Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi

Kedatangan Elang membuat seluruh anggota keluarga Permadi sangat terkejut. Jamal, yang adalah pria paling terhormat di Kota Timur seperti seorang pria rendahan. Apalagi pria tua ini bahkan berkali-kali membungkukkan badan saat melihat Intan memandang ke arahnya.

"Ayah, siapa mereka? Kenapa mereka dibawa kemari?" Tanya Andika, putra kedua Jamal. Di dekatnya juga ada istri dan anak gadisnya yang berusia di atas dua puluhan.

"Apa aku perlu menjelaskan setiap tindakanku padamu?" Jamal balik bertanya karena kesal.

"Adik, sebaiknya kamu tidak bertanya! Cepat panggil dokter keluarga!" Ucap Ardan juga ikut kesal.

"Itu, Faris kenapa?" Tanya Andika.

Tidak ada yang menjawab. Jamal hanya melotot dan membuat Andika langsung berhalik dan memanggil dokter.

Elang masih berada dalam mobil. Sementara Pangeran Lintang, Vanessa dan Angel serta Intan sudah turun. Intan digendong oleh Angel dan mereka menunggu Elang diturunkan dari mobil.

Akhirnya dokter datang bersama dua asistennya. Dia adalah dokter Nina. Seorang dokter wanita dengan kemampuan yang hebat. Itulah sebabnya, dokter Nina dibayar mahal untuk menjadi dokter Keluarga Permadi. Namun bukan hanya dokter Nina, ada beberapa dokter lain di Keluarga Permadi.

Dokter Nina juga ahli akupunktur karena dia pernah belajar teknik jarum di negeri Tiongkok. Dalam praktiknya, dokter Nina bahkan sering menggunakan pengobatan Tiongkok daripada pengobatan Barat. Namun, Nina juga seringkali mencampur pengobatan Barat dan pengobatan Tiongkok untuk pasien dengan keluhan sakit tertentu.

Khusus dokter Nina, dia adalah dokter untuk Jamal Permadi yang direkrut setelah Nina sempat viral karena teknik penyembuhannya. Jadi, yang lain tidak bisa sembarangan memanggil dokter Nina.

Hanya karena yang meminta memanggil adalah Ardan yang mewakili Jamal, maka yang datang adalah Nina.

"Cepat periksa Tuan!" Perintah Jamal.

"Baik, Tuan!" Jawab Nina.

Dia langsung mengikuti Jamal pergi ke mobil Elang. Melihat mobil ini, Nina sangat kagum. Dia pernah melihat mobil ini di televisi, namun, baru kali ini melihat yang sebenarnya. Menurut berita yang dia lihat, mobil ini adalah milik orang terkaya di Provinsi Selatan.

Nina akhirnya masuk. Dia terkejut ketika melihat seorang pemuda tampan terbaring tak bergerak. Di sudut bibir, masih ada sisa titik darah yang membeku. Saat itu jantung Nina berdetak lebih cepat ketika akan memeriksa Elang.

Dokter cantik berusia dua puluh lima tahunan itu segera memeriksa Elang. Matanya kemudian membelalak ketika menemukan sesuatu. Ternyata Elang terluka dalam.

"Tuan, apakah dia bisa dibawa ke Klinik Kelurga? Aku akan mengobatinya di sana!" Tanya Nina.

"Kenapa harus bertanya? Cepat bawa ke sana! Kalau terjadi sesuatu pada Tuan, maka kita semua akan mati!" Jawab Jamal.

Mendengar ucapan Jamal, Nina sangat ketakutan. Sebuah ranjang dorong susah tiba di sana dan akan segera membawa Elang ke klinik keluarga. Di sana ada sekitar empat dokter Keluarga Permadi. Ditambah Nina, maka jumlahnya ada lima dokter. Mereka dengan sigap menyambut Elang.

"Orang macam apa dia ini sehingga Tuan Jamal sangat panik?" Gumam Nina.

Tiba-tiba saja Intan berlari masuk dan langsung memegang tangan Elang. Dia tidak peduli dengan para dokter yang sedang merawat Elang. Infus telah dipasang dan pemeriksaan darah di laboratorium tinggal menunggu hasil. Di belakangnya, Jamal mengikuti dengan perasaan sangat cemas.

