8. Jatuh

Beberapa jam yang lalu...

"Farah, sebelum kita ke rumahku, ada yang perlu aku sampaikan sama kamu," ucap Zion pelan, kemudian menghela napas panjang.

"Katakanlah!" pinta Farah kembali merasakan firasat akan mendapatkan berita buruk.

"Kakek telah menulis surat wasiat, bahwa pewaris semua harta kakek adalah anakku bersama gadis itu, bukan anakku denganmu," ucap Zion dengan ekspresi wajah tidak berdaya.

"What?" Farah membulatkan matanya dengan kedua tangan yang terkepal erat menahan emosi.

"Far.. ini bukan kehendak aku," Zion menghela napas panjang yang terasa sesak.

Farah memejamkan matanya mencoba mengontrol emosi, "Aku mencintaimu. Asalkan bisa bersama denganmu dan kamu tetap mencintai aku, aku bisa menoleransi semuanya," sahut Farah memaksakan diri untuk tersenyum.

"Kamu yakin?" tanya Zion menatap wajah Farah lekat.

"Iya," sahut Farah masih memaksakan diri untuk tersenyum.

"Terima kasih. Aku mencintaimu," ucap Zion mengenggam jemari tangan Farah lembut.

"Tunggu si kakek tua itu mati, maka akan aku singkirkan istri pertama sialan kamu itu," batin Farah yang menyimpan belati di balik senyumannya.

*

Mengingat pembicaraannya di dalam mobil dengan Farah beberapa jam tadi, Zion jadi merasa bersalah pada Farah. Zion memutuskan pulang untuk mandi dan berganti pakaian. Ia masih berusaha menghubungi orang tua Farah, tapi tidak ada hasilnya.

Saat tiba di rumahnya, Zion pergi ke ruang makan untuk minum sebelum pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Zion membuang napas kasar saat melihat Elin berada di ruang makan. Sungguh, ia tidak ingin melihat Elin..

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Zion dengan suara baritonnya.

Elin yang berdiri menunduk seraya memegang bungkus obat nampak tersentak dengan kedua pundak yang terangkat ke atas saat mendengar suara Zion.Ia langsung menyembunyikan bungkus obat yang dipegangnya. Hal itu membuat Zion merasa curiga.

"Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Zion mendekati Elin dengan tatapan penuh selidik.

"Ti.. tidak ada," jawab Elin cepat, wajahnya pias membuat Zion semakin curiga.

"Berikan padaku!" pinta Zion dengan suara berat penuh penekanan menadahkan tangannya pada Elin.

"Bu..bukan apa-apa. Ha..hanya sampah," Elin beringsut menjauh dari Zion.

"Berikan padaku?" pinta Zion yang kali ini dengan suara berat dan tatapan penuh intimidasi.

Elin bergegas pergi dan tidak mau menyerahkan bungkus obat yang dipegangnya, Zion pun mengejarnya dan mengambilnya secara paksa dari Elin.

"I..itu bukan punyaku. A..aku tidak sengaja menemukannya," ucap Elin merasa susah menelan salivanya yang terasa bagai bongkahan batu. Tubuhnya tiba-tiba saja berkeringat dingin.

Zion melihat bungkus obat itu dan membaca nama obatnya. Namun sebagian tulisan di bungkus obat itu terpotong, hingga Zion kesulitan mengecek obat itu di internet.

Zion jadi teringat kata dokter kalau Farah keguguran karena obat penggugur kandungan.

"Kamu yang mencampur makanan Farah dengan obat ini?" tanya Zion menatap tajam pada Elin seolah ingin mengoyak tubuh Elin.

"Tidak. Aku tidak melakukan apa-apa. Bukan aku pemilik bungkus obat itu," sanggah Elin dengan suara yang bergetar.

"Aku akan mengeceknya. Jika bungkus obat ini benar-benar bungkus obat yang menyebabkan Farah meninggal, aku akan menjebloskan kamu ke penjara," ancam Zion tidak main-main.

Mata Elin membulat seolah hendak keluar dari kelopak matanya, "Me.. meninggal?" tanya Elin dengan tubuh gemetar, tubuhnya seakan tak bertulang, hingga ia berpegangan di meja dan kursi makan agar tubuh tidak ambruk.

"Kamu senang bukan, karena kamu tidak jadi ku madu?" cibir Zion menatap Elin bagai tombak api yang ingin membakar Elin.

