PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI

...04...

Ruang hampa itu luas, tak berbatas, seperti lautan tanpa akhir yang diliputi keheningan sempurna. Dinding-dindingnya tak terlihat, seolah-olah hanya ketiadaan yang melingkupi. Tidak ada cahaya terang yang menyilaukan, hanya pancaran lembut seperti senja yang menyelimuti dengan kehangatan samar.

Udara di sana terasa halus dan lembut, tidak dingin, tetapi juga tidak hangat, seimbang dalam kesempurnaan. Keheningannya bukanlah kekosongan yang menakutkan, melainkan ketenangan yang mendalam.

Rasanya seolah-olah ada sesuatu yang tak kasat mata, sebuah kehadiran halus yang merangkul tanpa disentuh, memberikan rasa aman dan nyaman, seakan waktu berhenti.

Di tempat ini, pikiran tidak terlalu berisik. Ketegangan dan kecemasan perlahan memudar, tertelan oleh kedamaian yang memenuhi setiap inci. Perasaan damai yang memenuhi ruang ini seperti pelukan tak terlihat, mendekap dengan lembut, membawa jiwa pada ketenangan yang penuh kelegaan.

Tidak ada suara, hanya keheningan yang menenangkan, seakan-akan tempat ini dirancang khusus untuk merenung dan melepas segala beban.

Liora merasakan embusan angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya yang pucat. Matanya yang indah perlahan terbuka, menatap langit biru yang tenang.

Namun, di atasnya, ada sosok wanita bangsawan Eropa yang luar biasa cantik, dengan senyum yang lembut dan penuh ketulusan. Tangan wanita itu perlahan menyusuri rambut pendek sebahu Liora, memberikan perasaan hangat yang mengalir ke dalam jiwanya.

“Tenanglah, Liora. Aku selalu di sini bersamamu,” suara itu begitu lembut, menggetarkan hati Liora.

Dia terbaring di pangkuan wanita itu, merasa seperti waktu berhenti sejenak. Liora tahu, wanita itu bukanlah orang biasa, dia adalah dirinya yang dulu, sosok yang kini sudah menjadi roh, sebuah entitas yang memancarkan ketenangan dan kasih sayang.

“Kau... Liora yang asli?” bisik Liora lemah, pandangannya berkabut.

Wanita itu tersenyum lebih lebar, kepalanya mengangguk sedikit. “Ya, aku adalah kau yang dulu. Namun sekarang, aku di sini untuk menjaga dan membimbing mu.”

Ada rasa asing dalam hatinya, seperti sejumput kenangan yang tertinggal dari kehidupan lamanya. Meski terpisah oleh waktu dan nasib, ada ikatan kuat di antara mereka.

Liora, yang baru, seolah menemukan kenyamanan dalam pelukan wanita itu, sebuah kehangatan yang membuatnya merasa tidak sendirian di dunia yang asing ini.

"Apa kau tahu mengapa aku tetap di sini, meski tubuhku sudah tak lagi hidup?" tanya roh Liora dengan senyum kecil.

Liora asli terdiam sejenak sebelum menggeleng pelan.

"Karena aku masih ingin memastikan kau menemukan jalanmu. Kau harus kuat, seperti yang dulu selalu kuinginkan," bisiknya lembut.

Pupil mata Liora membesar, merasakan perasaan asing yang sulit dijelaskan. Liora yang asli tersenyum begitu lembut, seakan mengisyaratkan bahwa Liora harus menjalani hidup sesuai keinginannya sendiri, tidak seperti dirinya yang dulu.

Dia pernah jatuh dalam emosi yang bukan miliknya, mengalami trauma yang mendalam akibat orang-orang terdekat. Liora yang asli begitu menyesali kehidupan yang pernah ia jalani.

“Kau tidak keberatan jika aku melakukan hal seenaknya menggunakan tubuhmu?” tanya Liora, menatap dalam ke arah Liora yang asli.

Mendengar pertanyaan itu, Liora yang asli terdiam sejenak. Setelah beberapa saat, ia tersenyum lembut dan berkata, “Sekarang tubuh ini adalah milikmu. Dan... bisakah aku meminta satu hal sebelum aku pergi?”

“Apa itu?” Liora bertanya tulus.

“Aku ingin kau menjalani hidup sesuai dengan apa yang kau inginkan. Jangan biarkan apapun mempengaruhi mu sehingga kau menjadi diriku yang dulu. Aku tidak ingin kau tenggelam dalam tipuan keji dari seseorang. Berhati-hatilah, Liora Ravenscroft,” ucapnya lembut. Bersamaan dengan itu, tubuh Liora yang asli perlahan memudar, berubah menjadi transparan hingga tak terlihat lagi.

Liora yang masih penasaran dengan banyak hal, tiba-tiba berteriak, “Jangan pergi dulu! Masih banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan!”

