Bab 19 - Salah Fokus

Ben menghela napas dalam-dalam melihat sikap El yang sangat keras kepala. Sepertinya untuk saat ini, El tidak akan bisa menerima pembenaran dari dirinya.

"Aku hanya berharap agar kamu gak menyesal nantinya, El." Begitulah kalimat yang bisa Ben katakan pada El sebelum El pergi meninggalkan ruangan kerjanya.

Sepanjang perjalanan menuju rumah, El kepikiran dengan perkataan Ben. Walau pun berusaha menampik pembenaran Ben. Namun, El tetap jadi kepikiran juga.

"Andika gak mungkin membohongiku. Gaya pacarannya dan Arneta saat itu juga sangat mendukung jika mereka sudah melakukan hal di luar batas." Kata El. Dia masih saja berusaha untuk yakin dengan pemikirannya sendiri.

Setibanya di rumah, El disambut dengan senyuman di wajah Arneta yang sedang mengepel lantai rumah. Wanita itu terlihat tidak bersedih lagi. Justru terlihat begitu semangat melaksanakan perannya sebagai seorang ibu rumah tangga.

El sama sekali tidak mengeluarkan suara. Dia terus saja melangkah ke arah kamarnya berada dengan wajah dinginnya. Arneta pun demikian. Dia sama sekali tidak bersuara pada El untuk sekedar berbasa-basi.

"Kenapa dengan wajahnya? Kenapa dingin sekali?" Gumam Arneta dalam hati setelah El berlalu dari hadapannya. Lagi, Arneta berusaha untuk tidak memperdulikannya. Dia kembali melanjutkan kegiatannya mengepel lantai rumah.

**

Di kediaman Tuan Keenan, terlihat tengah terjadi perdebatan sengit malam itu. Oma Sukma dan Tante Lia nampak berada di sana untuk mengajak Tuan Keenan berdebat tentang Arneta.

"Mama gak habis pikir sama kamu, Keenan. Bisa-bisanya kamu meminta Arneta yang menjadi pengantin pengganti untuk El saat itu!" Oma Sukma akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya pada Tuan Keenan setelah cukup lama menahannya.

"Memangnya kenapa, Mah? Apa yang salah. Arneta wanita yang baik. Tidak seperti yang Mama katakan tadi!" Tuan Keenan masih bersikeras dengan pendapatnya sendiri jika Arneta benar adalah wanita baik-baik.

Oma Sukma tersenyum sinis mendengarnya. "Wanita baik mana yang menjual tubuhnya di klub malam, Keenan? Apa kamu sudah tidak bisa menggunakan akal sehat kamu dengan baik untuk bisa berpikir lebih realistis!!"

Tuan Keenan terdiam sesaat. Bukannya tidak bisa melawan perkataan ibunya. Namun, Tuan Keenan berusaha meredup emosinya agar tidak meledak.

"Kenapa kamu diam? Apa yang Mama katakan itu benar, kan?!"

"Dia bukan wanita malam, Mah. Aku bisa memastikan itu?" Tegas Tuan Keenan.

Tatapan mata Oma Sukma semakin sinis saja menatap Tuan Keenan. "Memastikan bagaimana? Sudah jelas dia menjual tubuhnya. Kamu masih saja membelanya!"

"Cukup, Mah!!" Suara Tuan Keenan terdengar mulai tinggi. Dia tidak suka Oma Sukma terus menuduh Arneta yang bukan-bukan padahal Oma Sukma tidak mengetahui kebenarannya seperti apa.

"Selagi Mama tidak pernah melihat dengan mata kepala Mama sendiri Arneta menjual dirinya pada seorang pria, aku harap Mama bisa menarik perkataan Mama itu!"

Oma Sukma kali ini yang terdiam. Dia memang tidak pernah melihatnya. Dia hanya mendengar cerita dari El dan Cahya. Namun, Oma Sukma sangat yakin dengan hal yang satu itu.

"Jika kedatangan Mama ke sini hanya untuk mengajakku berdebat, lebih baik Mama pulang saja!" Tuan Keenan sudah berlalu dari hadapan Oma Sukma setelah mengatakan hal tersebut.

"Kamu ngusir Mama, Keenan?" Pekik Oma Sukma. Tuan Keenan bergeming. Terus melanjutkan langkah menuju kamarnya berada.

Nyonya Rossa jadi bingung harus berbuat apa. Dia memilih diam dari pada memperkeruh suasana. "Rossa, Mama harap kamu bisa nyadari suami kamu kalau wanita pilihannya bukanlah yang terbaik untuk El!"

