Bab #13 Sepasang Pembunuh

Elang bertindak cepat. Kakinya dengan gesit menendang perut pria yang menyerangnya sambil memiringkan badan. Tangan kanannya yang memegang garpu bergerak melemparkan garpu kepada wanita yang menyerang Angel.

"Trang!"

Pisau di tangan wanita terlepas. Wanita merasakan tangannya langsung berubah merah karena benturan keras.

Tak hanya sampai di situ, Elang kemudian menghunus pedangnya dan langsung menyerang. Dua orang itu pun mundur untuk menghindari serangan dan buru-buru mencabut pedang mereka dan langsung balas menyerang.

Berkali-kali tiga pedang beradu dan menimbulkan suara keras.

"Tetaplah berada di belakangku!" Teriak Elang yang juga mewaspadai jika ada pembunuh lain.

"Ayah, makananku!" Ucap Intan.

Elang hanya menggelengkan kepala. Saat dalam kondisi bahaya, Putri kesayangannya masih memikirkan makanan. Dianggap kesayangan, tentu saja karena cuma ada satu saja.

"Nanti beli lagi!" Jawab Elang.

Dua pedang kembali menyerang Elang. Pedang menuju titik-titik mematikan di tubuh Elang. Namun, sesering kedua orang menyerang Elang, pemuda itu sanggup menangkisnya dengan pedangnya.

Kekuatan dua orang pembunuh cukup hebat. Elang yang berada dalam kondisi harus menjaga diri dan orang-orang yang dilindunginya tentu saja tidak leluasa melakukan gerakan. Satu-satunya jalan adalah dengan depat melumpuhkan kedua pembunuh. Bagaimanapun sulitnya, Elang harus segera mengakhirinya.

"Syut!"

Terdengar suara pedang Elang diayunkan dan menebas ke depan. Dua pembunuh selalu waspada dan menyadari Elang adalah pemuda yang kuat.

Namun informasi yang sampai kepada mereka berdua, Elang terluka karena sabetan pedang di punggung dan lengan akibat peluru.

Tak disangka, walau terluka, Elang masih sangat kuat dan menakutkan. Keduanya tentu harus berhati-hati jika tidak ingin mati konyol.

Elang yang ingin menyudahi pertarungan terus saja melancarkan serangan bertubi-tubi. Kecepatannya dalam melalukan serangan membuat kedua pembunuh terdesak. Hal ini dimanfaatkan oleh oleh Elang dengan terus mendesak lawan.

"Sret!"

"Ah!"

Pembunuh laki-laki langsung ambruk dan darah menyembur dari lehernya. Matanya melotot dan akhirnya mati dengan penasaran.

Pembunuh wanita menjadi berang. Tak menyangka Elang ternyata tidak seperti yang diharapkan olehnya. Wanita itu pun menyerang dengan membabi buta. Tak ada lagi kehati-hatian. Serangannya makin brutal dan tidak terarah. Tentu saja ini dimanfaatkan oleh Elang.

"Jleb!"

Pedang Elang menembus dada wanita pembunuh tepat di jantungnya. Elang kemudian menendang wanita itu dan terlempar beberapa meter. Wanita itu pun mati seketika.

Keadaan restoran sangat berantakan dan acak-acakan. Tidak ada yang bersuara kali ini. Semuanya diam dan hening.

"Siapa yang mau menguburkan kedua mayat ini, aku akan memberi sepuluh juta!" Ucap Elang. Tidak ada yang menyahut.

Lalu Elang berjalan keluar ruang restoran sambil membawa sebuah kartu bank. Vanessa, Angel, Pangeran Lintang melihat Elang berbicara dengan beberapa orang. Kemudian, kartu bank diberikan dan beberapa orang langsung bergerak, mengangkat kedua mayat dan membawa pergi.

Sedangkan beberapa orang lainnya membersihkan tempat itu dan merapikan kembali meja dan kursi yang berantakan.

Hanya beberapa saat, semuanya sudah bersih dan rapi kembali. Hanya ada dua meja dan beberapa kursi yang rusak. Elang menghampir seorang pelayan dan berbicara dengannya.

Seorang wanita paruh baya keluar dari sebuah ruangan dengan gemetaran. Wajahnya pucat seolah darah di wajahnya tidak ada. Wanita gemuk itu kemudian berbicara dengan Elang.

"Aku akan mengganti kerusakan ini. Berapa kerugianmu, aku akan mentransfer uangnya." Ucap Elang.

