Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah

Di tengah kekesalan yang melanda, El memberitahukan alasannya bisa menikah dengan Arneta. Lantas saja Cahya terkejut mendengar alasan tersebut. "Kasihan sekali kamu, El. Harus menikah dengan wanita yang tidak kamu cintai. Mana wanitanya bukan wanita baik pula." Wajah Cahya terlihat sangat prihatin. Seakan Arneta benar bukanlah wanita yang baik untuk Elvano.

El nampaknya terpengaruh dengan perkataan Cahya. Dia semakin kesal saja dan berjanji tidak akan membuat hidup Arneta bisa bahagia. "Mungkin dia pikir menikah denganku akan membuat hidupnya bahagia dan dilimpahi banyak harta. Tapi aku gak akan membiarkan impiannya itu berlangsung lama. Aku akan melenyapkan impiannya itu!"

Dengan wajah polosnya, Cahya setuju dengan pemikiran El. Dia turut memberikan tawaran untuk membantu El lepas dari jeratan Arneta. "Jangan sampai kamu terlalu lama menikah dengannya. Bisa terkuras harta keluarga kamu nanti kalau sampai kamu membiarkannya semakin lama menempel di keluarga kamu!"

El mengangguk setuju. Keduanya pun mulai berdiskusi bagaimana caranya bisa membuat hidup Arneta tidak bahagia dan akhirnya wanita itu sendiri yang memohon pada Tuan Keenan untuk berpisah dengan El.

Sementara itu, Arneta nampak sedang berbincang dengan Tuan Keenan di dalam ruangan kerjanya. Tuan Keenan mempertanyakan bagaimana sikap El pada Arneta sejak mereka memutuskan hidup berdua.

"Mas El baik sama saya, Pah. Dia memperlakukan saya dengan baik layaknya istri pada umumnya."

Tuan Keenan senang mendengarnya. Ternyata putranya itu bisa menurut juga kepada dirinya walau mungkin dengan sedikit keterpaksaan. "Baguslah kalau begitu. Memang seharusnya dia bersikap baik kepada kamu!"

Arneta mengangguk saja. Dia berharap kebohongannya saat ini pada Tuan Keenan tidak menjadi dosa untuk dirinya. Pasalnya, dia melakukan itu semua demi kebaikan agar hubungan El dan keluarganya bisa baik-baik saja.

Di tengah pembicaraan keduanya, Tuan Keenan mendapatkan panggilan telefon dari seorang pria yang tidak Arneta ketahui siapa. Arneta memilih untuk diam mendengarkan percakapan Tuan Keenan dengan seseorang di seberang sana.

"Barusan kakaknya El yang menelfon." Beri tahu Tuan Keenan.

Dahi Arneta mengkerut. Dia tidak mengerti kakak El yang mana yang Tuan Keenan maksud. Bukannya dari yang ia ketahui jika El adalah anak tunggal di keluarganya?"

"Namanya Evan. Dia adalah anak angkat Papa dan Mama sebelum El lahir ke dunia."

Arneta terkesiap. Ternyata dia tidak mengetahui sepenuhnya tentang keluarga Tuan Keenan. Arneta pun memilih tidak bertanya banyak. Cukup dia tahu jika Tuan Keenan memiliki dua orang anak laki-laki.

"Dalam waktu beberapa bulan lagi Evan akan kembali ke sini. Jadi setelah dia tiba di sini, Papa akan menyerahkan kepemimpinan perusahaan ini sama Evan." Beri tahu Tuan Keenan.

Arneta mengangguk paham. Lagi, dia tidak ingin bertanya banyak. Cukup diam mendengarkan dan merespon jika diperlukan.

"Oh ya, Arneta. Kamu jangan lupa selalu mengabari Papa kalau El bersikap buruk sama kamu. Papa akan memberikan teguran sama dia kalau dia berani melakukan hal itu kepada kamu!" Pesan Tuan Keenan. Sejak Arneta resmi menjadi menantu di keluarganya, Tuan Keenan merasa jika Arneta juga adalah tanggung jawabnya. Pasalnya, Tuan Keenan sendiri yang membawa Arneta masuk ke dalam keluarganya dan dia merasa harus bertanggung jawab atas kebahagiaan menantunya tersebut.

Pernyataan Tuan Keenan membuat Arneta sedikit takut jika nanti Tuan Keenan mengetahui bagaimana buruknya El memperlakukan dirinya. Sebisa mungkin, Arneta akan menutupi keburukan suaminya itu.

Keesokan harinya, kehidupan yang dilewati Arneta masih terasa seperti biasanya. Tidak ada interaksi di antara dirinya dan El. Keduanya masih menjalani kehidupan masing-masing seperti bukan layaknya suami istri.

Sore harinya, saat Arneta baru saja pulang dari bekerja dan baru melangkah masuk ke dalam rumah, Arneta dikejutkan dengan keberadaan sosok yang sudah sejak lama tidak ia lihat. Sosok wanita yang dulunya pernah menjadi primadona di kampusnya.

"Cahya?" suara Arneta yang terdengar memanggil nama Cahya membuat Cahya dan El yang sedang asik bercanda tawa mengalihkan pandangan pada Arneta.

