Zion yang baru saja selesai chatting dengan bawahannya terkesiap, hingga ia mengangkat wajahnya menatap Elin yang tiba-tiba memeluk lengannya. Ia tertegun menatap wanita cantik bermata bulat, berhidung mancung dengan surai tergerai indah sepinggang yang berada di sisinya..
"Sayang, kenapa kamu sibuk sekali dengan ponselmu? Kamu bahkan tidak sadar kalau aku ada di sebelahmu. Apa kamu sedang chatting dengan selingkuhanmu? Kamu sudah lama di luar negeri dan tak punya waktu mengunjungi aku, apa sudah ada wanita lain di hatimu?" tanya Elin mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya dengan wajah sendu, "Kak Zion tidak akan mendorong aku menjauh darinya dan mempermalukan aku, 'kan?" batin Elin was-was mengingat betapa bencinya Zion pada dirinya. Tapi ia tidak tahu harus mencari perlindungan dari siapa selain dari suaminya. Para pria yang ada di sekitarnya benar-benar agresif mendekatinya.
"Siapa wanita ini? Kenapa tiba-tiba dia memeluk lenganku?" batin Zion lalu menatap ke arah sekitarnya, "apa dia ingin menghindari para pria ini dengan mengaku sebagai kekasih ku?" batin Zion setelah menyadari banyak pria yang berada di sekitar mereka dan tatapan mata mereka tertuju pada Elin.
"Kamu kenal sama Lia, Zi?" tanya Nico menatap Elin dan Zion bergantian. Sedangkan para pria yang masih mengerumuni Elin berhenti mendekat saat melihat Elin memeluk lengan Zion.
"Kak Nico kenal dengan, Kak Zi?" tanya Elin yang dengan cepat menguasai situasi, tidak ingin Zion menjawab bahwa Zion tidak kenal dengan dirinya.
"Aku sahabat Zion," sahut Nico kemudian menatap Zion, "kamu diam-diam menyembunyikan wanita cantik?" tanya Nico memicingkan sebelah matanya.
"Ada apa ini? Kenapa semua berkerumun di sini?" Suara Nyonya Shiva terdengar sebelum Zion menjawab pertanyaan Nico.
Para pria yang mengerumuni Elin sedikit menepi memberi jalan pada Nyonya Shiva yang sedang menggandeng seorang pemuda tampan. Wanita paruh baya itu memicingkan sebelah matanya menatap Elin yang memeluk lengan Zion.
"Nak Lia kenal dengan Zion?" tanya Nyonya Shiva yang merasa kedekatan Elin dan Zion tidak biasa karena melihat Elin yang menempel memeluk lengan Zion.
"Ah, ini suami saya," ucap Elin dengan kedua sudut bibir yang tertarik ke atas membentuk senyuman. Ia mengaku sudah menikah pada Nyonya Shiva. Jadi, mau tak mau ia mengakui Zion sebagai suaminya di depan Nyonya Shiva, sekaligus di depan semua pria yang ingin mendekatinya.
Nico dan nyonya Shiva membulatkan mata mereka mendengar pengakuan Elin.
"What the hell? Kapan aku nikah sama dia?" batin Zion berusaha bersikap setenang mungkin meskipun berkali-kali dibuat terkejut oleh Elin.
"Nona Lia bercanda? Setahu saya, Tuan Zion belum menikah," sahut pria yang menatap Elin dengan tatapan mesum tadi membuat Elin mengeratkan pelukannya di lengan Zion.
"Kami menikah diam-diam," sahut Elin memaksakan diri untuk tersenyum karena merasa tidak suka pada pria itu.
"Beneran, bro, dia bini elo? Kok, elo nggak pakai cincin kawin?" tanya Nico memicingkan sebelah matanya menatap Zion tidak percaya.
"Tuh, 'kan, Sayang? Mereka nggak percaya kalau kita sudah menikah. Kamu, sih! Cincin kawin pakai dilepas segala. Pengen dianggap lajang agar bisa cari yang lain, ya?" tuduh Elin seraya melepaskan kalung yang dikenakannya, lalu mengambil cincin kawin milik Zion yang dulu pernah dilempar Zion padanya, "pakai cincinnya!" ucap Elin dengan suara lembut seraya meraih jemari tangan suaminya. Ia menyematkan cincin kawin di jari manis suaminya dengan perlahan, mengingat lima tahun yang lalu saat ia menyematkan cincin kawin itu dijari manis yang sama.
Entah mengapa hati Zion terasa bergetar saat Elin menyematkan cincin yang pas di jari manisnya.
Tidak mendapatkan penolakan dari Zion, Elin memberanikan diri mengangkat tangan Zion, kemudian mengecup lembut telapak tangan Zion seraya menatap Zion dengan tatapan penuh kasih dan kerinduan dimatanya. Entah bagaimana sikap Zion nanti, tapi Elin merasa bersyukur bisa melihat Zion baik-baik saja setelah lima tahun mereka berpisah. Tepatnya meninggalkan dirinya.
"Drama apa yang sedang dimainkan wanita ini? Tatapan macam apa yang ia tunjukkan padaku? Kenapa hatiku terasa bergetar dan degup jantungku berdegup kencang melihat tatapan matanya?" batin Zion menatap lekat manik mata Elin.
