Bab #3 Dalam Pengejaran

Tiga mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Di bagian depan asa limousin yang membawa Pangeran dan dua Putri. Duduk di belakang kemudi adalah Elang dan di sampingnya ada Intan yang tertidur. Tentu saja di belakang, dua mobil berisi pengawal yang mengawal pelarian tiga putra-putri Raja.

Sementara, di belakang ada puluhan mobil yang mengejar mereka. Mereka adalah orang-orangnya Daniel. Yang sedang memburu ketiga putra dan putri Raja.

"Pengawal! Sebenarnya ada apa? Mengapa mereka ingin membunuh kami?" Tanya Pangeran Lintang.

"Aku tidak tahu!" Jawab Elang yang masih fokus menyetir.

"Eh, kenapa sikapmu sungguh tidak sopan? Kamu hanya seorang pengawal!" Ucap Pangeran.

"Ya!" Ucap Elang.

Elang mengambil ponselnya, lalu menghubungi seseorang.

"Jack, aku tidak akan pulang untuk waktu yang agak lama. Tinggalkan rumah dan pergi ke Ibukota!" Ucap Elang, lalu panggilan ditutup.

Pangeran Lintang tampak tidak senang. Dia merasa diremehkan. Namun, dia juga tidak bisa memaksa Elang untuk menjelaskannya.

Pangeran Elang mengambil ponsel dan berusaha menelepon.

"Jangan menelepon, itu percuma!" Ucap Elang ketika mengetahui Pangeran Lintang bermaksud menelepon.

Namun, Pangeran Lintang tidak peduli dan segera melakukan panggilan. Dia menelepon ayahnya. Elang membiarkannya saja daripada harus berdebat.

"Halo?" Ucap Pangeran Lintang saat panggilan tersambung.

"Halo, Keponakan!" Jawab suara di telepon.

"Paman? Kenapa kamu yang menjawab? Di mana ayah dan ibu?" Tanya Lintang.

"Eh, mereka baik-baik saja. Sebaiknya kamu tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Nikmati saja pelarianmu dan semoga kamu baik-baik saja." Jawab Paman yang berada di seberang telepon. Dia adalah Lung Awan.

"Apa maksud paman?"

"Maksudku? Aku tidak bermaksud apa-apa. Sebaiknya kamu berhati-hati karena sebentar lagi kamu akan mati. Kalau ingin mati terhormat, segeralah kembali dan menyerahkan diri. Kamu dan adik-adikmu bisa mati di istana." Ucapan itu terdengar sangat mengerikan.

Elang melihat dari kaca spion dalam. Terlihat Lintang kebingungan. Elang tidak akan memberitahu mereka. Itu yang diinstruksikan seseorang melalui ponsel yang diberikan padanya. Setidaknya, mereka akan mengetahuinya kelak.

"Kakak! Bagaiamana?" Tanya Vanessa.

Lintang menggeleng-gelengkan kepala. Tidak tahu apa yang akan dia jawab. Semuanya kini menjadi misteri. Ketiganya memang tidak di beritahu mengenai hal ini. Sebenarnya, sebelum mereka kembali ke istana, ayah dan ibu mereka sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Ketika mereka tiba di istana, mereka akan dibunuh karena mereka nantinya yang akan menggantikan Lang Awan sebagai raja berikutnya.

Mereka hanya menyadari bahwa mereka akan dibunuh saat itu.

"Pangeran, sebaiknya kalian bersiap untuk kejadian selanjutnya. Aku akan melindungi kalian, tetapi kalian harus bekerjasama agar tidak menyusahkan. Bahan bakar mobil ini terbatas, tujuan kita adalah Provinsi Utara. Jadi kita tetap akan berhenti saat bahan bakar habis. Aku harap kalian mau mendengarkan aku." Ucap Elang.

Namun, kejadian selanjutnya sungguh di luar dugaan, saat mereka akan melewati perlintasan kereta, palang pintu di perlintasan kereta sudah diturunkan dan tentu saja mereka harus berhenti.

Keadaan ini sebenarnya yang membuat Elang tidak senang. Saat mereka berhenti, saat itulah para pembunuh turun dari mobil mereka dan segera bergerak menuju mobil Elang.

Namun, tentu saja para pengawal yang berada di dua mobil tidak tinggal diam. Mereka keluar dengan senjata pedang.

