Bab #7 Lima Pembunuh Kuat

Elang kembali menyerang kelima orang. Dia yakin kini ia akan dengan mudah mengalahkan kelima orang itu. Keadaan sudah berubah dan Elang yang lebih kuat tentu saja akan mengalahkan kelima orang itu.

Waktu berjalan begitu cepat saat itu jam sudah menunjukkan pukul dua sore. Elang tentu tidak akan menyia-nyiakan waktu. Dia berpikir jika di jalan begini malam hari, itu akan sangat menyusahkan.

"Saaa!"

Teriakan Elang dibarengi dengan tebasan pedang. Kelima orang itu pun maju, menangkis serangan Elang. Beberapa kali pedang beradu. Kekuatan Elang yang besar membuat kelima orang berulang kali mundur.

Dengan tanpa aba-aba akhirnya mereka pun mengurung Elang. Kelima orang langsung menebaskan pedang secara bersama. Elang sadar bahwa dia agak lengah dan dengan cepat memutar tubuhnya untuk menangkis serangan pedang.

Berar saja, kelima orang kembali menahan sakit karena pedang kembali beradu dengan kekuatan Elang yang besar. Namun kelima orang tidak peduli lagi dengan rasa sakit dan kembali menyerang.

"Trang! Trang!"

Berkali-kali Elang kembali menangkis serangan pedang lawan. Kali ini Elang punya kesempatan menyerang.

"Jleb!"

Pedang Elang menancap di leher musuh. Ketika pedang ditarik, darah menyembuh ke arah Elang dan orang itu langsung mati.

Melihat ini, keempat orang lainnya menjadi ciut nyali. Ini adalah pemandangan yang mengerikan di depan mata. Kekuatan mereka benar-benar kalah dengan seorang pemuda dua puluhan tahun.

"Serang!"

Sisa-sisa keberanian masih ada dan keempat orang langsung menyerang lagi dengan sekuat tenaga. Elang kembali membuat gerakan menangkis. Namun, ada satu pedang yang tidak sempat ia tangkis dan mengenai bagian punggungnya. Akubatnya punggung Elang robek dan darah mulai mengucur dari luka sayatan pedang.

Hal itu membuat keempat orang lawan menjadi makin berani. Mereka seperti memiliki kekuatan baru dan kembali menebaskan pedang secara bersama ke arah Elang.

Elang benar-benar tidak punya cara selain menangkis serangan pedang lawan dengan pedangnya. Dia melipat gandakan kekuatannya. Dan akhirnya, keempat orang berkali-kali harus mundur. Walau tubuh keempat orang penuh dengan luka, namun mereka pantang menyerah.

Kembali Elang mendapat serangan-serangan yang mematikan. Tubuhnya mulai lemas karena darah yang yang terlalu banyak terbuang. "Jika seperti ini terus, maka aku tidak akan bisa bertahan." Gumamnya.

Elang ingat gurunya pernah bicara padanya bahwa, tingkat kultivasinya akan naik setahap demi setahap di setiap pertempuran.

"Gunakan buku ini untuk mempelajari tingkat kultivasi ke ranah selanjutnya." Ucap gurunya saat itu.

Elang mengingatnya. "Ah, kenapa tidak terpikir olehku?"

Elang memusatkan kekuatan pada pedangnya. Seluruh kekuatan diberikan ke dalam pedang di tangan kanan. Detik berikutnya, pedang Elang bergetar dan semakin kuat. Pedang itu sampai mengeluarkan cahaya putih hampir kasat mata.

Ketika musuh kembali menyerang, pedang seperti memiliki roh dan menuntun Elang melakukan gerakan yang sangat cepat sehingga seperti bayangan puluhan pedang.

Musuh menjadi terkejut dan baru menyadari bahwa pedang mereka semuanya patah. Barulah pada saat yang sama, pedang kembali menyerang musuh dan..

"Craaas! Craaas!"

"Aaaaah"

Tubuh musuh robek besar di bagian dada dan teriakan kematian menyayat hati. Keempatnya mati dengan mata terbuka seperti tidak percaya apa yang terjadi.

Elang yang sudah mengeluarkan banyak darah kemudian berjalan tertatih-tatih ke arah empat orang pengawal yang berdiri tegang.

"Buang semua mayat ke jurang dan juga mobil-mobil mereka!" Perintah Elang. Kini, oara pengawal menyadari bahwa, level Elang tidak sama dengan mereka. Keempatnya langsung meminta bantuan orang-orang yang menonton untuk membuang mayat-mayat itu ke jurang. Tak hanya itu, mobil-mobil yang jumlahnya puluhan juga didorong ke jurang agar lalu lintas kembali normal.

