Bab 4 - Cahya...

Arneta terjetuh akibat dorongan Elvano. Meringis kesakitan akibat bokongnya cukup keras menyentuh lantai. "Aku bukan wanita murahan, El." Lirih Arneta. Entah sampai kapan suaminya itu akan memberikan gelar kepada dirinya seperti itu.

Mengabaikan rasa sakitnya, Arneta gegas bangkit dari posisi duduk. Hendak kembali memberikan bantuan pada Elvano yang nampak sudah berjalan sempoyongan menuju tangga. Bukannya tidak kapok membantu Elvano. Hanya saja, Arneta takut bila pria itu terjatuh saat menaiki tangga nantinya.

"Sheina... dimana kamu sayang... aku sangat merindukan kamu." Sembari menaiki anak tangga, Elvano kembali bergumam menyebut nama mantan kekasihnya itu.

Arneta tidak memperdulikan dulu nama yang disebutkan oleh Elvano. Yang ia perdulikan saat ini adalah keselamatan Elvano. Walau pria itu berusaha keras menolak kebaikannya, namun, Arneta tetap berusaha membantu. Untuk saja pemberontakan yang dilakukan Elvano tak berlangsung lama karena pria itu keburu tidak sadarkan diri di tengah anak tangga.

"Tubuhnya ternyata berat juga." Dengan susah payah Arneta membawa Elvano masuk ke dalam kamarnya kemudian membaringkannya ke atas ranjang. Agar tidur Elvano terasa lebih nyaman, dia membuka sepatu yang masih terpasang di kaki pria itu. Tak ingin berlama-lama di sana, Arneta lekas keluar dari dalam kamar Elvano. Menurutnya bantuan yang ia berikan baru saja sudah cukup untuk Elvano.

"Sheina, siapa nama wanita yang tadi Elvano sebut?" Arneta bertanya-tanya. Seketika dia teringat alasannya diminta menikah dengan Elvano karena kekasih El pergi meninggalkannya sebelum hari pernikahan mereka tiba. "Sepertinya Sheina adalah wanita yang dimaksud Tuan Keenan waktu itu."

Arneta tidak ingin terlalu ambil pusing dengan hal tersebut. Dia juga tidak merasa cemberu karena El menyebut nama wanita lain di depan dirinya. Toh ia menikah dengan Elvano karena keterpaksaan. Jadi sangat wajar bila Elvano masih mencintai wanita lain dan tidak bisa menghargai kehadirannya.

Pukul tujuh pagi, Arneta nampak sudah bersiap pergi menuju kantor. Baru saja keluar dari dalam kamar, Arneta melirik ke arah kamar Elvano yang masih tertutup rapat. "Apa dia belum bangun?" Arneta penasaran. Dia ingat jika Elvano juga harus bekerja seperti dirinya. Namun, Arneta sadar diri agar tidak lancang masuk ke dalam kamar tersebut. Sudah cukup tadi malam ia masuk karena keadaan genting.

"Lebih baik aku pergi saja." Arneta memilih untuk tidak memperdulikannya dari pada berdebat lagi dengan Elvano nantinya. Untuk minum dan sarapan Elvano, Arneta memang tidak mempersiapkannya atas perintah Elvano sendiri yang tidak ingin Arneta mengurus dirinya.

Tak lama berselang setelah Arneta pergi meninggalkan rumah, Elvano yang tadinya masih tertidur akhirnya terjaga. Dia melenguh merasakan sakit di bagian kepala akibat pengaruh alkohol yang ia minum tadi malam.

"Sudah jam berapa ini?" Elvano terjingkat kaget saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Rasa sakit di kepalanya seketika lenyap begitu saja saat ia mengingat jika pagi ini ia memiliki pertemuan penting dengan rekan bisnisnya.

Elvano gegas membersihkan tubuhnya. Sembari mengguyur tubuhnya dengan air di dalam kamar mandi, Elvano mengingat-ingat kejadian tadi malam. Dia mencoba mengingat bagaimana dirinya bisa berada di dalam kamar.

"Apa wanita murahan itu yang sudah membantuku masuk ke kamar?!" Amarah di dalam hati Elvano terasa membara membayangkan tubuhnya disentuh oleh tangan kotor Arneta. "Sialan! Aku harus mandi kembang tujuh rupa kalau begini!" Sebegitu jijiknya Elvano pada Arneta hingga mengira Arneta adalah najis yang harus segera ia bersihkan.