Nyonya Rossa tak memberikan tanggapan. Sama seperti Tuan Keenan, Nyonya Rossa merasa jika Arneta bukanlah wanita murahan. Arneta adalah wanita baik yang mau mempertaruhkan hidupnya demi keselamatan ibunya.

Perdebatan yang terjadi di kediaman Tuan Keenan malam itu akhirnya sampai ke telinga El. Entah kenapa, kali ini El tidak menyukai sikap Oma Sukma yang datang ke rumah orang tuanya hanya untuk menghina Arneta.

"Kenapa aku jadi merasa seperti ini. Apa perkataan Ben membuat pemikiranku jadi berbalik?" El menghembuskan napas kasar di udara. Ia sama sekali tidak bisa mengartikan perasaannya saat ini. Yang El tahu, dia tidak suka bila Arneta dihina seperti itu oleh Oma Sukma. Walau pun sebelumnya dia juga bersikap sama seperti Oma Sukma.

**

Semenjak kepergian ibunya, Arneta lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah di saat libur bekerja. Dia memanfaatkan waktu kosongnya untuk mendoakan ibunya dan tak lupa untuk dirinya sendiri. Tak hanya itu saja, Arneta juga membaca buku novel agar hari-harinya tidak terlalu terasa membosankan dan terus bersedih karena memikirkan kepergian ibunya.

Di tengah kegiatam Arneta yang sedang membaca novel malam itu, dia tiba-tiba saja teringat dengan sosok Lila yang sudah sangat lama tidak pernah terlihat oleh matanya.

"Lila, dimana dia sekarang. Apa hidupnya baik-baik saja?" Batin Arneta bertanya-tanya. Sebenarnya saat itu, Arneta ingin sekali menghubungi Lila untuk memberitahu tentang kepergian Bu Maria. Namun, rasa bersalahnya yang sangat besar pada Lila, membuatnya enggan untuk melakukannya. Bisa saja jika ia memberitahu Lila, wanita itu tidak akan peduli atau justru menertawai hidupnya yang sudah sebatang kara.

Mengingat sosok kakak tirinya itu, membuat batin Arneta jadi bersedih. Kegiatannya yang sedang membaca novel pun jadi ikut terhenti. "Apa ini adalah ganjaran yang diberikan untukku atas perbuatan jahat yang sudah aku lakukan pada Lila selama ini?" Lirih Arneta. Dia masih ingat betul sejahat apa dirinya pada Lila. Arneta rasanya ingin sekali meminta maaf pada Lila atas kesalahannya dan ibunya yang sudah mereka lalukan selama ini pada Lila. Namun, untuk melakukan hal tersebut, Arneta bingung harus memulainya dari mana. Arneta juga sedikit takut jika kedatangannya saat menemui Lila, tidak diharapkan oleh Lila.

Karena terlalu larut dalam pemikirannya, Arneta sampai tidak sadar jika di depan pintu kamarnya, El berulang kali mengetuk pintu kamarnya. Karena tidak mendapatkan sahutan dari dalam, El akhirnya membuka pintu kamarnya hingga membuat Arneta yang sedang melamun jadi terkejut.

"El?" Kedua kelopak mata Arneta terbelalak menatap sosok El yang kini berada di ambang pintu kamarnya. Ini adalah pertama kalinya untuk Arneta melihat El berdiri di depan kamarnya.

"Apa telingamu sudah tidak bisa dipergunakan dengan benar sehingga kau tidak menyahut panggilanku?" Tanya El dingin.

Arneta terkesiap. Dia sama sekali tidak mendengar panggilan dari El. Apakah karena terlalu asik melamun, membuat Arneta tidak bisa mendengarnya?

"Maafkan aku. Aku tidak mendengarnya." Balas Arneta pelan. Dia gegas bangkit dari posisi duduk menjadi tegak kemudian melangkah menghampiri El yang masih berdiri diam di ambang pintu.

"Ada apa kamu mencariku, El? Apa kamu membutuhkan sesuatu?" Tanya Arneta.

Bukannya menjawab pertanyaan Arneta, El justru fokus menatap wajah Arneta yang nampak sangat cantik jika berdekatan dengannya saat ini.

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Syukurlah.... Arnetta semakin menjadi lebih baik.....

2025-01-06

1

yuiwnye

yuiwnye

yg tepat merendam ya thuor, sorry 🙏🏼

2025-01-24

1

Linda Yantu

Linda Yantu

novel yg wktu arneta jahat itu judulnya apa ya?

2025-01-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!