Bab #15 Keluarga Permadi

"Siapa kamu? Berani sekali tidak sopan pada Tuah Muda Faris! Dia adalah putra orang terkaya di Kita Timur!" Ucap salah seorang pemuda.

"Oh, benarkah?" Tanya Elang seperti keheranan. "Aku ingin tahu siapa sebenarnya ayahmu. Aku mungkin akan memberinya pelajaran agar anaknya tidak menjadi liar dan menyebalkan!"

"Berani sekali kamu menghina kakekku! Nama kakekku adalah Jamal Permadi. Keluarga Permadi adalah keluarga terkaya di Kota Timu!" Sahut Faris marah besar. Wajahnya berubah merah karena marah.

"Ayahku akan menghajarmu!" Teriak Intan.

"Kamu makhluk kecil diamlah!" Teriak Faris.

"Apa? Kamu berani sekali? Kalau ayahku mengizinkan, aku akan memukulmu!" Sahut Intan langsung berdiri dan berkacak pinggang. Namun, karena tangannya gemuk, dia bahkan kesulitan meletakkan tangan di pinggangnya. Elang pun membantunya.

"Jangan ganggu kami!" Lanjut Intan.

"Eh, sudahlah, Sayang! Biar Ayah yang memberinya pelajaran!" Ucap Elang lalu mengangkat tubuh Intan dan memberikan pada Angel yang kebetulan lebih dekan dengan Intan berdiri.

Elang kemudian berdiri dan langsung menuju Faris. Tangannya dengan cepat menampar pipi dan mulutnya. Bibirnya pecah dan seketika pandangan Faris menjadi gelap. Faris terhuyung dan jatuh terduduk. Tiga temannya langsung menyerang Elang. Namun, Elang lebih gesit dan masing-masing mereka mendapatkan dua tamparan di pipi kanan dan kiri.

Ketiga pemuda itu memegangi pipinya yang kesakitan dan langsung mundur.

Elang maju dan langsung menuju Faris yang duduk. Lalu, kaki kanan menendang tangan Faris.

"Krek!"

"Ah!"

Faris menjerit kesakitan. Tangan kanannya patah. Dia meraung-raung dan mengutuk Elang.

"Kakekku akan membunuhmu!" Teriak Faris.

"Oh, panggil saja kakekmu kemari! Aku ingin melihat apa yang bisa dilakukan Jamal Permadi padaku!" Sahut Elang menantang. Kakinya diletakkan di dada Faris.

Faris meringis kesakitan. Dia merasakan tubuhnya sakit semua. Keadaannya sungguh mengenaskan. Sambil menahan sakit dan kaki Elang berada di dadanya, Faris pun mengambil ponsel dengan tangan kirinya. lalu dia pun mulai menelepon.

"Halo!" Terdengar suara dari ponsel Faris.

Elang mengambil ponsel di tangan Faris dan kemudian bicara, "Datanglah ke restoran Hotel Asa! Jika tidak, maka cucu kesayanganmu tidak akan memiliki tangan dan kaki selamanya!"

"Halo!" Suara dari ponsel. Namun Elang segera memutus panggilan dan menjatuhkan ponsel Faris ke mukanya.

"Kamu akan mati!" Teriak Faris dengan suara bergetar. Elang menarik kakinya dari dada Faris kemudian duduk. Dia tidak mempedulikan ucapan Faris.

Tiga pemuda teman Faris membantunya bangun dan kemudian mendudukkannya di kursi yang awal didudukinya.

Semua orang memperhatikan Elang karena berani pada Tuan Muda Keluarga Permadi. Di Kota Timur, Keluarga Permadi adalah salah satu keluarga terkaya. Tidak ada yang berami memprovokasi keluarga ini, apalagi sampai berbuat seperti yang dilalukan Elang.

"Pemuda itu sungguh mencari mati!" Ucap seseorang dari meja pengunjung.

