Bab #20 Terjadi Masalah

Mereka telah sampai di sebuah luar vila besar bak istana dengan tanah yang luas dan berpagar sekelilingnya. Banyak penjaga yang berada di gerbang utama dan sepertinya bukan orang-orang sembarangan.

Dari penampilan para penjaga keamanan, terlihat mereka sangat terlatih dan memiliki kemanpuan yang kuat. Tanpa dikomando, mereka membuka gerbang dan membungkuk saat mobil melewati mereka. Ini yang membuat semua orang di dalam mobil sangat heran.

Sementara, Intan sedang tertidur dan tidak tahu kalau mereka semua sampai di sebuah vila. Pada akhirnya, mereka sampai di vila. Terlihat para pelayan menyambut mereka dan berjumlah puluhan orang. Jack yang adalah Kepala Pelayan juga berada di sana.

"Selamat datang kembali, Tuan, Nona!" Ucap para pelayan sambil membungkuk ketika melihat Elang turun dari mobil.

Intan, yang masih tidur saat itu digendong oleh Elang dan langsung membawanya masuk diikuti Pangeran Lintang Angel, Vanessa, Nina dan Johan.

Dalam hati setiap orang tentu saja berpikir bahwa ini adalah milik Elang. Tak menyangka bahwa Elang sebenarnya adalah orang yang kaya.

Saat itu, Intan yang digendong membuka mata. Dia terkejut karena berada di sebuah rumah yang tak asing baginya.

"Ayah?" Intan penasaran.

"Kamu sudah bangun? Coba lihat kita ada di mana?" Tanya Elang.

Intan memandang berkeliling. Dilihatnya ada Pangeran Lintang, Putri Angel, Putri Vanessa dan dokter Nina serta Johan. Sementara di belakang mereka ada para pelayan yang tak asing bagi Intan.

Intan minta turun dan langsung berjalan ke sebuah pintu. Beberapa pelayan langsung bergegas ke arahnya dan segera membukakan pintu.

"Silahkan masuk, Nona!" Ucap para pelayan.

Intan tidak langsung berjalan masuk, namun memandang ke arah Angel dan Vanessa. Tangannya melambai dan mengajak mereka berdua masuk. Angel dan Vanessa segera menuju ke arah Intan. Mereka berdua diajak masuk.

Setelah masuk, Intan kemudian mengambil mainannya. Banyak sekali. Ada berbagai boneka besar. Para pelayan kemudian mengambilkan juga mainan lain.

Vanessa dan Angel kini sibuk bermain bersama Intan.

Sementara Elang, kini sedang duduk di ruang tamu bersama Pangeran Lintang dan dokter Nina. Jack berdiri di sana menunggu instruksi. Sementara Johan baru saja masuk setelah memarkirkan mobilnya.

"Apakah vila ini milikmu?" Tanya Pangeran Lintang. Elang hanya tersenyum saja.

Ponsel Elang berbunyi, "Halo!" Sapa Elang.

"Tuan Muda! Grup Permata Biru yang merupakan partner utama kita dalam proyek pengembangan kanal wisata perbatasan Provinsi Selatan mengalami banyak sekali kerugian. Beberapa hari ini terjadi penurunan saham dan mengakibatkan Grup Permata Biru tidak bisa menjalankan semua proyeknya! Jam tiga belas nanti,mereka akan mengadakan. Rapat pemegang saham. Presiden Grup menginformasikan jika tidak ada investor masuk, mereka akan menyatakan grup bangkrut!" Ucap seseorang dari seberang telepon.

"Aku mengerti! Aku akan ke sana! Jangan mengatakan apapun pada mereka!" Jawab Elang. Panggilan ditutup dan ponsel Elang berbunyi lagi. Itu adalah panggilan dari Marissa, ibu angkat Elang.

"Ya, Ibu!" Sapa Elang.

"Elang, saham perusahaan Niken anjlok. Sudah berbagai cara dilakukan tapi Niken belum bisa mengatasinya!" Jawab Marissa.

"Iya, Ibu! Aku akan berusaha membantu Niken. Aku akan segera kesana!" Sahut Elang.

"Apa kamu sudah kembali? Kenapa tidak langsung pulang? Di mana cucuku?" Tanya Niken.

"Ibu, nanti aku akan segera kesana. Aku akan membantu Niken dulu. Jangan khawatir soal Intan. Nanti dia juga akan aku bawa kesana!" Ucap Elang.

"Baiklah! Cepatlah kemari!" Lalu panggilan ditutup

"Pangeran, aku akan pergi bersama dokter Nina. Aku harap Anda dan Putri bisa istirahat dengan nyaman. Tenang saja, tidak akan ada pembunuh yang berani masuk kemari. Jack akan melayani kalian semua." Ucap Elang.

"Jack, perintahkan semua keamanan untuk tetap berjaga. Ketika aku pergi, tidak ada tamu yang diperbolehkan masuk. Bilang ke Intan aku akan ke perusahaan. Bersiaplah, aku nanti akan membawanya ke rumah neneknya!" Perintah Elang pada Kepala Pelayan Jack.

