Bab #14 Hotel Asa Kota Timur

Jam sembilan malam, akhirnya Elang dan lainnya tiba di Kota Timur bagian wilayah Ibukota. Terletak di pesisir timur dan memliki pelabuhan yang biasa disinggahi banyak kapal, baik kapal domestik maupun kapal asing. Kota Timur sangat terkenal dengan makanan lautnya yang lezat.

Kebetulan Intan saat itu sudah bangun. Dua gadis yang mengawasinya langsung menawarkan minum. Melihat itu, Intan merasa diperhatikan. Mereka berdua mungkin saja mirip Niken. Penuh perhatian dan menyayanginya.

Selama perjalanan tadi, Intan bangun dan makan, setelah itu dia tidur lagi dan baru bangun sekarang.

"Kita akan berhenti di Hotel Asa. Aku harap tidak ada yang mengganggu kita saat kita berada di sana!" Ucap Elang dengan pandangan mata yang selalu mengawasi.

"Mengapa kita tidak menginap di losmen atau hotel biasa agar lebih aman?" Tanya Pangeran Lintang.

"Kita lebih aman jika di hotel berbintang, Pangeran. Keamanan lebih terjamin. Setidaknya kita tidak akan khawatir untuk beberapa lama karena sistem keamanan yang canggih." Jawab Elang.

Pangeran Lintang baru menyadari pemikirannya salah. Elang sudah memperhitungkan itu semua. Namun, bagaimana Elang bisa membiayai semua perjalanannya? Uang dari mana?

"Johan, di lampu merah berikutnya, belok kanan. Tak jauh dari situ adalah Hotel Asa!" Perintah Elang pada sopir. Sopir yang Johan mengangguk dan terus fokus menyetir.

"Ehem!" Terdengar suara Intan mencari perhatian.

"Bayi Ayah sudah bangun?" Tanya Elang sambil menoleh ke belakang.

Intan segera minta pindah duduk di depan. Elang mengambilnya dan segera mendudukkan Intan di pangkuannya.

"Putri Ayah ingin makan lagi, kah?" Tanya Elang.

"Ya, aku ingin makan ikan besar!" Jawab Intan dengan ringan.

"Baik! Ikan besar untuk Putri Ayah yang cantik! Sebentar lagi kita akan ke restoran!" Sahut Elang.

"Ayah, kenapa kita tidak pulang?" Tanya Intan tiba-tiba. "Aku ingin bersama Niken dan Nenek." Lanjutnya.

"Setelah kita mengantar Pangeran dan Putri, kita akan ke ruman nenek. Bukankah kita adalah pengawal? Raja menugaskan kita untuk mengantar mereka. Jadi kita tidak boleh mengeluh. Kamu masih ingat kan apa yang dikatakan Paman Arya?"

"Ya! Aku ingat! Aku akan bertarung bersama ayah kalau ada orang jahat!" Intan bersemangat.

"Eh, tidak perlu, kamu hanya ditugaskan melindungi Pangeran dan Putri. Kalau kamu ikut bertarung, siapa yang akan melindungi mereka?" Ucap Elang seperti bersungguh-sungguh.

"Emmm, benar juga. Kenapa kita tidak minta Tiger membantu kita?" Tanya Intan dengan memberi ide.

"Ya, benar juga! Tapi Tiger kan sudah ayah tugaskan untuk mengantar Nenek dan Niken." Jawab Elang dengan asal.

"Ya, aku lupa. Baiklah, aku tidak akan menangis lagi!" Ucap Intan tiba-tiba.

"Bayi pintar!" Puji Elang kemudian mencium pipi Intan yang montok.

Mereka yang mendengar percakapan ayah dan anak tersenyum sekaligus terharu. Anak sekecil ini harus selalu berada dalam situasi berbahaya.

Lalu sampailah mereka di hotel. Elang meminta tempat parkir khusus agar mobil tersembunyi. Lalu, Elang meminta Johan untuk memesan kamar seperti sebelumnya di Hotel di Kota Panjang.