Namun, hanya keheningan yang menyambutnya.

Liora terbangun dengan napas terengah-engah, keringat dingin membasahi wajah dan tubuhnya. Jantungnya berdebar cepat, masih terpengaruh oleh mimpi yang begitu nyata. Tubuhnya terasa lemas, tetapi matanya menyapu sekeliling ruangan dengan cepat, berusaha memahami apa yang baru saja terjadi.

Namun, sebelum dia bisa menenangkan dirinya, suara berat seorang pria menggema di dalam ruangan.

"Akhirnya kau bangun," suara itu terasa dingin dan mendalam, menusuk ke dalam kesadarannya. Liora mengenali suara itu, putra mahkota, mantan tunangannya. Pria dengan pupil mata merah yang seakan bisa menembus jiwanya.

Tatapan mereka bertemu, dan Liora merasakan gelombang emosi menghantam dirinya. Putra mahkota, dengan wajah tampan yang penuh keangkuhan dan misteri, berdiri di dekat tempat tidurnya.

Pandangannya tajam, tidak ada senyum yang terlihat. Liora merasakan kemarahan menguar di dadanya, terutama setelah mengingat semua yang telah dilalui Liora yang asli.

"Kenapa Anda di sini?" suaranya terdengar tegas, meski tubuhnya masih gemetar akibat mimpi barusan.

Belum sempat pria itu menjawab, dia merasakan tangan besar dan kuat merengkuhnya. Dimitri, ayahnya, memeluknya begitu erat hingga membuatnya hampir sulit bernapas. "Syukurlah kau baik-baik saja," bisik Dimitri dengan suara yang bergetar, seolah menahan tangis.

Liora membalas pelukan ayahnya dengan sedikit kaku, masih kebingungan. Di sisi lain tempat tidur, berdiri Beans, kakaknya. Wajahnya dingin seperti biasa, namun ada kilatan kekhawatiran di balik tatapan tak bersahabat itu. Beans selalu bersikap seperti musuh baginya, tetapi kali ini ada sesuatu yang berbeda dalam pandangannya.

Dan putra mahkota... ia tidak pernah berubah. Pria itu selalu menjadi bayangan gelap di hidupnya, seorang yang pernah bertunangan dengannya namun tak pernah memberikan sedikit pun rasa aman.

"Apa yang terjadi?" Liora akhirnya bertanya, suaranya lemah namun dipenuhi rasa frustrasi. "Kenapa kalian semua ada di sini?"

Dimitri melepaskan pelukan eratnya, meski masih memegang bahu Liora seakan takut dia akan menghilang. "Kau pingsan selama beberapa jam. Kami semua khawatir."

"Ada sesuatu yang aneh denganmu," tambah Beans dengan suara dingin, meskipun sorot matanya memancarkan sedikit ketakutan. "Kau tidak meminum racun karena patah hati, kan?"

"BEANS! TUTUP MULUTMU!" tegur Dimitri tegas pada Beans. Beans hanya diam, memalingkan wajah dengan sikap angkuh.

Sebelum Liora bisa membalas, putra mahkota angkat bicara. "Aku merasa seseorang sedang mencari perhatian sekarang ini!" Mata merahnya bersinar, menatapnya tanpa ampun.

Dimitri hanya bisa menggeram menahan emosi. Dia memandang tajam Putra Mahkota, merasa geram karena pria itu berani mengatakan hal yang kurang ajar pada putri tercintanya.

Alasan dia mengundang putra mahkota ke kediaman adalah agar putrinya bisa pulih, karena dia beranggapan bahwa Liora mengalami stres berat akibat putusnya pertunangan dengan pria itu.

Liora merasakan amarah semakin mendidih. Mengingat masa lalunya dengan pria itu, serta ingatan Liora yang asli, ia merasa benci berada dalam posisi ini, diapit oleh orang-orang yang entah peduli atau justru ingin mengendalikannya.

Namun, sebelum dia bisa meluapkan emosinya, dia mengingat pesan dari roh Liora yang asli: Jangan biarkan apapun mempengaruhi mu sehingga kau menjadi diriku yang dulu.

Liora menarik napas dalam-dalam, menenangkan hatinya. Tatapannya beralih ke putra mahkota dengan tegas.

"Yang terjadi padaku tidak perlu Anda tahu, dan bukan urusan Anda lagi, Yang Mulia. Saya bukan Liora yang sama seperti dulu."

