PESTA DANSA VALENMORE

...11...

Liora memandang mereka satu per satu dalam kebingungannya. Entah apa yang menyebabkan mereka semua begitu takut pada putri keluarga Valenmore. Meskipun Aurelia adalah bunga sosialita saat ini, Liora tidak merasa ada alasan baginya untuk takut, apalagi tunduk.

Jika dilihat dari kedudukan, jelas Liora yang paling tinggi. Tidak ada yang berani meremehkan Liora secara terang-terangan, meskipun ia memiliki temperamen buruk.

“Tidak ada yang perlu ditakuti. Lagipula, aku tidak tertarik berurusan dengan mereka,” ucap Liora santai. “Aku tidak tertarik menjadi bunga sosialita, apalagi bersaing untuk itu.”

"Seperti yang diharapkan dari Anda, My Lady. Pasti Anda akan terlihat sangat serasi dengan pasangan dansa Anda nanti," puji Saina. Namun, sesaat kemudian dia tersadar pada perkataannya. "T-tunggu dulu, My Lady... Anda tidak lupa, kan, bahwa Anda membutuhkan seorang partner dansa di pesta kali ini?"

Saina melihat ekspresi datar Liora melalui pantulan cermin. Kecurigaannya semakin besar. Ketakutannya menjadi kenyataan—ternyata hingga saat ini, Liora belum menentukan siapa partner dansanya.

Meskipun ada yang mungkin mengajaknya berdansa, dengan reputasi Liora saat ini, mustahil ada yang benar-benar ingin berdansa dengannya. Hal itu bisa saja memicu cibiran dari bangsawan lain, membicarakan rumor tentang Liora, bahkan mempermalukannya secara tidak langsung.

"Aku hanya perlu meminta seseorang menjadi partner dansa ku, bukan?" tanya Liora.

"Jangan bilang... Apakah Anda akan meminta Putra Mahkota menjadi partner Anda, My Lady?" tanya Saina penuh kecemasan.

Liora menggeleng tegas, menolak keras pertanyaan yang berhubungan dengan Putra Mahkota. "Tidak! Jangan pernah sebut bajingan itu lagi!" dengusnya kesal. "Aku akan mengirim surat kepada Nichol," lanjutnya, membuat semua pelayan terkejut.

Surat? Kepada Nichol? Untuk berdansa? Itulah yang ada di pikiran mereka saat ini. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa Liora akan mengajak Nichol, si tiran, untuk menjadi partner dansanya. Selama ini, Nichol tidak pernah menghadiri pesta apa pun, apalagi pesta di kediaman mana pun.

"My Lady... jika Anda meminta Tuan Muda Nichol menjadi partner dansa Anda... Saya hanya takut..." lirih Saina.

Pelayan-pelayan lain hanya diam, menatap Liora dengan ragu-ragu. Melihatnya, Liora sudah bisa memahami maksud mereka. Ia mengingat dengan jelas ingatan yang diberikan oleh Liora asli padanya. Nichol adalah seorang tiran yang sangat kejam, bahkan lebih kejam daripada Liora sebelumnya.

Jika ada yang berani mengusik ketenangannya, Nichol tidak segan-segan menghancurkan orang itu, bahkan keluarganya sekaligus. Apalagi, Nichol adalah seorang penyihir agung muda yang telah mendominasi dunia sihir di beberapa kekaisaran.

“Tidak perlu takut. Ambilkan saja artefak sihir pengirim surat milikku,” perintah Liora kepada Saina.

"Baik, My Lady," jawab Saina dengan suara lemas. Ia kemudian mengambil artefak sihir milik Liora dan menyerahkannya pada sang Nona.

Para pelayan tampak penasaran dengan isi surat yang ditulis oleh Liora, namun tidak ada seorang pun di antara mereka yang berani mengintip. Setelah cukup lama menulis, Liora melipat surat itu, memasukkannya ke dalam amplop berwarna biru, dan memberikan cap miliknya yang berbentuk bunga matahari dengan lilin yang tercampur emas terbaik.

Setelah surat itu selesai, Liora memasukkannya ke dalam sebuah peti kecil yang memancarkan aura sihir yang cukup kuat. Ia menutup peti kecil itu, dan secara otomatis surat tersebut terkirim melalui sihir, sebuah pemandangan yang menakjubkan.

Para pelayan yang menyaksikannya tampak berbinar dan kagum. Tidak semua bangsawan memiliki peti sihir pengantar surat seperti ini, dan Liora mendapatkannya secara cuma-cuma tanpa membayar mahal, karena penciptanya adalah Nichol, kakak keduanya.

Tak lama setelah surat itu terkirim, muncul sebuah cahaya keemasan. Cahaya itu perlahan membentuk sebuah pintu yang kemudian terbuka, memperlihatkan Nichol yang sudah rapi dengan setelan yang serasi dengan Liora.

“Aku di sini, Liora,” ucap Nichol sambil tersenyum bangga, mengulurkan bunga peony kepada Liora.

Para pelayan yang menyaksikan kejadian itu membuka mata lebar-lebar, merasakan dua perasaan sekaligus. Di satu sisi, mereka terpesona oleh sihir yang dilakukan Nichol, tetapi di sisi lain mereka merasa terintimidasi oleh kehadirannya yang begitu kuat.

“Berhentilah berbicara, dan jangan lupa hilangkan semua mana ini. Pelayanku merasa tidak nyaman karena ulahmu,” ujar Liora datar, bangkit dari duduknya dan menghampiri Nichol.