Elang dan lainnya langsung menuju restoran karena mereka sudah sangat kelaparan. Walaupun ada jatah makan di dalam kamar, Elang tidak ingin layanan itu karena takut jika layanan kamar disusupi pihak pembunuh.

Suasana restoran sangat ramai. Walaupun begitu, masih banyak tersisa meja kosong.

Elang mengajak mereka duduk dan seorang pelayan mendatangi mereka. Intan yang memilih makanan dan pelayan langsung mencatat semua pesanan. Jarak antar meja cukup jauh dan sebenarnya ini adalah restoran biasa dan terletak di lantai bawah. Hanya saja, pengunjung mungkin lebih senang di sini karena tidak perlu naik lift untuk ke restoran di lantai berikutnya.

Semua orang kini melihat ke arah Mereka. Mereka mungkin saja baru melihat kelompok kecil ini berada di Kota Timur. Walau terlihat lusuh pakaian mereka, namun karena mereka adalah orang-orang tampan dan cantik tentu saja mengundang orang untuk melihatnya.

Beberapa pemuda bahkan terlihat melihat dengan tatapan yang bernafsu terhadap Angel dan Vanessa. Hal itu karena kecantikan keduanya.

Beberapa saat kemudian pesanan telah datang. Ada banyak makanan di meja dan itu membuat Intan sangat senang. Tanpa peduli dengan sekitarnya, mereka akhirnya langsung melahap makanan sampai habis karena sudah kelaparan. Memang tak biasa. Hanya Intan yang makan dengan pelan dan sesekali Elang menyuapinya.

Johan yang juga sudah bergabung selalu mengawasi semua orang dengan pandangan menyelidik. Walau tidak sehebat Elang, sebagai pengawal tentu saja dia juga punya kewajiban melindungi. Kini dia ditugaskan Elang sebagai sopir dan Elang hanya sesekali menggantikannya.

"Ayah, makanan ini enak sekali, aku ingin makan seperti ini setiap hari." Ucap Intan setelah menelan makanannya.

"Iya, besok pagi Ayah akan memesankanmu untuk di perjalanan." Jawab Elang.

"Iya, yang banyak!" Sahut Intan bersemangat.

"Pangeran, Putri, aku beberapa kali pernah kemari. Jadi aku paham kota ini. Kalau tidak dalam suasana seperti ini, aku bisa mengajak kalian pergi ke Pantai Valentina tak jauh dari sini. Tapi sayang kondisi sekarang tidak memungkinkan." Ucap Elang seperti menyesal.

"Tidak apa-apa. Kita akan fokus pada perjalanan kita." Jawab Pangeran Lintang.

"Aku pernah kesana!" Ucap Angel tiba-tiba.

"Tapi aku lupa, mungkin ketika kesana bersama teman-temanku." Lanjutnya.

"Aku tahu!" Sahut Intan. Dia memang pernah kesana bersama Elang beberapa bulan yang lalu sebelum ke Provinsi Selatan. Nama Pantai Valentina mungkin tidak asing baginya.

"Iya, waktu itu bersama Ayah, Nenek dan Niken!" Lanjut intan mengenang masa itu.

Saat mereka melihat ke arah Intan yang sedang bersemangat bercerita, tiba-tiba sebuah botol diletakkan dengan keran ke meja. Mereka semua terkejut dan langsung menoleh ke arah orang yang meletakkan botol.

Ada empat orang pemuda berusia dua puluh lima tahunan berdiri sambil melihat ke arah Angel dan Vanessa.

"Hai, Gadis Cantik! Boleh kita kenalan?" Tanya seorang pemuda. Wajahnya cukup tampan dan sepertinya bukan dari keluarga biasa saja.

Angel dan Vanessa melihat ke arah Elang. Keduanya sama sekali tidak menggubris mereka.

"Lihatlah betapa sombongnya kedua gadis ini! Mereka berdua berani meremehkan Tuan Muda Faris!" Ucap salah seorang.

"Mereka belum tahu kalau Tuan Muda Faris adalah putra orang terkaya di Kota Timur. Jadi mereka berdua menyepelekannya." Sahut pemuda lainnya yang membuat pemuda bernama Faris menjadi semakin sombong.