"A... aku berani bersumpah demi adikku, itu bukan bungkus obat milikku," ucap Elin tergagap.

Dada Zion naik turun menahan emosi, "Kamu adalah pembunuh! Aku akan membuktikannya," Tanpa menghiraukan perkataan Elin, Zion meninggalkan Elin.

"Tidak! Ini salah paham!" Elin mengekor di belakang Zion dan terus mengatakan bahwa bungkus obat itu bukan miliknya.

Setelah membersihkan diri, Zion pergi tak menghiraukan Elin yang terus mengatakan kalau bungkus obat itu bukan miliknya.

"Bagaimana ini? Bungkus obat itu kalau tidak salah ingat sama seperti yang digunakan tetangga kontrakanku yang menggugurkan kandungan waktu itu. Bagaimana jika kekasih Kak Zion tadi keguguran dan meninggal karena obat itu? Bagaimana jika Kak Zion mengira aku yang mencoba mencelakai kekasihnya?" gumam Elin dengan tangan gemetaran.

Elin tidak sengaja menemukan bungkus obat itu tercecer di lantai, lalu memungutnya. Elin merasa pernah melihat bungkus obat itu dan mencoba mengingat bungkus obat apa itu. Saat Elin mulai teringat bungkus obat apa itu, tiba-tiba Elin mendengar suara bariton Zion, hingga ia terkejut dan spontan menyembunyikannya.

*

Zion pergi ke apotek terdekat untuk menanyakan tentang bungkus obat tersebut. Namun karena sebagian tulisannya sudah terpotong, apoteker pun kesulitan mengenali obat itu, apalagi obat itu adalah obat herbal.

Namun apoteker tersebut menduga kalau bungkus obat itu adalah bungkus obat penggugur kandungan. Untuk memastikan dugaannya, apoteker tersebut menyarankan Zion untuk memeriksanya di laboratorium.

"Jika benar gadis itu yang mencampur obat ini ke dalam makanan Farah, aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja," gumam Zion seraya mengendarai mobilnya menuju laboratorium.

Zion menunggu hasil laboratorium dengan tidak sabar. Hingga akhirnya hasilnya pun keluar. Zion memegang kertas hasil penelitian tersebut dengan erat. Sebelah tangannya terkepal erat dan giginya gemeretak. Hasil lab membuktikan bahwa bungkus obat yang didalamnya masih ada sisa sedikit itu adalah bungkus obat penggugur kandungan.

"Dasar gadis sialan! Aku pasti menjebloskan dia ke penjara," geram Zion melajukan mobilnya kembali ke rumah.

Beberapa menit kemudian Zion sudah tiba di rumah. Menahan amarahnya, Zion berjalan cepat masuk ke dalam rumah yang sudah sepi dan hanya diterangi lampu dinding yang cahayanya temaram karena waktu sudah menunjukkan pukul satu malam. Ia berlari kecil menaiki anak tangga menuju lantai dua tempat kamarnya berada.

"Ceklek"

Suara pintu yang dibuka dari luar membuat Elin yang tidak bisa tidur langsung menatap ke arah pintu. Ia melihat Zion masuk dan tatapan tajam Zion langsung tertuju pada Elin yang duduk di sofa. dengan penuh amarah Zion menghampiri Elin. Elin yang melihat kemarahan di wajah Zion pun gemetaran.

"Kau.. pembunuh!" ucap Zion seraya mencekik leher Elin.

"Le.. lepaskan aku!" ucap Elin berusaha melepaskan cekikikan Zion.

Zion seperti orang kesetanan, dengan tatapan mata tajam dan gigi serta mulut yang mengatup erat, ia semakin mencekik Elin dengan kuat. Elin semakin kesulitan bernapas.

Tidak tahu harus berbuat apa untuk melepaskan cekikikan Zion, akhirnya Elin yang sudah hampir kehabisan napas pun mencakar wajah Zion.

"Akkhh..! Gadis sialan!" umpat Zion merasakan perih di wajahnya.

"Brak"

Zion membanting Elin hingga Elin jatuh terbentur sudut meja sofa.

"Uhuk..uhuk..uhuk.."

Elin terbatuk-batuk dan berusaha menghirup udara seraya berusaha keluar dari kamar tersebut. Elin benar-benar takut pada Zion yang hampir saja mencekiknya sampai mati.