"Bagaimana keadaan Tuan?" Tanya Jamal.

"Dia terluka dalam. Kami sedang menunggu hasil laboratorium. Aku akan segera menanganinya dengan teknik akupunktur. Tubuhnya sangat lemah menurutku karena dia memuntahkan banyak darah." Jawab Nina.

"Baik, aku menunggu kabar baik! Awasi dua puluh empat jam dan jangan sampai terlewat!" Perintah Jamal.

"Mengerti, Tuan Besar!" Jawab para dokter.

"Nona, sebaiknya Anda bersama ibu Nona, bagaimana?" Tanya Jamal.

Intan tidak menyahut. Dia bahkan tidak peduli. Jamal tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana dia bisa melarang Intan? Itu sangat mustahil. Apalagi malam ini gadis kecil ini telah menyelamatkannya dari kemarahan Elang.

"Apakah ayahku tidur?" Tanya Intan.

"Eh, iya, Nona! Bisakah Nona tidak mengganggu ayah?" Jawab Jamal.

Intan menoleh ke arah Jamal. Pandangannya sangat tajam dan membuat Jamal menunduk .

"Kamu sungguh tidak masuk akal! Aku biasanya tidur dengan ayahku! Kenapa aku mengganggunya?" Intan terlihat marah. Namun sebenarnya itu kemarahan anak kecil. Itu bukan sebagai bentuk intimidasi. Ucapan Intan benar. Dia biasa tidur dengan ayahnya. Jadi kenapa dia sekarang mengganggunya?

Angel masuk, dia diperintahkan oleh Pangeran Lintang untuk membujuk Intan agar tidak mengganggu pengobatan Elang. Beberapa hari terakhir, Intan sangat penurut terhadap Angel. Jadi Pangeran Lintang menyuruh Angel membujuk Intan.

"Sayang, Ayah sedang sakit dan butuh istirahat. Apakah kamu ingin bersama Ibu?" Ucap Angel. Gadis cantik dan mempesona ini membuat seisi ruangan melihat ke arahnya. Nina sangat cantik, namun jika dibandingkan dengan Angel, dia kalah.

Intan terkadang kebingungan, siapa sebenarnya ibunya? Dia pernah mengatakan 0ada Tiger bahwa ibunya banyak. Lalu, di restoran Hotel Asa, dia mengucapkan bahwa Vanessa dan Angel adalah ibunya.

Gadis kecil itu agak bimbang. Namun, tidak ada pilihan lain. Semua gerak-gerik Angel dan Intan tak luput dari pandangan orang-orang yang ada di klinik.

"Baik, mari kita cium ayah dulu!" Jawab Intan akhirnya. Angel menggendong Intan dan segera membantunya mencium ayahnya.

Angel yang kebingungan, akhirnya mencium Elang. Ini adalah kesempatannya. Walaupun begitu, wajah Angel merah karena malu.

Akhirnya mereka keluar dari klinik diikuti oleh Jamal di belakang mereka.

"Dokter Nina, siapa sebenarnya pemuda ini?" Tanya dokter Edwin, seorang pria paruh baya.

"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya Tuan Besar sangat menghormatinya. Lihat saja bagaimana anak kecil itu membuatnya tak berkutik.

"Benar juga. Mereka itu orang seperti apa sehingga Keluarga Permadi sangat menghormati mereka?" Sahut Dokter Edwin.

"Sebaiknya kita tidak perlu mempertanyakan itu. Kita dibayar mahal untuk menjadi dokter Keluarga Permadi, sebaiknya kita kerja profesional. Jangan sampai membuat Tuan Besar kecewa." Ujar dokter Mia.

"Baiklah! Dokter Haman, tolong siapkan jarum perak! Aku akan memberi pengobatan!" Ucap dokter Nina.

"Baik, dokter!" Jawab dokter Haman yang merupakan asisten dokter Nina. Walaupun usia dokter Haman lebih tua, namun sesuai kemampuan. Dokter Nina juga yang merekomendasikan dokter Haman untuk direkrut sebagai asistennya.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Ohh ada ahli akupuntur - jarum perak..

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

lanjut

2024-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!