BUDAK

...17...

Liora berjalan dengan penuh semangat setelah berhasil menyelinap keluar dari istana tanpa ketahuan. Udara segar menyambutnya, dan sinar matahari yang hangat menyentuh kulitnya. Langkah kakinya membawa dirinya ke berbagai tempat, tanpa rencana pasti.

Hari itu, dia bertekad untuk menikmati kebebasan sepenuhnya, jauh dari tekanan istana dan segala beban yang ia rasakan.

"Kira-kira, apa yang bisa aku beli dengan koin emas ini, ya!" senyum Liora memikirkan berbagai menu jajanan yang akan dia makan.

Dia mulai dengan membeli beberapa makanan ringan dari pedagang jalanan. Wajah Liora berseri-seri saat menikmati roti manis yang baru saja dipanggang. Kemudian, ia berhenti di warung lain yang menjual permen warna-warni. Ia juga mencicipi sup ikan yang harum.

"Kehidupan di luar istana ini sungguh menyenangkan," pikirnya sambil melirik keramaian pasar yang riuh.

Namun, di tengah hiruk-pikuk keramaian, tubuh Liora terdorong oleh gelombang massa yang tiba-tiba muncul. Ia kehilangan keseimbangannya sejenak, dan ketika ia mencoba untuk mengarahkan dirinya kembali, pandangannya menangkap sesuatu yang tidak biasa—sebuah lorong sempit yang gelap, hampir tersembunyi di antara bangunan tua.

"Hei!" tatapan Liora tertuju pada bangunan tua itu, "Ini....tempat apa ini?"

Penasaran, Liora berjalan mendekat, memasuki lorong itu. Udara di tempat itu terasa lebih dingin dan lembap, seolah dia melangkah ke tempat yang terlarang.

Tak jauh di dalam, ia melihat sebuah kedai kecil dengan meja kayu usang di depannya. Di atas meja, terdapat berbagai topeng, dan seorang pria bertubuh besar berdiri di belakangnya.

“Topeng untuk menutupi identitas, Nona. Pilih yang kau suka,” pria itu berbicara dengan suara serak. Matanya menatap Liora dengan tajam, seolah-olah ia tahu bahwa wanita di depannya bukan rakyat biasa.

"Apa-apaan dengan tatapan pria ini! Tempat dan orangnya sama saja... sama-sama menyeramkan." benak Liora.

Liora, yang mulai merasa tidak nyaman dengan situasi ini, berpura-pura tertarik pada topeng-topeng tersebut. Namun, rasa penasarannya tentang tempat ini semakin kuat. Dia menyelinap lebih jauh ke dalam lorong, melewati pria tersebut dengan langkah hati-hati.

Di ujung lorong, ia menemukan sebuah pintu kayu besar yang setengah terbuka. Tanpa ragu, ia mendorong pintu tersebut, dan yang dilihatnya di dalam membuat dadanya terasa berat.

Ruangan itu suram, dipenuhi oleh suara-suara bisik-bisik gelap dan aroma kotor yang menusuk hidung. Di sana, berdiri beberapa pria dengan wajah tertutup kain hitam, mengawasi deretan sangkar besi besar. Di dalam sangkar-sangkar itu, terlihat manusia—laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak—dirantai dan dipajang seperti barang dagangan.

Liora merasa mual seketika. Pemandangan ini adalah sesuatu yang tidak layak dilihat, terutama oleh seseorang dari kedudukannya. Budak-budak yang berada di sana terlihat sangat menyedihkan—tubuh mereka kurus, wajah mereka dipenuhi ketakutan dan keputusasaan. Beberapa dari mereka bahkan terluka, seolah-olah sudah berkali-kali dianiaya.

"Bagaimana mungkin ini terjadi di kota ini?" pikir Liora, matanya terpaku pada seorang wanita muda yang sedang dipaksa naik ke sebuah panggung kecil oleh seorang pria kasar. Tubuh wanita itu gemetar, dan air mata mengalir deras di pipinya. Ia tertegun melihat betapa kejamnya perlakuan yang mereka alami.

Di sudut ruangan, seorang pria tua dengan jubah tebal berbicara dengan lantang, menawarkan harga untuk setiap budak yang dipajang. “Lihatlah ini, wanita muda yang kuat, cocok untuk bekerja di ladang atau melayani di rumah besar. Harga mulai hanya lima puluh koin emas!”

