PERGI KE LUAR

...16...

“Kau semakin ahli, Damianus. Desain ini sangat indah, bahkan terlihat lebih matang dari karya-karya sebelumnya,” puji Liora sambil mengagumi setiap detail dari sketsa tersebut.

Damianus tersenyum penuh syukur. “Terima kasih, Yang Mulia. Saya mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang mencerminkan kekuatan namun tetap anggun. Sama seperti Anda.”

Liora terkekeh pelan, merasa tersentuh oleh pujian itu. “Kau benar-benar tahu bagaimana menyenangkan hati seorang wanita, Damianus. Desain ini sangat cocok dengan seleraku. Aku setuju untuk memproduksinya. Pastikan kau hanya menggunakan kain terbaik.”

Damianus mengangguk dengan semangat, merasa puas dengan persetujuan Liora. Namun, senyumnya perlahan memudar ketika mengingat peristiwa di luar tadi. Tatapannya sejenak tertunduk sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya.

“Yang Mulia... apakah Anda benar-benar baik-baik saja?” suaranya dipenuhi dengan kekhawatiran.

Liora terdiam sesaat, lalu menatap Damianus. "Aku tahu apa yang kau lihat tadi tidak mudah. Tapi aku tidak ingin orang-orang merasa kasihan padaku, Damianus."

Damianus tertegun mendengar nada bicara Liora yang tegas, namun lembut. Ada kekuatan dalam setiap kata yang diucapkannya. "Saya tidak merasa kasihan pada Anda, Yang Mulia. Saya... kagum. Saya hanya berharap Anda bisa lebih mengandalkan orang lain, terutama di saat-saat seperti ini."

Liora terdiam lagi, menatap keluar jendela dengan pandangan kosong. Dalam hati, dia tahu Damianus benar. Ada banyak beban yang dia pikul sendirian, namun harga dirinya selalu menghalanginya untuk bergantung pada orang lain.

“Aku sudah terbiasa sendirian, Damianus. Itulah yang membuatku kuat. Tapi... terima kasih atas perhatianmu,” jawab Liora pelan.

Damianus ingin mengatakan lebih, namun ia memilih diam dan menghormati batasan yang dibuat Liora. Ia tahu bahwa Liora adalah seseorang yang keras kepala, tetapi ia juga tahu bahwa di balik ketegaran itu, ada sisi rapuh yang tidak mudah terlihat.

Beberapa saat berlalu dalam keheningan sebelum Damianus berdiri dan membungkuk hormat. "Saya akan segera memulai produksi gaun ini, Yang Mulia. Jika Anda membutuhkan apa pun, saya selalu siap membantu."

Liora menatapnya dengan senyum kecil. "Terima kasih, Damianus. Kau boleh pergi."

Setelah Damianus meninggalkan kamar, Liora tetap duduk di tempatnya, memandangi desain yang ditinggalkan. Pikirannya kembali melayang pada konfrontasi dengan Beans. Hatinya masih terasa berat, meskipun dia sudah berhasil mempertahankan dirinya tadi.

“Terkadang aku berharap segalanya bisa lebih mudah...” gumamnya pelan, berbicara pada dirinya sendiri.

Namun, dalam keheningan itu, Liora tahu bahwa dia tidak bisa lari dari tanggung jawab dan kenyataan. Kekuatan bukan hanya soal berdiri melawan orang lain, tetapi juga soal menghadapi perasaan sendiri.

Dengan tarikan napas panjang, Liora berdiri dan menatap bayangannya di cermin besar yang tergantung di kamar. Dia melihat seorang wanita yang lebih kuat dari hari-hari sebelumnya, seorang wanita yang siap menghadapi dunia.

...****************...

Setelah kejadian yang tidak menyenangkan itu, Liora memutuskan untuk kembali berlatih pedang, ditemani oleh Saina yang baru saja pulang dari toko roti yang dipesannya.

Namun, kali ini Liora tidak ingin berlatih di lapangan pelatihan kesatria Duchi. la lebih memilih menghabiskan waktu di hutan belakang kediaman, berniat untuk berlatih tanpa banyak orang yang menyaksikan.

Dengan penuh amarah, Liora meluapkan segala rasa sakit hatinya, menghunus pedang dan mencincang apa pun yang ada di hadapannya, seolah-olah itu adalah Beans.

"Dasar kau, Beans! Bajingan tercela!" maki Liora sembari terus mengayunkan pedangnya ke udara. "Aku akan membunuhmu, membagi tubuhmu menjadi jutaan potongan!"

