Bab #4 Di Restoran

Rombongan Pangeran Lintang terus saja menjadi pusat perhatian. Beberapa orang mencoba mendekat namun dihalau oleh para pengawal. Dengan begitu, memang tidak ada yang berani mendekat lagi.

Saat makanan telah disajikan, para pengawal langsung mencoba satu per satu makanan dan minuman yang dipesan agar tidak ada kesalahan.

Intan dan Elang duduk satu meja. Empat pengawal duduk di meja lainnya. Sementara Lintang, Angel dan Vanessa duduk di meja lain lagi. Mereka sedang menikmati makanan yang ada di meja.

Saat itu, suasana restoran cukup ramai. Tapi banyak meja kosong yabg tersedia. Semua pengawal kini telah berganti pakaian biasa.

"Ayah!" panggil Intan.

"Ya!" Jawab Elang.

"Apakah kita akan pulang?" Tanya Intan.

Elang melihat putrinya dengan pandangan kasih sayang. Ya, gadis ini mengira mereka akan kembali ke rumah di Ibukota. Elang mungkin tidak akan menjawab dengan mudah.

"Ya, tapi kita harus mengantarkan mereka dulu, baru kita pulang." Jawab Elang.

Intan lalu memandang ke arah tiga orang yang sedari tadi memperhatikannya.

"Ajak saja mereka ke rumah kita, Ayah." Ucap Dara.

Elang menatap Pangeran dan kedua adiknya.

"Mereka harus diantar ke suatu tempat. Jika susah mengantar mereka, kita akan pulang." Sahut Elang.

"Oo, baiklah!"

Saat itu, beberapa orang masuk ke restoran. Ada seorang pria dan seorang wanita. Usia mereka rata-rata dua puluh lima tahun. Dilihat dari penampilan mereka sepertinya orang kaya.

Beberpa orang laki-laki berbadan kekar berjalan di belakang mereka dan terlihat sangat kasar.

"Dengar! Tuan Muda kami akan mengundang banyak teman-temannya kemari. Jadi kalian semua segera membayar dan meninggalkan restoran!" Ucap seorang pria besar.

Mendengar itu, terjadi kegaduhan. Mereka ketakutan dan langsung menuju kasir untuk membayar makan. Hanya Elang dan orang-orangnya yang terus saja makan dan tidak peduli dengan suara orang tadi.

Meja Pangeran Lintang, Putri Angel dan Putri Vanessa berada di pojok ruangan. Ketiganya tidak dikenali oleh sekelompok orang yang baru masuk dan mengusir semua orang yang sedang makan.

Melihat Elang dan lainnya tidak merespon pengusiran, sepasang pemuda pemudi menjadi geram. Mereka lalu mendatangi Elang.

Dengan pandangan menyelidik, keduanya terlihat arogan dan menganggap Elang hanya orang biasa yang melawan orang yang berkuasa.

Dipandang seperti itu membuat Intan merasa risih dan tentu saja dia ingin berkomentar. Namun, Elang segera menyuapinya. Dan Intan tahu bahwa Ayahnya tidak ingin dia bicara.

Biasanya, Ayah akan selalu aktif dan tidak mentoleransi siapapun yang tidak sopan dan akan menyuruh orang-orangnya untuk memberi pelajaran pada siapa saja yang tidak sopan pada mereka.

"Hei, kenapa kalian tidak pergi? Kami membutuhkan tempat ini!" Ucap wanita. Wanita itu terlihat cantik, ramping dan tinggi. Namun dia terlihat temperamental.

Elang hanya melihatnya sekilas dan sesekali menyuapi Intan. Sebenarnya Elang masih menunggu seseorang untuk mengantarkan bahan bakar. Dia tidak ingin berhenti lagi selama perjalanan. Jadi, dia akan membawa bahan bakar untuk cadangan.

"Apa kamu tuli?" Teriak wanita itu.

Pangeran Lintang tampak emosi mendengar teriakan wanita itu. Tak disangka ada yang menggertaknya di wilayahnya sendiri. Melihat gelagat Pangeran Lintang yang mulai emosi, Elang melambaikan tangannya. Lintang pun mengerti. Ini adalah pelarian. Dia juga tidak ingin mencari keributan yang mengundang kecurigaan.

"Kami sebentar lagi akan pergi. Mohon maaf kalau kami belum bisa keluar." Ucap Elang.

"Kamu sangat berani? Tuan Muda Aaron adalah putra dari salah satu orang terkaya di Provinsi Selatan. Apakah kamu akan melawannya?" Sahut si wanita.

