Bab #2 Percobaan Pembunuhan

"Ayah! Bibi itu cantik sekali!" Ucap Intan saat mobil yang membawa dua Putri Raja dan Pangeran memasuki gerbang. Kaca jendela mobil terbuka dan tentu saja orang-orang bisa melihatnya.

"Hmmmm!" Elang tidak mengucapkan apa-apa.

Saat itu, seorang gadis cantik menatap ke arah Elang. Dia adalan Putri Vanessa, putri bungsu Raja Awan II (Kedua).

Intan merasa bahwa gadis di dalam mobil menatapnya, jadi dia melambaikan tangannya. Dan gadis di dalam mobil pun tersenyum dan melambaikan tangan.

"Wah! Cantik sekali!" Ucap Intan.

"Ayah! Lihat! Bibi itu melambaikan tangan!" Ucap Intan memberitahu ayahnya.

"Iya!" Sahut Elang untuk membuat gadisnya senang. Mobil pun berjalan pelan

Tiba-tiba, ada lima orang berkelebat dengan cepat ke arah mobil yang membawa mereka. Orang-orang itu memakai topeng hitam dari kain sudah berdiri dan memblokir mobil. Mobil pun berhenti. Tak sampai di situ, kelima orang itu mengambil pistol dan segera menodong ke arah mobil yang membawa para Putri dan Pangeran.

Melihat itu,semua orang menjadi panik dan berteriak ketakutan. Tanpa perintah, Elang segera berlari dengan cepat dan tahu-tahu sudah berdiri di depan kelima orang itu. Tak sampai di situ, Elang yang gerakannya lebih cepat, segera bergerak dan langsung mengambil pistol dari tangan kelima orang. Namun, hanya empat pistol yang berhasil diambil.

"Dor!"

"Ayah!" Teriak Intan.

Tembakan itu berhasil dihindari oleh Elang, namun dia sedikit terlambat dan peluru mengenai lengan kirinnya. Elang tidak mempedulikannya. Dia pun segera bergerak dan berhasil merampas pistol yang sudah melukainya.

"Dor! Dor! Dor! Dor!"

Terdengan suara empat tembakan. Empat orang terkapar, sementara, satu orang lainnya segera ditangkap oleh beberapa pengawal yang sudah berada di sana membantu. Elang sengaja membiarkan satu orang hidup untuk diinterogasi.

"Ayah!" Teriak Intan lagi. Dia berlari ke arah Ayahnya dengan wajah cemas dan langsung memeluk Elang yang sedang berjongkok sambil memegangi lengannya yang berdarah.

Elang tersenyum untuk membuat putrinya tidak khawatir.

"Ayah tidak apa-apa, Sayang." Ucap Elang lembut.

Saat selanjutnya, Elang pun berdiri, memberitahu sopir agar melanjutkan perjalanan.

Putri Vanessa meminta sopir untuk membuka kaca yang telah ditutup, namun sopir tidak mempedulikannya dan segera menjalankan mobil dengan lebih cepat. Terlihat Vanessa sangat cemas karena melihat Elang tertembak.

...****************...

"Perhatikan semua! Buang semua pistol! Gunakan pedang kalian agar tidak menakuti penduduk! Tuan tidak ingin penduduk ketakutan dan merusak rencananya! Segera tutup gerbang dan ikuti perintah!" Ucap seorang wanita berkacamata. Wanita berusia tiga puluh tahun, berbadan sintal itu sangat cantik dan mempesona. Memakai celana jin warna merah dan memakai kaos tanpa lengan.

Wanita itu sebenarnya adalah Viera. Dia merupakan orang kepercayaan Tuan Lung Awan yang merupakan kakak kandung Raja Awan. Nama Awan disematkan kepada keluarga kerajaan Awan akhir-akhir ini karena nama Istana.

Raja Awan sendiri sebenarnya bernama Lang dan diberi nama belakang Awan. Lung dan Lang merupakan putra kembar. Reputasi Lang sangat baik yang kemudian dipilih oleh ayahnya menjadi Raja menggantikan ayahnya, yaitu Sang Permana. Namun, nama belakang Permana tidak digunakan dan sekua keturunannya diberi nama belakang Awan.

Viera juga merupakan seorang ahli beladiri yang direkrut oleh Lung Awan menjadi bawahannya sejak beberapa tahun lalu. Atas perintah Lung, semua anggota kerajaan yang berhubungan dengan Lang ditangkap dan dijebloskan ke penjara bawah tanah, namun, Lung memerintahkan untuk membunuh tiga putra dan putri Raja Awan II.

