14. Merasa Bersalah

Elin keluar dari kamar Kakek Zhafran saat seorang pelayan memberitahu kalau makan malam sudah siap.

Semenjak tinggal di toko kuenya, Elin sudah terbiasa makan malam sendirian. Namun kadang makan di luar bersama Pak Hadi dan Bu Heni atau dengan teman-teman sosialitanya.

Meskipun sekarang Elin sudah bisa hidup mandiri dan bisa mengelola usaha sendiri, tapi Pak Hadi tetap mengajari Elin untuk berbisnis, terutama dalam hal menanam saham. Atas bimbingan Pak Hadi, sekarang Elin sudah memiliki saham di beberapa perusahaan, termasuk di perusahaan yang diwariskan Kakek Zhafran pada Zion.

Elin duduk di salah satu kursi meja makan menatap lauk pauk yang ada di atas meja. Juni melayani Elin dengan baik, hingga Elin selesai makan.

"Oh, ya, Bik Juni, aku tadi bawa kue dari toko. Bibi ambil di mobil, ya, bagi-bagi sama yang lain. Aku juga bawakan kue lapis legit kesukaan bibi," ucap Elin seraya memberikan kunci mobilnya pada Juni.

"Terima kasih, Nyonya," ucap Juni dengan senyuman yang merekah.

"Sama-sama, Bik," sahut Elin tersenyum tipis, kemudian beranjak dari duduknya. Ia berjalan menuju kamarnya.

Sedangkan Juni bergegas menuju mobil Elin dan mengambil kue dari dalam mobil. Semua pelayan pun nampak senang karena dibawakan banyak kue oleh Elin.

"Nyonya Elin ini sudah cantik, ramah, rendah hati, nggak pelit lagi,"

"Iya, setiap pulang pasti bawa oleh-oleh buat kita semua,"

"Bahkan sering ngasih bonus setiap gajian. Kadang pakaian, kadang uang, kadang sembako,"

"Nyonya pernah merasakan jadi orang nggak punya, jadi ngerti sama kita-kita,"

"Kamu benar. Tapi sayangnya jadi istri yang diabaikan,"

"Dulu nyonya memang dekil, kurus dan kumal, jadi wajar kalau Tuan muda nggak tertarik,"

"Kalau sekarang, pria mana yang nggak tertarik bila melihat nyonya,"

"Ada,"

"Siapa?"

"Pria tunanetra,"

"Ngaco!"

"Siapa bilang pria tunanetra tidak akan tertarik pada nyonya? Pria tunanetra bisa jadi suka sama Nyonya, orang suara dan sikap nyonya lembut gitu,"

"Iya, juga, ya?"

"Tapi.. nyonya memang jauh berubah dari pertama kali datang ke rumah ini,"

"Uang memang ajaib. Bisa menyulap itik menjadi angsa,"

"Yahh... begitulah realita,"

"Sekarang kalau Tuan muda bertemu dengan nyonya, masih kenal nggak, ya?"

"Aku rasa nggak, deh! Nyonya berubah sangat drastis,"

"Sayang sekali, istri baik dan cantik begitu malah ditinggal bertahun-tahun. Cuma dijadikan istri di atas kertas, istri pajangan,"

"Semuanya karena tragedi kematian pacar Tuan muda waktu itu,"

"Tapi aku nggak percaya kalau Nyonya Elin yang membuat pacar Tuan muda keguguran dan meninggal,"

"Aku juga. Apalagi waktu itu nyonya Elin masih polos dan lugu,"

"Tapi jujur, aku nggak suka sama pacar Tuan muda itu,"

"Siapa yang suka sama perempuan seperti itu? Belum jadi nyonya saja sombong dan angkuh. Gimana kalau jadi nyonya?"

"Tuan muda sudah dibutakan cinta dan kecantikan. Padahal, sekarang Nyonya Elin lebih cantik daripada perempuan itu,"

"Sampai sekarang masih menjadi misteri siapa sebenarnya yang telah membuat pacar Tuan muda meninggal,"

"Kasihan nyonya.."

Mendengar percakapan para pelayan lain yang sedang asyik menikmati kue yang dibawakan Elin, Juli tertunduk. Tangannya yang memegang kue nampak gemetar. Juni yang menyadarinya pun menggenggam jemari tangan suaminya yang gemetar. Ia mencoba menenangkan suaminya.

Saat malam sudah semakin larut, Juli dan Juni pun masuk ke kamar mereka. Juli berdiri bersandar di samping jendela kamarnya. Wajahnya menghadap ke arah jendela yang di depannya ada taman bunga. Tatapan matanya kosong, pikirannya menerawang ke masa lalu saat ia mengemudikan mobil yang membawa Zion dan Farah ke rumah sakit.

