7. Syok Hemoragik

Farah tiba-tiba merasakan sakit perutnya tidak tertahan. Ia reflek memegang perutnya dan tanpa sengaja menyenggol piringnya hingga jatuh dan pecah.

"Apa yang terjadi?" tanya Zion tiba-tiba jantungnya berdetak kencang saat melihat wajah Farah yang menegang.

"Non Farah kenapa?" tanya Mira menatap Farah penuh kekhawatiran.

Kakek Zhafran hanya mengernyitkan keningnya menatap Farah. Elin spontan berhenti makan dan menatap ke arah Farah. Juni tersenyum sinis. Sedangkan Pak Hadi tersenyum samar.

"Zi..perutku sakit sekali.. anak kita..." ucap Farah dengan wajah penuh peluh dan pucat. Satu tangannya memegang perutnya dan satu tangan lagi memegang erat tangan Zion.

"Kita ke rumah sakit sekarang," Zion langsung menggendong Farah, "Pak Juli! Cepat antar kami ke rumah sakit!" teriak Zion seraya menggendong Farah keluar dari rumah.

"Iya, Tuan," sahut suara seorang pria yang tidak lain adalah Juli.

Dengan jantung berdegup kencang, Zion membawa Farah ke rumah sakit terdekat. Ia memangku Farah dan Pak Juli langsung melajukan mobil.

"Zi.. aku tidak mau kehilangan anak kita.." Farah mulai menangis. Jika ia keguguran, maka kemungkinan besar kakeknya Zion tidak jadi menikahkan mereka. Memikirkan hal itu semakin membuat wajah Farah pucat.

"Tenang lah! Kita akan segera sampai di rumah sakit. Lebih cepat lagi, Pak!" titah Zion pada sang supir dengan tangan gemetar karena melihat darah di dress berwarna peach yang dikenakan Farah. Sedangkan Farah nampak semakin pucat dengan tangan mencengkram erat lengan Zion.

"Ckiit.."

"Akkh.." pekik Farah karena tiba-tiba sang supir mengerem mendadak, membuat Farah semakin kesakitan.

"Apa yang bapak lakukan? Kenapa mengerem mendadak?" sergah Zion dengan intonasi suara meninggi karena Farah hampir saja jatuh dari pangkuannya. Celana jeans yang dikenakannya terasa basah oleh darah Farah.

"Ada yang menyebrang tiba-tiba, Tuan," sahut Juli.

"Shiitt..!" umpatnya, "cepat jalan lagi!" titah Zion tak sabar.

Mobil yang ditumpangi Zion dan Farah kembali melaju dengan kencang mendahului beberapa kendaraan di depannya. Namun beberapa menit kemudian mobil itu melambat.

"Kenapa melambat, Pak?" tanya Zion yang terlihat panik dan tidak sabar.

"Sepertinya ban mobil kita kempis, Tuan," sahut Juli.

"Shiitt! Terus jalan!" titah Zion.

"Tidak bisa Tuan, jika dipaksakan akan membahayakan kita sendiri dan juga orang lain," tolak Juli yang memang benar adanya.

"Zi..sakit sekali.." gumam Farah dengan suara yang terdengar lemah.

"Sabar, Far.." Zion berusaha menenangkan Farah meskipun ia sendiri panik.

Pada akhirnya Zion mencari taksi online dan supirnya mencoba mencari taksi kosong yang lewat. Beberapa menit kemudian Zion menaiki taksi online.

Pak Juli, sang supir pribadi nampak tersenyum samar menatap mobil yang ditumpangi Zion dan Farah melaju meninggalkannya.

"Juni, dia akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak yang sangat diharapkannya. Seperti kita yang kehilangan anak kita karena dia," gumam Juli dengan bibir menyunggingkan senyuman, tapi matanya berkaca-kaca.

Tangan kirinya terkepal erat, sedangkan tangan kanannya memegang pisau kecil dan runcing. Pisau yang dipakainya untuk menusuk ban mobil agar dalam perjalanan kempis. Memperlambat Farah tiba di rumah sakit agar bayinya tidak tertolong, itulah tujuan Juli.

Apa alasan Juli melakukan hal ini? Pertama kali Farah datang ke rumah Zion, ia mendorong Juni, istri Juli karena Juni tidak sengaja menumpahkan kopi di dress Farah. Juni jatuh dan keguguran karena insiden tersebut, sebab kandungan Juni memang lemah. Sejak saat itu Juli dan Juni membenci Farah dan merasa senang saat mengetahui Kekek Zhafran tidak merestui hubungan Zion dan Farah.

