3. Cinta Dan Kewajiban

Zion terperangah mendengar perkataan kakeknya. Ia tidak mengerti kenapa kakeknya ingin ia menikahi gadis yang baru dikenalnya dan terlihat.. benar-benar jauh dari kata serasi dengan dirinya. Apa keistimewaan gadis ini hingga kakeknya meminta ia menikahi gadis ini? Itulah pertanyaan yang ada di dalam benak Zion.

Sedangkan Elin.. seketika ia tertegun. Elin merasakan jantungnya berdebar kencang hingga terasa sesak di dadanya. Ia tidak menyangka akan mendengar semua ini.

Dari pertama kali bertemu Zion, Elin bisa melihat betapa rupawan dan sempurnanya pria itu. Aura kemewahan terpancar jelas dari setiap inci tubuhnya.

Mata Elin tidak berani bertemu dengan tatapan tajam Zion. Ia merasa seperti serangga di bawah mikroskop, kecil dan tidak berarti. Ketampanan Zion bagaikan sinar matahari yang menyilaukan, membuatnya merasa semakin kecil dan tidak layak.

Elin menunduk, jari-jarinya meremas ujung rok,"Aku ini siapa?" gumamnya dalam hati. Gadis desa yang bahkan belum pernah merasakan cinta

Bagaimana bisa seorang gadis sederhana seperti dirinya dijodohkan dengan pemuda sesempurna Zion? Meskipun dari pertama kali bertemu Zion, ia langsung terpesona pada pandangan pertama dan timbul rasa kagum saat membuat kue bersama, tapi ia sadar siapa dirinya. Ia merasa tidak pantas. Sangat tidak layak bersanding dengan Zion.

Mata Zion menyapu tubuh Elin dari atas hingga bawah, tatapannya penuh penilaian. Senyum tipis tersungging di bibirnya, lebih mirip cemoohan daripada senyuman ramah

"Kakek serius, ingin menikahkan aku dengan dia? Dia? Dengan semua kekurangannya?" tanya Zion dengan suara yang terdengar meremehkan dan penuh ejekan, seolah Elin adalah sebuah lelucon.

Awalnya Zion suka pada Elin karena ketrampilan, kesabaran dan keuletannya dalam membuat kue, tapi Zion jadi tidak suka setelah tahu maksud kakeknya membawa alin tinggal bersama mereka adalah karena ingin dinikahkan dengan dirinya.

"Jika kamu tidak mau menikah dengan Elin, kakek akan memberikan semua harta kakek pada Elin," tegas kakek Zhafran.

Lagi-lagi Elin terkejut mendengar perkataan Kakek Zhafran, "Ada apa ini? Apa aku nggak salah dengar? Apa alasan kakek melakukan semua ini?" batin Elin menatap Kakek Zhafran dengan tatapan tak percaya dan penuh tanda tanya.

Sedangkan Zion tertawa tanpa suara mendengar perkataan kakeknya, "Aku tidak percaya kakek akan melakukan itu," ucap Zion menampilkan senyuman yang menyempurnakan rasa tidak percayanya akan ancaman kakeknya.

"Kakek tidak bercanda. Kakek sudah menyiapkan semua surat-suratnya. Jika kamu tidak setuju menikah dengan Elin besok, maka malam ini juga kakek akan mengalihkan semua harta kakek pada Elin," ucap kakek Zhafran terlihat serius, "selama ini kakek tidak pernah meminta apapun darimu. Apa satu permintaan sebelumnya kakekmu ini meninggal pun tidak bisa kamu lakukan?" tanya Kakek Zhafran menatap Zion lekat.

"Deg"

Jantung Zion terasa seperti di pukul dengan batu besar saat mendengar dua kalimat terakhir dari kakeknya. Selama ini kakeknya memang tidak pernah meminta apapun pada dirinya, bahkan selalu menuruti apapun yang ia inginkan.

Zion menghela napas panjang, lalu menatap kakeknya dengan tatapan lembut, "Kek, aku tidak bisa menikah dengan gadis pilihan kakek, karena... Farah sedang mengandung anakku," ucap Zion dengan ekspresi tak berdaya.

Zion tertunduk dengan kedua tangan yang terkepal erat Sebenarnya ia merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi satu permintaan dari kakeknya yang hidupnya sudah tak lama lagi. Tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Farah yang sedang mengandung darah dagingnya.

Seandainya saja Farah tidak sedang mengandung anaknya, ia pasti akan memenuhi keinginan kakeknya dan berusaha menerima gadis yang dijodohkan kakeknya dengannya.

