Bab 17 - El Mulai Perhatian

Elvano kini sudah berada di perjalanan pulang setelah tadi berkunjung ke rumah Tante Lia. Di sepanjang perjalanan pulang, El memikirkan percakapannya dengan Oma Sukma.

"Peduli? Siapa yang bilang aku peduli kepada dirinya. Aku hanya kasihan saja. Dia baru kehilangan ibunya. Aku juga tidak sejahat itu ingin menambah duka di dalam hidupnya di saat duka kehilangan ibunya belum sembuh."

Terlepas dari semua perkataan pedas yang ia lontarkan kepada Arneta selama ini. Nyatanya, El tetaplah pria yang baik hatinya. Sejak dulu dia selalu peduli dengan orang terdekatnya. Walau pun saat ini, El merasa jika Arneta bukanlah orang terdekat untuk hidupnya. Namun, El tetap saja menaruh rasa simpati pada wanita itu. Masih teringat jelas di benak El, bagaimana Arneta menangis tersedu-sedu dan begitu pilu karena kehilangan ibunya.

Setibanya di rumah, El mendapati Arneta tengah memasak di dapur. Entah kenapa sejak kemarin wanita itu suka sekali memasak di dapur. Padahal, biasanya Arneta sangat jarang menyentuh area dapur karena mengingat pesan dari dirinya.

"Dia melamun?" Dari jarak yang tidak terlalu dekat, El dapat melihat Arneta yang sedang memasak dengan tatapan kosong. El tentu tidak akan membiarkannya begitu saja. Bisa terbakar rumahnya nanti kalau Arneta tidak kunjung menyadari masakannya di dalam kuali sudah hampir gosong.

"Hei, apa yang kamu lakukan?!" Suara El terdengar cukup keras hingga membuyarkan lamunan Arneta.

"El?" Arneta menatap wajah El dengan mimik terkejut. El tidak memperdulikan mimik wajahnya. Yang ia pedulikan saat ini adalah masakan Arneta di dalam kuali.

"Apa kamu ingin membakar rumahku ini sehingga kamu memasak sambil melamun?!" Tanya El dengan suara yang terdengar keras hingga membuat Arneta berpikir jika El sedang membentaknya saat ini.

Arneta terkesiap. Dia menatap masakannya yang ada di dalam kuali. Sayur sup yang ia buat kuahnya sudah menyusut dalam kuali. Bahkan sayurnya sudah hampir nampak gosong.

"Astaga!" Arneta buru-buru mematikan api kompor. Kemudian meminta maaf pada El. "Aku gak bermaksud bersikap seperti itu. Maafkan aku!" Arneta mengatupkan kedua tangannya di dada dengan wajah yang nampak ketakutan.

El jadi kembali kasihan melihat ekspresi wajahnya itu. Ingin memarahinya kembali pun, El rasanya tak sanggup. "Kenapa dia terlihat menyedihkan sekali!" Gerutu El dalam hati. Karena Arneta berekspresi seperti itu, membuat El sulit untuk memakinya seperti biasanya. Alhasil El memilih beranjak pergi dari hadapan Arneta menuju kamarnya berada.

"Tidak usah diulang masakannya. Aku akan memesan makanan untuk makan malam!" Begitulah perkataan yang keluar dari mulut El sebelum ia beranjak pergi dari dapur.

Arneta menghela napas dalam-dalam. Dia menyesali perbuatannya yang sudah membuat El menjadi marah karena hampir membakar rumah El.

"Aku gak boleh bersikap seperti ini terus. Ini sangat membahayakan!" Arneta menegaskan dirinya sendiri agar bisa berubah. Dia juga harus bangkit dari keterpurukan yang membuat hidupnya terasa sulit dan kacau.

Walau pun kuah sayur sop yang ia buat sudah menyurut. Namun, tak membuat Arneta membuangnya. Dia masih ingat betul bagaimana sulitnya kehidupannya dulu bersama ibunya. Bagaimana saat mereka kesulitan untuk makan, bahkan pernah memakan makanan yang sudah hampir basi.

"Aku gak boleh membuangnya. Aku harus memakannya." Gumam Arneta. Dia lekas menyalin hasil masakannya yang sudah hampir gosong itu kendalam mangkuk kemudian beranjak pergi dari dapur untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu.

Pukul tujuh malam, Arneta keluar dari dalam kamar menuju dapur hendak memakan hasil masakannya tadi. Sepertinya untuk malam ini dia tidak akan berbagi makanan dengan El mengingat hasil masakannya tadi tidak sempurna.

Baru saja menapakkan kaki di lantai bawah, pandangan Arneta tertuju ke arah El yang sedang duduk di atas sofa. Di depan pria itu terlihat ada beberapa bungkus makanan. Sepertinya El baru saja memesan makanan untuk makan malamnya.

Arneta berusaha untuk mengabaikannya. Dia kembali melanjutkan langkah menuju dapur. Baru beberapa kali melangkah, suara El terdengar memanggil hingga membuat langkah Arneta jadi terhenti.