"Baik, Nona!" Jawab seorang pria berusia empat puluh lima tahun. Terlihat pria itu berbadan besar. Wajahnya bersih dengan kumis tebal membuatnya justru menjadi sangar.

"Kalian harus memastikan bahwa penduduk tidak mengetahui pemberontakan ini. Bunuh ketiga putra putri Raja dan jangan sampai penduduk tahu! Apakah kamu mengerti, Daniel?" Ucap wanita itu lagi.

"Mengerti, Nona!" Jawab pria yang dipanggil Daniel.

"Perhatikan semua! Kalian tidak diizinkan membawa pistol! Jangan menakuti penduduk dan pastikan pembunuhan dilakukan dengan senyap! Jangan lupa bunuh orang yang ditangkap tadi!" Ucap Daniel melalui sambungan telepon ke setiap komandan pasukan yang dikirimnya di lapangan.

"Tuan! Pangeran dan kedua Putri diselamatkan oleh seorang pengawal istana! Sekarang, mereka sudah meninggalkan istana dan bergerak ke arah ibukota. Kami masih terus mengejar mereka!" Ucap salah seorang melalui sambungan telepon.

"Apa?" Daniel tidak melanjutkan ucapannya, namun menahannya.

"Nona! Pangeran dan dua Putri dibawa pengawal menuju ke ibukota. Apa yang harus dilakukan?" Suara Daniel.

"Dasar tidak berguna! Kalian dibayar mahal oleh Tuan bukan untuk gagal, tapi untuk berhasil! Ikuti mereka dan jangan bertindak di sekitar pemukiman pada penduduk!" Jawab Viera dengan geram.

Bagaimana mungkin pasukan yang dipilihnya bisa dikalahkan oleh seorang pengawal istana? Bahkan salah seorang diantaranya ditangkap? Sungguh konyol.

"Aku tidak ingin mendengar kegagalan! Jika terjadi lagi, maka aku akan membunuhmu!" Ucap wanita cantik itu.

"Ba-baik, Nona!" Daniel tampak sangat gugup. Bagaimana tidak, Viera sama sekali tidak pernah main-main dengan ucapannya. Dalam keadaan tertentu yang membuatnya tidak senang, wanita ini bisa melakukan hal yang sangat kejam. Tidak peduli dia saudara sendiri, kerabat atau bahkan teman dekat, jika mengecewakannya, maka akan berakhir mengenaskan.

Daniel sendiri sebenarnya bukan orang sembarangan. Dia adalah pemilik perguruan seni beladiri yang cukup ditakuti di Provinsi Selatan. Perguruannya memiliki reputasi yang cukup baik karena berhasil mencetak banyak ahli beladiri yang menjadi kebanggaan banyak kelurga kaya.

Namun, beberspa waktu lalu, Viera datang bersama beberapa orang, menantang Daniel bertarung dengan taruhan, siapapun yang kalah harus tunduk dan patuh.

Pada akhirnya, Daniel benar-benar harus berlutut dan menjadi patuh pada Viera. Viera sebenarnya bisa dengan mudah membunuh Pangeran dan kedua adiknya saat berada di Ibukota, namun, ketiga putra-putri raja ini selama di Ibukota, selalu mendapat pengamanan dari pasukan elit militer yang merupakan rekan-rekannya selama dia berada di pasukan elit.

Karena Viera pernah melakukan kesalahan fatal membunuh juniornya, maka dia dikeluarkan dari militer. Ketika itulah, Viera direkrut oleh organisasi pembunuh bayaran dan kemudian Viera sama sekali tidak pernah tampil ke publik sama sekali.

Bahkan, reputasi Viera sebagai pembunuh bayaran, menjadi nomor tiga mengalahkan banyak pembunuh bayaran yang sudah lama bergabung.

Saat Daniel mengetahui bahwa Viera adalah pembunuh bayaran nomor tiga, Daniel benar-benar sangat ketakutan. Lalu, Lung pun merekrutnya dengan bayatan tinggi untuk menjadi pemimpin dalam operasi pembunuhan putra-putri raja.

Langkah pertama yang dilakukan Daniel adalah membunuh langsung di dalam gerbang karena pasukan elit hanya mengantarkan Lintang, Angel dan Vanessa sampai ke gerbang dan tanggung jawab keselamatan ada pada pengawal istana.

Terpopuler

Comments

lyani

lyani

siapa si yg tdk menginginkan kekuasaan. sdh berkuasa saja masih terus kurang

2025-02-18

0

lyani

lyani

kl perempuan lung jadi Ling ntu... jadilah Ling....lung😁

2025-02-18

0

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Saudara kembar koq bermusuhan ya??

2025-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!