Dokter Nina sudah selesai melakukan pengobatan dengan teknik akupunktur. Beberapa saat kemudian,Elang langsung bangun. Elang merasa dirinya menjadi kuat. Jarum perak milik Nina sebenarnya membuka titik kekuatan yang selama ini hilang.
Hanya tinggal satu lagi Elang akan mencapai titik terkuat. Dia harus mendapatkan sebuah pil yang akan membuat kekuatan spiritualnya kembali. Sejak itu maka Elang tidak akan terkalahkan.
"Terimakasih!" Ucap Elang pada dokter Nina.
Dokter Nina tersenyum. Dokter cantik dan ahli pengobatan Tiongkok itu memang merasakan Elang memiliki kekuatan tak terbatas. Dia melihat ada bagian kekuatan yang terblokir dari kekuatannya. Dia telah membukanya dan membuat Elang jauh lebih kuat sekarang. Luka dalam yang ia derita juga sudah sembuh dan tidak ada lagi cedera di bagian dalam.
Elang lalu turun dari ranjang pasien dan para dokter serta perawat mengawasinya. Elang lalu meminta nomor ponsel Nina. Tentu saja Nina sangat senang memberikannya.
"Aku akan menghubungimu kelak." Ucap Elang.
"Baik, Tuan! Aku akan menunggu telepon dari Anda.
Elang tersenyum. Saat itu, Jamal dan Ardan serta Andika masuk. Ardan sambil mendorong kursi roda. Duduk di kursi roda, Faris yang telah dipukuli oleh Elang.
Mereka telah diberitahu bahwa Elang sudah disembuhkan. Sepertinya Elang berubah pikiran.
"Tuan? Anda sudah sembuh?" Tanya Jamal sambil membungkuk.
Elang mengangguk. "Aku akan membawanya!" Ucap Elang.
"Maksud Anda?" Tanya Jamal penasaran.
"Dokter ini, aku memerlukannya!" Jawab Elang.
"Oh! Itu bukan masalah besar. Aku akan memberikan apa saja yang Anda minta." Ujar Jamal merasa sangat senang. Dengan begini, setidaknya dia memiliki jasa pada Elang. Apalagi, karena kelakuan cucunya, Keluarga Permadi hampir saja dibuat bangkrut.
"Baik, aku akan menginap semalam. Perintahkan orang-orangmu untuk berjaga sepanjang aku di sini! Jangan biarkan siapapun masuk kecuali atas persetujuanku!" Perintah Elang.
"Baik, Tuan!" Jawab Jamal.
Jamal menoleh ke arah Andika yang merasa bingung. "Kamu dengar apa perintah Tuan Elang?"
Andika terkejut ketika mendengar ucapan ayahnya. Dia tidak memerintah, namun hanya melanjutkan perintah.
"Iy-iya, Ayah!" Jawab Andika gugup. Dia langsung bergerak cepat dan memerintahkan para ahli beladiri Keluarga Permadi untuk berjaga sesuai perintah Elang.
"Tidak ada yang boleh ada kesalahan sedikitpun! Ini perintah tertinggi!" Ucap Andika.
Elang pun menginap di rumah Jamal. Mereka aman sampai pagi. Dan pagi harinya mereka berangkat. Ada tambahan satu orang dalam perjalanan ini,yaitu dokter Nina karena Elang menginginkannya.
...****************...
Istana Awan
"Bagaimana bisa hanya membunuh mereka saja tidak bisa?" Ucap seorang pria paruh baya. Dia adalah Lung Awan yang menjadi Raja Awan karena menyingkirkan kakaknya.
Pertemuan ini, bersama Viera dan beberapa petinggi istana yang membelot. Dari hasil yang didapat untuk memburu pangeran dan para putri, para pembunuh mati semua.
"Hubungi Black Hunter! Mereka seharusnya lehih bisa diandalkan!" Perintah Lung.
"Biarkan aku yang berangkat, Yang Mulia! Aku sendiri yang akan membereskan mereka!" Ucap Viera. Dalam setiap misinya, Viera memang tidak pernah gagal, itulah dia mendapatkan gelar pembunuh nomor tiga dunia.
