SINDIRAN DIBALIK BAKWAN

...12...

Di bawah gemerlap cahaya lilin, Liora dan Nichol melangkah dengan percaya diri. Pandangan mereka terangkat, menatap lurus ke arah Aurelia Valenmore yang berdiri dengan anggun, menutupi sebagian wajahnya dengan kipas, menyisakan hanya mata tajamnya yang terlihat.

Seketika, perhatian semua orang tertuju pada mereka berdua, terutama pada Nichol. Kehadiran penyihir agung kekaisaran di tengah-tengah mereka langsung menimbulkan kehebohan. Bukan hanya Nichol yang menarik perhatian, penampilan Liora juga menjadi sorotan, terutama gaun yang dikenakannya. Tatapan intens para pria pun sesekali tertuju pada Liora.

Mereka berdua segera dikerumuni oleh para bangsawan yang tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyapa dan mencari keuntungan, seperti sekumpulan anjing yang berusaha menyenangkan tuannya. Tatapan para pengikut Aurelia, bahkan Aurelia sendiri, tidak luput mengamati mereka.

"Lihatlah, dia bahkan tidak tahu malu menunjukkan wajahnya di dunia sosial setelah meracuni kekasih Putra Mahkota!" cibir salah satu pengikut Aurelia.

"Dia datang bersama penyihir agung hanya untuk menutupi kekurangannya! Benar-benar memalukan," sahut yang lain, menambah minyak pada api kebencian.

Tatapan Aurelia semakin menajam. Dia memandang Liora dengan kebencian yang mendalam. Namun, sesuatu terlintas di pikirannya. Senyum tipis terbentuk di wajahnya, dan ia menurunkan kipasnya, memperlihatkan wajah cantiknya yang berkilauan di bawah sinar lilin.

"Sudah cukup. Kalian membuat tamu berharga kita merasa tidak nyaman," ucap Aurelia, seketika membuat orang-orang yang mengerumuni Nichol dan Liora mundur. "Merupakan kehormatan bagi saya bahwa acara kecil ini dihadiri oleh orang luar biasa seperti Anda, penyihir agung." Aurelia memberi hormat dan menyapa Nichol dengan anggun.

Tatapan Nichol tetap datar, seolah tak terpengaruh. "Kau tidak menyapa adikku?" tanyanya, suaranya terdengar memperingatkan.

Aurelia sedikit terkejut dengan respon ketus dari penyihir agung muda di depannya. Harga dirinya terluka, namun sebagai bunga sosialita, dia tahu harus tetap menjaga sikap di depan sosok berpengaruh seperti Nichol.

"Sungguh keteledoran dari pihak saya, Yang Mulia. Tuan Putri Liora terlihat begitu mempesona malam ini hingga saya hampir tidak mengenalinya," balas Aurelia sambil kembali menutup mulutnya dengan kipas, hanya menyisakan tatapan meremehkan yang ia tujukan pada Liora.

Apakah Liora peduli? Tentu saja tidak. Dia justru diam saja, matanya tertuju pada hidangan yang tersaji di meja bundar. Bagi Liora, makanan tersebut tampak jauh lebih menarik daripada tuan rumah acara ini.

Liora menyapu pandangannya dari meja hidangan ke arah Aurelia dengan tatapan santai, nyaris bosan. Tanpa menghiraukan sindiran halus yang disampaikan Aurelia, ia berbalik dan berjalan mendekati meja, tangannya dengan anggun meraih segelas anggur merah yang tampak segar.

Nichol, yang berdiri di sampingnya, tetap diam. Aura dingin yang terpancar darinya cukup membuat orang-orang di sekitarnya enggan untuk terlalu dekat. Setiap langkah Nichol terasa penuh wibawa, seolah keberadaannya saja sudah cukup untuk mengendalikan suasana di ruangan itu. Tatapan tajam Aurelia tak lagi ia gubris, justru membuatnya semakin muak dengan sandiwara sosialita ini.

"Bagaimana mungkin kau membiarkan ini?" salah seorang wanita di belakang Aurelia berbisik pelan, cukup keras untuk terdengar oleh kelompoknya. "Liora seharusnya tidak punya tempat di sini, apalagi setelah semua yang dia lakukan..."

Aurelia tersenyum tipis, matanya menyipit, tetapi tidak ada yang terlewat dari tatapannya yang dingin dan penuh perhitungan. "Tenang saja," bisiknya, suara penuh keyakinan dan kejam, "Aku akan memastikan malam ini menjadi kenangan yang pahit baginya."

