SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU

...15...

Acara yang dimulai dengan kecanggungan dan diakhiri oleh perasaan asing itu berjalan begitu saja. Saat ini, Liora berjalan kembali menuju kamarnya sembari memikirkan pembicaraan barusan dengan Grand Duke Dimitri.

Rona wajahnya menggambarkan perasaan malu dan ragu. Dia terlihat berpikir, namun segera menepis pikirannya. Ketika tiba di depan pintu kamar, sebelum sempat melangkah masuk, seseorang tiba-tiba memanggilnya dari belakang.

"Tuan Putri," panggil Damianus dengan nada ceria.

Segera, Liora menoleh ke arah sumber suara. Melihat senyum riang Damianus membuatnya ikut senang, seakan perasaan itu menular. Dia sangat tahu alasan di balik kebahagiaan Damianus.

"Selamat, Damianus. Sekarang kau sudah resmi menjadi desainer pemula yang begitu tenar di kalangan bangsawan," puji Liora, ikut bangga dengan pencapaian orang yang ia sponsori ini.

"Ini semua berkat Anda, Yang Mulia. Jika bukan karena kebaikan hati Anda, saya tak akan bisa berhasil seperti ini," ujar Damianus dengan rendah hati.

Liora merasa sedikit malu mendengar pujian tersebut, namun tidak bisa menyangkal fakta bahwa tanpa dirinya, Damianus pun akan mampu mencapai ketenaran dengan karya rancangannya yang luar biasa.

"Ya, aku mengerti. Semuanya memang sudah menjadi takdir kita," ucap Liora hampir berbisik, mengusap hidungnya dengan malu-malu. "Baiklah, mari masuk ke dalam kamarku. Kita harus membicarakan banyak hal."

"Baik, Yang Mulia," jawab Damianus.

Namun, sebelum mereka sempat melangkah masuk, terdengar suara berat dari seseorang yang mengejutkan mereka dari belakang.

"Mengapa Nona Muda Ravenscroft, yang seharusnya menjaga kehormatan keluarga, justru mempersilakan seorang pria masuk ke dalam kamarnya?" suara datar Beans Ravenscroft terdengar tajam, bagaikan bilah pedang yang tertuju pada Damianus dan Liora.

Langkah kakinya tertahan, melirik Beans dari sudut matanya yang tajam. Perlahan, Liora berbalik, menipiskan pandangan kepada Beans. Suasana menjadi begitu hening dan terasa dingin. Damianus hanya bisa terdiam sambil merunduk, dengan keringat bercucuran di keningnya.

"Beans, ini kamarku, dan aku yang memutuskan siapa yang boleh masuk," ucap Liora dengan tegas, berusaha menjaga ketenangannya meskipun nada suaranya mulai mengeras. "Damianus bukan orang asing. Dia adalah orang yang aku sponsori dan, mulai saat ini, dia menjadi orangku."

Beans mendengus sinis, melangkah maju dengan sorot mata tajam. "Orang yang kau sponsori? Sampai kapan kau akan mempermalukan Ravenscroft, Liora? Kau selalu menjalani bisnis dan berakhir dengan kegagalan, hingga lagi-lagi nama agung Ravenscroft dipermalukan oleh orang-orang." Suara Beans terdengar pelan, namun begitu menusuk dan penuh tekanan.

Liora menggertakkan giginya, menahan amarah yang mulai memuncak. Namun, kata-kata berikutnya dari mulut Beans membuat dadanya serasa terhantam palu.

"Seharusnya kau diam saja, selayaknya tikus mati di kediaman ini. Berhentilah menjadi aib. Setidaknya penyebab kematian seseorang sepertimu ini harus memiliki kesadaran penuh dan bertingkah laku baik." Beans menyemburkan kata-kata itu tanpa ampun, menusuk hati Liora dengan kejam.

Dunia Liora seakan berhenti berputar. Kata-kata itu menghantamnya seperti badai. Selama ini, ia paham mengapa Liora yang asli sampai memiliki trauma dan berperilaku buruk. Namun, dia tidak menyangka akan sesakit ini.

Tanpa pikir panjang, Liora melangkah maju dan menampar pipi Beans dengan keras. Suara tamparan itu menggema di ruangan. Beans terdiam, matanya melebar karena terkejut. Rasa panas menjalar di pipinya, dan rahangnya serasa bergeser akibat tamparan Liora. Namun, bukan hanya karena tamparan itu, ada sesuatu dalam tatapan Liora yang membuatnya tak mampu berkata-kata.