"Betul, kalau dia tahu Tuan Muda Faris adalah putra orang terkaya, maka mereka bahkan akan rela tidur dengan Tuan Muda! Hahahaha!" Ucap pemuda lainnya.

"Menjijikkan!" Ucap Vanessa dengan muka seperti geli.

Saat mendengar ucapan Vanessa, Faris menjadi sedikit emosi. Namun karena gadis ini sangat cantik, dia menahannya dan berusaha mendapatkannya. Vanessa benar-benar dibuat tidak nyaman sekarang.

Elang melirik ke keempat pemuda tadi. Dia mungkin punya pekerjaan lain malam ini. Intan pasti akan memerintahkan dia nanti kalau dia benar-benar susah kehilangan kesabaran.

"Sebaiknya kalian berempat sopan pada wanita, jangan sampai mulut kotor kalian akan menghancurkan kalian." Ucap Elang menegur.

"

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Wallah...pengganggu akan selalu ada di setiap perjalanan. Pemuda anak orang kaya selalu menggunakan modal kekayaan orang tuanya.. untuk mendapatkan apa yang dia mau, hukum alam kah??

2025-01-08

0

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

pereman kampung

2024-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab #1 Elang Dan Intan
2 Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3 Bab #3 Dalam Pengejaran
4 Bab #4 Di Restoran
5 Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6 Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7 Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8 Bab #8 Kota Panjang
9 Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10 Bab #10 Kelaurga Elang
11 Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12 Bab #12 Di Perbatasan
13 Bab #13 Sepasang Pembunuh
14 Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15 Bab #15 Keluarga Permadi
16 Bab #16 Aksi Intan
17 Bab #17 Pertolongan
18 Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19 Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20 Bab #20 Terjadi Masalah
21 Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22 Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23 Bab #23 Ke Reuni
24 Bab #24 Reuni Yang Kacau
25 Bab #25 Keributan Di Vila
26 Bab #26 Black Hunter
27 Bab #27 Bertemu Niken
28 Bab #28 Marissa Dan Elang
29 Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30 Bab #30 Permintaan Permata Tua
31 Bab #31 Dominasi Intan
32 Bab #32 Bertamu
33 Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34 Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35 Bab #35 Perintah Perlindungan
36 bab #36 Membicarakan Fe
37 Bab #37 Bertemu Fe
38 Bab #38 Elang Dan Fe
39 Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40 Bab #40 Serangan Balik
41 Bab #41 Hukuman
42 Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43 Bab #43 Merayu Nenek
44 Bab #44 Bertemu Tomy
45 Bab #45 Pangeran Lintang
46 Bab #46 Fe Diculik
47 Bab #47 Fe Dan Viera
48 Bab #48 Elang Vs Viera
49 Bab #49 Dia Akan Selamat!
50 Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51 Bab #51 Masalah Di Restoran
52 Bab #52 Istri Sejak Kecil
53 Bab #53 Tamu Di Vila
54 Bab #54 Dikira Fe
55 Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56 Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57 Bab #57 Keputusan Elang
58 Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59 Bab #59 Angel Dan Tiara
60 Bab #60 Fe Dipermalukan
61 Bab #61 Cerita Fe