Wanita itu yang ketakutan tidak berani mengucapkan jumlah. "I-itu tidak perlu. Itu juga tidak seberapa." Jawab wanita gemuk dengan suara bergetar.

"Sebutkan saja! Aku akan mentransfernya!" Ucap Elang memaksa.

Lalu wanita itu memberikan ponselnya. Elang melihat ada barcode di layar ponsel wanita itu. Elang segera mengambil ponsel dan membayar sesuai yang ada di barcode.

"Kami pesan makanan yang sama seperti tadi, tapi dibungkus!" Ucap Elang selanjutnya.

Mereka kembali duduk. Elang keluar dari restoran untuk memeriksa. Setelah dirasa aman, dia kembali dan duduk. Intan masih dalam pelukan Pangeran Lintang. Walau tak ada ketakutan di wajahnya, namun Pangeran Lintang tetap menganggap bahwa anak kecil tentu saja tidak layak melihat kejadian yang baru mereka alami.

Intan kemudian meminta turun dan langsung berlari ke arah Elang. Dia duduk di pangkuan ayahnya seperti sudah lama tidak bertemu.

"Kenapa?" Tanya Elang.

"Memangnya tidak boleh?" Suara Intan terdengar ketus. Beberapa saat kemudian, suara tangisnya meledak. Entah apa yang ada di pikirannya. Suara tangisnya sangat keras dan membuat semua orang kebingungan.

Elang mencoba memeluknya, namun tangannya disingkirkan. Sementara Intan masih duduk di pangkuan Elang dan menghadap ke meja.

"Sayang, ada apa?" Tanya Elang kebingungan.

Namun, Intan tidak menggubrisnya. Selama ini, jarang sekali Intan menangis. Apalagi sampai seperti sekarang. Dia berteriak yang membuat hati menjadi pilu.

Vanessa bangkit berdiri dan mencoba membujuk Intan. Intan tidak mau dan menyingkirkan tangan Vanessa.

"Nikeeeen!" Teriak Intan.

Elang baru menyadari. Intan mungkin merindukan Niken. Selama ini, Niken yang selalu dekat dengan Intan. Bahkan, Niken sudah seperti anaknya sendiri. Niken merawat Intan dengan kasih sayang seorang ibu.

Angel berdiri, lalu mendekati Intan dan langsung mengambil gadis kecil itu dari pangkuan Elang. Intan tidak menolak dan Intan justru langsung memeluknya. Terlihat mata Angel basah. Mata Vanessa dan Pangeran Lintang juga ikut basah. Ketiganya menangis.

Angel membisikkan sesuatu ke telinga Intan.

Intan langsung menghentikan tangisnya dan memeluk Angel dengan erat. Elang bahkan terkejut. Baru kali ini Intan menangis dengan keras dan tentu saja membuatnya khawatir.

"Nanti kita ke rumah Niken, ya!" Ucap Elang.

Terlihat kepala Intan mengangguk-angguk. Namun, kepalanya masih terbenam di dada Angel. Tak ada suara lain yang terdengar. Hanya terdengar suara koki yang sedang memasak. Bau harum masakan membuat selera makan kembali timbul.

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan semua orang melihat mereka dengan pandangan yang takjub.

Saat itu, waktu hampir gelap, namun mereka masih belum mencapai perkampungan. Tidak ada penerangan di jalan. Hanya lampu mobil saja.

Intan sudah pulas dan mendengkur kecil. Angel dan Vanessa terus mengawasi gadis kecil itu. Dia sangat imut dan lucu. Terkadang sangat menggemaskan dengan tingkah yang tidak dibuat-buat.

Sekitar satu jam kemudian, ada cahaya di depan sana. Cukup terang dan mungkin saja itu adalah perkampungan. Barulah mereka mendapatkan sinyal ponsel.

Elang mengecek ponselnya, banyak sekali pesan dan panggilan masuk.

"Kita akan jalan terus untuk mencapai Kota, baru di sana kita akan menginap."Ucap Elang. Tidak ada yang menyahut. Semuanya koni patuh pada ucapan Elang. Hanya Elang yang tahu apa yang harus mereka lakukan.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Pangeran Lintang, tidak bisa beladiri?? seharusnya sebagai calon raja punya bekal ilmu Kanuragan supaya kalau ada yang mau mencelakainya bisa melawan.

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

lanjut

2024-12-21

0

Rista Ayu

Rista Ayu

lanjut thor

2024-09-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!