Kedatangan Elang membuat seluruh anggota keluarga Permadi sangat terkejut. Jamal, yang adalah pria paling terhormat di Kota Timur seperti seorang pria rendahan. Apalagi pria tua ini bahkan berkali-kali membungkukkan badan saat melihat Intan memandang ke arahnya.
"Ayah, siapa mereka? Kenapa mereka dibawa kemari?" Tanya Andika, putra kedua Jamal. Di dekatnya juga ada istri dan anak gadisnya yang berusia di atas dua puluhan.
"Apa aku perlu menjelaskan setiap tindakanku padamu?" Jamal balik bertanya karena kesal.
"Adik, sebaiknya kamu tidak bertanya! Cepat panggil dokter keluarga!" Ucap Ardan juga ikut kesal.
"Itu, Faris kenapa?" Tanya Andika.
Tidak ada yang menjawab. Jamal hanya melotot dan membuat Andika langsung berhalik dan memanggil dokter.
Elang masih berada dalam mobil. Sementara Pangeran Lintang, Vanessa dan Angel serta Intan sudah turun. Intan digendong oleh Angel dan mereka menunggu Elang diturunkan dari mobil.
Akhirnya dokter datang bersama dua asistennya. Dia adalah dokter Nina. Seorang dokter wanita dengan kemampuan yang hebat. Itulah sebabnya, dokter Nina dibayar mahal untuk menjadi dokter Keluarga Permadi. Namun bukan hanya dokter Nina, ada beberapa dokter lain di Keluarga Permadi.
Dokter Nina juga ahli akupunktur karena dia pernah belajar teknik jarum di negeri Tiongkok. Dalam praktiknya, dokter Nina bahkan sering menggunakan pengobatan Tiongkok daripada pengobatan Barat. Namun, Nina juga seringkali mencampur pengobatan Barat dan pengobatan Tiongkok untuk pasien dengan keluhan sakit tertentu.
Khusus dokter Nina, dia adalah dokter untuk Jamal Permadi yang direkrut setelah Nina sempat viral karena teknik penyembuhannya. Jadi, yang lain tidak bisa sembarangan memanggil dokter Nina.
Hanya karena yang meminta memanggil adalah Ardan yang mewakili Jamal, maka yang datang adalah Nina.
"Cepat periksa Tuan!" Perintah Jamal.
"Baik, Tuan!" Jawab Nina.
Dia langsung mengikuti Jamal pergi ke mobil Elang. Melihat mobil ini, Nina sangat kagum. Dia pernah melihat mobil ini di televisi, namun, baru kali ini melihat yang sebenarnya. Menurut berita yang dia lihat, mobil ini adalah milik orang terkaya di Provinsi Selatan.
Nina akhirnya masuk. Dia terkejut ketika melihat seorang pemuda tampan terbaring tak bergerak. Di sudut bibir, masih ada sisa titik darah yang membeku. Saat itu jantung Nina berdetak lebih cepat ketika akan memeriksa Elang.
Dokter cantik berusia dua puluh lima tahunan itu segera memeriksa Elang. Matanya kemudian membelalak ketika menemukan sesuatu. Ternyata Elang terluka dalam.
"Tuan, apakah dia bisa dibawa ke Klinik Kelurga? Aku akan mengobatinya di sana!" Tanya Nina.
"Kenapa harus bertanya? Cepat bawa ke sana! Kalau terjadi sesuatu pada Tuan, maka kita semua akan mati!" Jawab Jamal.
Mendengar ucapan Jamal, Nina sangat ketakutan. Sebuah ranjang dorong susah tiba di sana dan akan segera membawa Elang ke klinik keluarga. Di sana ada sekitar empat dokter Keluarga Permadi. Ditambah Nina, maka jumlahnya ada lima dokter. Mereka dengan sigap menyambut Elang.
"Orang macam apa dia ini sehingga Tuan Jamal sangat panik?" Gumam Nina.
Tiba-tiba saja Intan berlari masuk dan langsung memegang tangan Elang. Dia tidak peduli dengan para dokter yang sedang merawat Elang. Infus telah dipasang dan pemeriksaan darah di laboratorium tinggal menunggu hasil. Di belakangnya, Jamal mengikuti dengan perasaan sangat cemas.