Namun mereka kecewa saat mengetahui Zion akan menikahi Farah karena Farah sedang mengandung anak Zion. Karena itu Juli dan Juni ingin Farah kehilangan bayinya, sekaligus agar tidak bisa menikah dengan Zion. Mereka tidak ingin memiliki nyonya yang sombong seperti Farah.

*

Di sisi lain, Zion membawa Farah menuju rumah sakit terdekat, karena jarak rumah sakit besar masih jauh dan Farah sudah mengeluarkan banyak darah. Tubuh Farah lemas dan wajahnya pucat pasi. Bahkan saat tiba di rumah sakit, Farah sudah pingsan.

Zion menunggu Farah dengan wajah yang terlihat tegang seraya mondar mandir di depan UGD. Menempelkan ponselnya di telinganya berusaha menghubungi kedua orang tua Farah yang berada di kota lain. Namun sayangnya ponsel orang tua Farah tidak aktif.

Selama ini Farah memang tinggal sendirian di kota ini, sedangkan orang tua Farah tinggal di kota lain. Farah bekerja sebagai manajer di sebuah hotel dan tinggal di apartemen yang disewakan oleh Zion.

"Mereka benar-benar tidak bisa dihubungi. Bagaimana aku memberitahu mereka tentang keadaan Farah?" gumam Zion mengusap wajahnya kasar.

Seorang perawat keluar dari ruangan dengan buru-buru, tak lama kemudian kembali dengan seorang perawat lagi. Hingga setelah lama menunggu, dokter pun keluar dari ruangan tempat Farah ditangani.

"Bagaimana keadaan Farah dan bayinya, Dok?" tanya Zion diliput rasa khawatir.

"Apa Anda suaminya?" tanya sang dokter.

"Iya.." dusta Zion.

"Anda terlambat membawa istri Anda kemari, hingga istri Anda mengalami syok hemoragik," ucap sang dokter lambat-lambat.

"Syok hemoragik?" tanya Zion tak mengerti.

"Iya. Syok hemoragik adalah kehilangan darah dalam jumlah besar, dalam hal ini karena keguguran. Dalam situasi ini, terjadi perdarahan yang signifikan akibat keluarnya jaringan atau darah dari rahim, yang dapat mengakibatkan penurunan volume darah dan berpotensi menyebabkan syok.

"Jika keguguran menyebabkan kehilangan darah yang cukup besar sehingga mengancam stabilitas hemodinamik (tekanan darah dan aliran darah ke organ vital), pasien bisa mengalami gejala syok, seperti tekanan darah rendah, denyut nadi cepat, dan kelemahan. Dalam kasus ini, penanganan medis yang cepat sangat penting untuk menghentikan perdarahan dan mengembalikan volume darah yang hilang, serta memantau kesehatan ibu.," jelas sang dokter.

"Lalu.. bagaimana keadaan Farah?" tanya Zion dengan wajah pias dan keringat dingin di wajahnya yang tegang.

"Dengan sangat menyesal saya sampaikan, bahwa anak dan istri Anda tidak bisa kami selamatkan. Istri Anda kehilangan darah terlalu banyak saat tiba di sini," sahut sang dokter lambat-lambat dengan ekspresi wajah tak berdaya.

"Tidak.. tidak mungkin. Beberapa jam yang lalu Farah baik-baik saja, Dok. Apa yang menyebabkan dia tiba-tiba sakit perut dan kehilangan banyak darah, Dok?" tanya Zion seraya memegang kedua pundak dokter tersebut dan mengguncang tubuh sang dokter.

Zion tidak tahu bagaimana ia akan menjelaskan pada orang tua Farah atas meninggalnya Farah.

"Sabar, Tuan! Kami menemukan jejak obat penggugur kandungan di tubuh istri Anda," ucap sang dokter membuat mata Zion terbelalak.

Zion tidak percaya kalau Farah minum obat penggugur kandungan, karena Farah nampak senang saat memberitahu dirinya bahwa ia sedang mengandung. Tapi kenyataannya dokter menemukan jejak obat penggugur kandungan di tubuh Farah.

Dengan kaki yang terasa berat, Zion melangkah masuk ke ruangan dimana Farah berada. Perawat nampak mundur memberi ruang pada Zion untuk melihat Farah.

