Bab #10 Kelaurga Elang

Ucapan Tiger tentu saja membuat semua orang terkejut. Dia mengatakan, jika Raja Awan ada di sini, dia harus menghormati Intan. Vanessa menjadi bingung. Siapa sebenarnya Elang dan Intan?

Gadis kecil ini memang terlihat sangat pemberani dan selalu mendominasi. Bahkan ayahnya seringkali diperintahnya.

Elang menyuruh Tiger bangun, "Apakah peringatanku padamu tidak kamu pahami? Bahkan, kamu masih menggunakan kekuasaanmu untuk menindas orang!"

"Tuan Muda, aku juga tidak tahu menahu, aku benar-benar minta maaf, maka aku rela untuk Anda hukum!" Jawab Tiger. Tidak nampak kegarangan di wajah pria besar itu. Bahkan, dia kini tampak pucat.

Di sebelah sana, Timo yang terluka menjadi sangat geram. Bagaimana seorang pemuda berusia dua puluhan tahun lebih bisa membuat Tiger yang sangat ditakuti di Provinsi Selatan harus tunduk padanya.

"Tunggu saja! Aku akan menelepon Tuan Billy!" Ucap Timo dan langsung menelepon.

Namun apa yang terjadi, bahkan Billy sama sekali tidak mau menjawab panggilannya. Timo mencoba berulang kali dan tetap saja Billy tidak merespon.

"Kamu mengira Tuan Billy akan mendengarmu? Jika benar Tuan Billy datang, maka kamu yang akan dibunuhnya!" Ucap Tiger dengan penuh kemarahan.

Tangannya dikepalkan dan giginya saling beradu dan menimbulkan suara yang menakutkan.

Elang lalu mengambil ponsel dan melakukan panggilan, "Billy, cari tahu orang bernama Timo, buat dia bangkrut!"

Hanya itu saja yang dikatakan Elang. Dan itu membuat Tiger sudah berkeringat dingin.

"Hahahaha! Kamu kira kamu bisa membuat lelucon yang lucu? Itu sama sekali tidak lucu! Kamu mengira aku adalah orang kecil dengan perusahaan kecil? Bahkan, kamu berani berpura-pura menelepon Tuan Billy! Maka, jangan salahkan aku jika suatu hari aku akan meminta Tuan Billy membelaku!" Timo malah semakin tidak terkendali.

"Tuan Muda, aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka, tolong ampuni aku!" Tiger kembali berlutut.

"Baik, aku akan mengampunimu sekali lagi. Tapi kamu harus meminta maaf pada Ibuku!" Ucap Elang.

"Nyonya, aku minta maaf. Kesalahanku tidak bisa diampuni." Kata Tiger.

"Eh, sudahlah. Tidak perlu dipikirkan. Elang, aku sudah melupakannya." Jawab Marissa.

Elang mengangguk dan Tiger merasa senang karena dengan mudah mendapat maaf. Sementara Timo masih tidak bisa menerima. Kemudian mereka pun kabur.

Marissa menatap Vanessa, kemudian bertanya, "Siapa namamu?"

Vanessa agak terkejut dengan pertanyaan Marissa yang tiba-tiba. "Namaku Vanessa."

"Nama yang bagus. Kamu sangat cantik. Ibu harap kamu bahagia bersama Elang."

"Elang, setelah pekerjaanmu selesai, pulanglah dan kita akan adakan pesta pernikahan!" Ucap Marissa dengan mantap.

Elang menggaruk-garuk kepala. Entah bagaimana hal ini akan dijelaskan jika tiba saatnya nanti. Ibunya pasti akan menjodohkannya jika dia belum bisa mencari keberadaan ibu kandung Intan.

"Ibu, aku akan minta Tiger untuk mengawal kalian pulang. Di sini berbahaya dan kalian harus pulang malam ini. Aku akan menjelaskan setelah ibu sampai di rumah."

"Apa yang kamu katakan? Apakah kamu akan mengusir ibu?" Tanya Marissa.

Elang memeluk ibunya, terlihat dia sangat menyayanginya. "Ibu, jangan katakan itu, masa aku tidak menyayangi ibu? Aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Setelah selesai, aku akan pulang."

"Baiklah, aku akan menginap semalam di sini. Biarkan aku tidur dengan cucuku." Ucap Marissa.

Elang menjadi kebingungan lagi, namun, Vanessa segera mengetahui dan mengambil tindakan. "Ibu, Intan akan tidur bersamaku."

"Baiklah, kalau begitu." Jawab Marissa.

"Tiger, besok pagi, antarkan ibuku ke bandara untuk pulang! Aku mempercayakannya padamu!"

