Bab #8 Kota Panjang

Setelah melakukan operasi mengeluarkan proyektil peluru, Elang dan lainnya akhirnya menginap di hotel dengan fasilitas kamar Penthouse Suite. Ini akan membuat mereka semua tidak saling terpisah. Selain itu, Elang juga tidak ingin ada masalah saat mereka berada di sini setidaknya untuk beberapa waktu.

"Kita akan menginap di sini untuk dua hari. Aku harus memulihkan tenagaku dan memulihkan luka di lengan dan punggungku. Ingat, tidak ada yang boleh keluar. Kita akan keluar dua hari kemudian. Juga, tidak mengizinkan layanan kamar." Ucap Elang.

"Pangeran, maukah Anda membantuku?" Tanya Elang.

"Apa yang harus aku lakukan?" Pangeran berbalik bertanya.

"Aku.... Eeee.." Elang agak gugup. Dia pum berkeringat dingin. Intan mengambil tissu dan memberikan pada Ayahnya.

"Ayah! Kamu seperti ketakutan!" Intan merasa heran dengan ayahnya.

"Aku.... Aku akan mengajak Putri Angel atau Putri Vanessa untuk berpura-pura menjadi Ibu Intan. Ibu angkatku sudah berada di bawah dan membawa seorang gadis untuk dijodohkan denganku." Elang menunduk saat berbicara.

Pangeran pun tersenyum melihat tingkah Elang. Di luar sana dia begitu mendominasi saat menghadapi musuh, tapi, ketika bicara untuk seorang gadis, dia bahkan tidak berani mengatakan.

"Siapa di antara kalian yang mau men..." Ucapan Pangeran terhenti ketika melihat kedua adiknya mengangkat tangan.

Angel yang merasa malu kemudian menunjuk ke arah Vanessa. Dia kemudian menunduk. Intan kemudian menunjuk-nunjuk ayahnya yang terlihat malu.

"Vanessa, kamu pergilah!" Ucap Pangeran Lintang.

"Baik, kakak!" Jawab Vanessa sangat senang. Intan pun segera menggandeng tangan Vanessa dan mengajaknya. Terlihat wajah Angel yang cukup kecewa. Namun, dia juga salah karena dia justru menunjuk adiknya.

Elang, Vanessa dan Intan kemudian turun. Sementara Pangeran dan Angel bersama empat pengawal berada dalam ruangan.

"Aku tahu kamu juga menyukainya." Ucap Pangeran Lintang. "Jadi kamu akan bersaing dengan adikmu?"

"Kakak, kamu sungguh tidak masuk akal!" Wajah Angel memerah. Pangeran Lintang tersenyum dan menepuk bahu Angel. Sementa para pengawal yang ada di sana tidak habis pikir, ternyata Elang yang selama ini bersama mereka adalah orang hebat yang terhormat.

...****************...

Restoran

Wanita berusia lima puluh tahun itu terlihat masih cantik dan wajahnya berbinar. Di sampingnya, terlihat ada seorang gadis cantik dengan kulit putih dan leher yang panjang. Di kursi lainnya, ada juga seorang pria dan wanita berusia empat puluh lima tahun yang juga tampan dan cantik.

Selain itu, ada juga seorang pemuda dan seorang gadis lain yang duduk di kursi yang lain beberapa pengawal tampak berdiri agak jauh dan mengawasi.

"Anak itu, jika dia berani tidak datang, maka aku akan memukulnya!" Ucap wanita berusia lima puluh tahun. Dia adalah Marissa, ibu angkat Elang.

"Kakak, bukankah dia akan mencari ibu Intan? Bagaimana kamu bisa begitu egois begitu?" Ucap pria di kursi lainnya.

Wanita itu menatap pria yang bicara, "Dia berjanji padaku, jika tidak menemukan ibu kandung Intan, maka aku bisa mencarikan istri untuknya.

"Ibu, kamu terlalu egois. Nona Miranda tidak akan cocok dengan Elang. Elang sangat baik dan Nona Miranda sangat egois."Ucap gadis di sebelah Marissa.

"Diam kamu Niken! Aku lebih tahu dari kamu!" Sahut Marissa. Gadis yang dipanggil Niken itu langsung diam dan tidak bicara lagi.

Saat itu,sekelompok orang masuk. Setidaknya ada sepuluhan orang laki-laki. Terlihat mereka adalah orang-orang kaya.

Mereka pun langsung menuju ke meja di mana Marissa dan lainnya berada.

