10. Di Bawah Kamboja

Elin membulatkan matanya mendengar akan dilaporkan ke polisi, "Tidak! Kek, tolong aku, Kek! Aku bukan pembunuh. Aku tidak ingin apapun selain kesembuhan adikku," pinta Elin, bahkan turun dari ranjangnya dan bersimpuh di samping kursi roda Kekek Zhafran dengan wajah yang basah oleh airmata, tangannya yang memegang kaki kakek Zhafran gemetar, menatap Kakek Zhafran dengan tatapan penuh harap dan permohonan.

Elin tak menyangka, masalah hidupnya malah menjadi semakin rumit sejak ia masuk ke dalam rumah Kakek Zhafran.

"Hadi, periksa cctv rumah?" titah Kakek Zhafran tegas meskipun suaranya lemah.

Zion terkesiap, mengapa ia tidak terpikirkan untuk memeriksa cctv dan main tuduh Elin sembarangan. Rasa tidak sukanya pada Elin dan hatinya yang terpukul karena meninggalnya Farah dan bayinya membuat pikirannya kacau, hingga tidak bisa berpikir jernih dan logis.

Sedangkan Elin yang tadi matanya terlihat redup dan ketakutan, sekarang terlihat memiliki harapan karena mendengar soal cctv, dan Kakek Zhafran bisa melihatnya.

"Aku harap rekaman cctv bisa membersihkan namaku dan bisa menunjukkan siapa sebenarnya yang telah membunuh Farah," batin Elin penuh harap.

Mendengar perintah Kakek Zhafran, Pak Rudi malah menghela napas panjang, "Dari sore cctv di rumah mengalami gangguan, Tuan besar. Besok teknisinya baru datang."

Mata Elin yang tadinya menunjukkan sedikit binar, secara bertahap kembali meredup. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya.

Kakek Zhafran menghela napas kasar, tidak ada yang bisa membuktikan Elin tidak bersalah, "Kakek percaya Elin tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan," tegas Kakek Zhafran.

"Terima kasih, Kek," ucap Elin menatap Kakek Zhafran dengan tatapan lembut dan penuh syukur karena Kakek Zhafran masih mempercayai dirinya. Ia yakin, selama Kakek Zhafran melindungi dirinya, ia akan baik-baik saja.

"Tapi, Kek.."

"Tidak ada tapi-tapian," pungkas Kakek Zhafran memotong kata-kata Zion, "Hadi, rekam ucapanku ini!" pinta Kakek Zhafran.

"Iya, Tuan besar," sahut Pak Hadi langsung mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk merekam.

Setelah ponsel Pak Hadi sudah siap merekam, Kakek Zhafran pun mulai bicara, "Jika Zion berani menuntut Elin atas meninggalnya Farah, maka semua hartaku akan menjadi milik Elin."

Zion mengepalkan kedua tangannya mendengar perkataan kakeknya. Ia benar-benar tidak mengerti, kenapa kakeknya begitu membela Elin.

"Lalu.. kenapa ada bekas cekikan di leher Nyonya Elin?" tanya Pak Hadi tiba-tiba, menatap Zion dengan salah satu alis yang terangkat ke atas.

Zion terkesiap mendengar pertanyaan dari Pak Hadi yang sudah jelas ditujukan pada dirinya. Kedua tangannya terkepal erat. Entah bagaimana reaksi kakeknya jika tahu dia telah mencekik Elin.

"Elin.. katakan pada kakek, siapa yang sudah mencekik kamu?" tanya Kakek Zhafran yang baru ingat akan hal ini, "katakan dengan jujur! Jangan takut! Kakek akan tetap melindungi kamu meskipun kakek sudah mati sekalipun. Kakek punya harta yang bisa menjaga dan melindungi kamu meskipun kakek sudah menjadi tanah," ujar Kakek Zhafran meyakinkan Elin agar Elin jujur.

"Ka.. Kak Zion.." jawab Elin pelan, tak berani menatap Zion. Elin tak bisa mencari alasan untuk berbohong, karena ini adalah bekas cekikan. Beda kalau bekas luka lainnya, mungkin Elin bisa berbohong. Sedangkan Zion tertunduk mengepalkan kedua tangannya.

"Lalu, kenapa nyonya bisa jatuh dari tangga?" tanya Pak Hadi lagi membuat Kakek Zhafran dan Zion menatap Elin.

