"Siapa kamu? Berani sekali tidak sopan pada Tuah Muda Faris! Dia adalah putra orang terkaya di Kita Timur!" Ucap salah seorang pemuda.
"Oh, benarkah?" Tanya Elang seperti keheranan. "Aku ingin tahu siapa sebenarnya ayahmu. Aku mungkin akan memberinya pelajaran agar anaknya tidak menjadi liar dan menyebalkan!"
"Berani sekali kamu menghina kakekku! Nama kakekku adalah Jamal Permadi. Keluarga Permadi adalah keluarga terkaya di Kota Timu!" Sahut Faris marah besar. Wajahnya berubah merah karena marah.
"Ayahku akan menghajarmu!" Teriak Intan.
"Kamu makhluk kecil diamlah!" Teriak Faris.
"Apa? Kamu berani sekali? Kalau ayahku mengizinkan, aku akan memukulmu!" Sahut Intan langsung berdiri dan berkacak pinggang. Namun, karena tangannya gemuk, dia bahkan kesulitan meletakkan tangan di pinggangnya. Elang pun membantunya.
"Jangan ganggu kami!" Lanjut Intan.
"Eh, sudahlah, Sayang! Biar Ayah yang memberinya pelajaran!" Ucap Elang lalu mengangkat tubuh Intan dan memberikan pada Angel yang kebetulan lebih dekan dengan Intan berdiri.
Elang kemudian berdiri dan langsung menuju Faris. Tangannya dengan cepat menampar pipi dan mulutnya. Bibirnya pecah dan seketika pandangan Faris menjadi gelap. Faris terhuyung dan jatuh terduduk. Tiga temannya langsung menyerang Elang. Namun, Elang lebih gesit dan masing-masing mereka mendapatkan dua tamparan di pipi kanan dan kiri.
Ketiga pemuda itu memegangi pipinya yang kesakitan dan langsung mundur.
Elang maju dan langsung menuju Faris yang duduk. Lalu, kaki kanan menendang tangan Faris.
"Krek!"
"Ah!"
Faris menjerit kesakitan. Tangan kanannya patah. Dia meraung-raung dan mengutuk Elang.
"Kakekku akan membunuhmu!" Teriak Faris.
"Oh, panggil saja kakekmu kemari! Aku ingin melihat apa yang bisa dilakukan Jamal Permadi padaku!" Sahut Elang menantang. Kakinya diletakkan di dada Faris.
Faris meringis kesakitan. Dia merasakan tubuhnya sakit semua. Keadaannya sungguh mengenaskan. Sambil menahan sakit dan kaki Elang berada di dadanya, Faris pun mengambil ponsel dengan tangan kirinya. lalu dia pun mulai menelepon.
"Halo!" Terdengar suara dari ponsel Faris.
Elang mengambil ponsel di tangan Faris dan kemudian bicara, "Datanglah ke restoran Hotel Asa! Jika tidak, maka cucu kesayanganmu tidak akan memiliki tangan dan kaki selamanya!"
"Halo!" Suara dari ponsel. Namun Elang segera memutus panggilan dan menjatuhkan ponsel Faris ke mukanya.
"Kamu akan mati!" Teriak Faris dengan suara bergetar. Elang menarik kakinya dari dada Faris kemudian duduk. Dia tidak mempedulikan ucapan Faris.
Tiga pemuda teman Faris membantunya bangun dan kemudian mendudukkannya di kursi yang awal didudukinya.
Semua orang memperhatikan Elang karena berani pada Tuan Muda Keluarga Permadi. Di Kota Timur, Keluarga Permadi adalah salah satu keluarga terkaya. Tidak ada yang berami memprovokasi keluarga ini, apalagi sampai berbuat seperti yang dilalukan Elang.
"Pemuda itu sungguh mencari mati!" Ucap seseorang dari meja pengunjung.
"Tapi, aku salut, dia benar-benar pemberani!" Sahut lainnya.
