4. Cincin Kebesaran

Begitu selesai bicara dengan kakeknya, Zion keluar dari rumah mengendarai mobilnya menuju apartemen Farah. Pikirannya terasa kacau balau. Permintaan kakeknya untuk menikahi Elin begitu mendadak, hingga membuat ia syok. Semua tidak akan rumit seandainya Farah tidak sedang mengandung darah dagingnya.

"Mana mungkin aku tidak menikahi Farah yang sedang mengandung anakku? Tapi, apa Farah akan setuju menjadi istri keduaku?" gumam Zion merasa bingung harus bagaimana jika Farah tidak mau menjadi istri keduanya.

Tak berapa lama kemudian Zion sudah sampai di apartemen Farah. Farah nampak terkejut saat Zion datang ke apartemennya larut malam dengan wajah yang terlihat kusut. Pria itu duduk di sofa menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.

"Tumben kamu datang malam-malam gini, Zi? Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat kusut gitu?" tanya Farah yang perlahan duduk di samping Zion.

"Kakek setuju kita menikah," sahut Zion pelan seraya memijit pelipisnya sendiri.

"Bagus, dong! Lalu kenapa wajah kamu malah kusut gitu?" tanya Farah merasa senang, tapi dari raut wajah Zion ia bisa memprediksi ada yang tidak beres.

Zion mengatakan kalau kakeknya setuju mereka menikah, tapi ekspresi Zion nampak tertekan dan wajahnya nampak kusut. Sangat jauh dari kata bahagia.

"Farah, aku... aku benar-benar minta maaf. Kakek memaksaku untuk menikah dengan gadis pilihannya. Aku tahu ini terdengar egois, tapi aku tidak bisa melawannya. Aku tidak ingin mengecewakan kakek." ujar Zion memegang kedua tangan Farah dengan ekspresi wajah tak berdaya dan penuh harap Farah dapat mengerti keadaannya.

Sebenarnya ia tak enak hati menyampaikan kabar ini pada Farah, apalagi Farah sedang mengandung darah dagingnya. Ia yakin Farah tidak akan merasa bahagia mendengar kabar ini dan hal itu bisa berpengaruh buruk terhadap janin yang sedang dikandung Farah.

"What? Kamu nggak sedang bercanda, 'kan?" tanya Farah dengan mata membulat sempurna.

"Far, aku harap kamu bisa mengerti. Kakek merawat dan membesarkan aku dengan penuh kasih sayang. Beliau orang yang paling berjasa padaku. Aku tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa bimbingan dari kakek. Selama ini kakek tidak pernah meminta apapun dariku. Dan sekarang di sisa hidupnya ia hanya meminta satu hal padaku. Bagaimana aku bisa menolaknya?" ujar Zion berharap Farah mengerti perasaannya.

"Tapi, Zi...bagaimana mungkin aku yang sudah mengandung anak kamu malah kamu jadikan istri kedua? Atau kamu juga menghamili perempuan itu?" tuduh Farah terlihat emosi menatap Zion penuh selidik.

"Aku sudah bilang, dia itu gadis pilihan kakekku. Aku bahkan baru mengenal gadis itu tadi pagi. Lagipula, aku bukan playboy, buaya darat, Casanova atau apalah itu namanya yang suka mempermainkan wanita dan suka celap-celup sembarangan. Aku hanya melakukannya sama kamu dan itupun karena ada orang yang berniat jahat memberikan obat sialan itu sama aku. Kalau tidak, aku tidak akan melakukannya sebelum aku menikah," sanggah Zion mengusap rambutnya ke belakang dengan kasar.

Farah memejamkan mata sejenak, berusaha mengendalikan amarahnya yang meluap. "Zion, aku tidak mengerti. Aku yang mengandung anakmu, tapi kamu malah akan menikah dengan wanita lain? Kenapa harus seperti ini? Tidak bisakah kamu membujuk kakekmu?" pinta Farah berusaha bersabar.

"Tidak bisa, Far. Bahkan tadi aku sudah menandatangani berkas pernikahanku dengan gadis itu," sahut Zion membuang napas kasar.

"What?" lagi-lagi Farah dibuat terkejut oleh perkataan Zion.

