Bab #17 Pertolongan

Empat orang yang baru saja datang, tak terlihat membawa tongkat walaupun mereka dijuluki Empat Pendekar Tongkat. Tapi, di tangan mereka masing-masing ada sebuat batang kayu seukuran tangan orang dewasa yang berbentuk bulat panjang.

Elang memperhatikan kayu itu dan menyangka bahwa sebenarnya kayu itu merupakan tongkat yang bisa memanjang.

Saat itulah Elang menghunus pedangnya disaksikan banyak orang di dalam restoran.

"Anak Muda! Sebaiknya kamu menyerah saja! Tidak ada gunanya kamu melawan kami! Kamu pasti akan kalah!" Ucap salah satu dari empat pendekar.

Elang tidak menanggapi. Yang dia tahu, mereka harus dilawan. Tidak peduli apapun yang akan terjadi. Karena ini adalah kesempatan Elang mencari tahu keberadaan Ibunya Dara dari tiga orang putra dan putri Raja Awan. Mereka pasti mengetahuinya.

Elang bergerak, awalnya dia menyangka bahwa kayu sebenarnya adalah tongkat panjang yang dimodifikasi sedemikian rupa. Dan ternyata benar. Saat Elang bergerak menyerang, kayu di tangan empat pendekar berubah menjadi panjang satu setengah meter. Itu sebeharnya adalah kayu besi.

Tentu saja kayu itu berat jika orang biasa yang memegangnya. Namun di tangan para ahli, kayu itu bisamenjadi ringan dan menjadi senjata mematikan.

"Wus! Wus!"

Terdengar suara tongkat yang berputar laksana baling-baling besar. Perputaran tongkat melindungi tubuh pemiliknya.elang sampai kebingunan cara untuk menyerangnya.

Elang tidak mundur, dia terus maju dan menebaskan pedangnya ke musuh di hadapannya.

"Trang!"

Terlihat percikan api dari dua benda yang beradu. Tangan Elang yang memegang pedang terlihat merah karena pedang memelintir. Elang tidak menyerah. Dia mengambil sebuah kursi restoran dan langsung melemparkannya ke arah empat orang.

"Brak!"

Kursi itu hancur berantakan bertabrakan dengan tongkat musuh. Elang pun mengulanginya terus dan terus. Setiap kali kursi yang dilempar bertabrakan dengan tongkat, maka kursi itu hancur.

Elang menyuruh Pangeran Lintang dan lainnya mundur. Dia terus saja melemparkan kursi ke arah empat musuh. Kali ini dia tidak sendiri, Johan yang sedari tadi menonton, kini dia membantu Elang.

"Jamal! Lindungi putriku!" Teriak Elang. Seketika Jamal berlari ke arah Intan diikuti orang-orangnya.

Sementara itu, Empat Pendekar Tongkat terus disibukkan dengan lemparan-leparan kursi dari Elang dan Johan. Setidaknya itu akan membuat mereka menguras tenaga dan memberi kesempatan Elang mengetahui kelemahan dan kekuatan lawan.

Seleng beberapa menit, kursi bahkan sudah dilemparkan semua. Elang menyadari bahwa kali ini dia harus melawan mereka berempat.

"Johan! Pergi ke sana dan beritahu Jamal, jika aku kalah, maka dia harus melindungi mereka semua dan mengantarkan mereka ke Eagle Palace. Jangan beritahu siapapun kecuali Jamal!" Perintah Elang dengan suara pelan.

Hanya mengangguk, Johan berlari ke arah Jamal dan langsung memberitahunya. Jamal memandang Elang, kemudian memandang Intan. Jamal sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

Menurutnya, Elang adalah manusia yang kuat. Bahkan putrinya? Jangankan hanya Empat Pendekar Tongkat, tank tempur saja akan dihentikannya dengan kekuatannya.

Elang maju dengan kekuatan penuh. Walaupun begitu, dia tetap berhati hati walaupun tahu kekuatan dan kelemahan musuh.

Elang menyabetkan pedang ke arah empat pendekar. Serangan Elang membuat keempat pendekar makin bersemangat. Setelah menghabisi Elang, mereka akan mendapat bayaran. Keempat orang itu hanya ditugaskan membunuh Elang. Sementara Putra dan Putri Raja akan ada yang menanganinya.

"Trang!"

Pedang Elang beradu dengan empat tongkat musuh. Elang sampai tersurut mundur. Dadanya sakit, lalu Elang memuntahkan seteguk darah. Sementara empat orang musuh juga tersurut mundur, namun keempatnya baik-baik saja.

Lalu, keempat orang memanfaatnya. Mereka langsung menyerang Elang. Keempatnya melompat tinggi dan kemudian meluncur turun dengan posisi tongkat mengarah ke kepala, dada dan perut Elang.