Setelah satu jam, lalu lintas sudah normal. Elang masuk ke mobil dan meminta Pangeran untuk menyetir.

"Pangeran, aku akan merepotkanmu. Bawalah kami ke kota dan ke rumah sakit. Aku akan operasi mengeluarkan proyektil peluru." Ucap Elang dengan kondisi yang mulai lemah.

"Ba-baik!" Sahut Pangeran Lintang.

"Ayah!" Panggil Intan.

"Ayah tidak apa-apa, sayang. Duduklah di sana dan kita akan ke kota untuk makan malam." Ucap Elang.

Dua gadis di belakang terlihat cemas. Pengorbanan Elang benar-benar besar untuk mereka dan mereka sama sekali tidak bisa membantu.

Elang menatap Pangeran di sampingnya. Walau agak ragu, namun ia bertekad untuk memberitahunya untuk membuatnya semangat.

"Pangeran, kalian semua telah dikhianati oleh Pamanmu. Ayah dan Ibumu sekarang berada di penjara bawah tanah. Aku diperintah oleh orang kepercayaan ayahmu untuk membawa kalian bertiga ke Provinsi Utara. Tujuannya adalah Gunung Seloka. Walau sebenarnya tujuanku menjadi pengawal bukan untuk ini, tapi aku sudah terlibat dan akan melindungi kalian semua dengan nyawaku."

Dua gadis di belakang mulai menangis. Mereka tidak terima dengan perlakuan pamannya pada ayah dan ibu mereka. Intan jelas kebingungan melihat dua orang di sisi kiri dan kanannya menangis.

"Bibi jangan menangis, nanti ayahku akan memukul mereka." Lalu, tangan kecil Intan menepuk-nepuk punggung kedua gadis canti itu. Dia bertindak seolah sedang menenangkan dua anak gadisnya. Karena kepolosan dan tindakan Intan yang lucu, kedua gadis itu lalu memeluk Intan dan terus menangis.

Intan menjadi sangat bingung dan dia tidak tahu lagi cara menenangkan mereka. Dia ingat, setiap kali dia menangis, ayah akan memeluknya dan menenangkannya.

"Ayah, peluklah mereka dan tenangkan mereka agar tidak menangis lagi!" Pinta Intan.

Walau hanya anak kecil yang bicara, Elang juga menjadi terbatuk-batuk. Tidak menyangka Intan akan mengucapkan itu.

"Jangan pedulikan gadis itu. Dia bicara sembarangan!" Ucap Elang dengan gugup.

"Adik, kenapa? Kamu terlihat gugup." Kata Pangeran. Kali ini dia memanggilnya adik. Elang tidak melihat ke arahnya dan memandang keluat jendela.

"Tidak masuk akal!" Gumam Elang.

"Ayah, biasanya kalau aku nangis, ayah akan memelukku, lalu aku akan diam. Cepatlah, Ayah. Lihat Bibi masih menangis!" Ucap Intan.

"Hoaaa." Elang menguap dan pura-pura mengantuk.

"Ayah benar-benar tidak masuk akal! Huh!" Ucap Intan setengah berteriak dan itu menghentikan tangis dua putri yang bersamanya.

Pangeran Lintang melirik ke arah Elang yang memejamkan mata. Pemuda di sampingnya ini jelas bukan orang sembarangan. Dia mulai percaya padanya. Dan dia tidak keberatan jika salah satu adiknya akan menjadi istrinya.

"Adik..."

"Eh, Pangeran, aku mau tidur dulu, aku lelah." Ucap Elang memotong ucapan Lintang.

Lintang tidak marah dan hanya bisa diam. Dia akan bicara nanti jika suasana hati Elang lebih baik. Dia mungkin bisa berdiskusi bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan ayahnya.

"Aku yakin dia akan selalu bersama kami." Ucap Lintang dalam hati. Kemudian dia melihat ketiga gadis di belakang melalui kaca spion.

Terpopuler

Comments

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

kasihan putra pangeran dan putri orang tuanya dipenjarakan pamannya demi kekuasaan

2024-12-21

0

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Elang, sejatinya siapa dirimu?! jangan² sebenarnya kamu anak raja..

2025-01-07

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Intan mengingatkan ku pd Sarah di novel Pangeran Terkuat Menjadi Koki.

2024-09-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!