"Bagaimana keadaan Tuan?" Tanya Jamal.
"Dia terluka dalam. Kami sedang menunggu hasil laboratorium. Aku akan segera menanganinya dengan teknik akupunktur. Tubuhnya sangat lemah menurutku karena dia memuntahkan banyak darah." Jawab Nina.
"Baik, aku menunggu kabar baik! Awasi dua puluh empat jam dan jangan sampai terlewat!" Perintah Jamal.
"Mengerti, Tuan Besar!" Jawab para dokter.
"Nona, sebaiknya Anda bersama ibu Nona, bagaimana?" Tanya Jamal.
Intan tidak menyahut. Dia bahkan tidak peduli. Jamal tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana dia bisa melarang Intan? Itu sangat mustahil. Apalagi malam ini gadis kecil ini telah menyelamatkannya dari kemarahan Elang.
"Apakah ayahku tidur?" Tanya Intan.
"Eh, iya, Nona! Bisakah Nona tidak mengganggu ayah?" Jawab Jamal.
Intan menoleh ke arah Jamal. Pandangannya sangat tajam dan membuat Jamal menunduk .
"Kamu sungguh tidak masuk akal! Aku biasanya tidur dengan ayahku! Kenapa aku mengganggunya?" Intan terlihat marah. Namun sebenarnya itu kemarahan anak kecil. Itu bukan sebagai bentuk intimidasi. Ucapan Intan benar. Dia biasa tidur dengan ayahnya. Jadi kenapa dia sekarang mengganggunya?
Angel masuk, dia diperintahkan oleh Pangeran Lintang untuk membujuk Intan agar tidak mengganggu pengobatan Elang. Beberapa hari terakhir, Intan sangat penurut terhadap Angel. Jadi Pangeran Lintang menyuruh Angel membujuk Intan.
"Sayang, Ayah sedang sakit dan butuh istirahat. Apakah kamu ingin bersama Ibu?" Ucap Angel. Gadis cantik dan mempesona ini membuat seisi ruangan melihat ke arahnya. Nina sangat cantik, namun jika dibandingkan dengan Angel, dia kalah.
Intan terkadang kebingungan, siapa sebenarnya ibunya? Dia pernah mengatakan 0ada Tiger bahwa ibunya banyak. Lalu, di restoran Hotel Asa, dia mengucapkan bahwa Vanessa dan Angel adalah ibunya.
Gadis kecil itu agak bimbang. Namun, tidak ada pilihan lain. Semua gerak-gerik Angel dan Intan tak luput dari pandangan orang-orang yang ada di klinik.
"Baik, mari kita cium ayah dulu!" Jawab Intan akhirnya. Angel menggendong Intan dan segera membantunya mencium ayahnya.
Angel yang kebingungan, akhirnya mencium Elang. Ini adalah kesempatannya. Walaupun begitu, wajah Angel merah karena malu.
Akhirnya mereka keluar dari klinik diikuti oleh Jamal di belakang mereka.
"Dokter Nina, siapa sebenarnya pemuda ini?" Tanya dokter Edwin, seorang pria paruh baya.
"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya Tuan Besar sangat menghormatinya. Lihat saja bagaimana anak kecil itu membuatnya tak berkutik.
"Benar juga. Mereka itu orang seperti apa sehingga Keluarga Permadi sangat menghormati mereka?" Sahut Dokter Edwin.
"Sebaiknya kita tidak perlu mempertanyakan itu. Kita dibayar mahal untuk menjadi dokter Keluarga Permadi, sebaiknya kita kerja profesional. Jangan sampai membuat Tuan Besar kecewa." Ujar dokter Mia.
"Baiklah! Dokter Haman, tolong siapkan jarum perak! Aku akan memberi pengobatan!" Ucap dokter Nina.
"Baik, dokter!" Jawab dokter Haman yang merupakan asisten dokter Nina. Walaupun usia dokter Haman lebih tua, namun sesuai kemampuan. Dokter Nina juga yang merekomendasikan dokter Haman untuk direkrut sebagai asistennya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Ohh ada ahli akupuntur - jarum perak..
2025-01-08
0
Albertus Sinaga
lanjut
2024-12-22
0