"Apa? Anak brengseek! Kau.." Kakek Zhafran nampak sangat emosi saat mengetahui cucunya telah menghamili seorang gadis. Hingga dadanya terasa sakit dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

"Kakek.." panggil Elin terlihat khawatir.

"Tuan, sabar," ucap Hadi mengenggam jemari tangan Kakek Zhafran.

Untuk beberapa saat Kakek Zhafran berusaha menenangkan diri dan mengontrol emosinya. Hingga akhirnya ia terlihat lebih tenang.

"Kamu boleh menikahi perempuan itu, tapi... hanya sebatas istri kedua dan tidak berhak apapun atas harta yang kakek miliki," ucap Kakek Zhafran datar.

"Apa maksud kakek?" tanya Zion tak percaya mendengar perkataan kakeknya.

"Istri pertama kamu adalah Elin dan pewaris semua harta kakek adalah anakmu bersama Elin, bukan anakmu dengan perempuan itu, atau perempuan lain," ucap Kakek Zhafran tegas meskipun suaranya terdengar lemah.

"Kek.."

"Keputusan kakek tidak akan berubah. Kamu tanda tangani berkas-berkas pernikahan kamu dengan Elin atau kakek akan menandatangani surat pengalihan harta kakek kepada Elin," ucap Kakek Zhafran memotong kata-kata Zion.

Kakek Zhafran memberi isyarat pada Pak Hadi dan Pak Hadi langsung menunjukkan pada Zion berkas-berkas pernikahan dan juga surat pengalihan harta Kakek Zhafran pada Elin yang semuanya sudah siap untuk ditandatangani. Pria paruh baya itu mengamati ekspresi wajah Zion dan Elin bergantian dengan wajah datarnya.

Zion tidak bisa lagi membantah ucapan kakeknya, karena kakeknya begitu keras kepala. Dengan terpaksa ia menuruti keinginan kakeknya menandatangani berkas-berkas pernikahan dengan Elin saat itu juga.

Zion menghela napas panjang. Ia menyesali keputusannya untuk berhubungan dengan Farah. Sebab sejak awal kakeknya sudah melarangnya. Alasan kakeknya tidak menyukai Farah adalah karena Farah perempuan matre.

Ya, Zion sadar akan hal itu, namun, ia tidak bisa membohongi perasaannya. Farah telah memberikannya kebahagiaan yang selama ini ia cari.

Sekarang ia merasa terjebak antara kewajiban dan cinta. Kewajiban memenuhi permintaan kakeknya dan cintanya pada Farah yang terpaksa harus menjadi istri keduanya.

"Ingat, sedikit saja kamu menyakiti Elin, maka kakek akan melakukan hal yang sama pada kekasihmu itu. Hadi yang akan memastikan segalanya. Selain itu, Elin akan tidur di kamarmu, bukan perempuan itu ataupun perempuan lain," ucap Kakek Zhafran penuh ancaman.

Sedangkan Elin benar-benar tidak mengerti, kenapa Kakek Zhafran yang baru dikenalnya mau menikahkan dirinya yang serba kekurangan dari segi apapun dengan cucu kakek Zhafran yang sangat rupawan dan begitu sempurna. Padahal baru kemarin ia bertemu dengan kakek Zhafran.

Zion keluar dari ruangan kerja kakeknya dengan perasaan kesal. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa kakeknya memaksanya menikah dengan gadis yang bahkan lebih cantik dan lebih bersih dari cleaning service di kantornya.

Di ruangan kerja Kakek Zhafran.

"Maaf, Kek. Kakek yakin ingin menikahkan aku dengan cucu Kakek? Aku.. aku tidak pantas menikah dengan cucu Kakek. Aku hanya gadis miskin berpendidikan rendah," ucap Elin dengan wajah tertunduk. Ia belum menandatangani berkas-berkas pernikahan.

Melihat sikap Zion, jujur Elin merasa takut kalau dirinya menikah dengan Zion nanti dirinya akan diperlakukan sesuka hati oleh Zion. Elin bisa membayangkan dirinya diperlakukan seperti pembantu dan dihina serta di cerca setiap hari. Meskipun Kakek Zhafran sudah mengancam Zion agar tidak menyakiti dirinya, tapi bagaimana jika Kakek Zhafran sudah meninggal nanti?

"Kakek yakin kamu adalah wanita yang paling cocok mendampingi Zion. Percayalah, jika Zion sudah mengenal kamu, maka perlahan dia akan mencintaimu. Dan sesuai perjanjian kita, kamu akan menuruti semua persyaratan dari kakek, bukan? Kamu baca dulu, setelah itu kamu tandatangani surat perjanjian ini," ucap Kakek Zhafran memberikan isyarat pada Pak Hadi untuk memberikan map yang dipegang oleh Pak Hadi.

