LATIHAN PEDANG

...05...

Ruangan kerja di istana itu begitu megah, dengan langit-langit tinggi berhiaskan lampu gantung kristal yang memberikan pantulan lembut ke seluruh ruangan. Meja kayu mahoni besar di tengah ruangan dipenuhi kertas-kertas penting, peta, dan buku-buku tebal. Tirai merah marun yang berat dengan pola-pola abstrak menjuntai hingga menyentuh lantai.

Putra Mahkota duduk di kursi tinggi di belakang meja, wajahnya tampak keras, namun matanya menyiratkan pikiran yang melayang jauh. Tangannya yang besar menggenggam sebuah kertas rapuh, dan dalam gerakannya terdapat keraguan. Kata-kata Liora terngiang di benaknya,

"Saya bukan Liora yang sama seperti dulu."

Liora yang ia kenal selama ini adalah gadis sembrono, mudah terprovokasi, dan selalu patuh seolah siap dimanfaatkan. Namun, kini sikapnya berubah drastis, menjadi sosok yang tak mudah diprovokasi dan tak lagi patuh pada dirinya.

Perubahan itu mengusik pikirannya, seolah ia kehilangan sesuatu yang tak pernah ia sadari keberadaannya.

Putra Mahkota menghela napas berat dan menundukkan kepala. "Kenapa aku memikirkannya?" gumamnya pelan. Selama ini, Liora hanyalah bagian kecil dari rencananya, seseorang yang bisa ia abaikan atau gunakan jika diperlukan.

Matanya terpejam sejenak, mencoba mengusir perasaan aneh itu, tetapi bayangan Liora terus muncul. Wajahnya yang berani, tatapan tajamnya, dan sikap tegasnya membuat sang pangeran merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya.

Namun, ia cepat-cepat menggelengkan kepala, menepis pikiran itu. Mengapa aku harus peduli? pikirnya skeptis.

Selama ini, ia tak pernah benar-benar memikirkan Liora. Tunangan itu hanyalah sebuah status, alat politik yang bisa ia singkirkan kapan saja. Ia tak pernah merasa terikat padanya, apalagi jatuh cinta. Maka, mengapa sekarang? Apa yang sebenarnya telah berubah?

"Ini hanya permainannya," desisnya, mengencangkan genggaman pada kursinya. "Dia hanya mencoba mencari perhatian, bermain-main dengan emosiku."

Namun, saat dia mengatakan itu, keraguan mulai tumbuh di dalam dirinya. Mungkinkah ia salah menilai Liora selama ini? Apakah perubahan dalam dirinya nyata, atau hanya bagian dari permainan yang lebih besar?

Putra Mahkota berdiri dan berjalan menuju jendela besar, membuka tirai lebar-lebar. Cahaya matahari yang masuk membanjiri ruangan, namun tak memberikan kehangatan yang ia butuhkan. Pandangannya menyapu taman istana yang luas, tetapi pikirannya kembali pada Liora.

"Aku tak akan terpengaruh oleh ini," katanya kepada dirinya sendiri dengan nada dingin. "Dia bukan apa-apa. Hanya seorang gadis lemah yang berusaha terlihat kuat."

Namun, di dalam hati, ia tahu bahwa itu tidak sepenuhnya benar. Perubahan pada Liora, keberanian dan keteguhannya, telah mengusik pikirannya. Ada perasaan kehilangan yang tiba-tiba muncul, tetapi ia menolak mengakuinya, menolak tunduk pada emosi yang tak ia pahami.

Wajahnya kembali keras saat ia berbalik dan melangkah menuju meja kerjanya. Ia tak akan membiarkan seorang wanita, bahkan Liora, mengganggu fokusnya. Ia akan tetap skeptis, tetap dingin, dan tak akan membiarkan perasaan ini memengaruhinya. Karena bagi Putra Mahkota, kelemahan adalah sesuatu yang tak bisa ia izinkan dalam hidupnya.

Meski demikian, bayangan Liora terus menghantui pikirannya, seolah ia telah kehilangan sesuatu yang berharga tanpa menyadarinya.

...****************...

Liora berdiri di depan cermin, menatap pantulan dirinya dalam pakaian berlatih pedang. Pakaian pria yang disesuaikan dengan tubuhnya yang ramping membuatnya tampak tegas namun tetap anggun.

Tatapannya penuh tekad. Di benaknya, terngiang ucapan dan sikap meremehkan yang ia terima selama ini, terutama dari Putra Mahkota. Hatinya membara, bukan karena marah, melainkan karena keinginan yang kuat untuk berubah.