Liora, tanpa sedikit pun menghiraukan aura permusuhan itu, mencicipi anggurnya. Dia tahu ini adalah arena yang penuh intrik, dan untuk menghadapi Aurelia Valenmore, dia tidak boleh goyah. Namun, lebih dari itu, Liora sadar bahwa malam ini adalah ujian pertamanya setelah mengambil keputusan besar untuk bangkit dan tidak lagi ditindas. Segala tatapan, segala bisikan, dan bahkan senyum penuh tipu daya itu tak lebih dari suara latar yang tidak berarti.

Nichol mendekatinya, tanpa sepatah kata pun, namun kehadirannya terasa seperti perisai tak terlihat di sekitar Liora. Aurelia, yang menyadari kedekatan mereka, tak dapat menahan rasa frustrasinya. Bagaimanapun juga, penyihir agung kekaisaran bukanlah seseorang yang bisa diremehkan atau dipermalukan. Jika Nichol berdiri di samping Liora, itu berarti adalah isyarat bahwa tidak ada yang boleh menyentuh Liora tanpa seizin nya.

Namun, Aurelia bukanlah seseorang yang menyerah begitu saja. Dia berjalan mendekati Liora dengan langkah anggun, membuat orang-orang di sekitarnya terdiam. Kipasnya perlahan turun, memperlihatkan senyum manis yang penuh kepalsuan.

"Putri Liora," suara Aurelia terdengar merdu, namun sarat akan kepalsuan, "Saya sungguh terkejut dengan kehadiran Anda malam ini. Setelah kejadian yang menimpa tunangan Putra Mahkota, banyak yang mengira Anda akan menarik diri dari dunia sosial." dia mengedipkan matanya perlahan, seolah menyampaikan pesan terselubung yang hanya mereka berdua pahami.

Liora menatapnya sejenak sebelum meletakkan gelas anggurnya dengan tenang. "Menarik diri? Mengapa saya harus melakukannya?" jawab Liora dengan suara yang tenang, namun penuh ketegasan. "Saya tidak pernah punya alasan untuk lari dari apapun, apalagi dari pesta kecil seperti ini."

Aurelia tersenyum lebih lebar, namun tatapan matanya semakin menusuk. "Tentu saja, saya lupa, Anda memiliki... dukungan yang kuat malam ini," ucapnya, melirik sekilas pada Nichol.

Nichol mengangkat alis sedikit, tatapannya kini tertuju langsung pada Aurelia. "Liora tak butuh dukungan dari siapa pun untuk berdiri di sini. Jika kau berpikir sebaliknya, maka kau meremehkannya."

Perkataan itu membuat aura di ruangan semakin tegang. Para bangsawan di sekitar mereka berhenti bicara, melihat interaksi ini dengan napas tertahan.

Aurelia terkesiap, namun tetap berusaha menjaga sikapnya. "Tentu saja bukan itu maksud saya, Penyihir Agung," ucapnya cepat, berusaha menutupi kecanggungan. "Saya hanya berharap Putri Liora bisa menikmati malam ini dengan tenang."

Liora tersenyum tipis, lebih kepada dirinya sendiri daripada pada Aurelia. "Saya yakin malam ini akan sangat... mengesankan," jawabnya, dengan nada yang mengisyaratkan bahwa ia sepenuhnya siap menghadapi segala jebakan yang mungkin Aurelia rencanakan.

Aurelia tersenyum lagi, namun jelas ada ketidaknyamanan dalam ekspresinya. Dia akhirnya melangkah mundur, kembali bergabung dengan kelompoknya yang masih menatap Liora dan Nichol dengan campuran ketidakpercayaan dan rasa penasaran.

Liora menatap sesaat ke arah Aurelia yang menjauh, kemudian kembali memfokuskan dirinya pada hidangan yang ada di depannya. Dia tahu, pertarungan sejati belum dimulai, dan malam ini hanyalah permulaan.

Para bangsawan yang hadir tidak berani untuk memberikan argumen mereka. Bahkan untuk berbisik-bisik saja mereka tidak berani, karena kali ini mereka berhadapan langsung dengan si tiran Nichol yang baru kali ini tiba di dunia sosial. Kehadiran Nichol di acara malam ini benar-benar akan menjadi sebuah pembicaraan yang panjang.

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

wow kaka beradik yg meresahkan

2024-12-04

1

Linda M

Linda M

lanjut

2024-10-29

1

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!