Dalam perjanjian itu tertulis kalau Elin berjanji akan menikah dengan Zion, namun tidak berhak meminta cerai dari Zion. Jika melanggar perjanjian, maka Elin harus mengembalikan semua uang yang diterimanya dari Kakek Zhafran dan harus membayar denda seratus miliar.

Perjanjian yang pastinya tidak akan bisa dilanggar oleh Elin yang tidak punya apa-apa. Benar-benar perjanjian yang menjerat leher Elin.

"Setelah menandatangani surat perjanjian ini kamu akan menjadi istri Zion selamanya," ucap Kakek Zhafran serius.

"Aku mengerti," sahut Elin menatap surat perjanjian itu dengan mata berkaca-kaca. Tangannya gemetar saat pena menyentuh kertas.

Bukan hanya karena ia harus menyerahkan masa depannya, tapi juga karena ia merasa dikhianati oleh nasib. Ia telah berjuang keras untuk membiayai sekolah adiknya, namun kini semua harapannya sirna. Apakah setelah ini ia bisa mewujudkan impiannya dan impian adiknya menjadi dokter?

Selain ingin adiknya menjadi dokter. Di masa depan ia ingin memiliki toko kue untuk menyalurkan hobi dan bakatnya membuat kue. Namun sekarang kehidupan yang ia impikan terasa begitu jauh.

Elin sama sekali tidak berani menolak keinginan Kakek Zhafran ini, karena ia sudah berjanji akan menerima syarat apapun dari Kakek Zhafran yang telah membiayai operasi adiknya. Apalagi ia bukan tipe orang yang suka ingkar janji. Baginya janji adalah hutang.

"Besok kamu akan menikah dengan Zion," ucap Kakek Zhafran.

"Iya," sahut Elin patuh.

Sedangkan Pak Hadi nampak tersenyum samar melihat berkas-berkas yang telah ditandatangani Zion dan Elin.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

yuli

yuli

siapakah elin?!! lanjuttt ka nana

2024-12-23

1

🌈Rainbow🪂

🌈Rainbow🪂

Ada apa kakek

2024-10-10

2

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

pasti ada sesuatu dibalik semua keputusan kakek. semangat elin. pasti cita2mu akan terwujud

2024-09-24

2

lihat semua
Episodes
1 1. Persyaratan
2 2. Tidak Setuju
3 3. Cinta Dan Kewajiban
4 4. Cincin Kebesaran
5 5. Dingin
6 6. Minder
7 7. Syok Hemoragik
8 8. Jatuh
9 9. Tuduhan
10 10. Di Bawah Kamboja
11 11. Hilang
12 12. Menutupi
13 13. Metamorfosis
14 14. Merasa Bersalah
15 15. Bersuami, Tapi Perawan
16 16. Nekat
17 17. Dianggap Drama
18 18. Lupa
19 19. Gegana
20 20. Begitu Benci kah?
21 21. Berlawanan
22 22. Apa Keberatan?
23 23. Mengingatkan
24 24. Kasmaran
25 25. Pasang Surut
26 26. Ada Yang Kurang
27 27. Penasaran
28 28. Suram
29 29. Lalat Sampah
30 30. Meminta Pulang
31 31. Alasan Bertahan
32 32. Resah
33 33. Digulung Ombak
34 34. Janji
35 35. Susah Dinasehati
36 36. Risau
37 37. Tahu Semuanya
38 38. Poster
39 39. Terpaksa
40 40. Bimbang
41 41. Ingin Menceraikan
42 42. Benar-benar Melupakan
43 43. Pelarian Farah
44 44. Curiga
45 45. Manipulatif
46 46. Nekat
47 47. Tanpa Kabar
48 48. Merasa Lega
49 49. Keputusan
50 50. Menghampiri
51 51. Ke Luar Kota
52 52. Ada yang Janggal
53 53. Setengah Berbohong
54 54. Bertemu Lagi
55 55. Mengizinkan
56 56. Pertemuan Tak Terduga
57 57. Interaksi Adik-kakak
58 58. Untungnya
59 59. Benar-benar Berusaha
60 60. Yang kedua
61 61. Adik Manis Salah Masuk
62 62. Diawasi
63 63. Kekanak-kanakan
64 63. Bukan Sister Complex
65 65. Hampa
66 66. Memotivasi
67 67. Lupa Janji
68 68. Mengurus Perceraian
69 69. Di Ambang Kebenaran
70 70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71 71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72 72. Dilema Hati
73 73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74 74. Pelajaran Hidup
75 75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76 76. Ikatan Keluarga
77 77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78 78. Kebenaran yang Diungkapkan
79 79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80 80. Cintamu Ugal-ugalan
81 81. Konfrontasi Zion dan Franky
82 82. Perpisahan di Bandara
83 83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84 84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85 85. Dokumen Penting
86 86. Pertanyaan yang Menganggu
87 87. Ditampar Kenyataan
88 88. Kebenaran yang Menyakitkan
89 89. Jujur atau Tetap Diam?
90 90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91 91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92 92. Pengakuan Dosa
93 93. Kabar Keberadaan
94 94. Sebuah Amplop
95 95. Tidak Tahu Apa-apa
96 96. Kesuksesan yang Hampa
97 97. Penyanderaan
98 98. Sesuatu yang Familiar
99 99. Lebih dari Rekan Bisnis
100 100. Penyelidikan
101 101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102 102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103 103. Runtuh dan Hancur
104 104. Perasaan Lega
105 105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106 106. Momen yang Terulang
107 107. Jodoh Pilihan Bocil
Episodes

