ACARA VALENMORE

...08...

Masih dalam suasana hati kesal, Liora melangkah menuju kamarnya. Ketika ia memasuki kamar itu, ia mendapati Saina sedang memilah beberapa lembar surat.

"Saina, apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Liora, melihat Saina sibuk dengan tumpukan surat di tangannya.

Saina segera menoleh, lalu tersenyum begitu melihat kehadiran Liora. "My Lady, ini adalah surat undangan dari beberapa putri bangsawan untuk Anda."

Liora menatap surat-surat undangan itu dengan dingin, seolah hal tersebut sama sekali tidak menarik baginya. Mungkin dulu, undangan semacam itu akan sangat menyenangkan. Namun bagi Liora yang sekarang menempati tubuh itu, hal-hal semacam itu hanya membuang-buang waktu.

"Tolak semuanya," titah Liora singkat.

"T-tapi... jika My Lady tidak menghadiri salah satu undangan ini, saya khawatir akan muncul rumor yang tidak menyenangkan tentang Anda," ucap Saina dengan suara lesu, melihat Liora menolak semua undangan tersebut.

Perkataan itu justru mendapat respon cepat dari Liora. Ia tersenyum tipis, lalu berjalan menuju kursi yang terletak di belakang meja bundar yang indah.

"Biarkan saja. Lagi pula, rumor datang dan pergi sepanjang hidupku, bukan?" jawab Liora, sambil tersenyum sinis.

Saina hanya bisa merasa prihatin mendengarnya. Dia kembali menatap surat-surat yang telah ditolak oleh Liora, dengan mata penuh harap.

"Padahal, Saya berharap My Lady menghadiri acara itu, agar bisa menampar semua orang yang berkata bahwa Anda tidak bisa melupakan Putra Mahkota dan terus mengurung diri di Duchi..." ucap Saina dengan nada sendu, berharap Liora akan mempertimbangkan keputusannya.

"Kau begitu menginginkanku untuk pergi ke sana?" tanya Liora, menatap Saina dengan sudut bibir yang sedikit terangkat.

Saina mengangkat pandangannya, mengangguk dengan pasrah, namun tersirat sebuah harapan besar di dalam tatapannya.

"Baiklah, pilihkan satu di antara undangan itu," ujar Liora, memejamkan mata dan bersandar di kursinya.

Saina tampak sangat senang mendengar persetujuan Liora. Saina segera bergegas memilah surat-surat yang ada di tangannya, dengan mata yang berbinar-binar. Setiap surat memiliki lambang keluarga bangsawan yang berbeda-beda, namun akhirnya ia memilih satu dengan segel emas yang terlihat paling bergengsi. Dengan hati-hati, Saina menyerahkan surat itu pada Liora.

“Ini, My Lady. Ini undangan dari Putri Aurelia. Acara tahunan keluarga Valenmore selalu menjadi pusat perhatian kalangan bangsawan,” jelas Saina penuh semangat.

Liora membuka matanya perlahan dan mengambil surat itu dengan malas. Ia melihat segel emas yang menghiasi undangan tersebut, tapi tak ada kesan yang berarti dalam tatapannya. Dengan gerakan lamban, ia membuka surat itu, membaca beberapa baris yang tampak penuh sanjungan dan basa-basi yang biasa ia temui dalam kehidupan bangsawan.

"Putri Aurelia... Valenmore... acara tahunan..." gumam Liora sambil menatap kosong surat itu. "Selalu ada pesta untuk merayakan sesuatu, bukan?"

Saina menunduk sedikit, tak tahu harus menjawab bagaimana.

Liora mengembalikan surat itu kepada Saina dengan gerakan santai. “Baiklah, aku akan pergi ke acara ini,” ucap Liora tanpa antusias. "Tapi jangan harap aku akan peduli tentang siapa yang hadir atau apa yang mereka pikirkan tentangku."

Saina tersenyum lebar, sedikit terkejut dengan keputusan itu, tetapi sangat senang. "Terima kasih, My Lady! Saya yakin kehadiran Anda akan membuat semua orang terdiam dan menyadari bahwa Anda jauh lebih kuat dari yang mereka kira."

Liora hanya mengangkat bahunya. "Kita lihat saja nanti," jawabnya dengan nada tak acuh. “Persiapkan apa pun yang perlu. Aku tak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk ini.”

Saina mengangguk dengan semangat, lalu bergegas keluar untuk mengatur segala persiapan yang dibutuhkan. Begitu Saina keluar dari ruangan, keheningan kembali menyelimuti kamar Liora.

Liora bersandar lebih dalam ke kursinya, menatap langit-langit. Pikirannya mengembara, memikirkan bagaimana kehidupan bangsawan selalu penuh dengan kemunafikan, persaingan, dan omong kosong.

“Semua ini hanya permainan yang mereka nikmati,” gumamnya pada diri sendiri, sinis. "Tapi kali ini, aku yang akan mengendalikan permainan mereka."

Setelah beberapa saat, Liora berdiri dari kursinya dan melangkah menuju pintu kamarnya. Ia tahu bahwa untuk menghadiri acara besar seperti pesta keluarga Valenmore, izin dari Grand Duke Dimitri Ravenscroft, ayahnya, diperlukan.

Terlebih lagi, Dimitri telah mengetahui bagaimana sikap Liora ketika menghadiri acara-acara bangsawan sebelumnya, terkadang terlalu dingin, bahkan ada saat di mana Liora bersikap kasar terhadap para bangsawan yang dianggapnya munafik dan ia begitu mudah diprovokasi oleh orang lain.

