TAKUT KETINGGIAN

...13...

Setelah ketegangan yang seakan menggantung di udara, suara lembut irama musik mulai mengalun. Para tamu di ruangan itu mendadak diam, menyadari bahwa dansa akan segera dimulai. Cahaya lilin berkilauan di antara permadani merah dan emas, menciptakan suasana yang lebih hangat, meski ketegangan di antara para bangsawan masih terasa kuat.

Nichol menoleh sekilas ke arah Liora, tanpa banyak berkata-kata. Namun, tatapan mata mereka saling berbicara, seolah mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk langkah selanjutnya. Dengan gerakan anggun, Nichol menawarkan tangannya kepada Liora.

"Sudah saatnya kita membuat kesan lain malam ini," ucap Nichol dengan nada pelan, penuh percaya diri.

Liora menatapnya sebentar, lalu tanpa ragu menyambut uluran tangan kakaknya. Mereka melangkah bersama menuju tengah ruangan, di mana lantai dansa telah dipersiapkan. Langkah mereka begitu seirama, membuat setiap mata di ruangan itu kembali tertuju pada mereka.

Ketika keduanya mencapai tengah lantai dansa, musik mulai mengalun lebih keras. Dalam satu gerakan yang begitu sinkron, Nichol menarik Liora lebih dekat dan mereka memulai dansa pertama mereka. Langkah mereka begitu teratur dan anggun, menampilkan keselarasan yang mengagumkan. Gaun Liora berputar lembut mengikuti gerakan tubuhnya, sementara tatapan dingin dan tajam Nichol membuat semua orang tak bisa memalingkan mata.

Sorakan kecil terdengar dari beberapa tamu, namun suasana tetap penuh dengan decak kagum. Semua orang menyaksikan dua saudara ini menari dengan sempurna, mencuri perhatian yang sebelumnya tertuju pada intrik sosial yang mengelilingi mereka. Tak ada lagi cibiran, hanya kekaguman yang tersisa.

Aurelia, yang masih berdiri di tepi lantai dansa, memandang keduanya dengan ekspresi kaku. Meski senyumnya tetap terjaga, jelas terlihat bahwa Aurelia tidak senang. Dia telah berencana untuk merusak malam ini bagi Liora, namun, sebaliknya, kakak beradik itu justru mengambil alih perhatian dengan cara yang jauh lebih elegan daripada yang dia perkirakan.

"Lihat mereka," bisik salah satu bangsawan wanita di dekat Aurelia, "mereka benar-benar mencuri perhatian semua orang."

"Memang benar, ini bukan hal yang sering kita lihat," sahut yang lain, suaranya terdengar penuh rasa kagum. "Putri Liora terlihat begitu berbeda malam ini... lebih kuat dan mempesona."

Aurelia tetap tersenyum, meski di dalam hatinya ada rasa frustrasi yang perlahan membuncah. Dia tahu Liora telah memenangkan pertempuran sosial ini, setidaknya untuk sementara.

Sementara itu, di lantai dansa, Liora merasakan kekuatan dari setiap langkahnya, setiap putaran, dan setiap tatapan kagum yang diberikan padanya. Dia tidak lagi merasa seperti sosok yang harus bersembunyi di balik bayang-bayang. Malam ini, bersama Nichol, dia berdiri di pusat perhatian, menunjukkan bahwa dirinya tidak dapat lagi diremehkan.

Ketika dansa berakhir, Nichol membungkuk sedikit, memegang tangan Liora, sementara para tamu memberikan tepuk tangan yang cukup meriah. Dengan langkah anggun, mereka kembali ke posisi mereka semula, meninggalkan lantai dansa yang kini terasa kosong tanpa kehadiran mereka. Tersenyum kecil, Liora berbisik pada Nichol, "Sepertinya kita berhasil mencuri pertunjukan."

Nichol hanya tersenyum tipis, tatapannya tetap waspada pada segala yang terjadi di sekelilingnya. "Ini baru permulaan, Liora. Kita belum selesai."

“Terlalu banyak memulai, sejak kapan kau suka memulai sesuatu seperti ini?” cibir Liora.

“Sejak saat aku menjadi partner dansa mu. Kau tahu, sudah sejak lama aku menantikan momen itu, tapi kau tak pernah menyetujuinya...” ucap Nichol lemas di sela-sela tarian yang memukau.

“Benarkah? Kupikir kau hanya bercanda, makanya aku tak pernah setuju.” Liora tersenyum tipis, lalu melanjutkan, “Tapi lihat sekarang, siapa sangka aku akhirnya terpaksa menjadi partner dansa mu. Jangan terlalu bangga, Nichol.”

