Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina

Billy benar-benar menangkap Intan dalam pelukannya. Sejak kecil, gadis ini sudah terbiasa dengan sikap seperti ini. Intan terlihat sudah sangat akrab dengan Billy yang merupakan orang terkaya di Provinsi Selatan.

Melihat hal ini, Aaron dan wanita di sampingnya tentu saja menjadi sangat terkejut. Bagaimana tidak, di awal kedatangan mereka, keduanya berusaha mengusir Intan dan Elang. Hal ini yang membuat Aaron dan wanita di sampingnya terlihat berkeringat dingin. Keduanya saling pandang dan setengah tidak percaya.

"Tuan, maaf! Yang Anda maksud orang besar adalah....?" Aaron mengehentikan pertanyaannya karena Billy mengangkat tangannya.

Elang pun berdiri, "Billy, apakah pesananku sudah berada di sana?"

Billy menatap Elang dengan tersenyum, lalu berkata, "Tentu saja, Tuan Muda!"

Seorang pengawal kemudian memberikan sebuah pedang dan tiga buah buah tas besar berisi pakaian. Selain itu, ada sehuah kotak berisi makanan dan satu kotak lagi berisi obat-obatan dan alat-alat kedokteran.

Saat itu, seorang gadis memasuki ruangan. Gadis yang sangat cantik dan sangat menawan. Dia adalah putri dari Billy, namanya Karina dan biasa dipanggil Karin.

"Karin!" Yang memanggil adalah Intan.

"Nona!" Jawab Karina.

Gadis itu berjalan cepat ke arah ayahnya yang menggendong Intan, "Tuan Muda!" Sapa Karina pada Elang.

Elang hanya tersenyum saja. Namun itu sudah membuat Karina sangat senang. Lalu, Karina segera mengambil Intan dari tangan ayahnya.

"Karin, ikutlah dengan kami, kami akan pergi jauh." Ajak Intan. Gadis kecil ini mengira ini adalah plesiran. Jadi dia sengaja mengajak Karina.

Karina langsung memandang Elang. Billy pun tersenyum penuh arti. Dia mengetahui kalau sebenarnya Karina menyukai Elang. Namun, Elang mungkin tidak memahaminya.

"Tidak!" Ucap Elang.

Dara terlihat tidak senang dengan ucapan ayahnya. "Huh!" Intan mencoba memukul ayahnya. Namun karena jauh, tangannya hanya mengenai angin saja.

"Karin, setelah pulang dari sini, kamu bisa bertanya pada ayahmu kenapa aku menolakmu ikut." Ucap Elang lagi.

"Iya!" Jawab Karina. "Nona, aku tidak bisa ikut. Atau Nona tinggal bersamaku saja?"

Billy langsung memegang bahu Karina, "Tidak! Nona Kecil akan ikut Tuan Muda."

"Baiklah, aku akan menunggu kalian pulang." Ucap Karina akhirnya.

Intan di dalam pelukan Karina terlihat memegangi pipinya. Keduanya sangat akrab dan seperti susah lama saling mengenal.

Diam-diam Vanessa merasa iri. Dia sepertinya jatuh cinta pada gadis kecil itu. Gadis Putri Raja itu pun berdiri dan mendekati Karina dan Intan.

"Aku akan menjaganya. Gadis kecil, maukah kamu aku peluk?" Ucap Vanessa.

Intan langsung melihat ke arahnya. Karina merasa tidak senang dengan gadis ini. Elang memperhatikan ketiga gadis itu. Saat itu, Intan melihat ke arahnya seperti minta persetujuan.

Di istana tadi pagi, Intan memuji gadis itu sebagai gadis cantik. Lalu sekarang gadis cantik itu memintanya untuk dipeluk. Hari-hari ke depan tentu saja keduanya tidak akan dipisahkan. Intan biasanya dimandikan oleh pelayan rumah.

Elang mengangguk pada Intan. Intan pun kini berpindah ke pelukan Vanessa. Tentu saja Vanessa sangat senang. Tak hanya itu, Vanessa kemudian mencium pipi Intan yang gemuk.

Billy tersenyum melihat keduanya akrab. Dia berharap gadis ini adalah putri dari Vanessa. "Kalian mungkin lebih cocok sebagai ibu dan anak." Ucap Billy tiba-tiba. Ini membuat Elang, Karina, Pangeran Lintang, Putri Angel dan lainnya terkejut.

"Ayah! Apa yang kamu katakan?" Karina memasang wajah cemberut.

Billy pun tersenyum lagi. "Kamu hanya perlu bersaing. Jangan marah. Bukankah kamu juga punya kesempatan?"

"Ayah! Aku ingin punya ibu banyak seperti di rumah sana!" Ucap Intan yang membuat semua orang tertawa. Elang tidak melihat ke arahnya.

"Dasar anak kecil! Aneh-aneh saja!" Sahut Elang.

"Aku mau!" Ucap Vanessa. "Mulai sekarang kamu memanggilku ibu, ya!"