Elang tersenyum pahit. Melihat wanita sombong ini sebenarnya dia ingin sekali menamparnya. Namun, dia tidak ingin mencari masalah.

"Kami tidak berani mencari masalah. Aku hanya minta waktu sepuluh menit. Apakah itu terlalu lama?" Ucap Bintang.

"Sepuluh menit? Jika orang terkaya datang, maka itu akan menjadi hal memalukan bagi kami! Kamu harus pergi sekarang!" Yang bicara adalah Tuan Muda Aaron. Pria berusia tiga puluh tahun itu lumayan tampan dan memiliki pesona. Apalagi, dia juga terlihat berotot dan tidak mustahil pandai beladiri.

"Apa maksudmu?" Tanya Elang.

"Tuan Billy, dia menyuruhku datang ke tempat ini untuk membicarakan kerjasama. Dia adalah orang terkaya di Provinsi Selatan. Kamu mengacaukan pertemuan kami!" Jawab Aaron.

Elang menerka-nerka, lalu bertanya, "Maksudmu Billy Santoso?"

"Eh, kamu tidak sopan memanggil orang terkaya dengan namanya! Apakah kamu mau mati? Bahkan orang-orang Istana Awan juga harus menghormatinya!" Aaron tampak emosi.

"Oh, begitu?" Elang hanya santai saja.

Salah satu pengawal Aaron masuk, "Tuan Muda, Tuan Billy sudah datang!"

Mendengar itu, Aaron segera berbalik dan hendak menyambutnya. Terlihat di pintu masuk restoran, seorang pria berusia lima puluhan tahun masuk dengan beberapa orang lainnya.

Aaron segera bergegas ke sana, "Tuan Billy, maaf, tempatnya masih berantakan. Ada beberapa anjing yang susah dikasih tahu."

"Oh." Billy yang terlihat tidak senang dengan ucapan Aaron, tidak menanggapinya. Namun, dia malah memutar pandangannya dan sedang-mencari-cari.

"Benar, Tuan Billy! Mereka hanya orang-orang miskin yang susah dikasih tahu. Dan mereka sangat tidak menghormatimu. Jika Anda memerintahkan, maka kami akan memberi pelajaran dan meminta mereka untuk berlutut padamu." Yang bicara adalah pasangan Aaron.

"Aku kemari untuk menemui orang penting, jika kamu ingin berbisnis, maka tunggu aku menemuinya dulu. Jangan terlalu banyak bicara." Ucap Billy dengan nada yang lembut.

"Oh, baiklah, aku akan meminta orang-orangku untuk mengusir mereka agar ketika orang penting itu tiba, maka tidak ada anjing yang mengganggu." Ucap Aaron. Lalu dia melambaikan tangannya dan memerintahkan anak buahnya untuk bertindak. Sekitar empat orang yang berbadan besar segera bergegas menuju tempat di mana Elang dan lainnya berada.

Billy yang masih berada dekat pintu masuk tentu saja tidak melihat bahwa ada beberapa orang di pojok ruangan mengingat ruangan restoran itu cukup besar dan ada beberapa pendingin minuman yang ada di beberapa tempat dan menghalangi pandangan.

Billy pun akhirnya berjalan mengikuti beberapa orang tadi berjalan.

"Cepat keluar! Tuan Billy sudah datang dan kalian masih belum keluar! Apakah kalian ingin kami melakukan kekerasan?" Ucap salah satu orang.

Intan yang sedari tadi ingin berkomentar, akhirnya tidak tahan lagi. "Ohh, Ayah! Aku sudah tidak tahan lagi! Mereka benar-benar sangat menyebalkan! Pukul saja mereka, Ayah!"

Mendengar itu, Elang yang juga tidak tahan lagi akhirnya bergerak. Dengan gerakan yang sangat cepat, keempat orang itu menerima masing-masing satu pukulan di wajahnya dan menyebabkan wajah-wajah mereka bengkak dan jatuh tersungkur.

"Hah? Mereka benar-benar sangat berani! Panggil semua orang dan segera habisi mereka!" Perintah Aaron.

Billy dengan pandangan mata tuanya akhirnya mengenali mereka. Saat itu kebetulan Intan juga memandangnya.

"Hai, Billy!" Teriak Intan dan segera berlari ke arah Billy. Tak hanya sampai di situ, Intan melompat ke arahnya dan Billy sadar bahwa dia harus menangkap gadis kecil ini.

Terpopuler

Comments

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

kok bisa kenal intan anak kecil sama bos billy

2024-12-21

0

Diana Dwiari

Diana Dwiari

kog anak kecil manggil nama doank,kan ga sopan

2024-10-25

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Kocak si Intan. Santuy 😁.

2024-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!