MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA

...14...

Ruangan Liora terasa begitu damai, cukup tenang baginya untuk membaca surat kabar yang memuat berita-berita penting yang sedang ia butuhkan. Surat kabar tersebut penuh dengan berita tentang dirinya, tentang Nichol, dan sekali lagi, tentang mereka berdua. Bahkan, nama mereka terpampang begitu besar, menjadi judul yang hangat diperbincangkan, memenuhi hampir seluruh halaman surat kabar.

"Bukan bangsawan namanya jika tidak bergosip," gumam Liora sambil menatap keluar jendela. Dari sana, ia bisa melihat para pelayan yang berhenti bekerja sejenak, tampaknya untuk membicarakan gosip panas yang sedang beredar. "Bahkan para pelayan pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk bergosip."

Ia meletakkan surat kabar itu di atas meja bundar dari kayu mahoni yang kokoh, lalu mengangkat cangkir teh dan menyesapnya perlahan, mencoba meredakan stres yang perlahan menggerogoti pikirannya. Meskipun sedikit tertekan, setidaknya ada kebahagiaan kecil yang menyelinap, karena ia berhasil membuat rancangan busana Damianus menjadi sangat terkenal.

"Setidaknya aku berhasil mendapatkan seseorang yang berbakat di sisiku. Jika saja Damianus bekerja untuk orang lain, aku mungkin tidak akan pernah meraih kesuksesan ini," gumamnya, terdengar cukup puas.

Namun, kegembiraan itu terasa aneh. Ada sesuatu yang membuatnya tidak sepenuhnya bahagia, bahkan sedikit kesal.

"Anehnya... aku tidak terlalu senang," pikirnya sembari menatap surat kabar itu dengan sorot mata yang tajam. "Apa-apaan dengan rumor sampah ini? Kenapa mereka mengatakan kalau Nichol menyukai penyihir berambut merah itu?!"

Tatapan tajamnya tetap tertuju pada surat kabar yang tergeletak di atas meja. Amarah perlahan menggelora dalam dirinya, terutama setelah membaca rumor yang mengaitkan Nichol dengan Aurelia Valenmore. Rasanya benar-benar menjengkelkan, bahkan membuatnya ingin muntah.

Merasa frustrasi, Liora hanya bisa duduk terdiam sambil memijat pelipisnya, berusaha meredakan sakit kepala yang tiba-tiba menyerang.

Di tengah rasa frustrasinya, pintu ruangannya diketuk perlahan. Terdengar suara seorang pria dari balik pintu.

"Nona Muda, bolehkah saya masuk?" tanya pria itu, yang ternyata adalah Butler kepercayaan Dimitri.

Liora memutar bola matanya, tampak tidak sabar. "Masuklah."

Pintu terbuka perlahan, menampilkan sosok pria yang mengenakan celana panjang dengan langkah tenang. Melihat wajah pria itu hampir membuat Liora kehilangan kesabaran, tetapi ia cukup bersyukur masih mampu menahannya.

"Jelaskan maksud kedatanganmu," titah Liora dengan nada tidak bersahabat.

Butler itu, dengan penuh hormat, meletakkan tangan kanannya di dada dan berkata, "Saya datang untuk menyampaikan pesan dari Grand Duke kepada Anda, Nona Muda."

"Apa yang beliau katakan?" Liora bertanya, nada suaranya menunjukkan ketidakketertarikan pada pesan ayahnya.

"Beliau mengundang Anda untuk minum teh bersama siang ini."

"Minum teh... siang ini..." Liora merenung sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Baiklah. Katakan pada beliau bahwa aku akan datang."

"Saya akan menyampaikan pesan balasan Anda, Nona Muda. Mohon izin undur diri," ucap Butler itu sambil melangkah mundur, bersiap meninggalkan ruangan.

Namun, sebelum ia sempat pergi, Liora menahannya sejenak.

"Tampaknya sikapmu semakin baik dari sebelumnya, Butler," ujar Liora dengan senyum sinis.

"Saya merasa tersanjung, Nona Muda. Kalau begitu, saya pamit." Ia segera melangkah keluar Dari ruangan, seolah tak ingin berlama-lama berada di sana bersama Liora.

"Ya, ya, pergilah. Tidak ada yang menghalangi mu," Liora menggerutu sambil menatap punggung Butler yang semakin menjauh dari pandangannya.

"Cih!"

Dia kembali mengangkat cangkir tehnya yang telah kosong, berdecak sebal lalu mulai menaruh kembali cangkir itu cukup keras.

.................