"Baik, Tuan Muda!" Jawab Jack dan langsung pergi.

"Apakah aku boleh ikut denganmu?" Tanya Pangeran Lintang.

Elang menggeleng. "Anda tahu sendiri soal pengumuman dari Istana Awan, sebaiknya Anda dan Putri tidak tampil dipublik sementara waktu."

"Baiklah! Aku hanya akan patuh padamu!" Jawab Pangeran Lintang.

"Dokter, ayo kita pergi!" Ajak Elang. Namun sebelum pergi, mereka mengganti pakaian dengan pakaian biasa. Mereka memakai pakaian teknisi dan pergi menggunakan mobil pickup.

...****************...

Ruang pertemuan Grup Permata Biru

Rapat para pemegang saham telah dimulai.di sini justru terjadi perdebatan antara Presiden Grup dan seorang pria paruh baya dan seoeang pemuda.

Kedua pria tua dan muda menginginkan posisi presiden.

"Karen, kamu sudah terbukti tidak becus memimpin perusahaan. Jadi sekarang aku minta kamu mundur sebelum semuanya menjadi kacau. Aku sudah meminta Tuan Muda Keluarga Permana untuk berinvestasi. Kamu sudah diberi kesempatan dan hari ini adalah hari terakhir kesempatanmu! Jadilah gadis penurut. Tuan Muda Hirmen menginginkanmu, sebaiknya kamu bersikaplah baik dan menikah dengannya! Aku sudah memutuskan proyek di perbatasan yang diminta oleh Grup Permana akan diserahkan pada Grup Permana!" Ucap pria paruh baya.

Karen, yang adalah Presiden Grup Permata Biru hanya diam saja. Tampak dia merasa kalah hari ini dan dengan terpaksa menyerahkan posisi Presiden Grup pada pamannya. Sebenarnya Karen sangat marah soal proyek yang akan diserahkan pada Grup Permana. Pada awalnya, dia berhasil memenangkan proyek puluhan triliun itu ketika bersaing dengan Grup Permana. Namun kejadiannya sampai di sini, dia bahkan tidak sanggup mengatasi krisis di perusahaan hingga membuat saham grup menjadi anjlok.

"Baiklah! Tapi, mengenai aku harus menikah dengan Tuan Muda Hirmen, aku tidak akan pernah melakukannya! Jika kamu mau, kamu saja yang menikah dengannya!" Jawab Karen.

"Eh, Kakak! Sebaiknya kamu jangan katakan itu! Tuan Muda Hirmen adalah pewaris Keluarga Permana dan Grup Permana. Hidupmu akan sangat bahagia." Menyahut seorang pemuda berusia dua pulih lima tahunan.

Karen tidak menjawab. Tiga hari lalu, mereka telah bersepakat jika Karen tidak bisa mengatasi gejolak dalam perusahaan, maka dia akan menyerahkan posisi presiden pada pamannya.

Saat itu, seorang pemuda didampingi seorang gadis masuk. Dia adalah Tuan Muda Hirmen dan gadis yang mengikutinya adalah asisten pribadinya.

"Eh, Tuan Muda! Anda datang tepat waktu!" Ucap pria paruh baya.

"Bagaimana? Apakah sudah terjadi kesepakatan?" Tanya Hirmen.

"Tuan Muda jangan khawatir, semua berjalan baik. Posisiku sekarang adalah Presiden Grup.

"Oh, bagus sekali! Bagaimana soal pernikahanku dengan Karen? Apakah itu juga sudah dibicarakan?" Tanya Tuan Muda Hirmen.

Pria paruh baya dan pemuda saling pandang. Mereka terlihat tidak senang dengan Karen.

"Sudahlah tidak apa-apa, William. Aku juga tidak terlalu suka padanya. Aku sudah menemukan gadis yang lain yang lebih cantik. Namanya Niken. Dia adalah Presiden Grup Intan Sakti. Bagaimana menurutmu?" Tanya Hirmen.

"Hahaha! Tuan Muda memang seleranya tinggi sekali! Dia memang sangat cantik!" Jawab pria tua.

"Tuan Muda, sebaiknya kita tanda tangani pengalihan posisi presiden dulu. Nanti kita bicarakan yang lainnya. Bukankah Tuan Muda menginginkan proyek di perbatasan Provinsi Selatan?" Ucap pria paruh baya yang dipanggil William.

"Ohya, benar!" Jawab Hirmen.

Lalu seseorang membawa dokumen pengalihan posisi presiden dan diletakkan di meja.

"Karen! Cepat tanda-tangani! Semua pemegang saham telah menyetujuinya" Perintah William dengan wajah berbinar.

Karen mengambil pena yang ada di atas dokumen, membuka penutupnya dan bersiap untuk menandatanganinya.

"Tunggu!"

Baca novel yang sudah tamat!

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Niken saudara Elang, apa mau dengan Hirmen, sepertinya ini orang melakukan penindasan.

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

siapa yg datang

2024-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!