^^^TO BE CONTINUED^^^

Terpopuler

Comments

CaH KangKung,

CaH KangKung,

ok..liora jodoh mu pasti Lbh baik dri putra mahkota..,

2024-11-25

1

Ari Peny

Ari Peny

bagus jd wanita kuat dan tegas jgn meye2

2024-12-25

0

Eemlaspanohan Ohan

Eemlaspanohan Ohan

lanjut

2025-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 MERASUK
2 PEMBATALAN PERTUNANGAN
3 KEPINGAN PUZZLE
4 PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5 LATIHAN PEDANG
6 SERANGAN GAGAL
7 KECURIGAAN
8 ACARA VALENMORE
9 PELATIHAN
10 PERSIAPAN
11 PESTA DANSA VALENMORE
12 SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13 TAKUT KETINGGIAN
14 MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15 SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16 PERGI KE LUAR
17 BUDAK
18 PRIA BERJUBAH MERAH
19 DIBALIK PINTU BESI TUA
20 FINNIAN
21 PENGUMUMAN
22 NICHOL MURKA
23 RENCANA PERNIKAHAN
24 RENCANA AURELIA
25 MAKAN SIANG
26 SKEMA
27 KEBIASAAN ANEH
28 Pengumuman libur
29 KEMARAHAN SAINA
30 HUKUMAN
31 KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32 KISAH FINNIAN
33 DENDAM FINNIAN
34 FRANSISCA
35 KONTRAK
36 LADY LORENZO
37 Pengumuman libur
38 LOSE GAME
39 VALERIAN IGNATIUS
40 PEMBICARAAN
41 Pengumuman
42 SADAR
43 PERDEBATAN
44 BUTIK
45 LATIHAN GAGAL
46 PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47 PENAWAR
48 SIAPA KAU?
49 SATU KEDIAMAN HEBOH
50 MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51 PERTEMUAN
52 KERJA SAMA DITETAPKAN
53 KUIL MISTERIUS
54 KEMARAHAN DIMITRI
55 PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56 KABAR PENTING
57 PENJAHAT KECIL
58 PENGAKUAN TIKUS KECIL
59 PESTA
60 PENGUMUMAN VALERIAN
61 PENGUMUMAN
62 BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63 KAISAR
64 Pengumuman
65 INVICTUS CORE
66 RENCANA
67 RAHASIA
68 SIASAT
69 MENJAUH DARI ADIKKU
70 KEMARAHAN NICHOL
71 RENCANA DUA KUBU
72 USAHA VALERIAN
73 PULANG
74 PENYERAHAN TAHTA
75 KEKACAUAN
76 PEMBERONTAKAN
77 KEHANCURAN FELIX
78 THANKS GUYS
79 NAIK TAHTA
80 DEWI APHRODITE
81 KUNJUNGAN
82 KEJADIAN MEMALUKAN
83 VALERIAN PANIK
84 PENGUMUMAN
85 SATU KERETA
86 KERJA SAMA
87 PEMBICARAAN EMPAT MATA
88 AKHIRNYA SUDAH...
89 TERBEBAS
90 RUMOR
91 RENCANA
92 SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93 PROTES PARA BANGSAWAN
94 KE ISTANA
95 SERANGAN PENDUDUK
96 SERANGAN LAGI
97 RENCANA LIORA
98 PENYERANGAN
99 IKAT PINGGANG MISTERIUS
100 OBSESI
101 Pengumuman penting!
102 TAKTIK LICIK
103 BOCORNYA RENCANA MUSUH
104 BUNGA LAYU
105 KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106 TUDUHAN PALSU
107 DUKUNG UNTUK LIORA
108 KEKECEWAAN LIORA
109 PERSIDANGAN
110 KUBU LIORA
111 COME BACK
112 TERUNGKAP
113 TERTANGKAP
114 PUTUS HUBUNGAN
115 CAELUM
116 UTUSAN
117 PRIA MISTERIUS
118 PERTEMUAN KEMBALI
119 MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120 KONDISI VALDORIA
121 KASTIL
122 SADAR
123 2 SAINTESS
124 TAMU TIDAK DIUNDANG
125 TAMU BERHARGA
126 SELAMAT TINGGAL
127 VARIABEL TAK TERDUGA
128 BARON YAKUF
129 Pemberitahuan
130 KESADARAN BARON YAKUF
131 GRAND MASTER
132 AKU MENGINGINKAN NYA
133 BENDERA PERANG
134 KEDATANGAN IBLIS
135 TIBA-TIBA
136 PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137 PENGUMUMAN
138 CHAPTER ENDING
139 CHAPTER ENDING 2
140 CHAPTER ENDING 3
141 CHAPTER ENDING 4
142 CHAPTER ENDING 5
143 CHAPTER ENDING 6
144 ENDING
145 EPISODE SPESIAL
Episodes

