kekasih Arneta.

"Andika." El menatap pria itu dengan tatapan datar. Sejak dulu, El dan Andika tidak terlalu dekat walau pun mereka berada di jurusan yang sama di kampus. Andika lebih dominan berteman dengan teman-teman angkatannya, sementara El, lebih suka berteman dengan kedua sahabatnya yang tidak satu jurusan dengannya.

Sama seperti El, Andika ternyata juga melihat keberadaan El di sana. Karena mereka saling mengenal, Andika sedikit berbasa-basi menghampiri El.

"Hai, El. Akhirnya kita bertemu juga, ya." Sapa Andika.

El menatap pria itu dengan datar. Dia tidak tahu maksud Andika menghampirinya saat ini. Apakah hanya untuk sekedar berbasa-basi, atau ada maksud lain.

"Begitulah." Balas El singkat.

Andika mengangkat kedua alis matanya bersamaan kemudian berkata kembali pada El. "Aku dengar dari teman-teman, katanya kamu udah menikah dengan Arneta. Aku gak nyangka loh kalau kamu mau menikah dengan Arneta. Ya... maksudku pria baik-baik seperti kamu sepertinya gak pantas mendapatkan wanita seperti Arneta. Apa lagi dia—" Andika menggantung perkataannya di udara. Hingga membuat El jadi penasaran dengan kelanjutan perkataannya.

Andika dapat melihat rasa penasaran El dengan kelanjutan perkataannya. Dia memang sengaja menggantung perkataannya agar rasa penasaran El semakin meningkat.

"Dia apa?" Karena tidak sabar menunggu kelanjutan perkataan Andika, El jadi bertanya.

"Dia kan udah menjadi bekas banyak pria. Termasuk aku."

Kedua tangan El sontak terkepal erat mendengar perkataan Andika. "Kamu pernah melakukannya juga dengan Arneta?" Tanya El geram.

Andika mengangguk dengan wajah mengejek. "Tentu saja. Aku sudah memberikan apa yang dia mau. Uang, barang dan kekayaan. Masa aku gak minta balasan dari dia. Rugi dong aku!" Ekspresi wajah Andika yang terlihat sangat serius saat mengatakannya, membuat El mudah percaya dengan perkataan pria itu. El berpikir jika Arneta juga melakukan hal di luar batas dengan para mantan kekasihnya. Bukan hanya dengan pria yang datang di klub malam tempat ia bekerja.

"Tapi aku salut sama kamu, El. Kamu mau menerima wanita seperti Arneta tanpa mengingat masa lalunya yang buruk. Ya... aku berharap jika hubungan rumah tangga kamu dan dia bisa berjalan baik-baik saja. Jangan sampai deh dia masih bermain api di belakang kamu hanya demi mendapatkan uang!" Andika menepuk pundak El beberapa kali kemudian melangkah pergi meninggalkan El. Entah apa maksud perkataan Andika baru saja. Antara mendoakan yang terbaik buat El dan Arneta, atau ingin memanasi El.

"Dasar wanita murahan!" Amarah di dalam diri El semakin berkobar mendengar perkataan Andika baru saja. "Sekalinya murahan, tetap saja murahan. Demi mendapatkan uang dan memenuhi gaya hidupnya, dia rela menjual tubuhnya!"

Jika saja saat ini dia sedang berada di rumah, El pasti sudah melampiaskan rasa jijik di dalam hatinya pada Arneta dengan memaki dan menghina Arneta. Namun, mengingat saat ini kondisinya sedang berada di tempat hiburan dan El ingin menjernihkan pemikirannya dari Arneta, El berusaha mengontrol diri agar tetap bisa bersenang-senang.

"El, kamu kenapa?" Ben yang baru saja tiba di tempat tersebut bertanya karena melihat wajah El yang nampak sedikit kusut walau El sudah berusaha menutupinya.

"Diamlah. Nanti akan aku jelaskan!" Sahut Ezra yang tadinya turut mendengarkan perkataan Andika pada El.

Ben mengangguk. Menyadari situasi hati El saat ini sedang tidak baik, Ben mencari jalan aman saja.

"Lupakan perkataan Andika tadi. Fokuslah dengan kegiatan kita malam ini!" Bisik Ezra di telinga El. Ezra tidak ingin suasana hati El memburuk karena mengingat perkataan Andika tentang keburukan Arneta.

"Aku tidak memikirkannya. Lagi pula aku sudah tahu kebusukannya dari dulu!" Balas El dengan ekspresi wajah yang nampak dingin.

***

Terpopuler

Comments

Nicky Nick

Nicky Nick

duuh temen2nya el ga' da yg bener

2025-01-23

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

dulu tuh pas mereka pacaran si Arneta uda kebablasan ga yah sama si Andika, soalnya kan dulu si Andika termasuk royal,,,

2024-12-20

2

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Maunya Andika apa sich, ngapain juga dia jelekin Neta. Kayak dia laki2 baik aja

2024-12-19

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!