Bab #6 Pertarungan Di Bukit

Mereka pun akhirnya berangkat. Setidaknya, Elang tidak akan kesusahan lagi untuk berhenti hanya sekedar mengisi bahan bakar. Dan dia tidak perlu takut jika sewaktu dikejar bahan bakar akan habis.

Perjalanan selanjutnya tentu saja akan lebih berbahaya. Pembunuh yang dikirim tentu saja lebih kuat dan lebih banyak dari sebelumnya.

Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, mereka tiba di persawahan yang luas. Tak ada rumah di dekat sini. Di pinggir jalan hanya ada beberapa gubuk dari bambu berbentuk seperti halte dan mungkin saja digunakan untuk berteduh oleh pemilik sawah atau orang yang singgah di perjalanan.

Sejauh mata memandang, hamparan sawah yang hijau memanjakan mata. Terlihat sangat indah pesona alam buatan manusia ini. Apalagi, sawah-sawah ini dibuat sengkedan karena berada di lereng bukit, semakin menakjubkan.

Perjalanan selanjutnya adalah mengelilingi bukit untuk sampai di Kota Panjang. Salah satu kota terbesar di Provinsi Selatan.

Elang menghubungi pengawal yang membawa mobil di belakang bahwa mereka harus tetap waspada saat mengelilingi bukit.

Saat pertengahan perlintasan bukit di jalan menikung, dari arah berlawanan, puluhan mobil berhenti dan menutup semua akses jalan. Ada empat puluh sampai lima puluh orang yang sudah menunggu di sana dengan pedang di tangan. Sementara di belakang mereka, kemacetan sudah tidak bisa dihindari dan hal yang sama tentu terjadi di belakang mobil Elang.

"Ingatlah! Apapun yang terjadi, jangan pernah keluar dari mobil. Pangeran, silahkan pindah di belakang setir. Putri, tolong jaga Intan!" Kemudian, Elang memindahkan Intan ke bagian belakang agar bersama dengan dua Putri Raja.

"Ayah! Hajar mereka untukku!" Ucap Intan. Elang pun tersenyum. Sementara, ada rasa khawatir terlihat di wajah Pangeran, Putri Angel dan Putri Vanessa.

Elang langsung memberitahu Pangeran untuk mengaktifkan berbagai fitur proteksi mobil.

"Jangan melihat keluar!" Ucap Elang lalu keluar dari mobil dan membawa pedang yang dibawakan oleh Billy.

"Eh, aku sangat tidak menyukai ini!" Ucap Elang.

Empat pengawal yang bersama Elang juga sudah keluar dari dalam mobil dan bergabung dengan Elang. Terlihat keempat orang ini ketakutan. Belum pernah mereka melawan orang sebanyak ini. Di pertarungan terakhir, mereka kehilangan empat orang pengawal.

Elang yang bertubuh tinggi dan besar langsung menuju ke arah para pembunuh yang juga mulai maju. "Sebaiknya kamu menyerah dan serahkan Pangeran dan Putri!"

Elang meludah ke tanah, "Jika kamu takut, pergi saja. Kenapa repot-repot harus meminta padaku yang jelas tidak akan mengabulkan permintaanmu?"

"Hahaha! Kamu terlalu sombong! Lihat betapa banyaknya orang-orangku! Sehebat apapun dirimu, tidak akan bisa mengalahkan mereka semua!"

"Oh, benarkah? Bagaimana kalau kita langsung bertarung? Kalian sebaiknya maju semuanya dan jangan membuang waktuku!" Elang terus memprovokasi.

"Serang!" Teriak pemimpin para pembunuh.

Dua orang langsung menyerbu ke arah Elang. Kali ini mereka lebih hebat dari sebelumnya. Kemampuan beladiri mereka juga bisa dua kali lipat bahkan lebih.

"Kalian minggir, biar aku yang menghadapi mereka!" Ucap Elang. Lalu, dia pun menghunus pedangnya dan segera menyambut serangan dua orang yang menyerangnya.

"Wush!"

"Trang! Trang!"

Dua pedang beradu dengan pedang Elang. Dua orang yang menyerang Elang terpental beberapa langkah. Elang tidak membiarkan mereka, kemudian dia langsung bergerak ke arah keduanya. Dia langsung menebaskan pedangnya. Dua orang terkapar di tanah dengan dada robek besar.

