Bab #19 Kemarahan Lung Awan

Dokter Nina sudah selesai melakukan pengobatan dengan teknik akupunktur. Beberapa saat kemudian,Elang langsung bangun. Elang merasa dirinya menjadi kuat. Jarum perak milik Nina sebenarnya membuka titik kekuatan yang selama ini hilang.

Hanya tinggal satu lagi Elang akan mencapai titik terkuat. Dia harus mendapatkan sebuah pil yang akan membuat kekuatan spiritualnya kembali. Sejak itu maka Elang tidak akan terkalahkan.

"Terimakasih!" Ucap Elang pada dokter Nina.

Dokter Nina tersenyum. Dokter cantik dan ahli pengobatan Tiongkok itu memang merasakan Elang memiliki kekuatan tak terbatas. Dia melihat ada bagian kekuatan yang terblokir dari kekuatannya. Dia telah membukanya dan membuat Elang jauh lebih kuat sekarang. Luka dalam yang ia derita juga sudah sembuh dan tidak ada lagi cedera di bagian dalam.

Elang lalu turun dari ranjang pasien dan para dokter serta perawat mengawasinya. Elang lalu meminta nomor ponsel Nina. Tentu saja Nina sangat senang memberikannya.

"Aku akan menghubungimu kelak." Ucap Elang.

"Baik, Tuan! Aku akan menunggu telepon dari Anda.

Elang tersenyum. Saat itu, Jamal dan Ardan serta Andika masuk. Ardan sambil mendorong kursi roda. Duduk di kursi roda, Faris yang telah dipukuli oleh Elang.

Mereka telah diberitahu bahwa Elang sudah disembuhkan. Sepertinya Elang berubah pikiran.

"Tuan? Anda sudah sembuh?" Tanya Jamal sambil membungkuk.

Elang mengangguk. "Aku akan membawanya!" Ucap Elang.

"Maksud Anda?" Tanya Jamal penasaran.

"Dokter ini, aku memerlukannya!" Jawab Elang.

"Oh! Itu bukan masalah besar. Aku akan memberikan apa saja yang Anda minta." Ujar Jamal merasa sangat senang. Dengan begini, setidaknya dia memiliki jasa pada Elang. Apalagi, karena kelakuan cucunya, Keluarga Permadi hampir saja dibuat bangkrut.

"Baik, aku akan menginap semalam. Perintahkan orang-orangmu untuk berjaga sepanjang aku di sini! Jangan biarkan siapapun masuk kecuali atas persetujuanku!" Perintah Elang.

"Baik, Tuan!" Jawab Jamal.

Jamal menoleh ke arah Andika yang merasa bingung. "Kamu dengar apa perintah Tuan Elang?"

Andika terkejut ketika mendengar ucapan ayahnya. Dia tidak memerintah, namun hanya melanjutkan perintah.

"Iy-iya, Ayah!" Jawab Andika gugup. Dia langsung bergerak cepat dan memerintahkan para ahli beladiri Keluarga Permadi untuk berjaga sesuai perintah Elang.

"Tidak ada yang boleh ada kesalahan sedikitpun! Ini perintah tertinggi!" Ucap Andika.

Elang pun menginap di rumah Jamal. Mereka aman sampai pagi. Dan pagi harinya mereka berangkat. Ada tambahan satu orang dalam perjalanan ini,yaitu dokter Nina karena Elang menginginkannya.

...****************...

Istana Awan

"Bagaimana bisa hanya membunuh mereka saja tidak bisa?" Ucap seorang pria paruh baya. Dia adalah Lung Awan yang menjadi Raja Awan karena menyingkirkan kakaknya.

Pertemuan ini, bersama Viera dan beberapa petinggi istana yang membelot. Dari hasil yang didapat untuk memburu pangeran dan para putri, para pembunuh mati semua.

"Hubungi Black Hunter! Mereka seharusnya lehih bisa diandalkan!" Perintah Lung.