"Tapi, aku salut, dia benar-benar pemberani!" Sahut lainnya.

"Berani sih berani, tapi yang dihadapi adalah Keluarga Permadi. Kamu juga tahu Keluarga Permadi didukung oleh Orang terkaya ibukota. Itu sangat mengerikan! Bahkan, Keluarga Permadi memiliki ahli-ahli beladiri yang kuat dan jumlahnya ratusan." Ujar yang lain.

"Iya, tapi mereka arogan. Lihat saja, semua tempat umum mereka kuasai dan semuanya sekarang menjadi naik. Mau masuk Pantai Valentina saja tiketnya sangat mahal. Huh, sungguh tidak masuk akal!" Yang lain mengeluh. Semua ungkapan hati mereka pun di dengar oleh banyak orang. Elang merasa bahwa itu sudah keterlaluan.

"Elang! Apakah kamu akan baik-baik saja?" Tanya Vanessa cemas. Bagaimanapun, apa yang dilakukan Elang memang membuat hati kedua gadis cantik itu tersentuh karena Elang membantu mereka berdua. Namun, mereka juga khawatir setelah mendengar berbagai komentar orang yang ada di restoran.

"Aku akan baik-baik saja. Tenanglah!" Jawab Elang dengan santai. Elang memang tidak senang jika ada orang yang bertindak arogan. Jika bukan karena orang keterlaluan, dia tidak akan melakukan hal itu. Apalagi mereka melakukannya di depan mata kepalanya.

Tak berapa lama, serombongan orang masuk. Jumlahnya belasan orang dan terlihat mereka sangat marah. Seorang lelaki tua berumur tujuh puluh tahunan berjalan didampingi seorang pria yang berusia lima puluhan. Pria tua itu terlihat sangat tegap dan sehat seperti masih berumur empat puluh tahun.

Di belakang dua orang ini, orang-orang yang tegap dan berbadan atletis berjalan dengan gagah. Jas hitam dan kaca mata hitam membuat mereka seperti dalam film-film.

Semua orang yang melihat kedatangan serombongan orang ini kini menjadi merasa ngeri. Mereka sudah menduga bahwa Elang akan benar-benar tamat.

"Kakek! Tolong aku! Aku telah dicelakai orang! Mohon kakek membalas sakit hatiku!" Ucap Faris. Pria tua itu memeriksa Faris. Dia sangat terkejut melihat tangan cucunya patah, bibir pecah berdarah dan pipi merah bekas tamparan.

"Siapa yang berani mencelakai cucuku! Maka dia harus menerima balasan dua kali lipat!" Ucap Jamal Permadi. Dia tidak menyangka kalau cucunya akan dicelakai orang di wilayahnya sendiri.

Elang yang duduk membelakangi Faris sejak tadi hanya terlihat punggungnya. Elang tampak tidak menoleh atau menanggapi.

"Ayah! Apakah kita perlu menghajar mereka semua?" Tanya Intan dengan suara keras. Terlihat wajah Intan sangat tidak suka dengan laporan Faris dan tanggapan pria tua itu.

"Tidak perlu. Biarkan mereka datang dan memohon ampun!" Jawab Elang dengan suara yang dikeraskan. Tentu saja suaranya terdengar oleh banyak orang.

"Baik! Kalau tidak, maka aku yang akan menghajar mereka!" Sahut Intan.

Elang menggeleng-gelengkan kepala dengan ucapan Intan. "Apakah Bayi Ayah yang imut ini tidak mempercayai Ayah?"

"Baiklah aku percaya!" Ucap Intan lalu memalingkan wajah.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Wahhh bayi cantik jangan galak² nanti kalau dewasa susah dapat jodohnya... soalnya tidak ada yang berani melawanmu..

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

keluarga Permadi marah karna satu orang keluarga nya cedera

2024-12-22

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Luar biasa mental Intan nih, salut.

2024-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!