"Marissa, kita bertemu di sini. Bagaimana dengan permintaanku tempo hari? Apakah sudah kamu pikirkan?" Tanya Seorang pria berusia enam puluh tahun. Pria dengan kumis tebal dan bertubuh besar itu cukup seram.

"Tuan Timo, aku tidak pernah berpikir untuk menikahkan putriku denganmu. Bagaimana pun, Putriku adalah kesayanganku dan satu-satunya yang aku miliki. Mohon untuk tidak berpikir seperti itu." Marissa terlihat sangat sopan.

Niken yang melihat ibunya tertekan, menjadi marah. Namun dia sama sekali tidak berani untuk bicara.

"Apakah itu artinya kamu menolakku?" Tanya pria yang dipanggil Tuan Timo.

"Aku tidak berani, tapi kamu tahu sendiri, putriku jelas tidak menginginkannya dan aku tidak bisa memaksanya, bukan?" Jawab Marissa.

"Oh, jadi begitu? Aku pikir kamu jauh-jauh dari Ibukota kemari untuk memenuhi permintaanku." Timo tidak senang dengan jawaban Marissa.

"Ah, tidak, aku kemari sebenarnya akan ke selatan untuk menemui putraku." Jawab Marissa lagi.

"Hmmmm, di Kota Panjang, aku belum pernah ditolak oleh siapapun dan tidak ada yang berani menolakku. Kamu di sini berani menolakku, artinya kamu akan melawanku." Timo menarik nafas.

"Baik, kalau begitu, aku harus menggunakan kekerasan dan memaksa. Di Provinsi Selatan, orang-orang yang aku takuti hanya Raja Awan, Tuan Billy dan Tuan Tiger. Namun, aku bersahabat baik dengan mereka semua. Jadi, tidak akan ada yang menghentikanku." Lanjut Timo.

"Tuan Timo, mohon berbelas kasihan pada kami. Kami tidak bermaksud melawan Anda." Ucap Marissa dengan gemetar. Wanita ini merasa sangat menyesal karena tidak bisa melindungi putrinya dengan baik.

Sementara, adik dari Marissa dan istrinya juga anak laki-laki dan perempuannya juga terlihat sangat ketakutan.

"Paksa mereka!" Ucap Timo.

Beberapa pengawal yang ada di sana langsung memblokir di depan Marissa. Mereka langsung bergerak dan memberi perlindungan.

"Hadapi kami dulu!" Ucap salah seorang pengawal. Setidaknya ada lima pengawal yang berada di sana dan siap membela mereka. Mereka adalah pengawal yang dipekerjakan Elang untuk melindungi Ibu angkat dan keluarganya.

"Jatuhkan mereka!" Teriak Timo.

Lima orang maju dan bermaksud menyerang kelima pengawal. Namun ternyata lima pengawal cukup kuat dan pertarungan seimbang.

Melihat mereka seimbang, lalu Timo memerintahkan lainnya untuk membantu. Akhirnya, kelima orang pengawal Marissa benar-benar dijatuhkan dan babak belur.. Mereka pun terbaring di lantai dan mengerang kesakitan.

"Tangkap mereka semua dan bawa!" Perintah Timo. Lalu, sekitar tujuh orang bergerak dan bermaksud menangkap Marissa dan keluarganya.

Namun, belum sempat mereka bertindak terlalu jauh...

"Bak! Buk! Bak! Buk!"

Ketujuh orang langsung terpental dan memuntahkan darah. Berdiri di sana Elang dan langsung memeluk Marissa.

"Ibu!" Sapa Elang.

Marissa terkejut, tenyata Elang yang menyelamatkannya. Marissa langsung memeluk Elang dan hampir menangis.

"Ibu maafkan aku terlambat. Apakah Ibu baik-baik saja?" Ucap Elang.

"Elang!" Kemudian wanita itu menangis.

"Ibu jangan khawatir, tidak akan ada yang menyakitimu selama aku di sini.

"Nenek!" Teriak seorang anak kecil.

Dari sana terlihat seorang gadis kecil berlari dan menarik tangan seorang gadis yang sangat cantik.

"Ha! Ini cucu Nenek!" Marissa langsung melepaskan pelukan Elang untuk menyambut Intan. Dan, keduanya langsung berpelukan. Intan membenamkan wajahnya di dada wanita tua itu dan dia sangat bahagia.

Terpopuler

Comments

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

lanjut

2024-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!