Dengan perasaan campur aduk, Liora berjalan menuju ruang kerja ayahnya. Pintu kayu besar yang kokoh berdiri di depannya, diapit oleh dua penjaga setia. Mereka memberi hormat ketika Liora mendekat.

“Yang Mulia sedang di dalam?” tanya Liora tanpa menatap penjaga.

“Ya, Nona Muda. Apakah Anda ingin kami memberitahukan kedatangan Anda?” jawab salah satu penjaga dengan hormat.

Liora mengangguk kecil. Salah satu dari mereka mengetuk pintu, dan tak lama kemudian terdengar suara berat Dimitri dari balik pintu.

“Masuk.”

Liora menarik napas dalam-dalam sebelum melangkah masuk. Di dalam, Grand Duke Dimitri duduk di belakang meja kayu besar, sibuk membaca dokumen-dokumen penting. Matanya yang tajam terangkat dari lembaran-lembaran di hadapannya ketika melihat kehadiran putrinya.

"Liora," sapanya dengan nada datar, namun ada sedikit kelembutan yang tak bisa ia sembunyikan sepenuhnya.

Liora berhenti beberapa langkah di depan meja ayahnya dan memberikan sedikit anggukan hormat. “Yang Mulia.”

Dimitri meletakkan pena di tangannya dan mengamati putrinya dengan saksama. "Apa yang membawamu kemari? Biasanya kau menghindari ruanganku kecuali ada sesuatu yang penting."

Liora menggigit sedikit bibirnya sebelum berbicara. “Yang Mulia, Saya datang untuk meminta izin menghadiri acara tahunan yang diadakan oleh keluarga Valenmore. Saya menerima undangan dari Putri Aurelia.”

Mata Dimitri menyipit sedikit, seolah menganalisis setiap kata yang keluar dari mulut Liora. “Acara bangsawan, ya? Dan kau berencana untuk hadir?” tanyanya, nadanya jelas mencerminkan keraguannya.

Liora menatap ayahnya dengan tenang, mencoba menampilkan kesan dewasa dan bijaksana, meski jauh di dalam hatinya ada ketegangan.

“Benar, Yang Mulia. Saya pikir sudah saatnya Saya menunjukkan bahwa Saya tidak akan bersembunyi di balik tembok Duchi. Rumor yang beredar tentang diri Saya tidak akan berhenti jika Saya terus mengurung diri. Dengan menghadiri acara ini, Saya bisa menegaskan posisi Saya, bukan sebagai seseorang yang terjebak dalam bayang-bayang masa lalu, tapi sebagai putri dari keluarga Ravenscroft.”

"Padahal Aku menghadiri acara ini karena paksaan dari Saina..." benak Liora yang sebenarnya tidak peduli pada reputasinya.

Dimitri mendengarkan dengan cermat, tatapannya tajam seperti biasa. “Dan bagaimana aku bisa yakin bahwa kau tidak akan bersikap kasar kepada para bangsawan seperti yang pernah kau lakukan sebelumnya?” tanyanya dengan nada penuh kewaspadaan.

Liora tersenyum tipis, sebuah senyum yang lebih mencerminkan kecerdikannya. “Yang Mulia, saya sudah belajar dari masa lalu. Saya tahu pentingnya menjaga etika dan menjaga kehormatan keluarga. Namun, itu tidak berarti saya akan membiarkan diri saya diinjak-injak. Saya akan tetap berbicara dengan tegas, tapi dengan cara yang lebih terukur dan sopan.”

Dimitri terdiam sejenak, mempertimbangkan kata-kata putrinya. Sikap Liora memang sering kali terlalu blak-blakan di masa lalu, namun ada keyakinan dalam nada suaranya sekarang yang membuat Dimitri memikirkan kembali keraguannya.

“Baiklah,” jawab Dimitri akhirnya, suaranya dalam. “Kau boleh pergi. Tapi ingat, Liora, keluarga Ravenscroft memiliki reputasi yang harus dijaga. Jangan membuatku menyesali keputusan ini.”

Liora mengangguk dengan penuh rasa hormat. “Terima kasih, Yang Mulia. Saya akan memastikan tidak ada yang bisa menodai nama keluarga kita.”

Dimitri menatap putrinya sekali lagi, kali ini dengan sedikit lebih lembut. "Jangan khawatir. Aku tahu kau bisa menjaga dirimu. Hanya saja... jangan biarkan amarah atau rasa frustrasi mu menguasai tindakanmu, seperti yang dulu."

Liora tersenyum, kali ini lebih tulus. “Saya sudah bukan gadis yang dulu, Yang Mulia. Saya mengerti apa yang harus kulakukan.”

Dimitri memberi anggukan singkat sebelum kembali ke dokumen-dokumennya, tanda bahwa percakapan telah selesai. Liora berbalik dan meninggalkan ruang kerja itu dengan langkah mantap, merasa sedikit lebih ringan setelah berhasil meyakinkan ayahnya.

Namun, di balik senyumnya, Liora tahu bentuk bahwa acara ini akan menjadi panggung yang penuh dengan mata yang mengawasi, dan setiap langkahnya harus dihitung dengan hati-hati. Di balik kesopanannya, Liora bersiap untuk permainan baru yang akan ia mainkan di tengah para bangsawan.

...^^^TO BE CONTINUED^^^...

Terpopuler

Comments

Niechenie Cwekgemini Clalud'hti

Niechenie Cwekgemini Clalud'hti

hadir thor

2025-02-06

1

Bzaa

Bzaa

🥰😘

2024-12-04

0

Linda M

Linda M

lanjut bagus

2024-10-29

2

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!