Bab 18 - Dugaan Yang Salah

Arneta sedikit bertanya-tanya kenapa beberapa hari belakangan ini El tidak pernah melontarkan tuduhan dan makian yang menyakitkan kepada dirinya lagi. Bahkan, sikap El juga sudah mulai berubah kepada dirinya. Pria itu mau membelikan makan untuk dirinya, dan terkadang mau memakan hasil masakannya.

"Apa dia sudah berubah?" Arneta berpikiran positif. Jika hal tersebut benar adanya, maka Arneta pasti akan senang. Walau pun El tidak mencintainya, setidaknya El tidak lagi menuduhnya yang bukan-bukan.

Perubahan sikap El pada Arneta mulai tercium oleh Oma Sukma. Tentu saja Oma Sukma tidak menyukai hal itu. Oma Sukma menginginkan El tetap bersikap buruk pada Arneta dan gegas menceraikannya.

"Cahya, Oma itu lebih suka kalau El sama kamu dari pada wanita itu. Jadi Oma harap kamu bisa membuat El jatuh cinta sama kamu, ya." Pinta Oma Sukma saat ia bertemu Cahya di rumahnya siang itu.

Cahya mengarahkan pandangan ke arah kamar mandi dimana El berada saat ini. Dia memastikan pria itu belum keluar baru menjawab perkataan Oma Sukma. "Iya, Oma. Aku juga sedang berusaha. Tapi Oma tahu sendiri kalau El sangat sulit untuk didapatkan hatinya. Dia masih sangat mencintai Sheina. Bahkan menunggu Sheina kembali."

Lidah Oma Sukma berdecak. Dia sedikit tidak habis pikir pada El yang masih saja menunggu kekasihnya itu. "Kamu gak usah mikirin itu. Yang jelas, kamu berusaha untuk mendapatkan hatinya!" Tegas Oma Sukma. Dia yakin dengan berjalannya waktu nantinya, El bisa melupakan Sheina dan mencintai Cahya. Untuk masalah Arneta, Oma Sukma yakin El bisa menceraikannya segera.

Cahya mengiyakannya dengan wajah tersenyum. Tak lama, El telah kembali. Pria itu langsung mengajak Cahya pergi karena siang itu dia memiliki janji bertemu dengan salah satu sahabat baiknya.

"Aku ikut, ya!" Pinta Cahya. Dia juga ingin bertemu dengan Ben. Sahabat baik El.

"Maaf, aku gak bisa ajak kamu. Aku mau membahas hal penting dengan Ben!"

Cahya menghargi keputusan El. Dia tidak bersikap kekanakan dengan merajuk. Cahya tidak ingin El jadi ilfeel dengan sikapnya itu.

Setelah mengantarkan Cahya kembali ke rumahnya, El gegas menuju rumah sakit dimana Ben bekerja. Setibanya di sana, El tidak bisa langsung berbicara dengan Ben karena pria itu masih memiliki jadwal praktek sampai setengah jam ke depan. El tidak mempermasalahkannya. Dia menunggu dengan tenang hingga akhirnya Ben datang menghampiri dirinya.

"Maaf El, sudah buat lama menunggu." Ben gegas duduk di sofa yang berhadapan dengan El. Kini keduanya sudah berada di dalam ruangan kerja Ben yang terbilang cukup besar dan berfasilitas lengkap. Maklum saja, sebagai anak pemilik rumah sakit, Ben mendapatkan fasilitas lengkap dan terbaik di sana.

El menanggapi dengan santai. Kemudian meminta Ben untuk menyampaikan hal penting yang katanya ingin Ben sampaikan kepada dirinya.

"Sebelumnya aku ingin bertanya sama kamu, El. Apakah hubungan kamu dan Arneta baik-baik saja?" Tanya Ben. Entah apa maksudnya Ben bertanya seperti itu. Padahal, Ben tahu sendiri jika El sangat tidak menyukai Arneta.

"Sama seperti sebelumnya. Tidak ada kemajuan di hubungan kami. Aku juga gak mengharapkan hal yang lebih baik untuk hubungan kami."

Ben menghembuskan napas bebas di udara. Kemudian menatap lekat wajah El. "Kupikir kamu harus mulai belajar bersikap baik kepada Arneta, El."

El menatap Ben dengan sengit. "Atas dasar apa kamu memintaku melakukan hal seperti itu?"

Ben kembali mengingat pertemuannya dengan salah satu mantan kekasih Arneta beberapa hari yang lalu. Kemudian ingin menyampaikannya pada El. Karena jadwal prakteknya penuh beberapa hari belakangan ini, membuat Ben tidak punya waktu cepat untuk mengatakannya pada El.

"Kamu masih ingat dengan Farhat. Teman angkatan kamu dulu?"

El mengangguk. Dia tentu saja tidak melupakannya. El pun ingat jika Farhat adalah salah satu pria yang pernah menjalin hubungan dengan Arneta saat mereka kuliah dulu.