"Aku takut Kak Zion membunuh aku, karena itu aku berteriak minta tolong dan berlari ke luar kamar. Tapi aku tergelincir dan jatuh dari tangga," jelas Elin jujur.

Kakek Zhafran menatap tajam ke arah Zion, "Kamu benar-benar keterlaluan Zion. Kamu menuduh Elin dan hampir membunuh Elin. Kamu sudah dibutakan oleh Farah. Elin bisa menuntut kamu karena kamu telah mencoba membunuh Elin," geram Kakek Zhafran, suaranya yang lemah terdengar berat, dadanya turun naik menahan emosi. Sedangkan Zion hanya bisa menunduk.

"Kakek.." Elin nampak tegang melihat Kakek Zhafran meringis menahan rasa nyeri di dadanya.

"Kek.."

"Tuan besar.."

Zion dan Hadi seketika jadi ikut tegang melihat Kakek Zhafran nampak berkeringat dingin. Pak Hadi kembali menekan tombol nurse call.

Tak lama kemudian seorang perawat datang dan langsung membawa Kakek Zhafran ke UGD. Zion menunggu di depan UGD seraya mondar-mandir tak jelas, "Semoga kakek baik-baik saja," batin Zion.

Elin duduk tertunduk dengan kedua tangan terkepal meremas kulot yang dikenakannya, "Kakek.. bertahanlah!" Dua kata yang tak terucapkan dari bibir Elin.

Sedangkan Pak Hadi nampak terdiam dengan wajah datarnya. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria paruh baya tersebut.

"Ceklek"

Pintu ruangan UGD terbuka dan seorang perawat muncul dari balik pintu," Yang namanya Elin silahkan masuk!" ucap perawat tersebut.

Tanpa berpikir panjang, Elin masuk ke dalam ruangan. Ia melihat banyak kabel di tubuh Kakek Zhafran yang terhubung dengan monitor.

"Kakek.." panggilnya dengan suara lembut, tapi penuh kekhawatiran, menggenggam jemari tangan Kakek Zhafran dengan hangat.

"Elin.. bertahanlah di samping Zion sampai... kau tak mampu lagi... bertahan. Maaf.. kan.. Ka.. kek..." Kakek Zhafran berucap pelan dan terputus-putus. Sorot matanya yang redup menggambarkan penyesalan yang sangat dalam.

"Ka.. Kakek..." Elin memanggil Kakek Zhafran dengan bibir dan tangan yang bergetar.

"Semoga.. kau... baha.. gia..." Perlahan mata Kakak Zhafran mulai tertutup. Elin menggelengkan kepalanya pelan menatap kakek Zhafran dengan butiran kristal bening yang berjatuhan dari kelopak matanya.

"Tiiiittt..." suara mesin yang terhubung dengan Kakek Zhafran berbunyi panjang.

Seorang perawat menarik Elin menjauh dari Kakek Zhafran agar mereka bisa menangani Kakek Zhafran. Elin bersandar di dinding, wajahnya basah oleh air mata, tubuhnya terasa tak bertulang, hingga melorot terduduk di lantai bersandar di dinding.

"Kakek.." gumamnya lirih dengan tatapan mata kosong.

Baru beberapa hari ia bertemu dengan Kakek Zhafran, tapi Elin sudah menganggapnya seperti kakeknya sendiri. Ia bahkan membantu merawat Kakek Zhafran dengan tulus dan telaten. Menurutnya, Kakek Zhafran adalah sosok yang bijaksana, lembut, hangat tapi juga tegas. Namun, sayangnya Elin hanya bisa mengenal sosok Kakek Zhafran sebentar saja.

*

Di bawah pohon Kamboja yang rindang dan sedang berbunga lebat, Elin duduk berjongkok di samping gundukan tanah yang basah dan di atasnya dipenuhi taburan bunga. Tempat Kakek Zhafran dimakamkan beberapa saat yang lalu. Tatapan matanya redup tanpa semangat, menangis tanpa suara.

"Kakek..." gumamnya lirih.

Beberapa kuntum bunga Kamboja nampak berjatuhan di atas makam Kakek Zhafran. Beliau adalah sosok yang terkenal dermawan, bijaksana, memiliki banyak kenalan dan sangat dihormati. Karena itu banyak sekali yang mengantar beliau ke tempat peristirahatan terakhir beliau.