Tak sampai di situ, Elang juga langsung menyerang ke barisan musuh. Gerakannya sangat cepat dan sulit terbaca lawan. Elang kembali menebaskan pedangnya dan kemudian beberapa orang mengeluh dan ambruk dengan dada robek besar dan langsung tewas.

Mendapati teman-temannya mati, pembunuh lain langsung menyerang Elang dengan brutal. Kini mereka terlibat pertarungan. Walau Elang hanya sendiri, namun dia yang mendominasi. Teriakan kematian terus saja menggema dengan mengerikan.

Di mobil, Vanessa memeluk Intan dan tidak membiarkannya melihat adegan yang mengerikan itu. Vanessa, Angel dan Pangeran Lintang terpaksa harus melihat adegan itu karena terjadi tepat di depan mereka. Walau kadang mereka memejamkan mata, namun tetap saja mereka ingin melihat kejadian selanjutnya.

Satu per satu para pembunuh berhasil dirobohkan dan kini mereka hanya tinggal beberapa orang. Namun, kelihatannya sekita lima orang lebih kuar sepuluh kali lipat dari mereka yang telah tewas.

Elang tidak mau menunda lagi. Dia langsung menerjang ke arah lima orang yang berdiri dengan marah. Benar saja, kelima orang itu sebenarnya para master beladiri. Mereka kuat. Walau Elang puluhan kali lebih kuat, namun, melawan lima orang tentu saja tidak mudah.

Elang menjaga agar mereka tidak mengepung. Itulah cara dia lebih mudah mengalahkan mereka. Pertarungan seru terjadi sudah hampir satu jam. Kelima orang itu pun terlihat susah mulai kelelahan. Walau Elang masih dalam keadaan bugar, namun, lengan kirinya masih bersarang satu peluru yang belum di keluarkan. Elang hanya melakukan anestesi lokal agar tidak terlalu sakit.

Elang berharap cepat sampai di Kota Panjang dan meminta bantuan sesorang yang untuk mengeluarkan proyektil peluru di lengannya.

Benar saja, karena terlalu sering bergerak, lengan Elang berdarah lagi dan kali ini Elang membiarkan saja karena masih dalam posisi bertempur.

Elang beberapa kali mundur menghindari serangan pedan lawan. Dia tetap harus menjaga agar dirinya tidak dikepung. Sambil mundur, Elang pun bicara pada para pengawal. "Cepat ambilkan aku kain untuk mengikat lukaku!"

Mendengar itu, seorang pengawal berlari cepat ke arah mobil, mengambil kaos lalu merobeknya dan langsung berlari ke arah Elang.

Elang lalu menyerang dengan membabi buta dan kemudian musuh terdesak dan mundur beberapa langkah. Elang mengambil kesempatan itu untuk mundur dan langsung menyuruh pengawal tadi intuk mengikat lengannya. Selesai!

Setidaknya, darah yang keluar dari lengan Elang sudah tidak mengalir lagi. Namun kini Elang merasakan nyeri pada bagian tulang di lengannya. Mungkin saja peluru menembus tulang atau hanya menempel saja. Namun itu bukan masalah besar baginya.

Elang hanya melihat sekilas lengannya yang sudah diikat, kemudian dia melesat ke arah lima orang yang terlihat mulai putus asa dan kelelahan. Mereka sama sekali tidak menyangka musuh yang dihadapi adalah orang dengan beladiri tingkat tinggi.

Bagaimanapun juga, mereka berlima sudah tidak bisa mundur lagi. Mau mati, mundur juga akan dibunuh karena gagal menjalankan misi.

Jadi mereka memilih mati di medan pertempuran. Orang-orang yang melihat kejadian ini kini semakin banyak karena jalan yang tertutup oleh pertarungan dan mobil-mobil para pembunuh bayaran. Walaupun mereka takut, namun, mau tidak mau mereka tetap melihatnya karena adegan pertarungan itu ada di depan mereka.

Mereka juga tidak tahu apa-apa masalah yang sedang terjadi. Yang membuat heran adalah, dua kali kejadian seperti ini, tidak ada satupun polisi datang membantu atau melerai.

"Ah, mungkin saja polisi sudah disuap atau diancam oleh pihak yang lebih berkuasa.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Memangnya pangeran tidak bisa beladiri yaa..

2025-01-07

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

perjuangan elang

2024-12-21

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Kasihan jg ama org2x yg menjd jahat krn ditaklukkan dan diperintahkan.

2024-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!