"Tiga hari yang lalu, aku bertemu dengannya di rumah sakit ini. Ternyata, ibunya Farhat adalah pasienku. Aku juga baru tahu karena kemarin dia yang mengantarkan ibunya kontrol denganku."

El menatap wajah Ben dengan dahi yang nampak mengkerut. Dia belum bisa menangkap kemana arah pembicaraan Ben. "Jadi urusannya denganku apa?" El akhirnya bertanya. Dari pada bingung sendiri.

"El, kamu masih ingat kan kalau dia itu juga mantannya Arneta?" Tanya Ben. El mengangguk mengiyakannya. "Kemarin itu aku sempat berbincang dengan dia membahas tentang Arneta. Kebetulan sekali ibunya menjadi pasien terakhirku sehingga kami bisa berbicara panjang lebar tentang hubungannya dan Arneta."

El menegakkan tubuhnya yang awalnya bersandar di sofa. Kemudian menatap wajah Ben dengan intens. Menunggu pria itu menjelaskan dengan rinci apa maksud perkataannya tadi.

"Karena kamu selalu menuduh Arneta itu adalah wanita murahan, jadi aku bertanya tentang sikap Arneta kepadanya. Farhat bercerita memang benar jika saat menjalin hubungan dengannya, Arneta adalah wanita yang matre. Suka meminta barang dan uang dari dia. Namun, ada satu hal yang tidak mau Arneta berikan kepadanya walau pun Farhat pernah memintanya dan menjanjikan akan memberikan barang mewah pada Arneta."

"Apa itu?" El tanpa sadar bertanya dengan cepat. Entah karena ia sangat ingin tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya atau bagaimana.

Ben menatap intens wajah El sebelum menjawabnya. "Arneta tidak mau melakukan hal terlarang dengan Farhat. Dia menolak keras saat Farhat meminta untuk melayani dirinya."

El tertegun. Kedua kelopak matanya nampak terbelalak. "Jangan ngawur kamu. Mana mungkin dia menolaknya. Apa lagi Farhat sudah menjanjikan akan memberikan barang mewah kepadanya!" El merasa tidak bisa percaya begitu saja.

Ben jengah juga menghadapi sikap El yang tidak mudah percaya kepada dirinya. Untuk meyakinkan El, Ben akhirnya memutar rekaman cctv di ruangan kerjan prakteknya dan tak lupa menghidupkan audionya. Suara Farhat yang terdengar cukup jelas di audio tersebut, membuat El akhirnya percaya dengan pernyataan Ben baru saja.

"El, aku pikir kamu harus menyelidiki lebih dulu bagaimana hidup Arneta yang sebenarnya sebelum menuduhnya yang bukan-bukan. Bukannya apa-apa, aku hanya takut kalau kamu nantinya menyesal dengan perbuatan kamu sendiri kepada dirinya."

El menatap sinis wajah Ben. Entah kenapa dia menatap seperti itu. "Apa kamu hanya ingin mendengar cerita dari Farhat saja? Apa kamu lupa dengan cerita Andika saat kita bertemu dengannya saat itu?" El mengingatkan. Memang benar jika ia harus menyelidiki hal tersebut lebih dalam. Namun, El tidak ingin Ben lupa dengan cerita Andika juga. Terlebih kejadian beberapa bulan lalu di saat ia melihat dengan jelas Arneta menjadi pekerja di salah satu klub yang sering mereka kunjungi.

"Mungkin benar jika Arneta tidak melakukannya dengan Farhat karena saat itu hidupnya tidak hanya memikirkan tentang uang. Tapi, di saat dia menjalani hubungan dengan Andika, dia melupakan segalanya termasuk harga dirinya!"

***

Terpopuler

Comments

Teh Yen

Teh Yen

bisa saja kan Andika berbohong padamu el.munhkin dia sakit hati smaa arneta udh d porotin tp pas d ajak hs arneta menolak jd dia berbohong padamu untuk balas dendam supaya hidup arneta sengsara dan kamu terus membenci arneta seperti tuduhan mu itu 😏 susah yah kl.udh engg suka d kasih kebenaran oleh kawan sendiri pun engg percaya ya sudah lah terserah kamu El tp jangan nyesel yah nanti kl kehilangan arneta hemmm

2024-11-05

1

Risma Waty

Risma Waty

Bekerja di club malam bukan berarti menjajakan diri, El.

Kalau tidak mau menyelidiki, lepasin aja deh Arneta biar bisa menemukan kebahagiaan bersama lelaki yang tulus mencintainya.

2024-11-05

1

Anitha Ramto

Anitha Ramto

Benar tuh El..ikuti saja sarannya Ben untuk menyelidiki masa lalu Arneta sebelum kamu menyesal dan sudah menuduh Neta tanpa bukti

2024-11-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!