PERSIAPAN

...10...

Pagi di kediaman Duchi Ravenscroft selalu dimulai dengan keheningan. Matahari baru saja muncul, mewarnai langit dengan semburat oranye keemasan yang lembut, mengintip melalui tirai-tirai tebal jendela.

Cahaya matahari menembus kaca jendela besar di aula utama, memantulkan kilauan halus di lantai marmer putih yang mengilap. Udara pagi terasa segar, sedikit dingin, membuat embun menempel di daun-daun tanaman yang tertata rapi di taman luar.

Di luar, burung-burung kecil mulai berkicau pelan, menandakan awal hari. Angin sepoi-sepoi menerpa dahan-dahan pohon yang tinggi menjulang, menyisakan suara gemercik halus. Taman mawar yang tertata sempurna di belakang mansion menghembuskan aroma manis yang samar, bercampur dengan tanah basah setelah embun pagi.

Sudah saatnya bagi Liora untuk bersiap menghadiri acara yang akan dilangsungkan malam ini. Sejak pagi-pagi sekali, para pelayan yang dipimpin langsung oleh Saina telah memasuki kamar Liora.

“My Lady, saatnya bangun!” panggil Saina dengan semangat, sementara Liora masih terjebak dalam mimpi-mimpinya.

“Sebentar lagi… satu jam lagi…” jawab Liora hampir berbisik, masih setengah tertidur.

Para pelayan saling bertukar tatapan, melihat langsung kemalasan dari Nona Muda mereka. Tentu saja, mereka tidak bisa membiarkan hal itu terus berlanjut.

“Baiklah, My Lady yang memintanya sejak awal!” ujar Saina dengan nada santai, diiringi senyuman penuh siasat.

Tanpa menunggu lebih lama, para pelayan langsung bergerak. Mereka mengangkat tubuh Liora dan mendirikannya dengan paksa. Liora, yang mendapatkan perlakuan tak terduga, langsung membuka matanya lebar-lebar, terkejut menyadari bahwa dirinya tak lagi berada di atas kasur empuknya.

“A-aku masih mengantuk, nanti saja…” keluh Liora, mencoba kembali merangkak ke tempat tidurnya.

“My Lady, Anda tidak bisa,” ujar Saina, menahan langkah Liora dengan lembut. “My Lady harus bersiap untuk acara malam nanti!” lanjutnya dengan senyum manis yang terselip niat yang membuat bulu kuduk Liora merinding.

Liora menelan ludahnya, menatap wajah para pelayan yang kini mengerumuninya, seolah mereka telah bersepakat untuk tidak membiarkan kemalasannya menang kali ini.

"T- tidak... Aku masih ingin tidur..." ujarnya pasrah diseret oleh para pelayan.

Ia mulai menatap cemas pada para pelayan yang sedang mempersiapkan segala keperluan perawatan yang akan berlangsung pagi itu. Tubuhnya masih terasa lemas, kantung matanya berat, namun Saina tidak memberikan kesempatan untuk kembali tidur.

Beberapa pelayan sudah membawa baskom berisikan air hangat dan kain-kain halus bewarna putih, sementara yang lain membawa krim dan minyak yang beraroma menenangkan.

"My Lady, sekarang kita mulai dengan lulur. Ini akan membuat kulit Anda nampak bersinar di acara malam nanti," kata Saina dengan nada ceria, sementara Liora hanya mendengarkan dengan pasrah.

Ia duduk terpaku di tepi kasur, melihat berbagai jenis krim dan minyak yang ada di depannya.

"Lulur?" tanyanya pelan, tatapan matanya memantul dari wajah para pelayan yang tampak bersemangat.

Sebelum dia bisa memprotes, dua pelayan sudah mengangkat lengannya dan mulai menggosokkan campuran minyak dan scrub ke kulitnya. Rasanya aneh, gatal dan dingin sekaligus, sehingga Liora berusaha menarik tangannya. Namun, Saina dengan cepat memegangnya dan tersenyum penuh pengertian.

"My Lady, ini baru permulaan. Anda belum memulai permainan yang lebih menyenangkan," katanya penuh siasat.

Liora menelan ludahnya lagi, menahan diri agar tidak memberontak. Para pelayan terus menggosok tubuhnya, menciptakan sensasi perih di kulitnya yang tidak biasa terjadi padanya. Liora gelisah, merasa tidak nyaman, tapi para pelayan sama sekali tidak peduli dan melanjutkan pekerjaan mereka dengan telaten.

"Saina, ini tidak nyaman!" Liora akhirnya mengeluh, mencoba menyingkirkan tangan para pelayan yang menggosok kulitnya.