El menatap wajah Arneta dengan tatapan dingin. Sementara Cahya, wanita itu menatap Arneta dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya. "Arneta." Dia menyapa Arneta dengan wajah ramahnya. Sikap yang Cahya tunjukkan saat ini tentu saja memperlihatkan jika dirinya adalah wanita yang ramah dan baik.

Arneta melangkah ragu mendekati keduanya. Apa lagi tatapan mata El terlihat sangat mematikan di matanya saat ini. Melihat Arneta sudah hampir dekat dengan dirinya, Cahya segera bangkit dari posisi duduk. Dia mengulurkan tangan lebih dulu pada Arneta untuk berjabat tangan.

"Sudah lama sekali rasanya kita tidak bertemu, ya. Sekalinya bertemu, aku kaget banget ternyata kamu udah jadi istrinya El!" Cahya masih saja menunjukkan wajahnya yang ramah pada Arneta.

Arneta melirik ke arah El sekilas. Tidak ia sangka jika El sudah memberitahukan status mereka pada Cahya.

"Ayo duduk dulu bareng kami, Neta." Ajak Cahya. Dia kini bersikap layaknya pemilik rumah yang mengajak tamunya duduk. Padahal, yang seharusnya mengatakan itu adalah Arneta sebagai tuan rumah. Namun, melihat sikap ramahnya Cahya kepada dirinya membuat Arneta tidak ingin berpikiran buruk kepada Cahya. Dia lekas duduk di sofa yang bersampingan dengan Cahya dengan perasaan sedikit canggung.

Suara canda tawa yang tadi sempat terdengar dari mulut El seketika lenyap sejak kedatangan Arneta. Pria itu lebih banyak diam seakan tidak suka dengan keberadaan Arneta. Sementara Cahya, dia sudah bersikap akrab pada Arneta. Mengajak Arneta berbicara mengenai apa saja, termasuk pekerjaan Arneta saat ini.

"Oh, jadi kamu bisa menikah dengan El karena kamu dekat dengan Om Keenan ya." Cahya tersenyum seraya mengangguk saat berbicara pada Arneta. Perkataannya itu tak lantas mendapatkan jawaban dari Arneta. Wanita itu hanya diam saja karena merasa ada maksud tersendiri di dalam hati Cahya kepada dirinya.

Arneta mulai tidak nyaman dengan keberadannya di sana. Di mencari alasan agar bisa lekas pergi meninggalkan Cahya dan El. "Aku ke kamar dulu, ya. Mau buang air kecil." Pamitnya.

"Oh ya, silahkan." Cahya menjawab dengan wajah tersenyum. Sementara El, pria itu masih saja diam seakan lidahnya tidak bisa difungsikan dengan benar saat ini.

Arneta gegas naik ke lantai dua dimana kamarnya berada. Baru saja dia menapaki kaki di lantai dua, sudah terdengar suara canda tawa yang kembali keluar dari mulut El dan Cahya.

"Apa dia bisa berubah sikap secepat itu setelah kepergianku?" Arneta dibuat tak percaya dengan perubahan sikap El yang begitu cepat. Di saat dirinya berada di antara El dan Cahya, El menunjukkan sikap tak ramah. El bahkan hanya berdehem bila diminta Cahya untuk berkomentar.

"Apa yang kamu harapakan dari El sih, Neta? Bukannya dia sudah biasa bersikap seperti itu?" Arneta membuang nafas kasar di udara. Dia menggelengkan kepala tidak ingin memikirkan sikap El.

***

Sebelum lanjut ke bab berikutnya, jangan lupa berikan rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️, like, komen dan giftnya dulu teman-teman🤗

Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya. Terima kasih kesayangan semua🤗🤗

Terpopuler

Comments

Nurma septina🤍💙

Nurma septina🤍💙

Namanya sih sdh bagus Cahya,,tapi sayang Cahya nya Cahya kegelapan😅😅😅
Biasanya kan Cahya itu utk menerangi kehidupan,,tapi Cahya yg satu ini bermuka dua,dan tukang menghasut orang lain,biar orang lain mkin membenci orang yg di bencinya,,seperti c El dia udah benci sama Arneta dan sekarang mlah di hasut sama c Cahya mkin benci aja c El sama Arneta .

Melihat dari karakter kmu yg bermuka dua itu,,tidak menutup kemungkinan jika kmu juga yg sdh menghasut Elvano dan menjelek jelekan Arneta saat kuliah dulu,,Kayanya ada maksud terselubung nih di balik sikap kmu ini Cahya...mungkinkah kmu Ingin menjadi istrinya El juga dan ternyata sebenarnya kmu yg mengincar harta keluarga Elvano .
Banyakin sabar ya Neta menghadapi suami kmu,,Pastinya dia akn terus cari masalah sama kmu.
Tpi kmu sama sekali tidak mengadu sama mertua kmu,tentang sikap El yg sebenarnya.

Wah ternyata Elvano memiliki kaka laki laki,,Semoga Yg nmanya Evan ini pas dia pulang ke tanah Air,dia jatuh cinta sama Arneta akn seru tuh😅😅😅
Pengen liat reaksi c El jika seperti itu

2024-10-18

14

Uripah Bastaman

Uripah Bastaman

kapan arneta protes ya

2025-02-26

1

Nicky Nick

Nicky Nick

sabar net..

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!