Zion duduk berjongkok di sisi yang berlawanan dengan Elin, menatap sendu batu nisan kakeknya. Kakeknya adalah pria yang telah merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Tak sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya. Namun ekspresi wajah dan tatapan matanya menggambarkan kesedihan yang begitu mendalam.

Pak Hadi berdiri di samping Elin dengan kacamata hitam dan wajah datarnya. Di samping Pak Hadi ada istrinya, Bu Heni. Sedangkan Bu Mira berdiri di samping Zion berhadapan dengan Pak Hadi. Sesekali wanita paruh baya itu mengusap air mata yang membasahi wajahnya.

Satu per satu orang-orang yang ikut berbelasungkawa pun meninggalkan makan Kakek Zhafran. Hingga akhirnya hanya tertinggal Elin, Zion, Pak Hadi, Bu Heni dan Bu Mira.

Setelah lama berdiam, pandangan mata Zion beralih menatap Elin dengan tatapan tajam penuh amarah dan kebencian, "Sebelumnya hidupku baik-baik saja. Tapi semua jadi kacau balau dan berantakan setelah kamu datang. Aku membencimu! Sangat membencimu! Aku tak ingin melihat wajahmu lagi!" ucap Zion dengan suara berat penuh penekanan, kemudian beranjak pergi diikuti Bu Mira.

Elin menatap punggung pria yang sudah menjadi suaminya itu dengan sorot mata penuh kesedihan.

Heni mendekati Elin dan berjongkok di sampingnya, "Nyonya, hapus air mata nyonya. Sudah cukup bersedihnya. Nyonya harus bangkit, menjadi wanita cantik, elegan, tegar dan mandiri. Jalan di depan begitu terjal, jadi nyonya harus bersiap dan menggembleng diri menjadi wanita tangguh high value," ucap Bu Heni memotivasi dengan senyuman ramahnya dan sorot mata penuh keyakinan.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

selamat jalan kakek zhafran

2024-09-25

2

KOHAPU

KOHAPU

beberapa tahun kemudian

2024-09-07

2

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

beruntung pak Hadi dan istrinya sangat setia sama kakek Zhafran yah

2024-09-05

2

lihat semua
Episodes
1 1. Persyaratan
2 2. Tidak Setuju
3 3. Cinta Dan Kewajiban
4 4. Cincin Kebesaran
5 5. Dingin
6 6. Minder
7 7. Syok Hemoragik
8 8. Jatuh
9 9. Tuduhan
10 10. Di Bawah Kamboja
11 11. Hilang
12 12. Menutupi
13 13. Metamorfosis
14 14. Merasa Bersalah
15 15. Bersuami, Tapi Perawan
16 16. Nekat
17 17. Dianggap Drama
18 18. Lupa
19 19. Gegana
20 20. Begitu Benci kah?
21 21. Berlawanan
22 22. Apa Keberatan?
23 23. Mengingatkan
24 24. Kasmaran
25 25. Pasang Surut
26 26. Ada Yang Kurang
27 27. Penasaran
28 28. Suram
29 29. Lalat Sampah
30 30. Meminta Pulang
31 31. Alasan Bertahan
32 32. Resah
33 33. Digulung Ombak
34 34. Janji
35 35. Susah Dinasehati
36 36. Risau
37 37. Tahu Semuanya
38 38. Poster
39 39. Terpaksa
40 40. Bimbang
41 41. Ingin Menceraikan
42 42. Benar-benar Melupakan
43 43. Pelarian Farah
44 44. Curiga
45 45. Manipulatif
46 46. Nekat
47 47. Tanpa Kabar
48 48. Merasa Lega
49 49. Keputusan
50 50. Menghampiri
51 51. Ke Luar Kota
52 52. Ada yang Janggal
53 53. Setengah Berbohong
54 54. Bertemu Lagi
55 55. Mengizinkan
56 56. Pertemuan Tak Terduga
57 57. Interaksi Adik-kakak
58 58. Untungnya
59 59. Benar-benar Berusaha
60 60. Yang kedua
61 61. Adik Manis Salah Masuk
62 62. Diawasi
63 63. Kekanak-kanakan
64 63. Bukan Sister Complex
65 65. Hampa
66 66. Memotivasi
67 67. Lupa Janji
68 68. Mengurus Perceraian
69 69. Di Ambang Kebenaran
70 70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71 71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72 72. Dilema Hati
73 73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74 74. Pelajaran Hidup
75 75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76 76. Ikatan Keluarga
77 77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78 78. Kebenaran yang Diungkapkan
79 79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80 80. Cintamu Ugal-ugalan
81 81. Konfrontasi Zion dan Franky
82 82. Perpisahan di Bandara
83 83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84 84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85 85. Dokumen Penting
86 86. Pertanyaan yang Menganggu
87 87. Ditampar Kenyataan
88 88. Kebenaran yang Menyakitkan
89 89. Jujur atau Tetap Diam?
90 90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91 91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92 92. Pengakuan Dosa
93 93. Kabar Keberadaan
94 94. Sebuah Amplop
95 95. Tidak Tahu Apa-apa
96 96. Kesuksesan yang Hampa
97 97. Penyanderaan
98 98. Sesuatu yang Familiar
99 99. Lebih dari Rekan Bisnis
100 100. Penyelidikan
101 101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102 102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103 103. Runtuh dan Hancur
104 104. Perasaan Lega
105 105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106 106. Momen yang Terulang
107 107. Jodoh Pilihan Bocil
Episodes