Tangan Zion nampak tremor saat membuka kain putih yang menutupi seluruh tubuh Farah. Zion menatap wajah Farah yang pucat tanpa napas. Ia tidak menyangka kalau Farah akan meninggal dengan cara seperti ini. Masih banyak tanda tanya dalam hatinya kenapa Farah mengkonsumsi obat penggugur kandungan.

"Maaf.. aku terlambat membawamu ke rumah sakit. Ini semua salahku. Maaf.." gumam Zion menitikkan air mata menggenggam jemari tangan Farah. Tubuh Zion terasa lemas hingga terduduk di samping tempat Farah terbaring.

Zion mengenang hari-hari yang telah ia lewati bersama Farah. Sudah satu tahun Zion menjalin hubungan dengan Farah, tapi tidak direstui oleh kakeknya dengan alasan kalau Farah adalah perempuan matre yang hanya menginginkan hartanya karena saat diawal-awal hubungannya dengan Farah, Zion memang menuruti apapun yang diinginkan Farah.

Sejak saat itu Kakek Zhafran membatasi pengeluaran Zion dan menyatakan dengan tegas tidak akan pernah merestui hubungannya dengan Farah. Namun Zion malah back street dengan Farah, alias merahasiakan hubungannya dengan Farah dan mengaku pada kakeknya sudah putus dengan Farah. Hingga kemarin ia mengatakan pada kakeknya bahwa Farah sedang mengandung.

Zion beranjak berdiri dan kembali menatap wajah Farah, "Apa karena aku mengatakan bahwa anak kami tidak akan mendapatkan warisan apapun dari kakek?" gumam Zion yang teringat pembicaraannya dengan Farah saat mobil Zion sudah berada di depan rumahnya.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Fadillah Ahmad

Fadillah Ahmad

B8sa tolong di revisi nggk kak? kata "Sang pribadi" itu kurang enak di baca kak,bisa minta tolong di revisi kak Nana? mohon di pertimbangkan ya kak. Terimakasih.

2024-10-01

2

Fadillah Ahmad

Fadillah Ahmad

Klw bisa kata "Sang pribadi" itu di hapus saja kak,jadi narasi nya kayak gini "Pak juli tersenyum samar" kayak gitu saja kak.

2024-10-01

2

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

dendam memang sadis. seperti Pak juni & Juli.

2024-09-25

2

lihat semua
Episodes
1 1. Persyaratan
2 2. Tidak Setuju
3 3. Cinta Dan Kewajiban
4 4. Cincin Kebesaran
5 5. Dingin
6 6. Minder
7 7. Syok Hemoragik
8 8. Jatuh
9 9. Tuduhan
10 10. Di Bawah Kamboja
11 11. Hilang
12 12. Menutupi
13 13. Metamorfosis
14 14. Merasa Bersalah
15 15. Bersuami, Tapi Perawan
16 16. Nekat
17 17. Dianggap Drama
18 18. Lupa
19 19. Gegana
20 20. Begitu Benci kah?
21 21. Berlawanan
22 22. Apa Keberatan?
23 23. Mengingatkan
24 24. Kasmaran
25 25. Pasang Surut
26 26. Ada Yang Kurang
27 27. Penasaran
28 28. Suram
29 29. Lalat Sampah
30 30. Meminta Pulang
31 31. Alasan Bertahan
32 32. Resah
33 33. Digulung Ombak
34 34. Janji
35 35. Susah Dinasehati
36 36. Risau
37 37. Tahu Semuanya
38 38. Poster
39 39. Terpaksa
40 40. Bimbang
41 41. Ingin Menceraikan
42 42. Benar-benar Melupakan
43 43. Pelarian Farah
44 44. Curiga
45 45. Manipulatif
46 46. Nekat
47 47. Tanpa Kabar
48 48. Merasa Lega
49 49. Keputusan
50 50. Menghampiri
51 51. Ke Luar Kota
52 52. Ada yang Janggal
53 53. Setengah Berbohong
54 54. Bertemu Lagi
55 55. Mengizinkan
56 56. Pertemuan Tak Terduga
57 57. Interaksi Adik-kakak
58 58. Untungnya
59 59. Benar-benar Berusaha
60 60. Yang kedua
61 61. Adik Manis Salah Masuk
62 62. Diawasi
63 63. Kekanak-kanakan
64 63. Bukan Sister Complex
65 65. Hampa
66 66. Memotivasi
67 67. Lupa Janji
68 68. Mengurus Perceraian
69 69. Di Ambang Kebenaran
70 70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71 71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72 72. Dilema Hati
73 73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74 74. Pelajaran Hidup
75 75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76 76. Ikatan Keluarga
77 77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78 78. Kebenaran yang Diungkapkan
79 79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80 80. Cintamu Ugal-ugalan
81 81. Konfrontasi Zion dan Franky
82 82. Perpisahan di Bandara
83 83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84 84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85 85. Dokumen Penting
86 86. Pertanyaan yang Menganggu
87 87. Ditampar Kenyataan
88 88. Kebenaran yang Menyakitkan
89 89. Jujur atau Tetap Diam?
90 90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91 91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92 92. Pengakuan Dosa
93 93. Kabar Keberadaan
94 94. Sebuah Amplop
95 95. Tidak Tahu Apa-apa
96 96. Kesuksesan yang Hampa
97 97. Penyanderaan
98 98. Sesuatu yang Familiar
99 99. Lebih dari Rekan Bisnis
100 100. Penyelidikan
101 101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102 102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103 103. Runtuh dan Hancur
104 104. Perasaan Lega
105 105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106 106. Momen yang Terulang
107 107. Jodoh Pilihan Bocil
Episodes

