DIBALIK PINTU BESI TUA

...19...

Dengan hati-hati, Putra Mahkota dan Liora mengikuti pria berjubah merah itu melewati pintu kayu yang usang. Deritannya memekakkan telinga di keheningan malam, seolah menandakan awal dari sesuatu yang lebih berbahaya.

Di balik pintu, lorong gelap dan sempit menyambut mereka, hanya diterangi oleh sedikit cahaya dari celah-celah dinding batu yang runtuh.

"Ikuti aku, jalan ini akan membawa kita langsung ke ruang bawah tanah di mana tawanan-tawanan itu disimpan," ujar pria berjubah merah, nadanya terdengar yakin namun tetap ada rasa misterius yang membayangi setiap kata-katanya.

Liora tetap waspada, matanya terus mengawasi sekitar sementara jemarinya masih erat menggenggam pedang. Kegelapan lorong itu semakin menebalkan firasat buruknya, tetapi ia tetap melangkah.

"Jangan terlalu percaya pada pria ini," bisik Putra Mahkota dengan nada rendah, suaranya hampir tidak terdengar. "Aku merasakan sesuatu yang tidak beres sejak awal."

"Aku tahu," balas Liora dengan lirih, pandangannya tak lepas dari punggung pria di depan mereka. "Tapi kita harus tetap mengikuti sampai kita bisa memastikannya."

Lorong itu terasa semakin menyesakkan. Suara langkah kaki mereka bergema di dinding, namun tiba-tiba, suara langkah lain terdengar, lebih pelan dan terselubung. Liora menghentikan langkahnya. "Ada yang mengikuti kita," bisiknya pelan.

Putra Mahkota langsung bereaksi, menoleh ke arah asal suara dengan mata tajamnya. "Pria itu bisa jadi memasang jebakan."

Pria berjubah merah yang berjalan di depan mereka tampak tak menyadari apa yang terjadi, atau mungkin sengaja mengabaikan. Namun, ketika mereka tiba di ujung lorong, di depan sebuah pintu besi besar, pria itu tiba-tiba berhenti.

"Di sinilah mereka ditahan," katanya sambil melirik ke arah Liora dan Putra Mahkota. "Bersiaplah, mungkin ada lebih banyak penjaga di dalam."

Namun, sebelum mereka bisa bertindak, suara langkah kaki yang lebih berat terdengar mendekat. Dari arah belakang, sosok-sosok bertubuh besar muncul, bersenjata lengkap dan siap untuk menyerang. Liora dan Putra Mahkota dengan cepat menyiapkan pedang mereka, sementara pria berjubah merah tampak panik.

"Ini jebakan!" seru Putra Mahkota dengan nada marah.

Liora segera menyadari bahwa mereka telah dijebak sejak awal. Pria berjubah merah itu mundur beberapa langkah, wajahnya tergambar sebuah kesenangan yang berlebih.

Perlahan terdengar ia tertawa terbahak-bahak, dengan suara berat. "Hahahahaha! Kalian adalah orang-orang terbodoh yang pernah aku temui!!" ucapnya merendahkan Liora dan Putra Mahkota.

Ia begitu senang, sehingga tidak ada yang boleh mengusik kesenangan nya. Namun, kesenangan itu luntur tatkala ia melihat ekspresi yang tak seharusnya di wajah Liora dan Putra Mahkota.

"Dan kau juga adalah orang terkonyol yang pernah aku temui!" desis Liora sambil tersenyum sinis, seolah sudah mengetahui apa yang harus ia lakukan.

Dibalik sikap tenangnya, Putra Mahkota memperhatikan Liora dengan tatapan bertanya-tanya. Putri Ravenscroft yang selama ini ia kenal tidaklah seberani ini. Namun, pikiran itu segera ia tepis karena harus fokus pada si penghianat.

"Tikus hanyalah tikus." ujar Putra Mahkota datar, menatap pria berjubah merah dengan tatapan merendahkan.

Pria berjubah merah menggeram, emosinya memuncak hingga ke ubun-ubun. "AKU BERSUMPAH, AKU AKAN MEMBUAT KALIAN MENJADI TUMBAL KU!! PENJAGA, TANGKAP MEREKA!"

Segera, segerombolan pria berbadan kekar datang, membawa senjata yang begitu besar dan tajam. Tatapan buas mereka mengarah ke arah Liora dan Putra Mahkota.

