Bab #11 Tingkah Konyol Intan

"Pangeran, aku hanya menjalankan perintah. Anda tidak bisa menekanku dengan banyak diskusi yang aku tidak bisa menjelaskannya jika Anda bertanya banyak hal. Setelah sampai di Provinsi Utara, maka aku akan memikirkan bagaimana merencanakan penyelamatan Raja Awan." Sahut Elang dengan bijaksana.

"Hmmm, aku yakin kamu akan menyelamatkan kami. Dan kamu sudah menyelamatkan kami beberapa kali. Aku sangat berterimakasih. Pengorbananmu tidak ternilai dan tidak bisa dinilai dengan uang."

"Anda sangat bijaksana, dan Anda layak menjadi Raja menggantikan Raja Awan. Tetapi seharusnya Anda bisa lebih kuat dari yang sekarang. Paman Anda memiliki banyak pembunuh kelas dunia. Bahkan pembunuh peringkat ketiga ada di belakang paman kalian. Pelarian selanjutnya akan lebih berat." Sahut Elang.

"Kenapa Paman bisa sampai setega itu?" Tanya Angel mulai menitikkan air mata.

"Mungkin itu karena ketidakadilan, atau karena iri, atau bisa juga karena serakah. Menjadi berkuasa itu mungkin menurut sebagian orang adalah hal yang membanggakan karena bisa mendapatkan kehormatan penuh, disegani dan ditakuti, memiliki banyak bawahan yang tunduk dan patuh padanya."

"Tapi, aku sendiri tidak akan seperti itu. Menjadi orang biasa jauh lebih menyenangkan. Bisa bebas dengan apa yang dilakukan asalkan tidak melanggar hukum." Ucap Elang dengan bahasa yang diplomatis.

Angel dan Pangeran Lintang saling pandang. Dia hanya seorang pengawal, tapi Elang sangat bijaksana.

"Aku sangat iri padamu. Kamu melindungi kami sekaligus melindungi putrimu. Aku merasa malu. Jika kelak kami bisa merebut kembali istana dari Paman, maka kamu akan menjadi orang penting dalam Istana Awan." Ujar Pangeran Lintang dengan mimik serius.

"Aku sama sekali tidak tertarik dengan itu, Pangeran. Bahkan jika Anda memintaku menjadi raja sekalipun, aku sama sekali tidak tertarik dan aku pasti menolaknya."

Ucapan Elang ini benar-benar membuat Lintang dan Angel tertegun. Di dunia ini jarang terjadi hal seperti ini. Seseorang akan dengan senang hati bila diberi jabatan tertinggi. Namun, Elang sangat berbeda dan itu sungguh mengagumkan.

"Elang,sebenarnya siapa kamu?" Tanya Pangeran Lintang.

Elang menarik nafas, menatap ke arah Pangeran, lalu ke Putri Angel. "Aku adalah seoeang pengawal."

"Aku ingin, empat pengawal istana dibebaskan agar aku lebih bisa fokus dan hanya satu mobil. Cukup pilih satu orang untuk menjadi sopir."

"Tapi?" Pangeran Lintang tidak melanjutkan.

"Pangeran, aku yang bertanggung jawab. Aku akan melindungi kalian semua." Ucap Elang.

"Baiklah, aku akan mengikuti apa yang kamu ucapkan." Ujar Pangeran.

Mereka pun terdiam, Elang juga tidak mengatakan apa-apa lagi. Saat itu pintu kamar terbuka. Intan keluar dari kamar dan langsung menuju ke ayahnya.

"Ayah, kenapa tidak tidur. Ayo cepat tidur!" Ucap Intan sambil menarik tangan Elang.

"Ayah akan tidur di sini, Sayang." Jawab Elang lembut sambil membelai rambut putrinya.

"Kata Nenek, Bibi Vanessa adalah ibuku. Ayo, ayah harus tidur bersama kami!" Sahut Intan yang membuat Elang garuk-garuk kepala.

"Itu... Ayah tidak.... Eh, ayo tidur bersama ayah di sini!" Ucap Elang gugup.

"Tidak mau! Ayah harus tidur di kamar!" Intan merajuk. Tidak tahu harus berbuat apa, Elang menatap Pangeran dan Angel bergantian. Raut mukanya jelas memohon pertolongan dan dia juga malu.

"Bayi cantik, bagaimana kalau kita sekarang tidur? Ranjang kita tidak akan cukup untuk banyak orang. Aku juga bisa menjadi ibumu." Ucap Angel dengan keberanian yang dibuat-buatnya.

