Ke Rumah Amanda Lagi

Di sana, di taman belakang rumah berlantai dua, Bayu masih terlibat obrolan santai dengan janda cantik yang penampilannya sangat menggoda lawan jenisnya.

Bayu sendiri sempat terbesit rasa heran. Kok bisa, wanita secantik Mira masih diselingkuhi. Padahal, berdasarkan cerita dari wanita itu, Mira termasuk wanita yang mandiri.

Sepanjang obrolan, mata Bayu juga sesekali melirik ke arah bagian ketiak Mira yang begitu mulus. Belum lagi bagian kaki jenjangnya hingga ke atas, membuat Bayu kadang berpikir kotor.

"Mbak Mira nggak ada niat, untuk menikah lagi?" tanya Bayu, terdengar semakin santai nada bicaranya. Mungkin karena merasa sudah lebih akrab jadi pemuda itu sudah tidak merasa canggung lagi.

"Bukan nggak ada niat, Bay, tapi belum ada niat. Apa lagi aku nggak tahu, laki-laki mana lagi yang harus aku percaya," balas Mira sembari diiringi senyuman tipis. "Aku yakin, kamu sebenarnya pengin tanya, laki-laki yang kemarin namanya disebut oleh Gio?"

Bayu sedikit kaget. Pikiran pria muda itu pun mencoba kembali mengingat kejadian kemarin. Sebenarnya Bayu lupa dan tidak terlalu peduli tentang hal itu. Karena Bayu merasa tidak akan sampai sejauh ini mengenal janda itu.

Namun, karena Mira menanyakannya, Bayu pun pura-pura mengiyakan sambil tersenyum. "Iya Mbak, hehehe...."

Bibir Mira sontak mencebik lalu dia juga tersenyum. "Namanya Teguh. Awalnya aku pikir dia pria yang baik karena terlihat begitu sayang sama Gio. Tapi makin ke sini, makin kelihatan sifat aslinya."

"Sifat aslinya? Apa dia jahat?" tanya Bayu jadi penasaran.

"Dibilang jahat ya bisa jadi. Dia doyan judi dan pernah ketahuan bareng wanita di sebuah motel," terang Mira.

"Owalah. Tapi kok kemarin Gio bilang, Mbak Mira sering nangis gara-gara Om Teguh?"

Mira lantas kembali tersenyum. "Sebenarnya, nggak sering juga. Cuma ya pernah aku nangis, dan kebetulan Gio lihat. Karena itu, Gio bilang kayak kemarin."

"Oh..." balas Bayu sambil manggut-manggut. "Mungkin karena Gio sayang banget sama ibunya ya, Mbak?"

"Hahah... mungkin," balas Mira nampak ceria hingga senyumnya menular ke Bayu.

Hingga beberapa puluh menit kemudian, obrolan diantara mereka pun harus berhenti. Karena sudah kehabisan topik pembicaraan, Bayu pun memilih pamit dengan alasan sudah agak sore dan harus pergi ke tempat lain.

Meski agak keberatan, Mira tentu saja harus membiarkan Bayu pergi. Mira tahu tujuan Bayu setelah ini akan kemana. Mira pun tidak ada hak untuk melarangnya karena dia sadar, dia bukan siapa-siapanya Bayu.

"Tuh anak, makin kotor dan berkeringat, kenapa semakin ganteng ya?" gumam Mira begitu motor yang dikendarai Bayu menjauh.

Mira tersenyum tipis lalu dia melangkah masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. "Duh, Bayu benar-benar meresahkan banget," ucapnya sembari melepas daster dan naik ke atas ranjang.

Bayu sendiri, melajukan motornya dengan perasaan yang cukup was-was. Sesekali pemuda itu melihat kaca spionnya. Namun sejak meninggalkan rumah Mira, Bayu sama sekali belum melihat tanda-tanda orang yang mengikutinya.

"Mereka kemana? Perasaan, tadi mereka mengikutiku sampai ke komplek rumah Mbak Mira?" gumamnya penuh tanya.

Tanpa Bayu sadari, orang yang mengikutinya kini menggunakan kendaraan yang berbeda. Mereka menggunakan roda empat dan sekarang bukan berdua tapi bertiga.

Setelah tadi mengadakan pertemuan yang lokasinya tidak jauh dari komplek perumahan dimana Mira tinggal, dua orang yang tadi mengikuti Bayu, di tambah seorang wanita, memilih menunngu Bayu di lokais yang tidak jauh dari pintu gerbang kompleks perumahan itu.