Saina yang menyaksikan kemarahan Liora hanya bisa terdiam. Wajahnya pucat saat melihat keberingasan Liora yang bermain-main dengan pedang tajam.

"Apa yang terjadi pada My Lady saat aku tidak ada?" bisik Saina dengan kekhawatiran, memandang Liora yang tengah diliputi kemarahan. "Beliau seperti sedang dalam suasana hati yang sangat buruk."

Liora terus mengayunkan pedangnya dengan penuh amarah, setiap tebasan terasa seolah menyayat udara dan pepohonan di sekitarnya. Tubuhnya mulai terasa lelah, namun emosinya belum sepenuhnya surut. Akhirnya, setelah beberapa menit yang terasa seperti berjam-jam, dia berhenti. Dadanya naik-turun, napasnya tersengal, tapi hatinya terasa sedikit lebih ringan.

"Aku... cukup," gumamnya pelan, menjatuhkan pedangnya di sampingnya. Tubuhnya lemas, lututnya hampir menyerah pada gravitasi, tetapi dia tetap berdiri, memandangi pedang itu dengan campuran rasa lega dan lelah.

Saina, yang sedari tadi menyaksikan dalam keheningan, mendekat perlahan. Dia memegang tangan Liora dengan lembut, berusaha menenangkan nona mudanya. "My Lady, mungkin sudah cukup untuk hari ini. Anda perlu istirahat."

Liora terdiam sejenak, menatap tanah dengan ekspresi wajah sulit. Ia menyesal telah terprovokasi oleh perkataan Beans. Sebelumnya, Liora yang asli bahkan telah berpesan agar tidak mudah terpancing oleh ucapan orang lain, dan kini ia merasa gagal. Ia gagal menjalankan janji itu.

"Brengsek!" desisnya. "Saina, mari kita kembali."

“B-baik, My Lady.”

Mereka berdua segera kembali ke istana Ravenscroft. Langkah demi langkah yang diambil oleh Liora terasa begitu berat. Perkataan Beans yang terus berulang-ulang di kepalanya telah membuatnya sakit kepala.

Namun, ia tahu bahwa ia harus segera melupakan hal tersebut. Kali ini, ia ingin pergi keluar, menikmati suasana kota seorang diri dengan menyamar sebagai rakyat biasa.

Liora dan Saina bertukar pakaian. Saina, meskipun terpaksa, tidak dapat membantah kemauan Liora setelah melihat keinginan yang terpancar di mata sang Nona. Dengan sebuah topi besar, Liora menyembunyikan rambut dan juga wajahnya. Ia melewati kesatria Duchi yang berjaga di sekelilingnya dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

"Aku harus lolos kali ini," bisik Liora, berusaha menyembunyikan wajahnya.

Sayangnya, tiba-tiba ada tangan besar yang memegang bahunya sehingga langkahnya terhenti di udara. Liora pun merasa panik dan tidak berani berbalik.

“Siapa kau?” tanya kesatria tersebut dengan nada mencurigakan.

“Saya adalah pelayan pribadi Nona Muda. Saya hendak keluar karena My Lady menyuruh saya membeli beberapa benang rajut,” jawab Liora, mengubah suaranya sedikit.

Setelah mendengar nama Liora, kesatria itu segera melepaskan cengkeramannya dan bersikap lebih melunak. "Oh, maafkan aku. Jika begitu, silakan lanjutkan perjalananmu."

Liora mengangguk, segera melangkah kembali dan berusaha tetap tenang di hadapan semua kesatria yang memandangnya dengan penuh curiga. Jantungnya berdetak kencang seiring dengan langkah yang membawanya menuju gerbang luar.

"Syukurlah, mereka mudah dikelabui. Aku harus segera pergi. Ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan!" ucapnya gembira, meski jantungnya masih berdebar kencang.

Namun, tanpa ia sadari, pergerakannya telah dipantau oleh Dimitri dari atas balkon ruangannya. Dimitri menatap kepergian Liora dengan tatapan lurus, seperti sedang mengamati. Sudut bibirnya terangkat ketika ia menyadari sesuatu.

"Sungguh anak kucing yang nakal," bisik Dimitri, menggeleng-gelengkan kepalanya.

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

bapaknya gak bakalan ketipu😆

2024-12-04

0

Ira Rachmad

Ira Rachmad

kwkwkkwkkw...

2025-03-24

0

Ira Rachmad

Ira Rachmad

kwkwkkwkkw

2025-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!