"Baik, Tuan Muda."

Tiba-tiba ponsel Timo berdering. "Halo!"

"Tuan, segeralah pulang! Ini tidak bisa ditunda lagi! Jika Anda tidak pulang, maka semuanya akan hancur!" Ucap suara dalam telepon.

"Apa maksudmu?" Tanya Timo.

"Tuan! Jangan menunda lagi! Segeralah pulang, aku tidak bisa memberitahumu sekarang!" Suara di telepon terdengar sangat ketakutan.

Panggilan ditutup. Timo memandang Elang kemudian Tiger. Lalu, dia segera pergi bersama anak buahnya.

"Tiger, malam ini kamu berjaga di sini. Pesan semua kamar dan larang semua orang yang datang. Perbanyak orangmu dan tempatkan di semua pintu masuk. Aku tidak ingin keluargaku dalam bahaya."

"Elang, apakah itu tidak berlebihan?" Tanya Niken.

"Tentu saja tidak, aku takut Timo akan membawa orang lebih banyak dan akan menyebabkan masalah." Kata Elang.

"Baik, Tuan Muda!" Jawab Tiger.

"Tiger!" Panggil Intan, tangannya menyuruhnya mendekatinya, "Aku akan punya banyak ibu!" Bisiknya.

Wajah Tiger terlihat menahan geli. "Benarkah?"

"Iya! Jangan bilang siapa-siapa!" Ucap Intan memberi peringatan.

"Tentu saja, Nona Kecil! Hahaha!" Tiger lalu pergi ke lobi dan langsung menuju resepsionis dan memesan semua kamar yang tersisa untuk satu malam. Dia juga segera memanggil anak buahnya untuk berjaga di hotel.

Setelah semuanya selesai, Elang, Vanessa dan Intan kembali ke kamar di lantai atas. Dalam benak Vanessa, banyak pertanyaan mengenai identitas Elang dan Intan. Ini begitu luar biasa dan mengagumkan. Tiger, Billy, tentu saja semua orang di Provinsi Selatan mengenal mereka. Tapi, mereka semua sangat menghormati Elang.

Intan akhirnya tidur bersama Vanessa dan Angel di kamar utama. Intan dan Vanessa langsung pulas, namun Angel sama sekali belum bisa tidur. Entah apa yang dirasakannya.

Saat Elang sedang duduk di sofa ruang tamu, terlihat Angel berjalan ke arahnya dengan tidak menimbulkan suara.

"Putri! Anda belum tidur?" Tanya Elang.

Angel tentu saja sangat gugup. "A-aku masih belum bisa tidur. Apakah aku boleh duduk di sini?"

"Silahkan!" Jawab Elang.

Angel lalu duduk di sofa lainnya. Dia sama sekali tidak berani memandang Elang.

"Apakah tanganmu masih sakit?" Tanya Angel. Namun, dia tentu saja langsung menyesal mengingat itu adalah pertanyaan bodoh.

"Ya, tapi sudah lebih baik setelah dioperasi." Jawab Elang.

"Oh... Syukurlah. Aku mau berterimakasih karena kamu bersedia menyelamatkan kami."

Elang melirik ke arah Angel, "Itu sudah tugasku sebagai pengawal."

Angel tidak bisa bicara lagi. Dia hanya menunduk saja. Pintu kamar lain terbuka, itu adalah Pangeran Lintang.

"Kalian belum tidur?" Tanya Pangeran Lintang.

"Eh, Pangeran! Aku belum bisa tidur." Jawab Elang.

"Kakak, aku akan pergi tidur!" Ucap Angel, dia langsung berdiri dan hendak pergi.

"Untuk apa buru-buru, Angel. Kita akan bicara dulu." Sahut Lintang.

"Kakak, apa yang ingin dibicarakan?" Tanya Angel malu-malu. Gadis ini sangat lembut dan pemalu. Berbeda jauh dengan Vanessa yang sangat terbuka dan berterus terang. Dia bahkan berani bicara terus terang pada Elang mengenai ketertarikannya di hadapan orang banyak.

Sementara Angel sangat pemalu. Dalam kehidupan sehari-hari, Angel juga selalu peduli dengan orang lain walaupun dia sendiri tidak turun tangan. Maka dia akan meminta bantuan teman atau kerabat untuk mewakilinya membantu orang lain.

"Elang, ada yang ingin aku bicarakan. Ini mengenai pelarian kami."

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Elang dan Intan sama² ditinggal oleh keluarganya dan diasuh oleh ibu angkatnya Elang.

2025-01-07

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

elang yg misterius

2024-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!