"Aku tak akan diremehkan lagi," gumamnya. "Tidak oleh Putra Mahkota, tidak oleh siapa pun."

Saina, yang berdiri di belakangnya, memasang sabuk pedang di pinggang Liora dengan hati-hati. "Nona, Anda benar-benar ingin melakukan ini? Latihan pedang, pelajaran etiket... semuanya?"

Liora menatapnya melalui pantulan cermin dan tersenyum tipis. "Aku harus melakukannya. Selama ini, aku membiarkan diriku berada di bawah bayang-bayang orang lain. Mereka melihatku sebagai Liora yang liar, gadis yang mudah dipermainkan dan diprovokasi. Tapi tidak lagi."

Saina terdiam sejenak, lalu mengangguk dengan penuh keyakinan. "Baiklah, kalau begitu. Saya akan mendukung apa pun yang Anda inginkan. Tapi, ini akan menjadi perjalanan yang berat, Nona."

"Aku tahu," jawab Liora tegas. "Aku tak hanya akan melatih pedang. Aku akan mempelajari semuanya, etiket, seni berbicara, dan cara membawa diri sebagai seorang bangsawan sejati. Aku akan menjadi kuat, bukan hanya dalam bertarung, tapi dalam segala hal. Dengan begitu, tak ada seorang pun yang bisa meremehkan aku lagi."

Saina menatap Liora dengan rasa hormat yang mendalam. "Anda pasti bisa melakukannya, Nona."

Liora menatap dirinya sekali lagi, kali ini dengan keyakinan bulat. Tak ada lagi keraguan. Jika ia ingin menghadapi Putra Mahkota dan dunia yang penuh intrik ini, ia harus siap dalam segala hal. Pedang hanyalah salah satu alatnya, tapi kekuatan sejati juga berasal dari sikap, kebijaksanaan, dan kecerdasan.

Dengan satu tarikan napas dalam, Liora melangkah keluar dari kamarnya. Langkahnya mantap, penuh keyakinan, sementara Saina setia mengikutinya di belakang. Ruang latihan pedang sudah menantinya, namun bukan itu saja yang menjadi fokus Liora. Setelah latihan ini, ia akan meminta guru etiket terbaik di kerajaan untuk mengajarinya, memastikan bahwa ia dapat tampil sebagai Nona Muda yang tak tergoyahkan.

Saat Liora menjejakkan kaki di halaman belakang tempat latihan, para ksatria yang melihatnya tertegun. Ada sesuatu yang berbeda pada gadis yang mereka kenal selama ini. Sikapnya, tatapannya, semuanya telah berubah. Dan Liora tahu, ini baru permulaan.

"Selamat pagi, Nona Muda. Apa yang Anda lakukan di sini?" tanya wakil komandan kesatria, Roberto, dengan nada skeptis. Ia memandang Liora yang mengenakan pakaian laki-laki dan membawa pedang, pemandangan yang tidak biasa di Kekaisaran Valoria.

Liora menatap Roberto dengan dingin, memberikan aura mengintimidasi yang membuatnya tampak lebih besar dari siapapun di sekitarnya. "Aku di sini untuk memastikan kepalamu lepas dari tubuhmu!" jawab Liora tajam, tanpa gentar.

Dengan bangga, Liora melepas sarung tangannya, lalu melemparkannya di hadapan Roberto sebagai tanda ajakan duel. Roberto tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya saat menerima tantangan tersebut.

"Apakah Nona Muda yakin? Kebanyakan orang yang menantang saya terlebih dahulu tidak pernah keluar dari lingkaran ini dengan utuh," ucap Roberto dengan nada penuh keyakinan.

Sudut bibir Liora terangkat, menandakan bahwa ia tidak gentar. Justru, dia sangat bersemangat karena akhirnya bertemu dengan lawan yang begitu percaya diri seperti Roberto.

Sebagai kesatria terhormat keluarga Ravenscroft, tolong tanggapi dengan serius ajakan dari Nona Muda ini. Jangan menahan diri, karena aku pasti akan membuatmu terluka!" Liora berkata dengan nada sombong, sengaja memancing emosi pria paruh baya di depannya.

Penampilan Liora dari Ai :

...TO BE CONTINUED...

Terpopuler

Comments

forgetmenot87

forgetmenot87

apakah Liora yang dari dunia modern bisa main pedang / bertarung thor,karena tidak ada penjelasanya.

2025-03-06

0

Yunifa Ifa

Yunifa Ifa

cantik

2025-02-14

1

Ayu Dani

Ayu Dani

wow cantik

2025-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!