"Oh, My Lady. Anda pasti bercanda," jawab Saina dengan senyum tenang. "Setelah ini, kulit Anda pasti lembut dan halus seperti sutra. Semua tamu akan terpesona."

Liora mendesah putus asa. "Aku tidak butuh kulit lembut...Aku hanya butuh tidur!" bisiknya, nyaris menyerah pada nasib.

Setelah lulur, tubuhnya dilap dengan handuk hangat, membuat kulitnya terasa kesat. Saina segera memerintahkan pelayan lainnya untuk menyiapkan rangkaian perawatan berikutnya. Berbagai jenis masker wajah dibawa masuk, ada yang beraroma bunga, buah bahkan lumpur.

"Hidupku akan segera berakhir..." gumam Liora, pasrah saat masker tersebut mengering di wajahnya, membuat kulitnya kencang dan terasa tidak nyaman.

Saina tersenyum lembut. "Setelah ini, kita akan merapikan rambut Anda, My Lady. Dan tentu saja, gaun yang sudah dirancang khusus untuk Anda akan kami siapkan."

Liora mengerang dalam hati. Rambutnya? Gaunnya? Itu berarti perawatan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Ketika para pelayan mulai menyisir rambutnya dengan hati-hati, Liora hanya bisa memejamkan mata dan menerima nasib. Setiap tarikan sikat terasa seperti pukulan terakhir bagi tubuhnya yang lelah.

Saat akhirnya para pelayan mulai mendandani Liora dengan gaun megah yang dirancang khusus untuknya, Liora hanya bisa duduk dengan tatapan kosong. “Kenapa… harus seperti ini? Kenapa malam ini tidak bisa dibatalkan saja?” keluhnya.

Namun, tak ada satu pun pelayan yang mendengarnya. Mereka terlalu sibuk memastikan bahwa Liora akan tampak sempurna. Dan meski dalam hatinya Liora menangis, dia tahu satu hal pasti: tidak ada jalan keluar dari perawatan ini. Ia hanya bisa pasrah, berharap waktu cepat berlalu dan penderitaannya segera berakhir.

"My Lady, Anda benar-benar sangat menakjubkan! Kecantikan Anda pasti akan membuat dunia sosialita heboh. Saya sangat bersyukur Anda mendapatkan desainer yang tepat," Saina menatap Liora bangga, tidak tahu mengapa, seakan dia ingin menangis.

"Kau memujiku berlebihan, Saina. Jika bukan karena kalian, aku tidak akan terlihat begitu menakjubkan seperti ini." bantah Liora, merasa jika pujian itu tidak pantas didapat nya.

Mendengarnya membuat semua pelayan yang ada di sana terharu, berterima kasih pada sesuatu yang mampu membuat Liora berubah menjadi sosok yang begitu baik dan pengertian. Tidak terdengar sepatah katapun dari mereka, membuat Liora keheranan, memandang satu-persatu wajah pelayan.

"Kenapa kalian diam?" Liora kebingungan. "Apa yang aku ucapkan salah?"

"T-tentu saja tidak, My Lady. Tapi, Anda memang pada dasarnya memiliki wajah yang cantik. Jadi, hiasan hanyalah pelengkap saja."

Liora terdiam mendengar ucapan Saina. Terasa sebuah perasaan asing dihatinya. Seperti ada sesuatu yang sedang memenuhi dadanya saat ini. Apa ini sebuah perasaan tersipu? Atau malu? Dia tidak bisa men- deskripsi-kan perasaannya saat ini. Yang hanya bisa dia lakukan, diam sembari tersenyum tipis.

"Kalau tidak salah ingat, Putri Aurelia Valenmore merupakan bintang dunia sosialita, bukan?" salah satu pelayan mulai berbincang, membicarakan Tuan rumah yang akan mengadakan pesta tahunan tersebut. "Saya juga mendengar sebuah rumor tentang Putri kedua Duke Valenmore. Beliau adalah orang yang suka menjatuhkan seorang Lady bangsawan yang hendak naik daun di ibu kota. Saya takut, Tuan Putri kita akan bersinggungan dengannya."

Suasana langsung menjadi canggung begitu pelayan itu membahas tentang sikap Aurelia Valenmore. Masing-masing dari mereka menatap ke arah Liora yang sedang tak acuh pada percakapan mereka.

"My Lady, apakah sebelumnya Anda pernah bertemu dengan Putri kedua Valenmore?" tanya Saina penasaran walau sedikit ragu.

"Kalau tidak salah ingat... sepertinya pernah. Tapi...Aku mengabaikan nya karena dia banyak bicara," jawab Liora berkata jujur.

"APA??" serempak para pelayan terkejut pada kejujuran Liora.

"Habis sudah..."

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

perawatan menyakitkan dan menyenangkan sekaligus,
semangat terus ya kak😘

2024-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!