"Cih! Hanya tikus-tikus ini yang kau punya?!" ucap Putra Mahkota dengan nada provokatif

Provokasinya berhasil, membuat orang-orang yang berniat jahat semakin marah. Niat membunuh mereka semakin kuat, mengambang di udara. Liora dan Putra Mahkota merasakan niat itu dengan jelas, sehingga mereka saling bertukar pandangan.

"Berlindung di belakang ku, jangan bergerak sebelum aku memerintahkan!" perintah Putra Mahkota kepada Liora.

"Jaga saja leher mu itu, Yang Mulia!" balas Liora tajam, menggenggam gagang pedangnya sebelum menariknya dari sampul. "Aku bisa menjaga diri ku sendiri!"

Tidak ada waktu untuk menjawab perkataan Liora. Orang-orang suruhan pria berjubah merah itu sudah bergerak terlebih dahulu, menyerang mereka dengan beringas. Namun, Putra Mahkota yang terkenal sebagai seorang monster penggila perang tidak akan terpengaruh oleh serangan semacam itu.

Dengan gerakan ringan, seperti sedang menari memegang pedang, menghantam musuh dengan cepat. Jelas, mereka bukanlah lawan sepadan bagi Putra Mahkota. Satu-persatu mulai tumbang, sehingga menyisakan beberapa saja.

Liora yang menyaksikan pertarungan singkat itu hanya bisa terdiam, tercengang melihat kegesitan Putra Mahkota. Padahal, ia terlihat tidak terlalu banyak bergerak, namun semuanya tumbang dengan cepat.

"Sialan pria pencari perhatian ini, dia tidak menyisakan satu pun untukku!" gumam Liora kesal, menatap Putra Mahkota dengan tajam.

Karena kesal, ia mengarahkan tatapan ke pria berjubah merah yang sedang berdiri dengan ketakutan. Kakinya bergetar, dan matanya menggambarkan ketakutan yang besar. Seketika, Liora tersenyum melihat pria tersebut.

"Ini dia, orang konyol yang berusaha menjebak orang yang salah!" sindir Liora, perlahan mendekati pria itu, menyeret pedangnya sehingga terdengar suara berderit.

"Ja- jangan... Maafkan aku! Aku akan memberikan apa pun asalkan kau membebaskan ku!" ucap pria itu memohon ampun, tak lupa menawarkan sogokan pada Liora.

Liora berhenti tepat di depan pria berjubah merah itu, menatapnya dari atas hingga ke bawah. Ia merasakan kekuatan baru yang seakan mengalir melalui nadinya, kekuatan yang tidak pernah ia sadari sebelumnya. Tatapan pria itu semakin panik, semakin memelas seiring langkah Liora mendekat.

"Kau pikir aku akan tertarik pada tawaranmu?" Liora menyeringai tajam, mengangkat pedangnya sedikit. "Orang sepertimu, yang mengkhianati dan berusaha menjebak orang lain, tidak pantas mendapatkan ampunan."

Pria berjubah merah itu merosot ke lantai, menggigil ketakutan. "Aku... aku hanya mengikuti perintah. Aku tidak bermaksud..."

"Tidak bermaksud? Lucu sekali. Kalau begitu, siapa yang menyuruhmu?" Liora mendesak, pedangnya kini mengarah ke leher pria itu.

Sebelum pria itu bisa menjawab, terdengar suara dari belakang. Putra Mahkota sudah selesai dengan musuh-musuh yang tersisa dan mendekat dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Pedangnya masih bersih tanpa noda darah, seolah ia hanya bermain-main selama pertempuran itu.

"Jangan buang waktumu, Liora. Tikus-tikus ini akan dibawa untuk melakukan interogasi," ucap Putra Mahkota dingin, tatapannya penuh penghinaan. "Mereka yang takut pada kematian biasanya terlalu pengecut untuk mengungkapkan apa pun yang penting."

Liora menghela napas panjang, memikirkan ucapan Putra Mahkota. Pria berjubah merah itu hanya menggigil lebih keras, mulutnya komat-kamit tanpa suara. Liora melangkah mundur, menurunkan pedangnya.

"Yang Mulia, saya penasaran, apa yang ada di balik pintu besi itu?" ucap Liora, memperhatikan pintu besi yang terlihat mencurigakan.

Namun, sebelum Putra Mahkota merespon , tiba-tiba pria berjubah merah berdiri dengan gemetaran. Ia membelakangi pintu besi itu seperti sedang melindunginya.

"Akan aku berikan apapun asalkan kalian jangan membuka pintu ini... " ucapnya gemetar ketakutan, namun di matanya terdapat tekat yang kuat.

^^^TO BE CONTINUED ^^^

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

menjebak jdi terjebak

2024-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!