"Pak.." panggil Juni seraya mengusap lembut lengan suaminya.

Juli tersentak dari lamunannya, kemudian menghela napas panjang.

"Bapak pasti kepikiran tentang peristiwa itu, ya?" tanya Juni.

"Kalau bapak tidak membuat ban mobilnya bocor, mungkin perempuan itu nggak bakal mati, Bu. Bapak hanya ingin dia keguguran, bukan membunuhnya," gumam Juli lirih.

"Ibu tahu. Sampai saat ini kita tidak tahu, siapa yang telah membuat perempuan itu keguguran. Malam itu, 'kan, ibu hanya ingin membuat alerginya kambuh saja, tapi malah keguguran. Jangan-jangan... dia sengaja menggugurkan kandungannya sendiri, Pak. Soalnya malam itu dia bilang akan melenyapkan bayi itu. Dasar wanita murahan! Dia hamil dengan laki-laki lain, tapi malah mengaku kalau itu adalah anak Tuan muda, agar bisa menikah dengan Tuan muda," kesal Juni. Malam itu Juni menguping pembicaraan Farah yang sedang menerima panggilan telepon dari Angga.

"Bapak merasa bersalah, Bu. Karena kejadian itu, Nyonya Elin dianggap pembunuh oleh Tuan muda dan dijadikan istri pajangan,"

"Kalau bapak mengaku, bapak bisa dipenjara," sahut Juni membuang napas kasar.

"Tapi bapak merasa menjadi penyebab ketidak bahagian Nyonya Elin, Bu," sahut Juli.

Juni menghela napas panjang yang terasa berat, "Nyonya Elin adalah wanita yang cantik dan baik, ibu yakin suatu hari nanti nyonya akan menemukan kebahagiaannya."

*

Di sebuah villa yang ada di luar kota, seorang pria yang tidak lain adalah Angga nampak memasuki sebuah kamar. Ia tersenyum menatap seorang wanita yang berdiri menghadap ke arah jendela.

"Apa kabarmu hari ini, Sayang?" tanya Angga seraya memeluk wanita itu dari belakang.

"Apa kabarku? Aku bosan dikurung bagaikan burung. Biarkan aku pergi! Aku tak ingin berada di sin lagi," sahut wanita yang tidak lain adalah Farah dengan suara dingin dan wajah datar.

Ya, Farah masih hidup dan sekarang tinggal di sebuah vila milik Angga. Bagaimana bisa? Rumah sakit tempat Farah ditangani saat keguguran dulu adalah rumah sakit milik orang tua Angga.

Lima tahun yang lalu, Angga yang selalu memantau Farah merasa sangat beruntung saat Zion membawa Farah ke rumah sakit milik orang tuanya. Farah saat itu ternyata tidak meninggal, tapi mati suri. Menyadari hal itu, saat Zion pergi, Angga langsung memerintahkan semua orang yang tahu Farah dirawat di rumah sakit itu untuk tutup mulut tentang keberadaan Farah.

Angga tersenyum dingin, lalu berbisik di telinga Farah, "Aku tidak akan membiarkan kamu pergi. Kamu sudah membunuh anakku, jadi kamu harus menggantinya."

"Sudah aku bilang, aku tidak menggugurkan bayi itu. Ada orang yang sengaja membuat aku keguguran," sergah Farah merasa kesal karena Angga tak pernah percaya kalau keguguran yang dialaminya bukan karena dirinya.

"Oh, ya? Siapa?" tanya Angga menatap Farah dari samping dengan tatapan tajam seolah ingin mengoyak tubuh Farah dengan tatapan matanya.

Farah menelan salivanya kasar dan tubuhnya tiba-tiba menjadi tegang saat melihat tatapan tajam Angga, "Mu.. mungkin gadis yang dinikahkan dengan Zion, kakeknya Zion, atau Pak Hadi atas perintah kakek Zion. Mereka tidak menyukai aku," sahut Farah yang juga tidak mengetahui siapa yang telah mencelakai dirinya.

"Bull shift! Kamu hanya mengarang cerita. Bahkan sampai saat ini Zion belum menikah. Dia tinggal di luar negeri bersama ibu susunya selama lima tahun terakhir ini," tukas Angga.

Ia tidak tahu kalau Zion sudah menikah, karena Elin dan Zion tinggal terpisah dan belum ada yang tahu tentang pernikahan Zion dengan Elin selain orang-orang di rumahnya dan Farah. Apalagi empat tahun terakhir ini Elin tinggal di toko kuenya.

