KEPINGAN PUZZLE

...03...

Sesaat setelah Liora keluar dari ruangan, hatinya dipenuhi kebahagiaan. Namun, tanpa diduga, di depan pintu, berdirilah Beans Ravenscroft, putra pertama Grand Duke, kakak dari Liora Ravenscroft.

!!

Liora terdiam, mematung saat melihat sosok pria yang tampak asing namun berpakaian seperti bangsawan. Ia tidak mengenal pria gagah yang kini berdiri di hadapannya.

Beans Ravenscroft berdiri dengan sikap yang jauh dari ramah. Matanya yang gelap memancarkan ketegangan yang tak terucapkan, tatapannya tajam, seakan-akan Liora adalah musuh yang harus diwaspadai.

Ia tidak berkata sepatah kata pun, hanya menyuguhkan keheningan yang mencekam, membuat suasana semakin dingin. Setiap gerakan Beans tampak terkendali, penuh perhitungan, namun Liora justru terfokus pada detail yang berbeda.

Rambut hitam panjang Beans berkilau di bawah cahaya lilin. Ia mengikat sebagian rambutnya dan membiarkan sisanya terurai dengan anggun. Pakaian bangsawan berkualitas tinggi yang dikenakannya menyembunyikan dada bidang yang tampak terlatih, menambah kesan maskulin pada sosoknya.

Meski atmosfer di antara mereka terasa tegang, tak bisa dipungkiri bahwa rupa Beans begitu rupawan, wajahnya tampak seakan dipahat dari marmer, dengan lekukan yang sempurna, hingga membuat siapa pun lupa sejenak akan dunia di sekeliling mereka.

Liora, meski berusaha tetap fokus pada situasi yang genting ini, tak bisa menahan godaan untuk memandangi wajah Beans, sebuah wajah yang tampaknya diciptakan untuk memikat perhatian. Namun, di balik pesona itu, Liora tahu satu hal: Beans sama sekali tidak menunjukkan keramahan, dan situasi ini bisa berubah berbahaya jika ia tidak berhati-hati.

"Selamat siang," sapa Liora, menunduk dengan sopan sesuai etiket bangsawan.

Beans tetap diam, mengabaikan Liora. Setelah beberapa saat, ia berjalan melewati Liora dan dengan suara tajam berkata, "Berhenti membuat masalah, diam di ruangan mu seperti tikus mati!" setelah itu, ia masuk ke dalam ruangan Dimitri.

Liora terpaku, masih mencoba mencerna situasi yang baru saja terjadi. "Dia berbicara denganku? Aku?" bisiknya, terkejut dengan perkataan tajam dari pria yang sama sekali tak dikenalnya.

Sambil berusaha memahami apa yang baru saja terjadi, Liora tiba-tiba dikejutkan oleh sesuatu yang tak terduga. Sebuah ingatan terlintas di benaknya, seperti kepingan puzzle yang perlahan mulai tersusun. Bersamaan dengan itu, ia memuntahkan darah, yang terciprat ke gaun indahnya.

"Apa-apaan ini..." gumamnya tercekik, kebingungan melihat darah yang keluar dari tubuhnya.

Segera, Liora berlari sekencang mungkin menuju kamarnya. Ia tahu bahwa kejadian ini tidak boleh dilihat oleh siapa pun selain dirinya sendiri. Ingatan yang tiba-tiba datang bersama kondisi fisiknya yang memburuk, terasa bukan sebagai kebetulan.

Sesampainya di kamar, Liora segera berdiri di depan cermin. Matanya terbelalak melihat dirinya yang kini bersimbah darah—darah yang berasal dari tubuhnya sendiri. Lebih mengejutkan lagi, ia tiba-tiba bisa mengingat masa lalu Liora.

"Ingatan Liora...," bisiknya pelan. "Ingatan tentang hubunganku dengan Beans seolah menjadi peringatan yang mendesak, sesuatu yang harus aku ingat agar tidak tersesat."

Liora terus menatap cermin tanpa menyadari bahwa seseorang telah mengetuk pintu kamarnya sejak tadi.

"My Lady, saya akan masuk," ucap Saina dari luar, sebelum membuka pintu kamar sambil membawa teh dan kudapan. "Saya membawakan teh untuk Anda, My Lady."

!!

Kaget bukan main, Saina langsung tersentak ketika melihat pantulan Liora melalui cermin. Nampan yang digenggamnya terjatuh, menghantam lantai dengan keras.

PRANKK!

"My Lady, apa yang terjadi?" Saina bertanya panik, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. Ia segera berlari ke arah Liora, memeriksa sekujur tubuhnya, takut Nona Muda-nya terluka.

Namun, tidak ada luka di tubuh Liora. Saina semakin bingung. Jika ini bukan darah Liora, darah siapa? Berbagai pikiran memenuhi benaknya, tapi semuanya segera sirna ketika Liora dengan polosnya berkata,

"Aku baru saja memuntahkan darah."