Setelah menerima pesan dari butler, Liora bersiap untuk pertemuan teh dengan ayahnya, Grand Duke Dimitri. Meski ada keengganan di hatinya, rasa tanggung jawab untuk memenuhi undangan tersebut membuatnya bergegas. Ketika ia tiba di ruang kerja Dimitri, suasana siang itu terasa tenang.

Sinar matahari menembus jendela besar, menciptakan bayangan lembut di atas meja kayu ek yang kokoh. Di atasnya, sudah tersedia satu set teh porselen elegan. Dimitri duduk di sana, wajahnya penuh ketenangan, mengangkat cangkir teh sambil menatap Liora yang melangkah masuk.

"Ah, Liora. Tepat waktu, seperti biasa," sapa Dimitri dengan senyum kecil di sudut bibirnya. "Duduklah. Aku sudah menunggu."

Liora duduk di kursi di seberang ayahnya, tetap menjaga sikap tenang meskipun pikirannya terasa canggung dan berantakan. Ia berusaha untuk tampak alami, meski detak jantungnya terasa semakin cepat.

Dimitri menyesap tehnya sejenak sebelum memulai percakapan. "Aku ingin memuji sikapmu saat pesta di kediaman Valenmore tadi malam," ucapnya perlahan. "Kau menepati janjimu untuk tidak membuat masalah. Sangat mengesankan. Aku tahu itu bukan hal yang mudah, terutama setelah rumor-rumor yang tersebar."

Liora mendengarkan pujian itu dengan sedikit ragu, menyesap teh dari cangkirnya untuk menenangkan diri. "Terima kasih, Yang Mulia," jawabnya singkat.

Dimitri berhenti sejenak, alisnya terangkat, jelas terlihat sedikit kebingungan. "Yang Mulia?" ulangnya, nada suaranya penuh keheranan. "Sejak saat kita bertemu di ruangan, kau memanggilku Yang Mulia. Dulu, kau selalu memanggilku 'Ayah.' Ada sesuatu yang berubah, Liora?"

Liora menunduk sejenak, merasa malu dan tidak tahu harus menjawab apa. Sejujurnya, hubungan mereka terasa sedikit berbeda sejak peristiwa beberapa bulan lalu. Meski Dimitri tetap menjadi sosok Ayah yang baik, Liora merasa ada jarak yang sulit dijelaskan. Itu membuatnya bingung bagaimana harus bersikap.

"Maafkan saya, Yang... maksud saya, Ayah," kata Liora dengan sedikit kesulitan, suaranya pelan. "Saya hanya... saya tidak tahu harus bersikap seperti apa sekarang."

Dimitri menatapnya dengan penuh perhatian, seolah mencoba memahami perasaan putrinya. "Liora, aku tahu banyak yang telah terjadi. Rumor, masalah keluarga, dan tanggung jawab yang menekan mu. Tapi aku tetap Ayahmu. Kau tidak perlu merasa canggung."

Liora mengangguk pelan, tetapi masih sulit baginya untuk benar-benar rileks. "Saya hanya merasa... tidak seakrab dulu, mungkin karena banyak hal yang berubah. Saya berubah."

Dimitri menatapnya dengan lembut. "Perubahan adalah hal yang wajar, terutama setelah apa yang kau hadapi. Tapi, kau tetap putriku, Liora. Tidak peduli bagaimana kau berubah, aku selalu ada untukmu."

Mendengar kata-kata ayahnya, hati Liora terasa sedikit lebih ringan, meski ia masih merasakan kebingungan yang mengendap dalam dirinya. "Terima kasih, Ayah," ucapnya akhirnya, dengan suara yang lebih lembut dan penuh ketulusan.

Dimitri tersenyum tipis, merasa puas dengan perkembangan percakapan mereka. "Itu lebih baik. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, Liora."

Mereka berdua melanjutkan obrolan santai, membicarakan tentang kegiatan sehari-hari. Dimitri bercerita tentang tugas-tugasnya sebagai Grand Duke, sementara Liora menceritakan kesuksesan rancangan busana Damianus yang mulai menarik perhatian banyak orang. Meskipun suasana masih sedikit canggung di antara mereka, perbincangan itu membantu mencairkan suasana, perlahan tapi pasti.

Setelah beberapa saat, Liora merasa lebih nyaman, meski masih ada banyak hal yang belum ia ungkapkan. Ia butuh waktu untuk itu, terlebih lagi karena ia tidak terbiasa menempati posisi menjadi seorang putri satu-satunya milik Grand Duke.

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

semangat terus

2024-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!