"Biarkan aku yang berangkat, Yang Mulia! Aku sendiri yang akan membereskan mereka!" Ucap Viera. Dalam setiap misinya, Viera memang tidak pernah gagal, itulah dia mendapatkan gelar pembunuh nomor tiga dunia.

"Tidak perlu! Kamu akan di sini dan melindungiku! Aku ingin Black Hunter!" Sahut Lung.

Black Hunter sebenarnya adalah organisasi yang dibentuk oleh negara untuk memburu para mafia bawah tanah. Tentu saja organisasi ini dihuni oleh para ahli beladiri yang bukan sembarangan. Setiap kali aksi mereka selalu berhasil dan mereka kini menjadi momok yang menakutkan bagi dunia bawah tanah.

Tak hanya itu, organisasi ini juga mendapat dukungan dari militer dan tentu saja sangat kuat.

"Baik, Yang Mulia!" Jawab Viera. Gadis cantik dan seksi itu memang selalu memikat hati. Tak jarang bila target yang akan dibunuhnya dapat dibunuh dengan mudah. Apalagi jika mereka laki-laki.

Raja Lung Awan memang sudah mengumumkan bahwa Pangeran Lintang, Putri Angel dan Putri Vanessa merupakan buron istana. Barangsiapa yang dapat menangkap mereka akan diberi imbalan yang besar. Itu diumumkan beberapa jam yang lalu.

Tentu saja respon masyarakat ada yang pro dan kontra. Apalagi penetapan buron juga sangat tidak jelas.

Bahkan pengumuman itu sudah sempat tayang di televisi nasional dalam sebuah berita dan foto ketiganya juga ikut ditayangkan.

"Yang Mulia!" Ucap Viera sambil menunjukkan pesan dari organisasi Black Hunter.

"Setujui saja! Asalkan mereka dapat menghabisi ketiganya dan pengawal itu, maka aku masih akan memberikan bonus dan mereka akan menjadi tamu kehormatan istana Awan." Kata Raja Lung Awan.

"Baik, Yang Mulia!" Jawab Viera. Tanpa basa-basi, Viera langsung membalas pesan Black Hunter dan menyetujuinya.

...****************...

Dalam perjalanannya, Elang memperkenalkan Nina pada Pangeran Lintang, Putri Angel dan Putri Vanessa.

"Ini adalah dokter Nina, dia sengaja aku rekrut untuk kepentinganku. Ini tidak ada hubungannya dengan Pangeran dan Putri berdua. Dokter Nina tidak akan ikut ke Provinsi Utara." Ucap Elang.

"Dokter Nina, mereka adalah Putra dan Putri Raja Awan dari Istana Awan di Provinsi Selatan." Lanjut Elang.

"Senang bertemu Anda, dokter Nina!" Ucap Pangeran.

"Aku sangat terhormat bisa bertemu Pangeran dan dua Putri Istana Awan." Sahut dokter Nina.

"Ehem!" Terdengar Intan berdehem beberapa kali.

"Oh, ini dia adalah Putri Elang. Dia sangat cantik dan imut sekali." Ucap Elang yang memahami jika Intan juga ingin diperkenalkan.

Intan terlihat tersenyum. Wajahnya tampak berbinar. Ayahnya sangat tahu cara memujinya.

"Oh, Nona Kecil ini memang sangat cantik. Dokter Nina merasa sangat senang bisa bertemu Nona yang sangat cantik." Ucap dokter Nina sambil tersenyum dan menatap gemas pada Intan.

Tiba-tiba tak sengaja audio mobil memperdengarkan berita radio bahwa Raja Awan mengumumkan Pangeran Lintang, Putri Angel dan Putri Vanesa merupakan buronan Istana Awan dan barangsiapa yang dapat menangkapnya, maka mereka akan mendapat hadiah yang besar.

"Kita tidak bisa tampil ke publik lagi. Aku akan mencari cara mengganti mobil dan pergi ke Provinsi Utara dengan aman." Ucap Elang setelah mendengar berita dari radio.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Paman macam apa tuhhh, perintahkan keponakannya untuk dibunuh dan jadi buronan..

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

putra/putri awan jadi boronan

2024-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!