Dengan napas terengah-engah, Liora menatap tajam kakaknya. "Jangan pernah, jangan pernah lagi kau bicara tentang Ibu seperti itu. Apa kau pikir hanya kau yang merasakan kehilangan? Ibu adalah segalanya bagiku, sama seperti bagimu! Tapi kau tidak berhak menyalahkan ku atas kematiannya. Aku tidak pernah meminta dilahirkan ke dunia ini dengan cara seperti itu!" Suaranya bergetar, tapi kekuatannya tak terbantahkan.

Beans tetap terdiam, terperangkap oleh kata-kata Liora. Untuk pertama kalinya, ia melihat adiknya berdiri begitu kuat, menantangnya tanpa rasa takut.

Liora menahan air mata yang menggenang di sudut matanya, tetapi tetap menatap kakaknya dengan tegas. "Jika kau membenciku karena sesuatu yang bukan salahku, maka kau lebih lemah dari yang pernah kubayangkan, Beans. Kehormatan keluarga ini tidak hancur karena aku. Itu hancur karena kebencianmu yang membutakan. Jadi, pergilah, jika yang kau bawa hanya kebencian."

Beans menelan ludah, kata-kata yang semula siap ia lontarkan kini terhenti di tenggorokannya. Sesuatu dalam dirinya runtuh melihat Liora yang berdiri tegar, lebih kuat dari yang pernah ia bayangkan.

Ia terdiam mematung, masih memegang pipinya dan menyeka darah yang mengalir dari sudut bibir maupun hidungnya. Ia tidak pernah berpikir bahwa seorang pengguna sword aura sepertinya bisa terkena dampak yang cukup fatal dari tangan halus seorang lady bangsawan.

Beans menatap Liora sekali lagi, namun pandangan itu segera jatuh ketika melihat ekspresi wajah Liora yang memancarkan kebencian mendalam terhadapnya.

Tanpa berkata-kata lagi, Beans berbalik dan pergi meninggalkan ruangan, menyisakan Liora dan Damianus dalam keheningan yang berat.

Liora menghela napas panjang, mencoba mengendalikan emosi yang masih bergejolak. Damianus, yang menyaksikan kejadian itu dengan penuh kekhawatiran, tetap berdiri di tempatnya, tidak tahu harus berkata apa.

"Yang Mulia..." Suara Damianus terdengar pelan, penuh kekhawatiran.

Liora menggeleng, mencoba tersenyum meski matanya masih basah. "Aku baik-baik saja. Ayo masuk, kita masih punya banyak yang harus dibicarakan."

Damianus hanya mengangguk pelan, mengikuti Liora masuk ke dalam kamar.

Setelah keduanya masuk ke dalam kamar, suasana di dalam ruangan terasa lebih hangat dan tenang dibandingkan dengan ketegangan yang terjadi di luar. Damianus masih tampak ragu-ragu, seolah tidak ingin mengganggu ketenangan yang baru saja diraih oleh Liora. Dia bisa merasakan kelelahan emosional yang terpancar dari raut wajahnya, namun tetap tidak berani memulai percakapan terlebih dahulu.

Liora duduk di kursi dekat jendela besar yang menghadap taman istana. Angin sepoi-sepoi masuk melalui celah jendela, mengusir sedikit ketegangan yang masih tersisa. Damianus mendekat, lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Liora. Ia mengeluarkan sebuah gulungan kertas dari tas kecilnya dan meletakkannya di atas meja kecil di antara mereka.

“Ini... desain terbaru saya, Yang Mulia. Saya ingin mendapatkan persetujuan Anda sebelum memulai produksi. Jika Anda berkenan...” Damianus menjelaskan dengan nada hati-hati.

Liora tersenyum kecil, mengangguk. “Mari kita lihat.”

Ia membuka gulungan itu perlahan, memperlihatkan sketsa gaun yang elegan dengan detail rumit di bagian leher dan lengan. Warna-warna yang dipilih Damianus tampak lembut namun anggun, mencerminkan kelas seorang bangsawan. Gaun itu memiliki kesan modern namun tetap mempertahankan nuansa klasik yang elegan.

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

Fatia

Fatia

maam💪🤣 tu, mr beans🤓

2024-11-11

1

Desi MA

Desi MA

kakak durhaka akhirnya dpt balasannya ⚘⚘

2025-02-21

0

Bzaa

Bzaa

wow... si beans kena mentalll

2024-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!