Pertarungan pun terjadi. Saat ini Intan sudah bangun. Dia melihat ayahnya dan merasa lega.

"Ayah, bantu mereka!" Ucap Intan dengan kepolosannya setelah mengetahui pertarungan yang ada di samping kiri mobil mereka.

Elang tersenyum dan mengangguk lalu keluar dari mobil. "Kalian jangan sampai keluar. Aku akan membereskan mereka." Ucapnya.

Ketiga kakak beradik merasa pemuda ini terlalu sombong. Tapi memang mereka sudah melihat kehebatan Elang saat di istana. Tapi saat ini, lengan kiri Elang terluka. Tidak tahu bagaimana, Elang tiba-tiba menggantikan sopir dan membawa mereka kemari saat ini.

Puluhan orang kini sedang bertarung dengan sekitar delapan orang pengawal. Itu pertarungan yang tidak seimbang dan kekuatan para pembunuh lebih kuat karena menang jumlah.

Elang segera bergabung dengan mereka dan mulai menyerang. Kebetulan saat itu lalu lintas sedang ramai dan kini justru banyal orang yang menonton.

Elang sudah tidak sabar lagi. Lalu, dia mulai beraksi. Dia menggunakan pedang pengawalnya untuk melawan para pembunuh. Gerakan Elang memang sulit dibayangkan. Itu membuat orang-orang menjadi kagum dan memuji kehebatannya.

Namun, tentu saja pertarungan itu membuat tanda tanya besar di benak setiap orang yang melihatnya. Ada apa sebenarnya sampai terjadi pertarungan berdarah di jalan?

Hanya dalam waktu singkat, musuh sudah bergelimpangan dan mati. Pakaian Elang terpercik banyak darah membuatnya seperti seorang yang terluka.

Kemudian Elang kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.

"Kita akan berhenti di restoran di depan sana. Aku akan mengganti pakaian dan membelikan putriku makanan. Dia belum makan dari pagi." Ucap Elang lalu melajukan mobilnya dengan lebih pelan. Yang tersisa dari pengawal hanya empat orang karena empat pengawal lainnya mati terbunuh.

"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Vanessa. Dia terlihat sangat khawatir.

"Bibi jangan khawatir! Ayahku baik-baik saja!" Yang menjawab adalah Intan.

"Baiklah! Gadis kecil, apakah kamu tidak takut?" Tanya Vanessa lagi.

"Tidak! Ayahku akan melindungi kita!" Jawab Intan lagi dengan penuh percaya diri.

"Kalau begitu, aku juga tidak takut." Sahut Vanessa. Intan menoleh dan tersenyum manis sekali. Tiba-tiba perutnya berbunyi.

"Ayah! Aku lapar!" Ucap Intan.

"Ya, sebentar lagi kita akan makan." Shut Elang.

Hanya berselang sekitar beberapa menit, dua mobil berbelok ke sebuah restoran yang cukup besar dan ramai. Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi,tentu saja Intan hampir pingsan karena belum makan sejak pagi. Jika tidak ada Pangeran dan dua Putri itu, tentu saja Elang akan terus menjadi sasaran kemarahannya.

"Apakah gadis kecil Ayah sudah benar-benar lapar? Ayo kita makan!" Ucap Elang dengan wajah bercanda dan merayu. Intan tampak agak tidak senang terlihat dari wajahnya.

"Aku bukan gadis kecil, huh!" Intan lalu melipat tangan di dada dan memalingkan wajah.

Elang bergegas keluar dan membukakan pintu untuk putrinya. Gadis kecil itu segera keluar. Elang juga membukakan pintu mobil bagian belakang. Lintang, Ange dan Vanessa juga keluar. Dan seketika itu, mereka menjadi pusat perhatian.

Elang menyadari hal ini. Dia melupakan kalau mereka masih di wilayah Provinsi Selatan. Tentu saja ketiga orang itu dikenali sebagai orang Istana Awan.

Elang memeriksa sekita dengan mengamati. Dia merasa itu akan aman untuk sementar waktu.

"Kalian berempat masuklah ke restoran, lindungi Pangeran dan Putri. Bawa.Intan bersama kalian dan pesan makanan. Aku akan berganti pakaian!" Perintah Elang.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

intan yang imut akan kah menjad pendekar juga..

2025-01-03

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

pendekar juga ni elang

2024-12-21

0

awesome moment

awesome moment

lanjjoooottt

2024-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!