Elang dan Pangeran Lintang terkejut. Sementara Intan memandangnya. Gadis kecil itu masih bimbang. Apakah dia akan meninggalkan ayahnya atau pergi bersama bibi cantik ini?

Intan menatap Elang. Ayahnya mengangguk sambil tersenyum. Intan juga menatap Lintang. Pangeran Lintang tersenyum dan mengangguk. Intan pun agak bimbang. Selama ini, dia selalu tidur bersama ayahnya. Bahkan, dia tidak ingin tidur dengan siapapun.

Akhirnya, Angel memeluk gadis kecil yang bimbang. Intan hanya diam saja. Setelang berada dalam gendongan Angel, tangan intan melambai-lambai meminta ayahnya datang. Elang langsung menuju ke arahnya.

Rupanya Intan minta dicium ayahnya. Elang pun mencium gadis itu. "Ayah juga harus menciumnya. Nanti Bibi tidak bisa tidur!"

Elang terbatuk-batuk sambil mundur. Entah apa yang ada di otak putrinya. Dia meminta ayahnya mencium Putri Angel. Ini sangat keterlaluan.

"Aku juga mau dicium!" Suara itu adalah Vanessa yang berjalan ke arah mereka.

"Aaaaah!" Elang berteriak seperti baru saja dipukul. Kemudian tubuhnya ambruk ke sofa. Dia tidak bergerak dan memejamkan mata.

"Ayah!" Teriak Intan cemas.

"Bayi cantik, coba Paman periksa." Ucap Pangeran Lintang. Lalu pura-pura memegang tangan, kemudian menempelkan telinga di dada Elang. Dalam waktu sekitar tiga puluh detik, Pangeran telah selesai memeriksa Elang.

"Ayah sudah tidur. Jadi jangan ganggu, kasihan Ayah terluka di lengan dan punggungnya. Kalau dibawa tidur, maka lukanya akan segera tumbuh. Intan segera turun lalu mencium Elang yang tertidur. Vanessa pun dengan gerakan cepat langsung mencium Elang.

Elang ingin menghindar namun dia akan ketahuan. Sementara Angel sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Ketiganya lalu pergi ke kamar, menutup pintu dan kemudian tidur. Saat itulah Elang bangun.

Pangeran menatap Elang sambil tersenyum. Elang merasa risih dan tidak tahu harus berbuat apa.

"Pangeran, segeralah tidur!" Akhirnya Elang bicara.

"Aku belum mengantuk." Jawab Pangeran Lintang.

...****************...

"Niken, bukankah ada yang aneh dengan sikap Elang pada gadis itu?" Tanya Marissa pada Niken.

"Ada apa dengan Elang, Ibu?" Niken balik bertanya.

"Kamu perhatikan tidak, gadis itu begitu agresif, tapi Elang seperti malu. Apakah itu tidak aneh?"

"Aku tidak memperhatikan. Mungkin mereka baru saja bertemu, jadi tidak begitu akrab." Jawab Niken.

"Bukan begitu, aku masih berpikir sebenarnya gadis itu bukan ibunya Intan. Mereka mungkin berpura-pura." Sahut Vanessa.

"Aku tidak paham maksud ibu."

"Aku berpikir itu bukan ibunya Intan. Mereka berpura-pura untuk menghindari perjodohan yang ibu rencanakan."

"Ibu, sebaiknya kita tidur. Elang sudah mengatur perjalanan kita. Dia memikirkan kita agar terhindar dari balas dendam Timo." Ucap Niken.

"Anak itu sangat baik. Dia adalah pemuda yang bertanggung jawab. Aku sebenarnya tidak tega menjodohkannya. Dia masih ingin menemukan ibunya Intan. Ah, sudahlah. Besok kita harus kembali ke Ibukota." Ujar Marissa.

"Iya, Ibu!" Jawab Niken. Lalu dia merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.

Sementara Marissa masih duduk. Sepertinya dia memikirkan banyak hal. Dia ingin menanyakan banyak hal pada Elang. Tapi dia masih belum punya kesempatan.

Dia masih ingat saat menemukan Elang. Anak itu sebenarnya mungkin tahu keberadaan ayah dan ibunya, namun sepertinya dia tidak ingin menemui mereka.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Ohh jadi Elang tahu sebenarnya dia anak siapa?

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

ibu intan yg disewa itu nek marissa

2024-12-21

0

Nur_aisyah Rahman

Nur_aisyah Rahman

lanjut terus

2024-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!