"Zion tinggal di luar negeri? Kalau begitu, kenapa kamu tidak melepaskan aku? Aku tidak mungkin menyusul Zion ke luar negeri, karena semua dokumen pribadiku ada sama kamu,"

Angga memutar tubuh Farah menghadap dirinya, "Kamu memang tidak mungkin menyusul Zion, tapi bukan tidak mungkin kamu merayu pria lain yang lebih kaya dari aku dan Zion, bukan?" tanya Angga tersenyum dingin membuat Farah menelan salivanya kasar.

Posesif. Itulah perasaan Angga pada Farah. Posesif adalah rasa ingin memiliki yang berlebihan dan membuat seseorang merasa berhak untuk mengatur, membatasi, serta melarang hidup pasangannya.

Sikap Angga ini membuat Farah merasa tidak nyaman, apalagi sejak awal Farah hanya tertarik pada kekayaan Angga. Setelah bertemu dengan Zion yang lebih segalanya dari Angga, Farah pun memutuskan Angga, tapi Angga tidak terima.

"A..aku tidak akan melakukannya. Aku hanya mencintai kamu. Aku hanya ingin hidup seperti orang normal lainnya," dusta Farah yang ingin lepas dari Angga.

Angga kembali menyunggingkan senyuman dingin, namun kali ini dengan tatapan tajam penuh dendam yang membuat tubuh Farah berkeringat dingin.

Angga mencengkram erat pipi Farah, "Sayangnya... aku tidak percaya lagi dengan kata-katamu. Aku pernah mencintaimu sepenuh hati, tapi nyatanya kamu tidak pernah mencintai aku. Kamu hanya mencintai uangku, dan kamu mencampakkan aku setelah menemukan pria lain yang lebih dariku. Aku tidak terima penghinaan ini. Karena itu, selamanya kamu tidak akan pernah menjadi istri siapapun. Kamu hanya pantas menjadi boneka pemuas nafsuku."

Cinta yang berubah menjadi benci dan dendam, itulah yang terjadi pada Angga. Karena cintanya yang tulus dikhianati Farah.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Zudiyah Zudiyah

Zudiyah Zudiyah

mulai terungkap, Farah masih hidup, mungkinkah yg memberi obat pengguur kandungan Farah adalah Mira? kalo bu Juni & pak Juli hanya memberi obat alergi saja.

2024-10-09

2

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

farah masih hidup. selama ada angga, farah tak akan bisa pergi kemanapun. apa kabar zyon?

2024-09-26

2

Elminar Varida

Elminar Varida

Deritamulah Farah..😄😄

2024-09-18

2

lihat semua
Episodes
1 1. Persyaratan
2 2. Tidak Setuju
3 3. Cinta Dan Kewajiban
4 4. Cincin Kebesaran
5 5. Dingin
6 6. Minder
7 7. Syok Hemoragik
8 8. Jatuh
9 9. Tuduhan
10 10. Di Bawah Kamboja
11 11. Hilang
12 12. Menutupi
13 13. Metamorfosis
14 14. Merasa Bersalah
15 15. Bersuami, Tapi Perawan
16 16. Nekat
17 17. Dianggap Drama
18 18. Lupa
19 19. Gegana
20 20. Begitu Benci kah?
21 21. Berlawanan
22 22. Apa Keberatan?
23 23. Mengingatkan
24 24. Kasmaran
25 25. Pasang Surut
26 26. Ada Yang Kurang
27 27. Penasaran
28 28. Suram
29 29. Lalat Sampah
30 30. Meminta Pulang
31 31. Alasan Bertahan
32 32. Resah
33 33. Digulung Ombak
34 34. Janji
35 35. Susah Dinasehati
36 36. Risau
37 37. Tahu Semuanya
38 38. Poster
39 39. Terpaksa
40 40. Bimbang
41 41. Ingin Menceraikan
42 42. Benar-benar Melupakan
43 43. Pelarian Farah
44 44. Curiga
45 45. Manipulatif
46 46. Nekat
47 47. Tanpa Kabar
48 48. Merasa Lega
49 49. Keputusan
50 50. Menghampiri
51 51. Ke Luar Kota
52 52. Ada yang Janggal
53 53. Setengah Berbohong
54 54. Bertemu Lagi
55 55. Mengizinkan
56 56. Pertemuan Tak Terduga
57 57. Interaksi Adik-kakak
58 58. Untungnya
59 59. Benar-benar Berusaha
60 60. Yang kedua
61 61. Adik Manis Salah Masuk
62 62. Diawasi
63 63. Kekanak-kanakan
64 63. Bukan Sister Complex
65 65. Hampa
66 66. Memotivasi
67 67. Lupa Janji
68 68. Mengurus Perceraian
69 69. Di Ambang Kebenaran
70 70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71 71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72 72. Dilema Hati
73 73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74 74. Pelajaran Hidup
75 75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76 76. Ikatan Keluarga
77 77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78 78. Kebenaran yang Diungkapkan
79 79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80 80. Cintamu Ugal-ugalan
81 81. Konfrontasi Zion dan Franky
82 82. Perpisahan di Bandara
83 83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84 84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85 85. Dokumen Penting
86 86. Pertanyaan yang Menganggu
87 87. Ditampar Kenyataan
88 88. Kebenaran yang Menyakitkan
89 89. Jujur atau Tetap Diam?
90 90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91 91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92 92. Pengakuan Dosa
93 93. Kabar Keberadaan
94 94. Sebuah Amplop
95 95. Tidak Tahu Apa-apa
96 96. Kesuksesan yang Hampa
97 97. Penyanderaan
98 98. Sesuatu yang Familiar
99 99. Lebih dari Rekan Bisnis
100 100. Penyelidikan
101 101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102 102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103 103. Runtuh dan Hancur
104 104. Perasaan Lega
105 105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106 106. Momen yang Terulang
107 107. Jodoh Pilihan Bocil
Episodes

