PRIA BERJUBAH MERAH

...18...

Liora melangkah dengan amarah yang tertahan, namun langkah itu terhenti oleh Putra Mahkota yang juga tengah diliputi kekesalan.

"Aku sudah cukup bersabar, Liora Ravenscroft! Sebaiknya kau pergi dari sini, atau tidak," ucapannya terpotong ketika Liora menyela.

"Diam!" seru Liora sambil mengisyaratkan agar Putra Mahkota berhenti berbicara. Pandangannya tiba-tiba tertuju pada seseorang yang mendekat. "Ada yang sedang kemari," bisiknya pelan.

Meskipun amarah masih membara, Putra Mahkota memilih untuk bekerja sama. Matanya yang tajam mengawasi sosok yang semakin mendekat. Dengan sigap, ia meraih gagang pedangnya, bersiap menyerang jika diperlukan.

Namun, sebelum serangan dilancarkan, orang itu berbicara dengan nada santai, meski tersirat kelicikan dalam suaranya.

"Tenanglah dulu, Yang Mulia Putra Mahkota. Ingatlah di mana kalian berada saat ini," ucap pria berjubah merah yang semakin mendekat.

Wajahnya masih tertutup tudung, menambah kesan misterius yang membuat Liora dan Putra Mahkota semakin waspada. Sosok itu jelas mengetahui identitas mereka yang tengah menyamar. Kecurigaan pun memuncak.

"Siapa kau?" tanya Putra Mahkota dengan suara tajam.

Pria itu perlahan melepas tudungnya, menampakkan wajahnya yang tampak berusia sekitar 30-an. Rambut hitamnya kusam, jatuh menjuntai di bahunya. Ia tersenyum tipis dan memberikan penghormatan, baik kepada Putra Mahkota maupun Liora, yang sejak tadi hanya diam, menatapnya penuh curiga.

"Anda tidak perlu mengetahui siapa saya. Yang penting adalah bahwa saya di sini untuk membantu Yang Mulia membebaskan semua tawanan ilegal ini," ucapnya dengan percaya diri.

Namun, kepercayaan dirinya seketika goyah saat merasakan tatapan intimidatif dari dua orang di hadapannya.

"M-maksud saya," lanjutnya, "identitas saya yang rendah ini tidak pantas diketahui oleh orang-orang terhormat seperti Putra Mahkota dan Putri Ravenscroft."

Putra Mahkota menurunkan pedangnya perlahan, meski sorot matanya tetap penuh kecurigaan. Liora tak sedikit pun melonggarkan kewaspadaannya, tatapannya menyelidik setiap gerak-gerik pria berjubah merah itu.

"Apa keuntunganmu dengan membantu kami? Apa yang sebenarnya kau rencanakan?" tanya Putra Mahkota mendesak, menatap tajam dan penuh kecurigaan.

Pria itu menatap Liora dengan pandangan penuh perhitungan, seakan mencoba membaca niat di balik pertanyaannya. "Bukan keuntungan yang kucari, Putri Ravenscroft. Hanya keadilan. Tawanan-tawanan ini adalah korban, dan aku... memiliki utang pada salah satu dari mereka."

Putra Mahkota tampak tak yakin, namun Liora merasakan sesuatu yang lain. Ada rasa janggal di balik pernyataan pria itu, tetapi ia tak bisa memastikan apa.

"Siapa tawanan yang kau maksud?" tanya Liora lagi, suaranya mulai terdengar lebih lembut, namun tetap tegas.

"Seseorang yang sangat penting bagiku. Beliau adalah teman dan guru terbaikku. Namun, aku berpisah dengan beliau saat aku baru mengenal arti kehidupan. Dan ketika akhirnya aku mendengar kabar beliau, beliau justru terjebak di sini." pria itu menjelaskan dengan semangat, namun kesedihan terpancar dari tatapannya.

Liora menatap Putra Mahkota, pertukaran pandangan singkat namun penuh arti. Meski tidak mempercayai pria itu sepenuhnya, mereka berdua memutuskan untuk membiarkan pria tersebut terlibat dalam rencana.

"Baiklah, meski kau masih terlihat mencurigakan, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba," ujar Putra Mahkota.

Setelah Putra Mahkota memberikan persetujuannya, pria berjubah merah itu tersenyum tipis, seakan lega. Namun, Liora tetap menatapnya dengan hati-hati. Dia tahu, dalam situasi seperti ini, siapa pun bisa berbohong demi keuntungan pribadi.