Nichol tersenyum lebar, merasa bahwa perkataan Liora jauh lebih berharga daripada pujian para bangsawan. Dia sangat senang mendengarnya, lebih daripada sekadar sanjungan. Langkah demi langkah, mereka menari mengikuti alunan musik, hingga lagu kedua berakhir dengan sempurna.

“Aku lelah mengikuti gerakanmu yang energik, Nichol,” bisik Liora sambil menipiskan matanya ke arah sang pelaku.

“Ingin istirahat?” Nichol mengulurkan tangannya pada Liora. Setelah berpikir sejenak, Liora menerima uluran tangan Nichol, dan mereka pun pergi ke balkon untuk beristirahat.

Saat mereka melangkah, para bangsawan berusaha mendekat untuk berbasa-basi. Namun tiba-tiba, sebuah dinding transparan terbentuk, menghalangi mereka mendekati Nichol dan Liora. Dengan terpaksa, mereka harus mengubur niat mereka.

“Setiap acara selalu berakhir seperti ini, bukan?” bisik Liora lelah, bersandar pada pagar di ujung balkon.

Nichol menatap wajah sang adik dan tersenyum lembut. “Kau ingin pergi dari sini?” tanyanya, lalu melanjutkan, “Aku bisa membawamu terbang dari sini, lalu kita pulang.”

“T-Tidak... Tunggu dulu, Nichol. Bagaimana bisa kita terbang?” Liora panik. Meski dia tahu bahwa sihir bisa memungkinkan mereka melayang, ketakutannya pada ketinggian membuatnya ragu. “Aku tidak mau... Kalau jatuh, bagaimana?”

“Tenang saja, peluk aku erat-erat, adikku!”

Mereka mulai melayang di udara, bersamaan dengan suara pekikan Liora yang menggema di kejauhan. Orang-orang yang mendengar teriakan itu segera memeriksa balkon, khawatir sesuatu terjadi. Namun, di sana tak ada siapa pun. Suara itu milik siapa? Apakah seseorang diculik? Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi pikiran mereka.

“Nichol! Kau hampir membuat jantungku copot. Turunkan aku sekarang!” kesal Liora sambil mencubit kecil lengan Nichol.

“Au... Liora, ini sakit, berhentilah. Kita tidak bisa turun sekarang,” Nichol terkekeh, lalu melanjutkan, “Jangan-jangan... Kau... takut ketinggian?”

Mata Liora terbelalak. “T-Tidak... Siapa bilang begitu?” bantahnya, tidak berani menatap wajah Nichol.

“Kau takut ketinggian, kan?” goda Nichol sambil cekikikan melihat tingkah Liora yang menggemaskan.

“Berhenti mengejekku! Cepat bawa aku pulang, aku sudah lelah…” Pipi Liora memerah, menahan malu karena rahasia kecilnya terungkap; ia takut ketinggian.

Hal itu tak luput dari gelak tawa Nichol yang terdengar semakin keras. Pipi Liora semakin memerah karena malu. Rasanya sangat memalukan ketika rahasia yang memalukan diketahui oleh saudara sendiri. Dia tahu, pasti akan mendapatkan ejekan sepanjang hidupnya karena ini.

Dan begitulah acara tersebut berakhir, diakhiri oleh dua tamu istimewa yang melarikan diri lewat udara. Bahkan, para bangsawan kesulitan mencari keberadaan mereka yang tiba-tiba saja menghilang.

Kejadian itu menjadi pembicaraan hangat di kalangan bangsawan, terlebih lagi di kalangan rakyat biasa. Tak lama kemudian, surat kabar yang memberitakan tentang keduanya tersebar luas. Berbagai judul artikel memenuhi halaman surat kabar di antara para pencetak, menjadikannya sangat laris di Kekaisaran Valoria.

Surat kabar itu memuat berita tentang penyihir agung yang tiba-tiba mendatangi pesta yang selama ini selalu ia hindari, atau berita tentang ketertarikan penyihir agung pada Putri Aurelia sehingga ia rela menghadiri pesta yang sebenarnya tidak ia sukai. Berbagai rumor, baik yang benar maupun salah, tercampur dalam surat kabar yang sama.

Namun yang lebih menarik perhatian adalah berita tentang Liora, mantan tunangan Putra Mahkota, yang secara mengejutkan hadir di pesta dengan penampilan yang memukau, terutama gaun yang ia kenakan malam itu.

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

kerennnn

2024-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!