Saina tersentak kembali, lalu menyeret kakinya mundur sebelum berlari sekuat tenaga sambil berkata, "Bertahanlah, My Lady. Saya akan panggilkan dokter!"

Kepergian Saina membuat Liora mematung, merasa sesak dan ingin menangis. Dia bingung harus melakukan apa. Sepertinya ini adalah perasaan alami yang dimiliki oleh pemilik tubuh ini.

"Sialan! Beans adalah sumber trauma Liora," ucapnya dengan suara tercekik, sambil kini duduk di lantai, menahan rasa sakit yang luar biasa.

Bersandar di dinding kamarnya seolah menjadi satu-satunya pilihan untuk sedikit meredakan penderitaannya. Ia mencoba menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

Di tengah usahanya yang keras, Saina akhirnya datang bersama seorang dokter. Melihat kondisi Liora yang semakin memburuk, Saina dan sang dokter menjadi semakin panik.

"Dokter, tolong bantu Nona Muda! Dia sekarat!!" pekik Saina, dilanda kepanikan berlebihan.

Mendengar pekikan itu, dokter muda yang tampan turut merasakan kegelisahan. Tanpa banyak berpikir, ia mengangkat tubuh Liora dengan mudah, seolah tak ada beban, dan meletakkannya di atas kasur untuk segera diperiksa.

Dengan cepat, dokter mengeluarkan peralatan medisnya dan mulai memeriksa Liora. Setelah beberapa pemeriksaan, ia berhenti dan menatap Saina yang menunggu dengan penuh harap.

"Bagaimana, Dokter? Apa yang terjadi pada Nona Muda?" tanya Saina dengan cemas.

"Nona Muda tampaknya mengalami stres berat, yang menyebabkan tekanan pada mentalnya. Selain itu, dia juga mengalami demam tinggi. Tolong, bantu Nona Muda agar terbebas dari stres ini ke depannya. Dia perlu melupakan sumber trauma yang membuat kondisinya semakin memburuk," jelas dokter dengan sangat serius mengenai kesehatan Liora.

Setelah mendengar penjelasan dokter, Saina tak kuasa menahan tangis. Suaranya lirih dan hampir tercekik saat ia berkata, "Saya akan melakukan segala cara untuk membantu Nona Muda melupakan semua sumber sakit hati yang ia alami. Saya berjanji."

Di dalam ruangannya, Grand Duke Dimitri Ravenscroft sedang tenggelam dalam pekerjaannya, menyelesaikan tumpukan berkas yang hampir rampung.

Momen ini sangat dinantikannya, karena setelah semua selesai, ia bisa beristirahat dan makan siang bersama keluarganya. Sebuah kesempatan berharga yang tak ingin ia lewatkan. Sementara Beans, dia duduk di sofa ruang sambil membaca koran.

Namun, ketukan di pintu ruangannya menghentikan kegiatan keduanya.

"Masuklah," ucap Dimitri tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di tangannya.

Pintu perlahan terbuka, memperlihatkan sang butler yang memasuki ruangan dengan ekspresi sulit dibaca. Ia menunduk memberi hormat pada Dimitri.

"Ada apa? Ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Dimitri, masih fokus pada berkas-berkas di depannya.

"Yang Mulia, Nona Muda jatuh sakit. Beliau belum sadarkan diri hingga kini, sudah dua jam berlalu," ujar sang butler, menyampaikan kabar yang menusuk hati Dimitri.

Terkejut, pena mahal yang sedang digenggam Dimitri terjatuh, menghantam lantai hingga patah menjadi dua. Tanpa berpikir panjang, Dimitri segera meninggalkan kursinya dan berlari secepat mungkin menuju kamar yang kini menjadi saksi bisu atas kondisi putri bungsunya.

"Apa yang terjadi pada putriku?" pikirnya yang berputar tak henti-henti di dalam kepala, seolah tidak boleh ada yang terjadi pada Liora.

Dimitri terus berlari, menerobos tatapan heran para pelayan yang melihat sosoknya bergerak dengan tergesa-gesa. Ekspresi kalut terpancar jelas dari wajahnya, sebuah pemandangan yang sangat jarang terlihat. Biasanya, Grand Duke dikenal tenang dan penuh wibawa, namun saat ini, reputasi itu seolah lenyap dalam sekejap.

Sedangkan Beans, dia masih diam di ruangan itu, skeptis pada kondisi yang dialami oleh adik bungsunya.

"Rencana apa lagi yang ingin ia buat?!" bisik Beans kesal.

Penampilan Beans Ravenscroft :

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

CaH KangKung,

CaH KangKung,

kakak durhaka....jgn nyesel nanti y,dan ngemis maaf dari liora

2024-11-25

1

Bzaa

Bzaa

ada sodara kyk bgtu😁

2024-12-04

0

nadira ST

nadira ST

wajahnya boros, makanya rupanya serem

2024-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!