Bab #12 Di Perbatasan

Perbatasan antara Provinsi Selatan dan Ibukota merupakan tempat yang cukup ramai. Tapi sebenarnya itu merupakan daerah terpencil karena berada di kawasan hutan lindung. Hutan dengan kayu berumur ratusan tahun menjadikan perbatasan benar-benar terisolir.

Awalnya memang hanya ada gapura perbatasan. Namun kini, perbatasan justru ramai orang berjualan, terutama restoran. Para pedagang memanfaatkan tempat terpencil ini sebagai tempat untuk singgah sopir truk yang mengirim barang dari Ibukota ke Provinsi Selatan dan sebaliknya.

Untuk ke Ibukota, ada dua jalan darat, melalui timur dan barat. Dan Elang memilih melalui timur karena lebih dekat.

Elang sebenarnya bisa memanfaatkan jalur udara agar lebih cepat. Namun itu sangat berisko. Jika pembunuh beraksi di dalam pesawat, bisa saja mereka melakukan bunuh diri dengan melukai pilot dan semacamnya.

Jika melalui jalur laut, itu juga akan beresiko karena tidak akan ada pelarian alternatif. Maka satu-satunya ajalan adalah melalui jalur darat.

Di perbatasan ini, ada beberapa restoran, kafe dan bar. Laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Itu lebih karena sopir-sopir truk yang sedang beristirahat. Beberapa perempuan dengan dandanan yang mencolok, mereka sebenarnya adalah para pekerja seks dari kota. Mereka memanfaatkan pendatang atau orang yang lewat dan mampir di sini.

Hari sudah mendekati jam satu sore, tentu saja Intan sudah sibuk ngomel-ngomel kelaparan. Padahal ada banyak makanan yang ada di mobil dan mobil tentu saja sangat nyaman karena dibuat seperti rumah. Tapi dasar Intan, kalau dia tidak membeli makanan baru, maka dia akan terus menggerutu dan menyalahkan ayahnya.

Mobil pun berhenti di depan sebuah restoran yang cukup besar. Barulah Intan mulai bersemangat kembali itu sangat lucu.

"Ayah, nanti beli yang banyak untuk di mobil!" Terdengar suaranya yang begitu renyah.

"Iya!" Jawab Elang singkat dan seketika semua yang ada dalam mobil tersenyum geli.

Mereka pun keluar dari mobil di bawah tatapan orang-orang yang berada di sana. Ada puluhan orang menatap mereka, terutama Angel dan Vanessa. Kedua gadis cantik ini memakai pakaian biasa, tapi kecantikan mereka tentu saja mengundang mata laki-laki untuk menatapnya.

Kemudian, beberapa wanita juga tak luput memandangi Elang dan Pangeran Lintang yang sama-sama tampan. Elang menyandang pedang di punggungnya justru menambah dirinya menjadi seorang pria tampan namun sangat dingin. Sedangkan Pangeran Lintang yang memakai celana jin dan kaos serta memakai topi, terlihat sangat maskulin.

Mereka semua menjadi perhatian semua orang. Sampai memasuki restoran dan duduk, mereka masih diperhatikan.

Intan segera mencuci tangannya di wastafel. Ini adalah kebiasaannya. Dan itu akan selalu dilakukannya. Sedangkan Elang segera memesan makanan, namun dia ingin masakan baru. Dia sendiri mengawasi mereka memasak yang tak jauh dari dia berdiri. Memang kebetulan restoran ini menyajikan makanan yang dimasak saat orang memesannya.

Elang bersandar di dinding sambil terus matanya mengawasi sekitar. Sebentar dia melihat keluar, sebentar dia melihat ke arah Pangeran dan para Putri duduk. Sedangkan intan terusa saja bermain dengan melompat-lompat seperti dia baru saja dibebaskan dan diperbolehkan bermain di luar ruangan. Kemudian Intan menghampiri Elang.

"Ayah, baunya sangat harum! Aku sangat menyukainya!" Ucap Dara sambil bergaya sedang menghirup sesuatu.

"Bayi cantik, sebentar lagi pesananmu siap!" Ucap seorang koki yang sedang memasak makanan pesanan Elang. Ada beberapa asisten yang menyiapkan berbagai bumbu, daging, kemudian ada pelayan yang juga menyiapkan beberapa wadah sebagai tempat makanan.