“Maaf, aku lupa,” jawab Nichol sambil tersenyum, terlihat sedikit bodoh di hadapan Liora. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memandang penampilan sang adik. Namun, sikapnya segera berubah; ia terdiam dan terpana melihat betapa mempesonanya Liora.

“Kau sangat cantik,” pujinya. Tak lama kemudian, ekspresi terpesonanya berubah menjadi kesal. “Pasti para bajingan bangsawan laki-laki di luar sana akan memandangmu seperti anjing. Aku akan menghabisi mereka jika mereka berani menatapmu!” dengusnya.

Liora hanya terdiam mendengar ucapan Nichol. Dia menghela napas lelah, menatap penampilan kakaknya malam ini.

Sesaat, ia berpikir bahwa ketampanan Nichol adalah sesuatu yang langka. Dengan paras yang rupawan dan mempesona, jika Nichol hidup di dunia modern, dia pasti akan menjadi seorang bintang berkat wajahnya.

“Apa kau bisa berdansa?” tanya Liora dengan nada meragukan, seolah tidak yakin dengan kemampuan Nichol.

“Tentu saja aku bisa! Aku ahli dalam berdansa!” jawab Nichol dengan bangga.

Liora kembali menatap Nichol dengan pandangan tidak percaya. “Selama ini, kau hanya mengurung dirimu di menara sihir. Jadi, sejak kapan kau berlatih berdansa?”

"Tenang saja, Adikku! Kakak mu ini adalah orang yang jenius, cukup jenius untuk mengetahui gerakan dansa yang mudah itu." ucap Nichol membanggakan diri.

Sudut bibir Liora sedikit terangkat, merasa gemas pada sikap Nichol. "Baiklah, kali ini aku akan mempercayaimu," ucap Liora sembari berjalan keluar.

Mendengar itu, Nichol tersenyum dan segera menyusul langkah Liora dengan penuh kebahagiaan. Pergi ke pesta dansa bersama Liora adalah impiannya sejak dulu, dan dia bersyukur karena Liora kini sudah berpisah dengan Putra Mahkota.

Saat keduanya melangkah keluar, atmosfer di luar ruangan terasa berbeda. Para pelayan, yang biasanya sibuk dengan pekerjaan mereka, kali ini berdiri mematung, tertegun melihat Nichol dan Liora berjalan bersama.

Tak ada yang berani mengomentari atau bahkan membisikkan satu kata pun. Nichol memang terkenal tidak suka dibicarakan di belakang, dan pelayan-pelayan itu tentu tahu konsekuensinya.

Sesampainya di halaman utama, sebuah kereta mewah telah menunggu. Roda-roda emasnya bersinar di bawah cahaya lentera, sementara para kuda hitam berdiri tegap, siap membawa mereka ke pesta dansa. Liora melangkah naik ke dalam kereta dengan anggun, diikuti oleh Nichol.

Di dalam kereta, suasana hening. Liora sibuk menatap keluar jendela, sementara Nichol sesekali mencuri pandang ke arah adiknya, ingin mengajaknya berbicara tetapi tak tahu harus memulai dari mana. Keheningan itu terasa menekan, tapi tidak lama kemudian Liora berbicara.

“Kau tidak perlu mengikuti ku sepanjang waktu, kau tahu,” ucap Liora tanpa memalingkan wajahnya dari jendela.

Nichol tersenyum tipis mendengar nada Liora yang acuh tak acuh. “Kau selalu mengatakan itu, tapi tetap saja, aku di sini. Lagi pula, aku bukan hanya mengikuti. Aku juga ingin menikmati malam ini.”

“Menikmati malam?” Liora menoleh, menatap Nichol dengan alis terangkat. “Sejak kapan kau menikmati pesta? Setahuku, kau selalu menghindari acara seperti ini.”

Nichol menahan tawa kecil. “Sejak pesta ini menjadi ajang di mana aku bisa menunjukkan siapa partner dansa mu.” Tatapan Nichol menjadi lebih serius. “Aku tak ingin ada yang meremehkan mu lagi, Liora. Terutama setelah apa yang terjadi dengan Putra Mahkota.”

Liora mendengus kecil, tapi kali ini ada sedikit kelembutan di matanya. “Aku bisa menjaga diriku sendiri, Nichol.”

“Aku tahu.” Nichol mengangguk, namun sorot matanya tetap penuh perhatian. “Tapi kali ini, aku ingin berada di sampingmu.”

Kereta berhenti tepat di depan gedung besar yang gemerlap dengan lampu-lampu kristal. Para bangsawan sudah berkumpul di sana, dan musik mulai terdengar dari dalam aula. Saat pintu kereta dibuka, semua mata tertuju pada Liora dan Nichol yang melangkah keluar dengan anggun. Liora, dengan gaun indahnya yang mengalir seperti air, tampak memukau, sementara Nichol, dengan kehadirannya yang memancarkan aura kuat, menarik perhatian semua orang di sekitarnya.

Bisik-bisik mulai terdengar di antara para tamu. Tak sedikit yang terkejut melihat Nichol hadir di acara seperti ini. Namun, tatapan penuh rasa ingin tahu itu segera terhenti ketika Liora dan Nichol memasuki aula. Suasana mendadak terasa lebih tegang, seolah semua orang menahan napas.

"Apakah Anda mau saya mengumumkan kedatangan Anda, Yang Mulia?" tanya seorang penjaga pada keduanya.

"Tidak usah!" serempak mereka berdua sehingga penjaga itu terdiam mematung dengan wajah pucat.

^^^TO BE CONTINUED^^^

Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!