"Aku harus pergi dari kamar ini. Aku tidak ingin mati. Bagaimana hidup Ello nanti kalau aku mati," batin Elin.

"Mau kemana kamu!" sergah Zion berusaha mengejar Elin. Matanya merah bak orang kesurupan, emosinya tak terkontrol mengingat bagaimana Farah kesakitan di atas pangkuan dan dalam pelukannya, hingga akhirnya tidak selamat.

"Tolong.. uhuk..uhuk... tolong.." teriak Elin berharap ada penghuni rumah yang bangun dan mau menolongnya.

"Akkhh..." Elin tergelincir dari tangga dan jatuh berguling-guling di tangga.

Zion yaang berada di ujung bagian atas tangga membulatkan matanya melihat Elin yang jatuh tergelincir dari tangga.

"Tak"

Tiba-tiba lampu utama menyala, hingga membuat Zion terkesiap. Netranya berpendar mencari orang yang menyalakan lampu dengan detak jantung bak genderang perang.

"Akkhh..!"

Suara teriakan itu menggema di dalam rumah utama, membuat detak jantung Zion seakan berhenti saat itu juga.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Zion salah paham. elin dalam bahaya

2024-09-25

2

KOHAPU

KOHAPU

menunggu momen beberapa tahun kemudian

2024-09-07

3

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

ternyata si Zion uda salah paham dan menuduh Elin secara membabi buta

2024-09-05

3

lihat semua
Episodes
1 1. Persyaratan
2 2. Tidak Setuju
3 3. Cinta Dan Kewajiban
4 4. Cincin Kebesaran
5 5. Dingin
6 6. Minder
7 7. Syok Hemoragik
8 8. Jatuh
9 9. Tuduhan
10 10. Di Bawah Kamboja
11 11. Hilang
12 12. Menutupi
13 13. Metamorfosis
14 14. Merasa Bersalah
15 15. Bersuami, Tapi Perawan
16 16. Nekat
17 17. Dianggap Drama
18 18. Lupa
19 19. Gegana
20 20. Begitu Benci kah?
21 21. Berlawanan
22 22. Apa Keberatan?
23 23. Mengingatkan
24 24. Kasmaran
25 25. Pasang Surut
26 26. Ada Yang Kurang
27 27. Penasaran
28 28. Suram
29 29. Lalat Sampah
30 30. Meminta Pulang
31 31. Alasan Bertahan
32 32. Resah
33 33. Digulung Ombak
34 34. Janji
35 35. Susah Dinasehati
36 36. Risau
37 37. Tahu Semuanya
38 38. Poster
39 39. Terpaksa
40 40. Bimbang
41 41. Ingin Menceraikan
42 42. Benar-benar Melupakan
43 43. Pelarian Farah
44 44. Curiga
45 45. Manipulatif
46 46. Nekat
47 47. Tanpa Kabar
48 48. Merasa Lega
49 49. Keputusan
50 50. Menghampiri
51 51. Ke Luar Kota
52 52. Ada yang Janggal
53 53. Setengah Berbohong
54 54. Bertemu Lagi
55 55. Mengizinkan
56 56. Pertemuan Tak Terduga
57 57. Interaksi Adik-kakak
58 58. Untungnya
59 59. Benar-benar Berusaha
60 60. Yang kedua
61 61. Adik Manis Salah Masuk
62 62. Diawasi
63 63. Kekanak-kanakan
64 63. Bukan Sister Complex
65 65. Hampa
66 66. Memotivasi
67 67. Lupa Janji
68 68. Mengurus Perceraian
69 69. Di Ambang Kebenaran
70 70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71 71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72 72. Dilema Hati
73 73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74 74. Pelajaran Hidup
75 75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76 76. Ikatan Keluarga
77 77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78 78. Kebenaran yang Diungkapkan
79 79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80 80. Cintamu Ugal-ugalan
81 81. Konfrontasi Zion dan Franky
82 82. Perpisahan di Bandara
83 83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84 84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85 85. Dokumen Penting
86 86. Pertanyaan yang Menganggu
87 87. Ditampar Kenyataan
88 88. Kebenaran yang Menyakitkan
89 89. Jujur atau Tetap Diam?
90 90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91 91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92 92. Pengakuan Dosa
93 93. Kabar Keberadaan
94 94. Sebuah Amplop
95 95. Tidak Tahu Apa-apa
96 96. Kesuksesan yang Hampa
97 97. Penyanderaan
98 98. Sesuatu yang Familiar
99 99. Lebih dari Rekan Bisnis
100 100. Penyelidikan
101 101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102 102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103 103. Runtuh dan Hancur
104 104. Perasaan Lega
105 105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106 106. Momen yang Terulang
107 107. Jodoh Pilihan Bocil
Episodes