"Kita bergeraknya kapan, nih?" tanya pria yang masih mengenakan jaket biru dan duduk di jok belakang. "Ini tempat sepi loh. Kenapa nggak bergerak sekarang aja?"

"Astaga! Kamu boddoh atau beego sih! Ini masih siang. Masa bergerak jam segini," balas rekannnya dengan kesal. "Kan tadi sudah direncanakan, waktu untuk kita bergerak. Masa kamu nggak ingat?"

Bibir pria berjaket biru seketika mencebik. "Ya kali aja, Neng Susan berubah pikiran. Ya nggak, Neng?"

Wanita bernama Susan yang memegang kendali mobil sontak tersenyum. "Nggak lah. Kita tetap menggunakan rencana awal saja. Yang penting kalian fokus dulu, nyari tempat yang pas untuk menjalankan rencana kita."

"Tuh, kan, huu!" seru pria berjaket hitam yang duduk di sebelah Susan. Lalu, pria itu kembali melempar pandangannya ka arah Susan. "Jadi, yang perlu kita lakukan sekarang adalah, kita menentukan lokasi?"

Susan mengangguk. "Iya. Makanya kita sekarang harus tahu jalan mana aja yang dilewati tu anak. Biar kita mudah menentukan lokasinya."

"Okeh!" jawab dua pria itu kompak.

Sedangkan di kubu lain, kelompok yang menamakan dirinya Elang hitam, juga sedang memberi arahan kepada wanita yang akan mereka gunakan untuk menjebak Bayu.

"Ingat! Kamu harus bersikap wajar. Jangan sampai mereka curiga, mengerti!" titah pria bertubuh tambun dengan suara yang cukup lantang.

"Baik, Tuan," balas seorang wanita sembari menunduk.

"Ya sudah, sana cepat turun! Aku akan awasi kamu dari sini," pria itu kembali memberi perintah. Tanpa membuang waktu lama, wanita itu segera turun ke jalan, lalu melangkah menuju sebuah bangunan yang menjadi kantor dan tempat tinggal Bayu.

Sedangkan di kantor Bayu, saat ini ada seorang wanita yang terlihat sedang menahan amarah dan kecewa di wajahnya. Entah apa yang membuat wanita itu bersikap demikian, tapi pemilik usaha tersebut terlihat sedang memberi penjelasan.

"Maaf, Nona, bukannya saya menolak. Sedari tadi saya sudah menjelaskan, kalau jadwal tugas anak itu lumayan banyak. Apa lagi dia masih karyawan baru dan tidak memiliki pengalaman sebagai pengawal. Jadi dia belum berani memberi kepastian," ucap sang Bos penuh kesabaran.

"Ya kan nanti saya yang akan meunjukkan,tugas apa saja yang bisa dia lakukan," wanita muda dari keluarga kaya raya itu nampak begitu kesal. "Ya sudah deh, gini aja, jam berapa anak itu pulang?"

"Paling seperti kemarin, menjelang senja. Kalau kerjaannya agak banyak ya bisa sampai malam," balas Sang Bos dengan santainya.

"Ya udah, saya tunggu aja dia pulang. Biar nanti saya yang ngomong sama dia."

Sang Bos sontak terkesiap. "Waduh, Nona Karina. Apa itu tidak merepotkan anda?"

"Nggak apa-apa. Lagian saya lagi nggak ada kerjaan. Anda tidak keberatan kan, saya nungguin karyawan anda pulang?"

"Oh, tentu saja tidak. Ya sudah, anda silahkan duduk di sana, karena saya harus melayani tamu berikutnya."

Tanpa memberi tanggapan, wanita bernama Karina lansung bangkit. Di saat bersamaan, terlihat seorang wanita masuk ke ruangan yang sama setelah dipersilahkan oleh sang bos.

Bayu sendiri, saat ini sudah sampai di depan gerbang rumah Amanda. Berdasarkan petunjuk si pemilik rumah, Bayu sudah dikasih tahu kalau dia bisa masuk ke dala, lewat pintu kecil, di dekat gerbang

Setelah masuk dan mengunci pintu tersebut, Bayu melangkah lewat pintu samping yang menuju ke belakang.

Ketika Bayu sampai di area kolam renang, langkah kaki anak muda itu langsung terhenti kala matanya melihat sesuatu.

Terpopuler

Comments

dhani satria

dhani satria

colimai nih....

2024-10-06

0

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Ya ampun Bayu.. tiap saat selalu mendapat kejutan2, kali ini apa lagi kejutannya.

2024-09-07

0

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

apa yg diliat nya ,, Bayu

2024-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!