"Ambil makananmu!" Titah El saat Arneta melihat kepada dirinya.

Dahi Arneta mengkerut. Menatap wajah El penuh tanda tanya.

"Apa kamu tuli sehingga tidak mendengar perkataanku?" El kembali bersuara dengan sedikit ketus. Walau pun berniat baik. Namun, tetap saja dia tidak ingin terlihat baik di depan Arneta.

"Aku sudah memasak makanan di dapur. Aku akan memakan makanan itu saja." Akhirnya Arneta menjawab perkataan El.

Tatapan mata El menghunus tajam kepada Arneta. Melihat tatapan mata El tak lantas membuat Arneta takut. Dia sudah terbiasa dengan tatapan El dan berusaha untuk mengabaikannya.

"Kamu ingin memakan masakanmu yang sudah gosong itu? Apa kamu mau aku dimarahi oleh Papa karena aku tidak bisa memberikan makanan yang layak untukmu?" Suara El terdengar mulai membentak. Arneta dibuat bingung kenapa juga pria itu mempermasalahkan hasil masakannya. Toh biasanya mereka juga bersikap saling tidak perduli.

"Ambil atau aku lempar!" El sudah terdengar mengancam. Arneta tentu tidak ingin hal itu terjadi. Dia gegas mendekati El dan mengambil sebungkus makanan untuk dirinya.

El tidak lagi mengeluarkan suara. Bahkan setelah Arneta mengucapkan kalimat terima kasih, pria itu tetap saja diam. Arneta kembali tidak memperdulikannya. Dia gegas menuju dapur sambil membawa makanan yang diberikan oleh El.

"Kenapa aku terkesan bersikap baik kepada dia?" El jadi bertanya-tanya setelah Arneta berlalu dari hadapannya. El tidak ingin terlihat baik di depan Arneta. Dia harus membuat Arneta merasa tidak nyaman berada di dekatnya hingga meminta untuk berpisah.

"Tidak. Aku sama sekali tidak bersikap baik kepada dia. Aku hanya menjalankan perintah dari Papa yang memintaku memperhatikan pola makannya agar dia tidak sakit setelah ditinggal ibunya!" El menampik segala kebaikan yang sudah ia lakukan. Dia meyakinkan jika yang dia lakukan baru saja atas dasar perintah dari Tuan Keenan saja.

Di dapur, Arneta sudah menyalin makanan yang diberikan El ke dalam piring. Melihat lauk yang dibelikan El untuk dirinya, membuat Arneta tergugah untuk segera menyantapnya.

"Walau pun dia sering bersikap buruk kepadaku, tapi setidaknya dia sudah sangat baik kali ini memberikan makanan untukku. Aku harus mengingat kebaikannya ini." Gumam Arneta dalam hati. Namun, walau pun El sudah mulai bersikap baik kepada dirinya, tidak membuat Arneta besar kepala. Arneta sadar seperti apa pemikiran El kepada dirinya. El hanya menganggapnya wanita kupu-kupu malam yang sangat murahan. Arneta tidak akan lupa dengan julukan yang acap kali El katakan kepada dirinya.

Terkadang, Arneta bertanya-tanya bagaimana bisa El memberikan julukan kepada dirinya seperti itu. Padahal, El tidak pernah melihat dirinya menjual diri dan melakukan hal seperti yang El tuduhkan.

***

Terpopuler

Comments

Nurma septina🤍💙

Nurma septina🤍💙

Mungkin karna El tau dlu kmu pernah bekerja di club malam,mkanya El berpikiran seperti ini.
Namanya juga kan bekerja di tempat hiburan mlm,sdh pasti tidak akn jauh dari hal hal seperti itu.
Mkanya El kasih julukan kmu kupu kupu mlm.
Ditambah hasutan dari c Cahya,,pasti itu yg membuat El semakin yakin jika kmu memang perempuan murahan.

Wah c El udh mulai perhatian tuh,,ya walau nada bicaranya masih terlihat ketus dan juga membentak.
Setidaknya dia masih ada rsa empati,,utk membagi makanan dia.
biasanya kan dia mna perduli.
Arneta mau makan atau pun tidak.

Mkanya El,,kmu harus kenal Arneta lebih dekat lagi.
Bru kmu akn tau jika Arneta yg sekarang tidaklah seburuk itu.
Kmu jangan cma dengarkan kata orang,,apalagi omongan yg keluar dari mulutnya c Cahya dan c Andika

2024-11-05

3

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

kamu harus kuat,tahan banting Arneta...
jangan mau mentalmu di jatuhkan...
El cuek,kamu bisa lebih cuek...
Kamu harus bisa membuat El merasa tanpa dia kamu bisa berdiri sendiri...

2024-11-05

1

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Sabaaarrrr..... karena kamu sudah bersikap baik.... teruskan itu... suatu saat kau akan menuai hasilnya....

2025-01-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!