Updated 107 Episodes

1
1. Persyaratan
2
2. Tidak Setuju
3
3. Cinta Dan Kewajiban
4
4. Cincin Kebesaran
5
5. Dingin
6
6. Minder
7
7. Syok Hemoragik
8
8. Jatuh
9
9. Tuduhan
10
10. Di Bawah Kamboja
11
11. Hilang
12
12. Menutupi
13
13. Metamorfosis
14
14. Merasa Bersalah
15
15. Bersuami, Tapi Perawan
16
16. Nekat
17
17. Dianggap Drama
18
18. Lupa
19
19. Gegana
20
20. Begitu Benci kah?
21
21. Berlawanan
22
22. Apa Keberatan?
23
23. Mengingatkan
24
24. Kasmaran
25
25. Pasang Surut
26
26. Ada Yang Kurang
27
27. Penasaran
28
28. Suram
29
29. Lalat Sampah
30
30. Meminta Pulang
31
31. Alasan Bertahan
32
32. Resah
33
33. Digulung Ombak
34
34. Janji
35
35. Susah Dinasehati
36
36. Risau
37
37. Tahu Semuanya
38
38. Poster
39
39. Terpaksa
40
40. Bimbang
41
41. Ingin Menceraikan
42
42. Benar-benar Melupakan
43
43. Pelarian Farah
44
44. Curiga
45
45. Manipulatif
46
46. Nekat
47
47. Tanpa Kabar
48
48. Merasa Lega
49
49. Keputusan
50
50. Menghampiri
51
51. Ke Luar Kota
52
52. Ada yang Janggal
53
53. Setengah Berbohong
54
54. Bertemu Lagi
55
55. Mengizinkan
56
56. Pertemuan Tak Terduga
57
57. Interaksi Adik-kakak
58
58. Untungnya
59
59. Benar-benar Berusaha
60
60. Yang kedua
61
61. Adik Manis Salah Masuk
62
62. Diawasi
63
63. Kekanak-kanakan
64
63. Bukan Sister Complex
65
65. Hampa
66
66. Memotivasi
67
67. Lupa Janji
68
68. Mengurus Perceraian
69
69. Di Ambang Kebenaran
70
70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71
71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72
72. Dilema Hati
73
73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74
74. Pelajaran Hidup
75
75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76
76. Ikatan Keluarga
77
77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78
78. Kebenaran yang Diungkapkan
79
79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80
80. Cintamu Ugal-ugalan
81
81. Konfrontasi Zion dan Franky
82
82. Perpisahan di Bandara
83
83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84
84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85
85. Dokumen Penting
86
86. Pertanyaan yang Menganggu
87
87. Ditampar Kenyataan
88
88. Kebenaran yang Menyakitkan
89
89. Jujur atau Tetap Diam?
90
90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91
91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92
92. Pengakuan Dosa
93
93. Kabar Keberadaan
94
94. Sebuah Amplop
95
95. Tidak Tahu Apa-apa
96
96. Kesuksesan yang Hampa
97
97. Penyanderaan
98
98. Sesuatu yang Familiar
99
99. Lebih dari Rekan Bisnis
100
100. Penyelidikan
101
101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102
102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103
103. Runtuh dan Hancur
104
104. Perasaan Lega
105
105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106
106. Momen yang Terulang
107
107. Jodoh Pilihan Bocil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!