Updated 107 Episodes

1
1. Persyaratan
2
2. Tidak Setuju
3
3. Cinta Dan Kewajiban
4
4. Cincin Kebesaran
5
5. Dingin
6
6. Minder
7
7. Syok Hemoragik
8
8. Jatuh
9
9. Tuduhan
10
10. Di Bawah Kamboja
11
11. Hilang
12
12. Menutupi
13
13. Metamorfosis
14
14. Merasa Bersalah
15
15. Bersuami, Tapi Perawan
16
16. Nekat
17
17. Dianggap Drama
18
18. Lupa
19
19. Gegana
20
20. Begitu Benci kah?
21
21. Berlawanan
22
22. Apa Keberatan?
23
23. Mengingatkan
24
24. Kasmaran
25
25. Pasang Surut
26
26. Ada Yang Kurang
27
27. Penasaran
28
28. Suram
29
29. Lalat Sampah
30
30. Meminta Pulang
31
31. Alasan Bertahan
32
32. Resah
33
33. Digulung Ombak
34
34. Janji
35
35. Susah Dinasehati
36
36. Risau
37
37. Tahu Semuanya
38
38. Poster
39
39. Terpaksa
40
40. Bimbang
41
41. Ingin Menceraikan
42
42. Benar-benar Melupakan
43
43. Pelarian Farah
44
44. Curiga
45
45. Manipulatif
46
46. Nekat
47
47. Tanpa Kabar
48
48. Merasa Lega
49
49. Keputusan
50
50. Menghampiri
51
51. Ke Luar Kota
52
52. Ada yang Janggal
53
53. Setengah Berbohong
54
54. Bertemu Lagi
55
55. Mengizinkan
56
56. Pertemuan Tak Terduga
57
57. Interaksi Adik-kakak
58
58. Untungnya
59
59. Benar-benar Berusaha
60
60. Yang kedua
61
61. Adik Manis Salah Masuk
62
62. Diawasi
63
63. Kekanak-kanakan
64
63. Bukan Sister Complex
65
65. Hampa
66
66. Memotivasi
67
67. Lupa Janji
68
68. Mengurus Perceraian
69
69. Di Ambang Kebenaran
70
70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71
71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72
72. Dilema Hati
73
73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74
74. Pelajaran Hidup
75
75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76
76. Ikatan Keluarga
77
77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78
78. Kebenaran yang Diungkapkan
79
79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80
80. Cintamu Ugal-ugalan
81
81. Konfrontasi Zion dan Franky
82
82. Perpisahan di Bandara
83
83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84
84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85
85. Dokumen Penting
86
86. Pertanyaan yang Menganggu
87
87. Ditampar Kenyataan
88
88. Kebenaran yang Menyakitkan
89
89. Jujur atau Tetap Diam?
90
90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91
91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92
92. Pengakuan Dosa
93
93. Kabar Keberadaan
94
94. Sebuah Amplop
95
95. Tidak Tahu Apa-apa
96
96. Kesuksesan yang Hampa
97
97. Penyanderaan
98
98. Sesuatu yang Familiar
99
99. Lebih dari Rekan Bisnis
100
100. Penyelidikan
101
101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102
102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103
103. Runtuh dan Hancur
104
104. Perasaan Lega
105
105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106
106. Momen yang Terulang
107
107. Jodoh Pilihan Bocil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!