Beberapa saat lagi tongkat-tongkat musuh akan mengenai Elang. Elang bersaga dan hendak menangkis dengan pedangnya. Elang tentu sangat kesulitan jika menghindar karena serangan juga bisa berbelok arah. Satu-satunya jalan adalah beradu senjata. Namun tertu saja ini akan membuat Elang terluka. Namun Elang juga bergerak maju daripada menunggu, itu akan membuatnya kekuarangan tenaga

"Trang!"

Elang terpental, dua tongkat dapat ditangkis, namun, dua lainnya berhasil mengenai tubuh Elang di bagian dada dan perut. Beruntung tidak terlalu kuat karena tangan kiri Elang berhasil mengurangi kekuatan serangan lawan. Namun tetap saja itu adalah serangan yang mematikan.

Elang merasakan tubuhnya hancur dan darah segar kembali ia muntahkan. Elang pun jatuh terduduk. Vanessa dan Angel berteriak dan berlari ke arah Elang, namun dicegah oleh Pangeran Lintang. Kedua gadis itu menangis sejadi-jadinya. Melihat betapa menderitanya Elang, keduanya merasa sangat putus asa.

Empat pendekar tidak tinggal diam. Mereka memanfaatkannya dan langsung menyerang kembali untuk membunuh Elang yang tak berdaya.

"Wuss!"

Empat tongkat kembali diayunkan dan meluncur deras ke arah Elang. Semua orang tertegun dengan serangan empat pendekar.

"Brak!"

Terdengar suara benda hancur. Sambil kundur, keempat pendekar mengeluarkan sumpah serapah.

Saat itulah sosok kecil sudah berdiri di hadapan Elang menghadap ke arah empat pendekar. Intan memandang empat pendekar dengan sangat marah. Elang sangat menyesal karena Intan benar-benar bertindak.

"Kalian!" Seru Intan. "Aku akan menghukum kalian semua!"

Selesai bicara, Intan merentangkan kedua tanganya ke samping dan kedua telapak tangan menghadap ke atas.

Terdengar suara benda-benda terangkat. Benar, meja-meja berat restoran terangkat ke atas. Empat Pendekar Tongkat terkejut melihatnya. Mereka bersiap untuk hal berikutnya. Keduanya tidak mengira itu adalah ulah anak kecil. Mereka bersiap menyerang Intan dengan kekuatan penuh.

Keempat pendekar seperti terbang meluncur deras ke arah Intan. Gadis kecil itu tetap pada tempatnya dan....

"Brak!"

Saat keempat orang mendekatinya, puluhan meja langsung bergerak sangat cepat dan menabrak keempat Pendekar Tongkat.

Mereka sama sekali tidak menyangka akan terjadi hal demikian. Mereka tidak siap dan hanya fokus menyerang Intan. Apalagi, kecepatan gerakan meja sangat cepat dan tidak bisa diikuti oleh mata biasa.

Keempat orang pendekar terjepit puluhan meja. Telihat darah segar muncrat dan keempat orang pendekar langsung mati.

Intan berbalik dan menuju Elang. Jamal juga langsung menuju ke arah elang dengan khawatir.

"Ayah!" Panggil Intan.

"Ayah baik-baik saja!" Jawab Elang.

Walaupun Intan masih kecil, namun dia tahu kalau ayahnya terluka..

"Jamal! Bungkam semua orang! Periksa semua ponsel, cctv dan kamera. Hapus semua video malam ini. Tidak ada yang boleh pergi tanpa berjanji tidak akan membocorkan pertarungan Intan!" Ucap Elang pada Jamal.

"Baik, Tuan!" Jawab Jamal.

"Bawa kami ke rumahmu dengan cepat!" Lanjut Elang. Kemudian, Elang pingsan.

Saat mengatakan itu semua, Angel, Vanessa, Pangeran Lintang dan Johan telah tiba. Mereka semua sangat khawatir. Namun, Angel langsung mengambil Intan dalam pelukannya.

Johan bergegas ke mobil dan siap membawa mereka.

Jamal memerintahkan Ardan untuk melakukan seperti yang diperintahkan Elang. Akhirnya, mereka dibawa ke kediaman Keluarga Permadi.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Wow... Intan berubah jadi power rangers, kekuatannya keluar saat terdesak dan saat diperlukan. luar biasa

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

semangkin aneh, intan mempunyai kekuatan walaupun masi anak kecil

2024-12-22

0

Daniela Whu

Daniela Whu

namax intan berubah" kadang"
nama panjang x mungkin ya intan dara siapa gitu🤔

2024-09-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!