"Berani sih berani, tapi yang dihadapi adalah Keluarga Permadi. Kamu juga tahu Keluarga Permadi didukung oleh Orang terkaya ibukota. Itu sangat mengerikan! Bahkan, Keluarga Permadi memiliki ahli-ahli beladiri yang kuat dan jumlahnya ratusan." Ujar yang lain.
"Iya, tapi mereka arogan. Lihat saja, semua tempat umum mereka kuasai dan semuanya sekarang menjadi naik. Mau masuk Pantai Valentina saja tiketnya sangat mahal. Huh, sungguh tidak masuk akal!" Yang lain mengeluh. Semua ungkapan hati mereka pun di dengar oleh banyak orang. Elang merasa bahwa itu sudah keterlaluan.
"Elang! Apakah kamu akan baik-baik saja?" Tanya Vanessa cemas. Bagaimanapun, apa yang dilakukan Elang memang membuat hati kedua gadis cantik itu tersentuh karena Elang membantu mereka berdua. Namun, mereka juga khawatir setelah mendengar berbagai komentar orang yang ada di restoran.
"Aku akan baik-baik saja. Tenanglah!" Jawab Elang dengan santai. Elang memang tidak senang jika ada orang yang bertindak arogan. Jika bukan karena orang keterlaluan, dia tidak akan melakukan hal itu. Apalagi mereka melakukannya di depan mata kepalanya.
Tak berapa lama, serombongan orang masuk. Jumlahnya belasan orang dan terlihat mereka sangat marah. Seorang lelaki tua berumur tujuh puluh tahunan berjalan didampingi seorang pria yang berusia lima puluhan. Pria tua itu terlihat sangat tegap dan sehat seperti masih berumur empat puluh tahun.
Di belakang dua orang ini, orang-orang yang tegap dan berbadan atletis berjalan dengan gagah. Jas hitam dan kaca mata hitam membuat mereka seperti dalam film-film.
Semua orang yang melihat kedatangan serombongan orang ini kini menjadi merasa ngeri. Mereka sudah menduga bahwa Elang akan benar-benar tamat.
"Kakek! Tolong aku! Aku telah dicelakai orang! Mohon kakek membalas sakit hatiku!" Ucap Faris. Pria tua itu memeriksa Faris. Dia sangat terkejut melihat tangan cucunya patah, bibir pecah berdarah dan pipi merah bekas tamparan.
"Siapa yang berani mencelakai cucuku! Maka dia harus menerima balasan dua kali lipat!" Ucap Jamal Permadi. Dia tidak menyangka kalau cucunya akan dicelakai orang di wilayahnya sendiri.
Elang yang duduk membelakangi Faris sejak tadi hanya terlihat punggungnya. Elang tampak tidak menoleh atau menanggapi.
"Ayah! Apakah kita perlu menghajar mereka semua?" Tanya Intan dengan suara keras. Terlihat wajah Intan sangat tidak suka dengan laporan Faris dan tanggapan pria tua itu.
"Tidak perlu. Biarkan mereka datang dan memohon ampun!" Jawab Elang dengan suara yang dikeraskan. Tentu saja suaranya terdengar oleh banyak orang.
"Baik! Kalau tidak, maka aku yang akan menghajar mereka!" Sahut Intan.
Elang menggeleng-gelengkan kepala dengan ucapan Intan. "Apakah Bayi Ayah yang imut ini tidak mempercayai Ayah?"
"Baiklah aku percaya!" Ucap Intan lalu memalingkan wajah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Wahhh bayi cantik jangan galak² nanti kalau dewasa susah dapat jodohnya... soalnya tidak ada yang berani melawanmu..
2025-01-08
0
Albertus Sinaga
keluarga Permadi marah karna satu orang keluarga nya cedera
2024-12-22
0
Ita Xiaomi
Luar biasa mental Intan nih, salut.
2024-10-07
0