Updated 145 Episodes

1
MERASUK
2
PEMBATALAN PERTUNANGAN
3
KEPINGAN PUZZLE
4
PERTEMUAN LIORA DENGAN LIORA ASLI
5
LATIHAN PEDANG
6
SERANGAN GAGAL
7
KECURIGAAN
8
ACARA VALENMORE
9
PELATIHAN
10
PERSIAPAN
11
PESTA DANSA VALENMORE
12
SINDIRAN DIBALIK BAKWAN
13
TAKUT KETINGGIAN
14
MINUM TEH BERSAMA YANG MULIA
15
SEBUAH TAMPARAN UNTUK MU
16
PERGI KE LUAR
17
BUDAK
18
PRIA BERJUBAH MERAH
19
DIBALIK PINTU BESI TUA
20
FINNIAN
21
PENGUMUMAN
22
NICHOL MURKA
23
RENCANA PERNIKAHAN
24
RENCANA AURELIA
25
MAKAN SIANG
26
SKEMA
27
KEBIASAAN ANEH
28
Pengumuman libur
29
KEMARAHAN SAINA
30
HUKUMAN
31
KEBANGGAAN AYAH UNTUK SANG PUTRI
32
KISAH FINNIAN
33
DENDAM FINNIAN
34
FRANSISCA
35
KONTRAK
36
LADY LORENZO
37
Pengumuman libur
38
LOSE GAME
39
VALERIAN IGNATIUS
40
PEMBICARAAN
41
Pengumuman
42
SADAR
43
PERDEBATAN
44
BUTIK
45
LATIHAN GAGAL
46
PERTEMUAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
47
PENAWAR
48
SIAPA KAU?
49
SATU KEDIAMAN HEBOH
50
MEMBUTUHKAN BANTUAN FINNIAN
51
PERTEMUAN
52
KERJA SAMA DITETAPKAN
53
KUIL MISTERIUS
54
KEMARAHAN DIMITRI
55
PERTEMUAN DI TAMAN MAWAR
56
KABAR PENTING
57
PENJAHAT KECIL
58
PENGAKUAN TIKUS KECIL
59
PESTA
60
PENGUMUMAN VALERIAN
61
PENGUMUMAN
62
BIDAK CATUR TERIAK BIDAK CATUR
63
KAISAR
64
Pengumuman
65
INVICTUS CORE
66
RENCANA
67
RAHASIA
68
SIASAT
69
MENJAUH DARI ADIKKU
70
KEMARAHAN NICHOL
71
RENCANA DUA KUBU
72
USAHA VALERIAN
73
PULANG
74
PENYERAHAN TAHTA
75
KEKACAUAN
76
PEMBERONTAKAN
77
KEHANCURAN FELIX
78
THANKS GUYS
79
NAIK TAHTA
80
DEWI APHRODITE
81
KUNJUNGAN
82
KEJADIAN MEMALUKAN
83
VALERIAN PANIK
84
PENGUMUMAN
85
SATU KERETA
86
KERJA SAMA
87
PEMBICARAAN EMPAT MATA
88
AKHIRNYA SUDAH...
89
TERBEBAS
90
RUMOR
91
RENCANA
92
SOSOK TAK TERDUGA HADIR
93
PROTES PARA BANGSAWAN
94
KE ISTANA
95
SERANGAN PENDUDUK
96
SERANGAN LAGI
97
RENCANA LIORA
98
PENYERANGAN
99
IKAT PINGGANG MISTERIUS
100
OBSESI
101
Pengumuman penting!
102
TAKTIK LICIK
103
BOCORNYA RENCANA MUSUH
104
BUNGA LAYU
105
KEBERHASILAN PASUKAN VALORIA
106
TUDUHAN PALSU
107
DUKUNG UNTUK LIORA
108
KEKECEWAAN LIORA
109
PERSIDANGAN
110
KUBU LIORA
111
COME BACK
112
TERUNGKAP
113
TERTANGKAP
114
PUTUS HUBUNGAN
115
CAELUM
116
UTUSAN
117
PRIA MISTERIUS
118
PERTEMUAN KEMBALI
119
MEMUTUSKAN IKATAN : Season dua
120
KONDISI VALDORIA
121
KASTIL
122
SADAR
123
2 SAINTESS
124
TAMU TIDAK DIUNDANG
125
TAMU BERHARGA
126
SELAMAT TINGGAL
127
VARIABEL TAK TERDUGA
128
BARON YAKUF
129
Pemberitahuan
130
KESADARAN BARON YAKUF
131
GRAND MASTER
132
AKU MENGINGINKAN NYA
133
BENDERA PERANG
134
KEDATANGAN IBLIS
135
TIBA-TIBA
136
PEPERANGAN AKAN DIMULAI
137
PENGUMUMAN
138
CHAPTER ENDING
139
CHAPTER ENDING 2
140
CHAPTER ENDING 3
141
CHAPTER ENDING 4
142
CHAPTER ENDING 5
143
CHAPTER ENDING 6
144
ENDING
145
EPISODE SPESIAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!