Updated 107 Episodes

1
1. Persyaratan
2
2. Tidak Setuju
3
3. Cinta Dan Kewajiban
4
4. Cincin Kebesaran
5
5. Dingin
6
6. Minder
7
7. Syok Hemoragik
8
8. Jatuh
9
9. Tuduhan
10
10. Di Bawah Kamboja
11
11. Hilang
12
12. Menutupi
13
13. Metamorfosis
14
14. Merasa Bersalah
15
15. Bersuami, Tapi Perawan
16
16. Nekat
17
17. Dianggap Drama
18
18. Lupa
19
19. Gegana
20
20. Begitu Benci kah?
21
21. Berlawanan
22
22. Apa Keberatan?
23
23. Mengingatkan
24
24. Kasmaran
25
25. Pasang Surut
26
26. Ada Yang Kurang
27
27. Penasaran
28
28. Suram
29
29. Lalat Sampah
30
30. Meminta Pulang
31
31. Alasan Bertahan
32
32. Resah
33
33. Digulung Ombak
34
34. Janji
35
35. Susah Dinasehati
36
36. Risau
37
37. Tahu Semuanya
38
38. Poster
39
39. Terpaksa
40
40. Bimbang
41
41. Ingin Menceraikan
42
42. Benar-benar Melupakan
43
43. Pelarian Farah
44
44. Curiga
45
45. Manipulatif
46
46. Nekat
47
47. Tanpa Kabar
48
48. Merasa Lega
49
49. Keputusan
50
50. Menghampiri
51
51. Ke Luar Kota
52
52. Ada yang Janggal
53
53. Setengah Berbohong
54
54. Bertemu Lagi
55
55. Mengizinkan
56
56. Pertemuan Tak Terduga
57
57. Interaksi Adik-kakak
58
58. Untungnya
59
59. Benar-benar Berusaha
60
60. Yang kedua
61
61. Adik Manis Salah Masuk
62
62. Diawasi
63
63. Kekanak-kanakan
64
63. Bukan Sister Complex
65
65. Hampa
66
66. Memotivasi
67
67. Lupa Janji
68
68. Mengurus Perceraian
69
69. Di Ambang Kebenaran
70
70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71
71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72
72. Dilema Hati
73
73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74
74. Pelajaran Hidup
75
75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76
76. Ikatan Keluarga
77
77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78
78. Kebenaran yang Diungkapkan
79
79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80
80. Cintamu Ugal-ugalan
81
81. Konfrontasi Zion dan Franky
82
82. Perpisahan di Bandara
83
83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84
84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85
85. Dokumen Penting
86
86. Pertanyaan yang Menganggu
87
87. Ditampar Kenyataan
88
88. Kebenaran yang Menyakitkan
89
89. Jujur atau Tetap Diam?
90
90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91
91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92
92. Pengakuan Dosa
93
93. Kabar Keberadaan
94
94. Sebuah Amplop
95
95. Tidak Tahu Apa-apa
96
96. Kesuksesan yang Hampa
97
97. Penyanderaan
98
98. Sesuatu yang Familiar
99
99. Lebih dari Rekan Bisnis
100
100. Penyelidikan
101
101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102
102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103
103. Runtuh dan Hancur
104
104. Perasaan Lega
105
105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106
106. Momen yang Terulang
107
107. Jodoh Pilihan Bocil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!