Zion menghela napas kasar lalu menceritakan apa yang terjadi di ruangan kerja kakeknya tadi. Jika Zion tidak setuju menikah dengan gadis pilihan kakeknya, maka malam ini juga kakeknya akan mengalihkan semua hartanya pada gadis pilihan kakeknya. Jadi, Zion terpaksa setuju menikah dengan gadis pilihan kakeknya.

Zion menatap keluar jendela, "Aku tidak pernah membayangkan hidupku akan seperti ini, Far. Dulu, aku bebas melakukan apa saja yang aku mau. Sekarang, aku terikat oleh janji dan tanggung jawab."

"Kau pikir aku senang? Aku juga tidak pernah membayangkan akan menjadi istri kedua. Tapi, demi masa depan kita, kita harus bertahan." sinis Farah, "lalu.. kapan kita akan menikah?" tanya Farah dengan kedua tangan di atas paha yang terkepal erat.

Bagaimana pun Farah harus menikah dengan Zion. Jika ia bisa menikah dengan Zion, maka ia bisa hidup mewah tanpa kekurangan apapun dan bisa aman dari mantan pacarnya.

"Besok aku jemput kamu agar bisa bertemu dengan kakek untuk membicarakan hal ini. Sekarang aku pulang dulu," ucap Zion, kemudian beranjak dari tempat duduknya.

Farah meremas dress yang dikenakannya menatap Zion pergi meninggalkan apartemennya. Sesaat kemudian ia memegang perutnya yang masih terlihat datar.

"Sialan! Kakek tua itu mau masuk tanah pun masih mau menghalangi hubunganku dengan Zion. Dulu Zion sangat memanjakan aku dan menuruti semua keinginanku. Tapi sejak kakek bau tanah itu tahu hubungan kami dan tidak merestui hubungan kami, Zion jadi pelit sama aku. Saat ada anak ini di dalam rahimku, dan kesempatan untuk menikahi dengan Zion terbuka lebar, kakek bau tanah itu malah mau menikahkan Zion dengan perempuan lain. Seperti apa, sih, perempuan yang akan dinikahkan dengan Zion? Kenapa kakek tua itu nggak cepat mati juga, sih?" gumam Farah merasa kesal.

*

Hari telah berganti pagi dan Elin sudah siap dengan gaun pengantin berwarna putih yang kontras dengan kulitnya yang berwarna coklat karena terbakar matahari.

Di sisi lain Zion memakai tuksedo berwarna senada dengan Elin. Namun tentu saja dengan penampilan yang sempurna tanpa cela.

Melihat Zion yang begitu sempurna, Elin benar-benar minder bersanding dengan pemuda itu. Ingin rasanya ia lari dari pernikahan ini, tapi ia sudah terikat janji dengan Kakek Zhafran.

Jantungnya Elin berdegup kencang saat ia mengikat janji suci di hadapan Tuhan bersama Zion.

"Mulai hari ini, aku sudah tidak sendiri lagi. Tapi.. pernikahan macam apa yang akan aku jalani?" batin Elin tak bisa memprediksi nanti, esok hari, apalagi masa depan.

Sedangkan Zion juga merasakan jantungnya berdegup kencang saat mengikrarkan janji suci, "Kenapa aku merasa seperti ini? Apa karena ini pertama kalinya aku mengikrarkan janji suci di hadapan Tuhan?" batin Zion.

Pernikahan sederhana itu hanya disaksikan beberapa orang terdekatnya dan seluruh penghuni rumahnya. Karena acara pernikahan dilakukan di rumah.

Usai mengikat janji suci, Zion memakaikan cincin kawin di jari manis Elin yang kurus dengan cepat, seolah tak ingin bersentuhan dengan Elin lebih lama. Kebetulan cincin kawin Elin kebesaran, hingga sangat mudah memakaikannya.

Setelah itu gantian Elin yang memakaikan cincin di jari manis Zion. Karena tangannya tremor, Elin jadi kesulitan memakaikan cincin di jari manis Zion. Zion yang tidak sabar, pun langsung memakai cincin itu sendiri.

Sedikit pun Zion tidak mau menatap Elin. Setelah acara selesai, Zion bergegas masuk ke dalam kamarnya.

Sedangkan Elin bingung harus bagaimana, hingga akhirnya haya terdiam di tempatnya.

"Elin, sekarang kamar Zion adalah kamarmu juga. Susul lah Zion dan layani dia layaknya seorang istri," ucap kakek Zhafran dengan wajah yang terlihat semakin pucat.