62 Bab #62 Elang Vs Farid
63 Bab #63 Ibu Kandung Intan
64 Bab #64 Usaha Permata Tua
65 Bab #65 Kawasan Industri Morong
66 Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67 Bab #67 Minta Bantuan
68 Bab #68 Vila Diserang
69 Bab #69 Token Nina
70 Bab #70 Badai Pasir
71 Bab #71 Pemimpin Sekte
72 Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73 Bab #73 Elang Dan Niken
74 Bab #74 Istana Ibu Suri
75 Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76 Bab #76 Serangan Di Restoran
77 Bab #77 Serangan Di Istana
78 Bab #78 Pengunjung Istana
79 Bab #79 Pengumuman Raja
80 Bab #80 Menantu Raja
81 Bab #81 Intan Diculik
82 Bab #82 Goa Kelelawar
83 Bab #83 Manusia Kelelawar
84 Bab #84 Penyerang Bertopeng
85 Bab #85 Terperangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab #1 Elang Dan Intan
2
Bab #2 Percobaan Pembunuhan
3
Bab #3 Dalam Pengejaran
4
Bab #4 Di Restoran
5
Bab #5 Vanessa, Angel dan Karina
6
Bab #6 Pertarungan Di Bukit
7
Bab #7 Lima Pembunuh Kuat
8
Bab #8 Kota Panjang
9
Bab #9 Tiger Dan Timo Vs Intan
10
Bab #10 Kelaurga Elang
11
Bab #11 Tingkah Konyol Intan
12
Bab #12 Di Perbatasan
13
Bab #13 Sepasang Pembunuh
14
Bab #14 Hotel Asa Kota Timur
15
Bab #15 Keluarga Permadi
16
Bab #16 Aksi Intan
17
Bab #17 Pertolongan
18
Bab #18 Kediaman Keluarga Permadi
19
Bab #19 Kemarahan Lung Awan
20
Bab #20 Terjadi Masalah
21
Bab #21 Polemik Grup Permata Biru
22
Bab #22 Investasi Grup Permata Biru
23
Bab #23 Ke Reuni
24
Bab #24 Reuni Yang Kacau
25
Bab #25 Keributan Di Vila
26
Bab #26 Black Hunter
27
Bab #27 Bertemu Niken
28
Bab #28 Marissa Dan Elang
29
Bab #29 Jamuan Keluarga Permata
30
Bab #30 Permintaan Permata Tua
31
Bab #31 Dominasi Intan
32
Bab #32 Bertamu
33
Bab #33 Ruang Pertemuan Keluarga Wijaya
34
Bab #34 Puncak Kemarahan Elang
35
Bab #35 Perintah Perlindungan
36
bab #36 Membicarakan Fe
37
Bab #37 Bertemu Fe
38
Bab #38 Elang Dan Fe
39
Bab #39 Yang Membayar Ayahku!
40
Bab #40 Serangan Balik
41
Bab #41 Hukuman
42
Bab #42 Menggugat Saham Marissa
43
Bab #43 Merayu Nenek
44
Bab #44 Bertemu Tomy
45
Bab #45 Pangeran Lintang
46
Bab #46 Fe Diculik
47
Bab #47 Fe Dan Viera
48
Bab #48 Elang Vs Viera
49
Bab #49 Dia Akan Selamat!
50
Bab #50 Keluarga Permana Mencari Masalah
51
Bab #51 Masalah Di Restoran
52
Bab #52 Istri Sejak Kecil
53
Bab #53 Tamu Di Vila
54
Bab #54 Dikira Fe
55
Bab #55 Persiapan Ke Provinsi Selatan
56
Bab #56 Menuju Provinsi Selatan
57
Bab #57 Keputusan Elang
58
Bab #58 Intan Yang Bijaksana
59
Bab #59 Angel Dan Tiara
60
Bab #60 Fe Dipermalukan
61
Bab #61 Cerita Fe
62
Bab #62 Elang Vs Farid
63
Bab #63 Ibu Kandung Intan
64
Bab #64 Usaha Permata Tua
65
Bab #65 Kawasan Industri Morong
66
Bab #66 Kami Mengundurkan Diri
67
Bab #67 Minta Bantuan
68
Bab #68 Vila Diserang
69
Bab #69 Token Nina
70
Bab #70 Badai Pasir
71
Bab #71 Pemimpin Sekte
72
Bab #72 Pengorbanan Elang & Niken
73
Bab #73 Elang Dan Niken
74
Bab #74 Istana Ibu Suri
75
Bab #75 Bertemu Raja Dan Ratu
76
Bab #76 Serangan Di Restoran
77
Bab #77 Serangan Di Istana
78
Bab #78 Pengunjung Istana
79
Bab #79 Pengumuman Raja
80
Bab #80 Menantu Raja
81
Bab #81 Intan Diculik
82
Bab #82 Goa Kelelawar
83
Bab #83 Manusia Kelelawar
84
Bab #84 Penyerang Bertopeng
85
Bab #85 Terperangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!