Intan tersenyum pada Vanessa. Gadis itu sangat berterus terang.

"Apa maksudmu?" Karin tidak senang dan dia pun maju.

"Eh, aku ingin menjadi ibunya, apa tidak boleh? Kenapa kamu marah?" Vanessa pun tidak senang dengan sikap Karina.

"Aku..... Aku juga ingin menjadi ibunya!" Karina baru menyadari dia mengucapkan itu dan wajahnya memerah.

"Hahahaha! Bagus sekali! Kalian bisa bersaing, tapi jangan bermusuhan!" Ujar Billy dengan tawa bahagia.

"Billy, diamlah!" Elang merasa malu dengan adegan ini.

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kenapa ada yang marah?" Sahut Billy dengan senyum yang penuh arti.

Mereka kini melihat Vanessa dan Karina sama-sama memeluk Intan. Keduanya seolah sedang berebut hatinya. Angel yang masih duduk di dekat Pangeran Lintang, diam-diam juga mencuri-curi pandang pada Elang. Dia mungkin saja ingin seperti Vanessa dan Karina, tapi tentu saja malu.

"Angel, ada apa denganmu?" Tanya Pangeran.

Angel dengan wajah panik lalu mengalihkan pandangan. "Ada apa? Aku tudak apa-apa."

Pangeran Lintang tentu saja tahu apa yang ada di benak adiknya. Bagaimana pun Elang hanya seorang pengawal istana, namun dia punya kemampuan yang besar. Tidak hanya itu, orang terkaya di Kota Selatan memanggilnya Tuan Muda. Siapa sebenarnya Elang?

Melihat Vanessa begitu bahagia, Pangeran Lintang justru bersedih. Mereka harus berlari dari pembunuh yang mengincar mereka. Elang sudah menyelamatkan mereka dua kali dan pertama kalinya, lengannya terluka. Entah bagaimana, Pangeran bahkan belum melihat Elang mengeluarkan peluru yang bersarang di lengannya.

Pangeran hanya melihat, setelah kedatangan Billy, Elang menyuntikkan sesuatu ke lengannya. Itu mungkin saja anestesi. Bagaimana mungkin dia bisa bertahan dari peluru yang bersarang di tubuhnya jika dia orang biasa?

"Apakah kamu juga menyukainya?" Ucap Pangeran dengan berbisik.

"Apa yang Kakak ucapkan? Aku tidak mungkin menyukainya, dia hanya seorang pengawal. Bagaimana Ayah dan Ibu akan setuju?" Balas Angel.

"Ya, aku tahu, aku hanya khawatir kamu tidak berani berterus terang dan malu bersaing dengan adikmu." Pangeran masih menggoda Angel yang wajahnya kini memerah.

Angel adalah wanita tercantik di Provinsi Selatan. Tidak ada yang bisa membandingi kecantikan Angel yang tiada tara. Bahkan, Vanessa yang merupakan adik kandungnya, tidak bisa membandingi kecantikan Angel yang sangat alami. Hanya saja gadis ini pemalu dan sikapnya keras.

"Billy, kami segera berangkat. Aku akan meneleponmu jika aku butuh bantuanmu." Ucap Elang setelah selesai memeriksa tas yang dikirimkan oleh Billy.

"Baiklah! Aku sudah menyiapkan mobil baru yang sudah dimodifikasi dengan penambahan tanki bahan bakar. Itu akan cukup sampai ke Provinsi utara. Ingatlah untuk datang berkunjung ke tempatku bila nanti kembali ke Provinsi Selatan." Jawab Billy.

"Ya!" Sahut Elang.

Mendengar itu, Karina benar-benar panik. Dia akan ditinggal lagi lebih lama. Dan, Karina pun berlari ke arah Elang dan memeluknya dengan erat.

Elang tidak tahu harus melakukan apa. Dia memandang Billy. Terlihat lelaki tua itu justru memalingkan muka. Tangan Elang tidak berani untuk memeluk Karina.

Karina pun memegang kedua tangan Elang dan melingkarkannya di lehenya.

"Aku akan menunggu!" Ucap Karina sambil menangis.

Elang melepas pelukan Karina dan segera menuju Billy, "Jangan mudah berbisnis dengan orang yang tidak bisa menghargai orang lain." Ucap Elang. Billy mengangguk.

Di sisi lain, Aaron dan wanitanya tampak panik. Dia melihat sendiri bagaimana Billy memperlakukan orang yang akan diusirnya. Bahkan, putri orang terkaya yang sangat cantik justu menyukai orang yang hendak mereka usir.

Mereka akhirnya pergi dengam mobil baru yang sudah dimodifikasi. Selain besar, juga diatur ada ruangan yang luas. Mobil itu juga anti peluru termasuk yang kaliber besar.

Terpopuler

Comments

Adri Pratama

Adri Pratama

mantap nih karya Thor yg satu ini, terus berkarya bro/Rose//Rose//Rose/

2024-11-15

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

lanjut

2024-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!