Semua orang melihat apa yang dilakukan Elin, mereka merasakan ada chemistry di antara Zion dan Elin.
Elin menempelkan telapak tangan Zion di pipinya yang putih mulus, "Apa tidak sedikitpun kakak memikirkan aku setelah sekian lama berpisah denganku?" tanya Elin dengan bibir yang bergetar, wajah sendu menatap Zion dengan mata yang berkaca-kaca. Sungguh, pertanyaan ini benar-benar dari dalam lubuk hati Elin.
"Greb"
Entah mengapa Zion tidak tega melihat tatapan mata dan ekspresi wajah Elin yang seperti itu, hatinya terasa teriris dan nyeri, hingga Zion reflek memeluk Elin.
Elin terkesiap, membulatkan matanya saat mendapatkan pelukan mendadak dari Zion. Namun sesaat kemudian ia membalas pelukan Zion dengan erat.
Dalam dekapan suaminya, bibirnya melengkungkan senyuman, namun air matanya mengalir. Setelah lima tahun menikah, baru hari ini mereka bersentuhan, bahkan berpelukan.
"Seperti inikah rasanya dipeluk seorang suami? Hangat.. nyaman .." batin Elin yang untuk pertama kalinya dipeluk Zion. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Apakah Elin mencintai Zion? Entahlah. Namun yang pasti, selama lima tahun ini, hanya adiknya dan Zion yang selalu diingat dan dipikirkan olehnya.
"Astaga..apa yang sedang terjadi?" gumam Nico yang setahunya Zion tidak pernah dekat, dengan seorang wanita, tidak memiliki kekasih, apalagi istri. Karena selama ini Nico juga tinggal di luar negeri dan sering bertemu Zion. Baru satu bulan ia pulang dari luar negeri karena ingin menikah.
"Jadi.. Nak Lia benar-benar sudah menikah?" gumam Nyonya Shiva nampak kecewa.
"Mama ingin mengenalkan aku dengan siapa?" tanya adik Nico yang masih digandeng Nyonya Shiva.
"Nggak jadi. Ternyata dia benar-benar sudah menikah," gumam Nyonya Shiva menghela napas kasar.
Sedangkan para pria yang tadi mengerumuni Elin, perlahan mulai mundur dan menjauh. Kekecewaan terlihat jelas di wajah mereka.
"Ehem.. lepas kangennya ntar aja, bro! Kalau begini caranya, pernikahan gue jadi acara pertemuan Romeo dan Juliet," cetus Nico membuat Zion terhenyak dari perasaan yang tak dimengerti olehnya sendiri. Ia melerai pelukannya dengan Elin.
"Sorry.." ucap Zion tersenyum canggung, sedangkan Elin menghapus air matanya.
"Gue nggak nyangka, ternyata diam-diam elo udah nikah. Pantesan, selama diluar negeri kagak tertarik sama sekali sama cewek. Ternyata sudah punya tambatan hati. Dan gue baru nyadar kalau baju elo berdua couple-an," ujar Nico menghela napas panjang melihat kemeja yang dipakai Zion berwarna biru, sama seperti gaun Elin.
"Sayang, acara dansa sudah mau dimulai," ucap istri Nico.
"Ah, iya. Ayo kita berdansa!" sahut Nico, lalu menatap Zion, "kalian kagak mau berdansa?" tanya Nico.
"Mau berdansa?" tanya Zion pada Elin dengan senyuman hangat. Senyuman hangat yang membuat hati Elin yang sudah lima tahun ini dingin jadi menghangat.
Elin mengangguk kecil dengan seutas senyuman di bibirnya, menandakan ia bersedia berdansa dengan Zion. Melihat Elin mengangguk, Zion pun mengandeng Elin ke tempat dansa.
"Apa Kak Zion tidak mengenali aku? Atau.. dia sudah tahu, tapi berpura-pura bersikap baik padaku karena kami berada di tempat umum?" batin Elin yang belum tahu, sebenarnya Zion sudah tahu atau belum kalau ini adalah dirinya.
Kedua mempelai menuju ke tempat dansa, beberapa pasangan pun mengikuti dan mengambil tempat untuk berdansa, termasuk Elin dan Zion.
Elin merasa gugup, namun berusaha menyembunyikannya, "Semoga aku bisa berdansa dengan baik agar nggak bikin malu Kak Zion dan juga diriku sendiri," batinnya.
"Para pasangan yang berada ditempat dansa mohon bersiap, kali ini lagu pengiring dansa adalah lagu yang berjudul "From this moment on" yang dilantunkan oleh Shania Twain."
Suara pembawa acara terdengar memberitahu pada para pasangan yang ikut berdansa supaya mereka bisa mengatur posisi mereka masing-masing agar bisa berdansa dengan baik sesuai lagu pengiring dansa.
Setelah mendengar pemberitahuan dari pembawa acara, Elin yang berdiri berhadapan dengan Zion perlahan melangkah mundur.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Ratna_1729
kenyataan emang beneran udah nikah kok. Zion aja yang gk ngenalin Elin
2025-02-07
0
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
deg3an banget, sekaligus nyesek. bertahan ya elin.
2024-09-26
2
Heri Wibowo
lanjut thor.
2024-09-06
2