"Kita akan bergerak sebelum fajar," ujar pria itu sambil melirik ke arah terowongan bawah tanah yang berada di kejauhan, tampak suram di bawah cahaya lilin. "Para penjaga sering lengah pada saat itu. Itu adalah waktu terbaik untuk menyelinap masuk."

Putra Mahkota mengangguk pelan, namun tetap memperhatikan setiap detail dari rencana yang diusulkan. "Kau tampaknya tahu banyak tentang tempat ini."

Pria berjubah merah tersenyum, namun kali ini senyumnya tampak lebih licik. "Aku sudah mempelajari area ini selama bertahun-tahun. Jika ingin mengeluarkan seseorang dari sini, kita harus benar-benar tepat waktu."

Liora menoleh ke arah Putra Mahkota, bertukar pandang sekali lagi. Dia bisa melihat keraguan yang tersirat di mata Putra Mahkota, tetapi ini adalah satu-satunya kesempatan mereka. Tawanan yang dimaksud pria ini mungkin memegang kunci untuk sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang bahkan mereka belum sadari.

"Baiklah," Liora akhirnya berbicara, dengan nada tegas. "Tapi ingat, jika kau mencoba sesuatu yang licik, tidak akan ada tempat bagimu untuk bersembunyi dari kami."

Pria itu terkekeh pelan, seolah-olah tidak merasa terancam. "Aku tidak punya niat buruk, Nona Muda. Kalian bisa mempercayaiku untuk sekarang."

Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya. Waktu seakan bergerak lambat saat mereka bertiga menunggu saat yang tepat untuk bergerak. Liora sesekali melirik ke arah Putra Mahkota, yang tampak lebih tenang namun tatapannya masih penuh amarah yang tertahan.

Ketika fajar mulai menyingsing, pria berjubah merah memberikan isyarat. Mereka bergerak dalam diam, menyelinap menuju gerbang besar yang disebut pria itu.

Namun, tepat sebelum mereka mencapai tujuan, suara langkah kaki mendekat. Liora dengan cepat memberi tanda kepada Putra Mahkota untuk berhenti, dan mereka bersembunyi di balik dinding tua yang retak.

Sekumpulan bandit patroli lewat, membawa obor yang menyinari area bawah tanah. Mereka tampak waspada, berbeda dengan apa yang pria berjubah merah itu katakan sebelumnya. Liora mencium ada yang tidak beres.

"Kenapa mereka tampak lebih waspada dari biasanya?" bisik Putra Mahkota dengan nada rendah, namun jelas penuh kecurigaan.

Pria berjubah merah tampak cemas sesaat, tetapi kemudian berusaha menutupi kegelisahannya. "Mungkin hanya kebetulan. Kita harus tetap melanjutkan rencana."

Liora mulai meragukan pria ini, tetapi tidak ada waktu untuk bertanya lebih lanjut. Setelah penjaga-penjaga itu berlalu, mereka kembali bergerak, mendekati gerbang dengan hati-hati.

Saat mereka semakin dekat, tiba-tiba, pria berjubah merah berhenti dan membelokkan arah mereka. Liora dan Putra Mahkota terkejut, tetapi pria itu dengan cepat berbisik, "Ada jalan lain. Belokan utama mungkin sudah tidak aman."

Mereka tidak punya pilihan selain mengikuti, meskipun Liora semakin merasa bahwa mereka mungkin sedang dijebak. Tetapi dia tetap melangkah, mata dan telinganya tajam mengawasi setiap sudut.

Mereka akhirnya tiba di sebuah lorong tersembunyi di balik jalan yang gelap. Pria berjubah merah berhenti di depan pintu kayu yang tampak usang.

"Inilah jalannya," ucapnya sambil tersenyum penuh misteri.

Liora merasakan napasnya tercekat. Sesuatu tentang tempat ini terasa tidak benar. Dia meraih gagang pedangnya dengan erat, siap menghadapi apa pun. Putra Mahkota mengangguk pelan, isyarat bahwa mereka akan masuk bersama-sama, meski kecurigaan sudah semakin menguat di antara mereka.

^^^TO BE CONTINUED^^^

Jangan jadi pembaca gaib ya guys, tolong tinggalkan jejak 😘

Terpopuler

Comments

gedang Sewu

gedang Sewu

jebakan kah itu...dagdigdug jadinya🤔🤔

2024-12-16

1

wong agung

wong agung

menegangkan, jangan2 ini jebakan

2025-03-29

1

Bzaa

Bzaa

jangan2 jebakan

2024-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!