Pukul delapan pagi, Elvano baru selesai bersiap-siap. Dengan langkah cepat ia keluar dari dalam rumah dan melajukan mobil miliknya menuju perusahaan. "Bisa jatuh martabatku kalau datang terlambat ke pertemuan kali ini!" Elvano merutuki diri yang memilih menghilangkan rasa sesak kehilangan Sheina tadi malam dengan pergi ke klub. Andai saja dia berdiam diri di dalam rumah, saat ini dia pasti tidak akan datang terlambat ke perusahaan.

Setibanya di perusahaan, Elvano segera menuju ruangan kerjanya berada. Seorang wanita cantik yang menjadi sekretaris Elvano nampak sudah menunggu dengan wajah cemas.

"Akhirnya anda datang juga, Tuan. Perwakilan dari perusahaan Angkasa Corp sudah datang sejak sepuluh menit yang lalu."

"Ck. Apa Carlos sudah berada di sana?" Tanya El seraya melangkah masuk ke dalam ruangan kerjanya. Saskia pun mengikuti langkahnya dari belakang.

"Sudah, Tuan. Saya juga sudah menyiapkan semua yang Tuan butuhkan di sana."

El tak lagi memberikan tanggapan. Dia segera meletakkan tas kerjanya di atas meja kemudian bergegas menuju ruangan rapat.

"Maaf, saya datang terlambat." El nampak sungkan saat baru saja masuk ke dalam ruangan rapat.

"Tidak masalah, Tuan El. Kami juga baru saja datang." Sahut salah satu perwakilan dari perusahaan Angkasa hingga membuat pandangan El tertuju ke arah orang tersebut.

"Cahya!!" El terkesiap menatap sosok yang cukup dikenalinya itu. Sosok yang ditatap oleh El pun nampak tersenyum menatap kepadanya.

El berusaha menormalkan detak jantungnya yang berdetak cukup kencang saat melihat sosok Cahya. Mencoba tenang dan lekas menyalami Cahya.

"Sungguh tidak disangka ya, hampir dua tahun tidak bertemu kita akhirnya dipertemukan kembali dalam kondisi seperti ini." Kata Cahya.

El melukis senyum di wajah tampannya. "Apa kamu adalah sekretaris baru dari Tuan Darwin?" Tanya El.

Cahya menggelengkan kepala. "Tidak. Aku adalah anaknya."

El tak dapat berkata-kata. Dia sungguh terkejut dengan pernyataan Cahya. Bagaimana tidak, selama ia mengenal Cahya, dia sama sekali tidak tahu siapakah orang tua Cahya. Sama seperti dirinya, Cahya juga adalah wanita yang suka menutupi jati diri aslinya dari orang lain.

Percakapan keduanya tidak berlangsung lama mengingat tujuan mereka bertemu saat ini. Keduanya lekas memulai rapat pagi itu dengan profesional hingga akhirnya berakhir dua jam kemudian.

Seusai rapat, El menawari Cahya untuk berbincang dengan dirinya di dalam ruangan kerjanya sejenak sebelum Cahya kembali ke perusahaan keluarganya. Tawaran dari El tentu tidak akan disia-siakan oleh Cahya begitu saja. Apa lagi berdekatan dengan El adalah hal yang ia inginkan sejak dulu.

"Aku sungguh tidak menyangka jika saat ini kamu menikah dengan Arneta, El. Aku pikir kamu akan menikahi kekasihmu itu. Bukannya Arneta yang kamu tahu sendiri bagaimana sifatnya sejak dulu."

Tatapan mata El berubah dingin mendengar perkataan Cahya. "Semuanya terjadi begitu saja. Seperti yang kamu tahu dari dulu, aku tidak pernah suka dengan wanita seperti Arneta!" El rasanya sangat malas membahas tentang istrinya itu.

"Jika kamu tidak suka, lantas kenapa kamu menikahinya? Aku berpikir jika Om Keenan juga tidak pantas berbesanan dengan orang tua Arneta yang jauh dari standart keluarga kalian." Tanya Cahya sekaligus mengejek status keluarga Arneta yang hanya berasal dari golongan rendah.

Kedua tangan El terkepal erat. Dia selalu saja kesal jika mengingat alasan dirinya bisa menikahi Arneta. Wanita yang sampai saat ini masih ia anggap sebagai wanita murahan atau kupu-kupu malam.

***

Sebelum lanjut ke bab berikutnya, jangan lupa berikan rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️, like, komen dan giftnya dulu teman-teman🤗

Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya. Terima kasih kesayangan semua🤗🤗

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Cahya.... dengan menjelekkan Arnetta...apa kamu berniat jadi pelakor????😏😏😏😏😏

2025-01-05

2

vina maria

vina maria

nama aja Cahya, trnyata ada u dibalik b

2025-02-04

1

Ila Lee

Ila Lee

nama bagus cahya tidak otak meredup 🤣🤣🤣

2025-01-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!