"I..iya, Kek," sahut Elin patuh.

Dengan ragu gadis bertubuh kurus itu berjalan menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar Zion berada. Tidak ada pancaran kebahagiaan sama sekali di wajah Elin. Pernikahan mendadak yang tak pernah dibayangkannya dan sikap Zion yang sangat dingin lah penyebabnya.

"Aku harus bagaimana saat bersama Kak Zion nanti?" batin Elin seraya terus berjalan.

Kakek Zhafran terlihat menghela napas panjang menatap Elin yang melangkah menuju kamar cucunya.

"Hadi.." panggil kakek Zhafran dengan suara pelan dan lemah.

"Iya, Tuan besar," sahut Hadi sedikit menunduk.

"Aku serahkan Elin padamu. Ajari dan jadikan dia wanita cantik yang elegan. Dia adalah batu berlian, diasah sedikit saja pasti akan berkilau. Ajari dia berbisnis, lindungi dia dan adiknya dari siapapun yang berniat jahat pada mereka," titah Kakek Zhafran.

"Baik, Tuan besar," sahut Hadi patuh.

Dengan suara lemah Kakek Zhafran berkata, "Hadi, aku telah melakukan kesalahan besar. Aku telah menyakiti banyak orang karena kecerobohanku."

"Tuan, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Masa lalu tidak bisa diubah. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita memperbaiki semuanya," sahut Hadi dengan suara tenang.

...🌸❤️🌸...

To be continued

Terpopuler

Comments

Zudiyah Zudiyah

Zudiyah Zudiyah

kakek Zafran melakukan kesalhan pd ayah Elin kah

2024-10-09

2

Fadillah Ahmad

Fadillah Ahmad

Sebebarnya apasih yang terjadi sama kakek Zafran? Kenapa dia merasa bersalah ya sama Ellin? Apa rahasia yang di simpan oleh kakek Zafran ya kak Nana? aku bingung dengan teka teki ini sebenarnya?

2024-09-30

2

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

sepertinya farah bukan hamil anak ayok ya?

2024-09-24

2

lihat semua
Episodes
1 1. Persyaratan
2 2. Tidak Setuju
3 3. Cinta Dan Kewajiban
4 4. Cincin Kebesaran
5 5. Dingin
6 6. Minder
7 7. Syok Hemoragik
8 8. Jatuh
9 9. Tuduhan
10 10. Di Bawah Kamboja
11 11. Hilang
12 12. Menutupi
13 13. Metamorfosis
14 14. Merasa Bersalah
15 15. Bersuami, Tapi Perawan
16 16. Nekat
17 17. Dianggap Drama
18 18. Lupa
19 19. Gegana
20 20. Begitu Benci kah?
21 21. Berlawanan
22 22. Apa Keberatan?
23 23. Mengingatkan
24 24. Kasmaran
25 25. Pasang Surut
26 26. Ada Yang Kurang
27 27. Penasaran
28 28. Suram
29 29. Lalat Sampah
30 30. Meminta Pulang
31 31. Alasan Bertahan
32 32. Resah
33 33. Digulung Ombak
34 34. Janji
35 35. Susah Dinasehati
36 36. Risau
37 37. Tahu Semuanya
38 38. Poster
39 39. Terpaksa
40 40. Bimbang
41 41. Ingin Menceraikan
42 42. Benar-benar Melupakan
43 43. Pelarian Farah
44 44. Curiga
45 45. Manipulatif
46 46. Nekat
47 47. Tanpa Kabar
48 48. Merasa Lega
49 49. Keputusan
50 50. Menghampiri
51 51. Ke Luar Kota
52 52. Ada yang Janggal
53 53. Setengah Berbohong
54 54. Bertemu Lagi
55 55. Mengizinkan
56 56. Pertemuan Tak Terduga
57 57. Interaksi Adik-kakak
58 58. Untungnya
59 59. Benar-benar Berusaha
60 60. Yang kedua
61 61. Adik Manis Salah Masuk
62 62. Diawasi
63 63. Kekanak-kanakan
64 63. Bukan Sister Complex
65 65. Hampa
66 66. Memotivasi
67 67. Lupa Janji
68 68. Mengurus Perceraian
69 69. Di Ambang Kebenaran
70 70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71 71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72 72. Dilema Hati
73 73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74 74. Pelajaran Hidup
75 75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76 76. Ikatan Keluarga
77 77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78 78. Kebenaran yang Diungkapkan
79 79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80 80. Cintamu Ugal-ugalan
81 81. Konfrontasi Zion dan Franky
82 82. Perpisahan di Bandara
83 83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84 84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85 85. Dokumen Penting
86 86. Pertanyaan yang Menganggu
87 87. Ditampar Kenyataan
88 88. Kebenaran yang Menyakitkan
89 89. Jujur atau Tetap Diam?
90 90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91 91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92 92. Pengakuan Dosa
93 93. Kabar Keberadaan
94 94. Sebuah Amplop
95 95. Tidak Tahu Apa-apa
96 96. Kesuksesan yang Hampa
97 97. Penyanderaan
98 98. Sesuatu yang Familiar
99 99. Lebih dari Rekan Bisnis
100 100. Penyelidikan
101 101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102 102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103 103. Runtuh dan Hancur
104 104. Perasaan Lega
105 105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106 106. Momen yang Terulang
107 107. Jodoh Pilihan Bocil
Episodes