"Tidak perlu! Kamu akan di sini dan melindungiku! Aku ingin Black Hunter!" Sahut Lung.
Black Hunter sebenarnya adalah organisasi yang dibentuk oleh negara untuk memburu para mafia bawah tanah. Tentu saja organisasi ini dihuni oleh para ahli beladiri yang bukan sembarangan. Setiap kali aksi mereka selalu berhasil dan mereka kini menjadi momok yang menakutkan bagi dunia bawah tanah.
Tak hanya itu, organisasi ini juga mendapat dukungan dari militer dan tentu saja sangat kuat.
"Baik, Yang Mulia!" Jawab Viera. Gadis cantik dan seksi itu memang selalu memikat hati. Tak jarang bila target yang akan dibunuhnya dapat dibunuh dengan mudah. Apalagi jika mereka laki-laki.
Raja Lung Awan memang sudah mengumumkan bahwa Pangeran Lintang, Putri Angel dan Putri Vanessa merupakan buron istana. Barangsiapa yang dapat menangkap mereka akan diberi imbalan yang besar. Itu diumumkan beberapa jam yang lalu.
Tentu saja respon masyarakat ada yang pro dan kontra. Apalagi penetapan buron juga sangat tidak jelas.
Bahkan pengumuman itu sudah sempat tayang di televisi nasional dalam sebuah berita dan foto ketiganya juga ikut ditayangkan.
"Yang Mulia!" Ucap Viera sambil menunjukkan pesan dari organisasi Black Hunter.
"Setujui saja! Asalkan mereka dapat menghabisi ketiganya dan pengawal itu, maka aku masih akan memberikan bonus dan mereka akan menjadi tamu kehormatan istana Awan." Kata Raja Lung Awan.
"Baik, Yang Mulia!" Jawab Viera. Tanpa basa-basi, Viera langsung membalas pesan Black Hunter dan menyetujuinya.
...****************...
Dalam perjalanannya, Elang memperkenalkan Nina pada Pangeran Lintang, Putri Angel dan Putri Vanessa.
"Ini adalah dokter Nina, dia sengaja aku rekrut untuk kepentinganku. Ini tidak ada hubungannya dengan Pangeran dan Putri berdua. Dokter Nina tidak akan ikut ke Provinsi Utara." Ucap Elang.
"Dokter Nina, mereka adalah Putra dan Putri Raja Awan dari Istana Awan di Provinsi Selatan." Lanjut Elang.
"Senang bertemu Anda, dokter Nina!" Ucap Pangeran.
"Aku sangat terhormat bisa bertemu Pangeran dan dua Putri Istana Awan." Sahut dokter Nina.
"Ehem!" Terdengar Intan berdehem beberapa kali.
"Oh, ini dia adalah Putri Elang. Dia sangat cantik dan imut sekali." Ucap Elang yang memahami jika Intan juga ingin diperkenalkan.
Intan terlihat tersenyum. Wajahnya tampak berbinar. Ayahnya sangat tahu cara memujinya.
"Oh, Nona Kecil ini memang sangat cantik. Dokter Nina merasa sangat senang bisa bertemu Nona yang sangat cantik." Ucap dokter Nina sambil tersenyum dan menatap gemas pada Intan.
Tiba-tiba tak sengaja audio mobil memperdengarkan berita radio bahwa Raja Awan mengumumkan Pangeran Lintang, Putri Angel dan Putri Vanesa merupakan buronan Istana Awan dan barangsiapa yang dapat menangkapnya, maka mereka akan mendapat hadiah yang besar.
"Kita tidak bisa tampil ke publik lagi. Aku akan mencari cara mengganti mobil dan pergi ke Provinsi Utara dengan aman." Ucap Elang setelah mendengar berita dari radio.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Paman macam apa tuhhh, perintahkan keponakannya untuk dibunuh dan jadi buronan..
2025-01-08
0
Albertus Sinaga
putra/putri awan jadi boronan
2024-12-22
0