Intan melompat-lompat dengan terus memuji bahwa makanan ini sangat enak. Elang sesekali memperhatikan, namun kewaspadaannya tentu saja tidak berkurang.

"Hai, Paman! Maukah kamu bekerja di rumahku untuk memasak makanan kesukaanku? Ayahku akan memberimu uang yang banyak sekali!" Ucapan Intan sontak membuat koki dan yang lainnya tersenyum geli. Gadis kecil ini ada-ada saja.

"Bayi Cantik, gaji paman sangat besar di sini apakah ayahmu mampu membayarku? Gajiku dalam satu bulan adalah tiga puluh juta!" Jawab koki.

Intan malah kebingungan dengan jawaban koki. Jari tangannya bergerak-gerak. Dia seperti sedang menghitung. Tentu saja dia tidak paham apa itu tiga puluh juta.

"Mmmmm, Ayahku akan membayar seratus juta!" Intan ingat sesuatu dengan kata juta.

Semua orang jelas menganggap Intan hanya main-main. Dan mereka tidak akan menganggap itu serius tentu saja.

"Nona, sebentar lagi makananmu siap duduklah di sana!" Ucap koki dengan sedikit jahil, menggerakkan tangan dan menyuruh Intan untuk menuju meja di mana mereka duduk.

Mereka akhirnya makan dan Elang memesan beberapa makanan untuk di mobil menuruti Intan. Elang tahu sehabis ini, Intan akan segera tidur setelah mobil berjalan.

Yang ada dalam restoran hanya tinggal beberapa orang. Mungkin saja orang-orang yang berada di luar sana sudah selesai makan dan duduk-duduk atau tiduran di tempat yang disediakan oleh pihak restoran.

Saat setelah selesai makan, ada dua orang laki-laki dan perempuan masuk. Pakaian mereka lusuh. Pakaian mereka seperti jubah sampai ujung kaki. Mereka berjalan seolah sedang kelaparan. Pelayan restoran menghampiri mereka, namun kedua orang berusia empat puluhan mengabaikan dan kedua orang itu langsung menuju ke meja Elang.

"Anak Muda, bolehkah aku meminta pertolonganmu?" Tanya seorang wanita pada Elang.

Elang mengamati kedua orang itu dan tetap waspada.

"Hhh, aku hanya minta tolong, pesankan kami makan. Kami tidak memiliki uang dan sudah sehari semalam tidak makan apa-apa." Ucap yang laki-laki.

"Kalian pesan saja, nanti aku yang akan membayar!" Ucap Elang.

"Kami mana tahu cara memesannya, Anak Muda! Kami tidak berpengalaman." Sahut wanita.

Elang kembali menyelidik. Meneliti dari kepala sampai kaki. Ada beberapa keanehan pada tubuh kedua orang ini. Mereka mengenakan pakaian longgar yang usang dan lusuh. Namun, terlihat ada bagian yang menonjol seperti di area paha, pinggang dan punggung. Padahal tubuh keduanya juga tidak terlalu besar atau gemuk.

"Pelayan!" Teriak Elang.

"Eh, buat apa berteriak! Sebaiknya kamu ke sana saja. Bukankah itu lebih baik dan kami tidak malu karena kami seperti sedang mengemis." Ucap si wanita.

"Sebenarnya kalian ingin makan, tapi kenapa kalian tidak memesannya dan aku akan membayarnya? Bukankah itu aneh?"

Wanita itu bergerak pelan ke arah Angel yang duduk membelakanginya. Tangannya memegang baju lusuhnya dan tiba-tiba wanita itu merobek pakaian yang dikenakannya. Benar saja wanita itu memakai pakaian ketat celana panjang berwarna hitam. Si lelaki juga melakukan hal yang sama. Keduanya tentu saja bukan sedang kelaparan, namun mereka adalah para pembunuh.

Wanita mencabut pisau dari pinggang dan dengan cepat mengayunkannya ke arah Angel yang ketakutan. Pria itu yang dekat dengan Elang juga menghunus pisau dan segera menyerang Elang agar tidak bisa bertindak menyelamatkan Angel.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Kurang ajar juga sudah sejauh ituuu masih ada pembunuh mengintai..

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

serangan mendadak

2024-12-21

0

Daniela Whu

Daniela Whu

kl msih jam 1 itu bukan msih siang 😏

2024-09-10

2

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!