Updated 107 Episodes

1
1. Persyaratan
2
2. Tidak Setuju
3
3. Cinta Dan Kewajiban
4
4. Cincin Kebesaran
5
5. Dingin
6
6. Minder
7
7. Syok Hemoragik
8
8. Jatuh
9
9. Tuduhan
10
10. Di Bawah Kamboja
11
11. Hilang
12
12. Menutupi
13
13. Metamorfosis
14
14. Merasa Bersalah
15
15. Bersuami, Tapi Perawan
16
16. Nekat
17
17. Dianggap Drama
18
18. Lupa
19
19. Gegana
20
20. Begitu Benci kah?
21
21. Berlawanan
22
22. Apa Keberatan?
23
23. Mengingatkan
24
24. Kasmaran
25
25. Pasang Surut
26
26. Ada Yang Kurang
27
27. Penasaran
28
28. Suram
29
29. Lalat Sampah
30
30. Meminta Pulang
31
31. Alasan Bertahan
32
32. Resah
33
33. Digulung Ombak
34
34. Janji
35
35. Susah Dinasehati
36
36. Risau
37
37. Tahu Semuanya
38
38. Poster
39
39. Terpaksa
40
40. Bimbang
41
41. Ingin Menceraikan
42
42. Benar-benar Melupakan
43
43. Pelarian Farah
44
44. Curiga
45
45. Manipulatif
46
46. Nekat
47
47. Tanpa Kabar
48
48. Merasa Lega
49
49. Keputusan
50
50. Menghampiri
51
51. Ke Luar Kota
52
52. Ada yang Janggal
53
53. Setengah Berbohong
54
54. Bertemu Lagi
55
55. Mengizinkan
56
56. Pertemuan Tak Terduga
57
57. Interaksi Adik-kakak
58
58. Untungnya
59
59. Benar-benar Berusaha
60
60. Yang kedua
61
61. Adik Manis Salah Masuk
62
62. Diawasi
63
63. Kekanak-kanakan
64
63. Bukan Sister Complex
65
65. Hampa
66
66. Memotivasi
67
67. Lupa Janji
68
68. Mengurus Perceraian
69
69. Di Ambang Kebenaran
70
70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71
71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72
72. Dilema Hati
73
73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74
74. Pelajaran Hidup
75
75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76
76. Ikatan Keluarga
77
77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78
78. Kebenaran yang Diungkapkan
79
79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80
80. Cintamu Ugal-ugalan
81
81. Konfrontasi Zion dan Franky
82
82. Perpisahan di Bandara
83
83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84
84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85
85. Dokumen Penting
86
86. Pertanyaan yang Menganggu
87
87. Ditampar Kenyataan
88
88. Kebenaran yang Menyakitkan
89
89. Jujur atau Tetap Diam?
90
90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91
91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92
92. Pengakuan Dosa
93
93. Kabar Keberadaan
94
94. Sebuah Amplop
95
95. Tidak Tahu Apa-apa
96
96. Kesuksesan yang Hampa
97
97. Penyanderaan
98
98. Sesuatu yang Familiar
99
99. Lebih dari Rekan Bisnis
100
100. Penyelidikan
101
101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102
102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103
103. Runtuh dan Hancur
104
104. Perasaan Lega
105
105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106
106. Momen yang Terulang
107
107. Jodoh Pilihan Bocil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!