Updated 107 Episodes

1
1. Persyaratan
2
2. Tidak Setuju
3
3. Cinta Dan Kewajiban
4
4. Cincin Kebesaran
5
5. Dingin
6
6. Minder
7
7. Syok Hemoragik
8
8. Jatuh
9
9. Tuduhan
10
10. Di Bawah Kamboja
11
11. Hilang
12
12. Menutupi
13
13. Metamorfosis
14
14. Merasa Bersalah
15
15. Bersuami, Tapi Perawan
16
16. Nekat
17
17. Dianggap Drama
18
18. Lupa
19
19. Gegana
20
20. Begitu Benci kah?
21
21. Berlawanan
22
22. Apa Keberatan?
23
23. Mengingatkan
24
24. Kasmaran
25
25. Pasang Surut
26
26. Ada Yang Kurang
27
27. Penasaran
28
28. Suram
29
29. Lalat Sampah
30
30. Meminta Pulang
31
31. Alasan Bertahan
32
32. Resah
33
33. Digulung Ombak
34
34. Janji
35
35. Susah Dinasehati
36
36. Risau
37
37. Tahu Semuanya
38
38. Poster
39
39. Terpaksa
40
40. Bimbang
41
41. Ingin Menceraikan
42
42. Benar-benar Melupakan
43
43. Pelarian Farah
44
44. Curiga
45
45. Manipulatif
46
46. Nekat
47
47. Tanpa Kabar
48
48. Merasa Lega
49
49. Keputusan
50
50. Menghampiri
51
51. Ke Luar Kota
52
52. Ada yang Janggal
53
53. Setengah Berbohong
54
54. Bertemu Lagi
55
55. Mengizinkan
56
56. Pertemuan Tak Terduga
57
57. Interaksi Adik-kakak
58
58. Untungnya
59
59. Benar-benar Berusaha
60
60. Yang kedua
61
61. Adik Manis Salah Masuk
62
62. Diawasi
63
63. Kekanak-kanakan
64
63. Bukan Sister Complex
65
65. Hampa
66
66. Memotivasi
67
67. Lupa Janji
68
68. Mengurus Perceraian
69
69. Di Ambang Kebenaran
70
70. Perasaan Terpendam Antara Mereka
71
71. Keterangan Emosi Elin - Zion
72
72. Dilema Hati
73
73. Harga dari Sebuah Kesalahan
74
74. Pelajaran Hidup
75
75. Mencintai Diri Sebelum Cinta
76
76. Ikatan Keluarga
77
77. Antara Masa Lalu dan Masa Depan
78
78. Kebenaran yang Diungkapkan
79
79. Hal yang Tak Dapat Diungkap
80
80. Cintamu Ugal-ugalan
81
81. Konfrontasi Zion dan Franky
82
82. Perpisahan di Bandara
83
83. Canda dan Tawa Sebelum Badai Menerpa
84
84. Malam Sempurna Sebelum Badai Menerpa.
85
85. Dokumen Penting
86
86. Pertanyaan yang Menganggu
87
87. Ditampar Kenyataan
88
88. Kebenaran yang Menyakitkan
89
89. Jujur atau Tetap Diam?
90
90. Rasa Bersalah, karena Kebencian yang Salah Arah
91
91. Cerita di Balik Keputusan Kakek Zhafran
92
92. Pengakuan Dosa
93
93. Kabar Keberadaan
94
94. Sebuah Amplop
95
95. Tidak Tahu Apa-apa
96
96. Kesuksesan yang Hampa
97
97. Penyanderaan
98
98. Sesuatu yang Familiar
99
99. Lebih dari Rekan Bisnis
100
100. Penyelidikan
101
101. Ranjang Panas Ibu Mertua
102
102. Lebih dari Sekadar Pengakuan
103
103. Runtuh dan Hancur
104
104. Perasaan Lega
105
105. Terima Kasih untuk Pak Hadi
106
106. Momen yang Terulang
107
107. Jodoh Pilihan Bocil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!