Liora mengepalkan tangannya kuat-kuat. Amarah bercampur rasa jijik menguasai hatinya. Dia tahu bahwa sebagai seorang bangsawan, ia memiliki kekuasaan, tetapi di sini, di dunia bawah tanah ini, kekuasaan dan moral seolah-olah tidak memiliki tempat.

Sebuah tangan tiba-tiba menyentuh bahunya, menariknya dari pikirannya. Liora menoleh, melihat pria berjubah hitam yang menyadari kehadirannya. Tatapannya tajam dan penuh curiga.

“Apa yang kau lakukan di sini, nona?” tanya pria itu dengan suara dingin.

Liora terdiam, berusaha menenangkan dirinya. "Aku hanya... melihat-lihat budak," jawabnya dengan suara yang dibuat setenang mungkin. Dia tidak bisa memperlihatkan ketakutan, meski hatinya sedang berdebar hebat. Dia tahu bahwa jika identitasnya diketahui, segalanya bisa berubah menjadi buruk dengan cepat.

Pria itu memicingkan matanya, menilai Liora dengan pandangan mencurigakan. Namun, sebelum ia bisa berbicara lebih jauh, seseorang dari dalam ruangan memanggilnya, dan pria itu pergi dengan segera, meninggalkan Liora sendirian.

Liora menarik napas dalam, berusaha menguasai diri. Tempat ini penuh dengan kekejaman yang tidak bisa dia bayangkan sebelumnya. Ia harus segera keluar dari sini sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk.

Dengan hati-hati, Liora mundur perlahan, menyelinap keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke lorong. Tapi bayangan akan wajah-wajah yang terperangkap di tempat itu terus menghantui pikirannya.

"Apa yang harus aku lakukan! Jika aku bergerak sekarang, sama saja akan gagal karena tidak ada persiapan apapun. Tapi.... semuanya sangat menderita sekarang." Liora menggigit ujung kukunya, memikirkan cara untuk bisa membebaskan mereka semua.

"Lebih baik aku membeli mereka semua. Ini adalah jalan satu-satunya agar mereka bisa bebas dari sini. Namun.... sekarang ini aku hanya membawa 20 keping koin emas." ia menatap kantung uang bewarna coklat yang berada di dalam saku bajunya. Pikiran Liora buntu, namun ia memutuskan untuk kembali memasuki tempat itu dengan segala keberanian yang terkumpul.

Liora kembali mengendap, melihat sekeliling dengan tatapan tajam. Langkahnya membawanya menuju sebuah ruangan yang menghubungkan langsung dengan ruangan para budak dijual. Ia mengintip dibalik gorden, melihat adegan yang tidak pantas dilihat.

Para budak di seret, dilempar ke dalam jeruji besi dengan kasar, Liora yang menyaksikan secara langsung merasakan perasaan marah dan dendam.

"Akan aku balas semua perbuatan kalian!" bisik Liora tajam.

Ia hendak melangkah, untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Namun, sebuah tangan besar mulai memegang bahunya, menghentikan langkah yang tak gentar itu.

"Liora!" Suara itu menusuk telinga dengan tajam, penuh amarah yang terpendam.

Liora berbalik dan matanya melebar saat ia melihat pria muda bertubuh tegap dengan pakaian lusuh, namun aura kebangsawanannya tetap tidak bisa disembunyikan. Itu adalah putra mahkota, dengan pupil mata merah yang menyala tajam. Dia mengenakan penyamaran sederhana, tapi tidak ada yang bisa mengelabui tatapannya yang dingin.

"Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?" tanya putra mahkota dengan suara rendah, namun bergetar karena kemarahan. "Kau tahu ini berbahaya, bukan? Kenapa kau bisa berada di sini?"

Liora menatapnya tajam, perasaan kesalnya segera membuncah. "Kenapa aku harus menjelaskan semuanya padamu? Ini bukan urusanmu!" balasnya dengan nada defensif. Sejak pertunangan mereka batal, ia tidak pernah bisa merasa tenang di dekatnya. Kehadirannya selalu membawa kegelisahan.

^^^TO BE CONTINUED ^^^

Terpopuler

Comments

lily

lily

putra mahkota juga mau ngapain disana

2025-03-22

0

Bzaa

Bzaa

😘😘

2024-12-04

0

Linda M

Linda M

bagus,

2024-10-29

1

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!