Updated 107 Episodes

1
1. Persyaratan
2
2. Tidak Setuju
3
3. Cinta Dan Kewajiban
4
4. Cincin Kebesaran
5
5. Dingin
6
6. Minder
7
7. Syok Hemoragik
8
8. Jatuh
9
9. Tuduhan
10
10. Di Bawah Kamboja
11
11. Hilang
12
12. Menutupi
13
13. Metamorfosis
14
14. Merasa Bersalah
15
15. Bersuami, Tapi Perawan
16
16. Nekat
17
17. Dianggap Drama
18
18. Lupa
19
19. Gegana
20
20. Begitu Benci kah?
21
21. Berlawanan
22
22. Apa Keberatan?
23
23. Mengingatkan
24
24. Kasmaran
25
25. Pasang Surut
26
26. Ada Yang Kurang
27
27. Penasaran
28
28. Suram
29
29. Lalat Sampah
30
30. Meminta Pulang
31
31. Alasan Bertahan
32
32. Resah
33
33. Digulung Ombak
34
34. Janji
35
35. Susah Dinasehati
36
36. Risau
37
37. Tahu Semuanya
38
38. Poster
39
39. Terpaksa
40
40. Bimbang
41
41. Ingin Menceraikan
42
42. Benar-benar Melupakan
43
43. Pelarian Farah
44
44. Curiga
45
45. Manipulatif
46
46. Nekat
47
47. Tanpa Kabar
48
48. Merasa Lega
49
49. Keputusan
50
50. Menghampiri
51
51. Ke Luar Kota
52
52. Ada yang Janggal
53
53. Setengah Berbohong
54
54. Bertemu Lagi
55
55. Mengizinkan
56
56. Pertemuan Tak Terduga
57
57. Interaksi Adik-kakak
58
58. Untungnya
59
59. Benar-benar Berusaha
60
60. Yang kedua
61
61. Adik Manis Salah Masuk
62
62. Diawasi
63
63. Kekanak-kanakan
64
63. Bukan Sister Complex
65
65. Hampa
66
66. Memotivasi
67
67. Lupa Janji
68
68. Mengurus Perceraian
69
69. Di Ambang Kebenaran
70
70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71
71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72
72. Dilema Hati
73
73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74
74. Pelajaran Hidup
75
75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76
76. Ikatan Keluarga
77
77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78
78. Kebenaran yang Diungkapkan
79
79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80
80. Cintamu Ugal-ugalan
81
81. Konfrontasi Zion dan Franky
82
82. Perpisahan di Bandara
83
83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84
84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85
85. Dokumen Penting
86
86. Pertanyaan yang Menganggu
87
87. Ditampar Kenyataan
88
88. Kebenaran yang Menyakitkan
89
89. Jujur atau Tetap Diam?
90
90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91
91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92
92. Pengakuan Dosa
93
93. Kabar Keberadaan
94
94. Sebuah Amplop
95
95. Tidak Tahu Apa-apa
96
96. Kesuksesan yang Hampa
97
97. Penyanderaan
98
98. Sesuatu yang Familiar
99
99. Lebih dari Rekan Bisnis
100
100. Penyelidikan
101
101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102
102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103
103. Runtuh dan Hancur
104
104. Perasaan Lega
105
105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106
106. Momen yang Terulang
107
107. Jodoh Pilihan Bocil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!