Banyak Godaan

"Gio, kok tanyanya kayak gitu? Gak sopan," ucap Mira nampak terkejut mendengar permintaan anaknya. Dari wajahnya, wanita itu bener-benar kaget mendengar pertanyaan yang terlontar dari bocah berusia hampir empat tahun.

Bukan hanya Mira, Bayu yang menjadi target pertanyaan bocah kecil di seberang meja, malah lebih terkejut lagi. Bayu tidak menyangka, anak sekecil itu melempar pertanyaan yang diluar jangkauan pikirannya.

"Maaf ya, Mas. Anak saya memang suka bercanda," ucap Mira merasa tak enak hati.

"Siapa yang bercanda, Bunda? Gio serius kok," sang anak malah melayangkan protes. "Daripada Bunda sama Om Teguh, mending Bunda sama Om ini."

"Gio..." Mira seketika menatap sang anak dengan tatapan penuh peringatan. "Udah, dilanjut makannya."

Gio sontak cemberut. Bayu menjadi semakin bingung dan tidak enak hati berada pada suasana seperti itu. Pemuda itu hanya bisa melempar senyum sambil berharap waktu cepat berlalu dan dia bisa secepatnya keluar dari situasi yang tidak mengenekan.

"Gio kan cuma nggak mau, Bunda nangis terus. Tiap habis ketemu sama Om Teguh, Bunda selalu nangis. Bunda selalu dijahatin sama Om Teguh. Gio nggak suka," ucap Gio lagi dengan kepala menunduk. Tapi apa yang dikatakan anak kecil itu membuat dua orang dewasa yang ada di sana kembali terkejut, terutama Mira.

"Siapa yang masih sama Om Teguh? Bunda udah nggak sama Om Teguh lagi kok," balas Mira.

Gio pun sontak menatap bundanya dengan tatapan penuh tanya dan menyelidik. "Pasti Bunda bohong," tuduhnya.

"Ya Gio tanya aja sama Bi Wati. Lagian, Gio sudah tidak pernah lagi lihat Om Teguh main di sini kan?" balas Mira berharap anaknya percaya.

Gio pun seketika berpikir. Mungkin setelah merasa kalau ucapan Mira benar, tak lama setelahnya senyum Gio langsung terkembang.

"Beneran, Bunda sudah tidak sama Om Teguh lagi?" tanya sang anak memastikan. Melihat Bundanya mengangguk cepat, Gio pun langsung bersorak. "Hore! Jadi Bunda bisa bersama Om ini dong?"

"Astaga!" Mira dan Bayu kembali dibuat terkejut. Mira seketika mencar cara untuk anaknya agar tidak membahas itu lagi. Sedangkan Bayu tetap sama, hanya bisa tersenyum canggung tanpa bisa mengatakan apapun.

Sampai beberapa menit kemudian.

"Maafkan tingkah anak saya ya, Mas. Dia memang suka gitu," ucap Mira kala Bayu sudah kembali rapi dengan pakaian kerjanya dan bersiap untuk pulang.

"Nggak apa-apa, Bu. Namanya juga anak kecil," balas Bayu berusaha biasa saja.. Yang membuat pemuda itu tambah merasa canggung adalah, dia tidak berani memandang Mira lama-lama. Tiap Bayu melempar pandangannya ke arah si pemilik rumah, secara spontan, mata Bayu juga akan memandang ke arah perut ramping Mira yang tidak tertutup sehelai kain sama sekali.

Belum lagi pakaian yang digunakan Mira membuat pikiran Bayu mengingat kejadian di kamar mandi tadi.

"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu, Bu. Ada tugas di tempat lain," ucap Bayu.

"Oh iya, Mas, silahkan. Jangan kapok jika dapat tugas di rumah ini lagi loh ya," ledek Mira.

Senyum Bayu pun melebar. "Nggak akan lah, Bu."

Mira pun tersenyum juga. "Ya udah, pembayarannya sudah lewat aplikasi ya?"

Bayu mengiyakan. Tak lama kemudian pemuda itu pun benar-benar meninggalkan rumah janda anak satu tersebut. Karena Gio sedang main di tempat lain bersama Bi Wati tadi setelah makan, Bayu pun hanya menitip salam.

"Sepertinya, aku harus melakukan sesuatu, agar Bayu bisa tugas di rumah ini terus," ucap Mira dalam hatinya, begitu Bayu benar-benar hilang dari pandangan mata.

Sepanjang perjalanan, Bayu pun terus mengingat kejadian selama tugas di rumah janda tadi. Bayu tidak pernah menyangka, akan mendapatkan hal tak terduga di sana.

"Kenapa aku jadi kepikiran bagian dada Bu Mira terus sih? Sial," gumam Bayu sambil senyum-senyum tak jelas di sepanjang perjalanan.

Pukul dua lebih sedikit, sampai lah Bayu di tempat tujuan. Karena sudah makan siang, Bayu tak perlu repot-repot mencari makan dan dia tidak perlu membuang waktu lebih lama untuk sampai di tempat tugas berikutnya.

Apa lagi tempat tugas yang satu ini adalah rumah milik wanita yang kemarin Bayu tolong. Jadi, tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukannya.

"Cari siapa ya, Mas," tanya seorang perempuan setelah Bayu memencet bel beberapa waktu tadi.

"Saya dari Home Service, Bu," balas Bayu. "Saya mendapat panggilan dari rumah ini."

"Oh, apa Masnya yang bernama Bayu?" Tanya wanita itu lagi.

"Iya, Bu," jawab Bayu heran.

"Oh, iya. Masnya sudah ditunggu sama Non Amanda," wanita itu pun bergegas membuka pintu gerbang. "Mari Mas, ikut saya."

Bayu mengiyakan. Pemuda itu lantas berjalan mengikuti langkah wanita yang sepertinya bekerja di rumah tersebut. Bayu sedikit heran, karena bukannya masuk ke dalam rumah, wanita itu malah mengajak Bayu melewati sisi samping rumah mewah itu. Namun, tak lama setelahnya, Bayu baru menyadari, kenapa mereka memilih lewat samping rumah.

"Non, nih, orang yang ditunggu sudah datang," ucap wanita tersebut dengan suara cukup keras kepada wanita yang lagi berendam di tepi kolam renang.

"Iya, Bi, makasih. Tolong bikinin minum dan bawakan cemilan ya, Bi," seru wanita yang kemarin ditolong Bayu sembari naik ke permukaan.

"Baik, Non," perempuan yang dipanggil Bibi itu, lantas pergi, meninggalkan Bayu, yang harus merasakan gugup kembali.

Bayu sungguh, dibuat heran, lagi-lagi dia dihadapkan dengan wanita yang mengenakan pakaian dengan model hampir mirip seperti yang dipakai Amanda kemarin.

Saat ini Amanda baru saja selesai renang di kolam pribadinya. Tentu saja, pakaian yang dikenakan wanita itu benar-benar membuat jiwa laki-laki Bayu meronta. Amanda semakin terlihat seksi dan menggiurkan kala dirinya dalam keadaan basah seperti saat ini. Benar-benar membuat Bayu gelisah.

"Aku pikir, kamu nggak jadi datang, Mas," ucap Amanda terlihat begitu santai sembari membersihkan sisa air yang bercucuran di tubuhnya. Wanita itu tak menyadari kalau tubuh seksinya sukses membuat laki-laki dihadapanya sangat resah bukan main.

"Maaf, Bu. Tadi tugas di rumah pertama cukup banyak yang dikerjakan," balas Bayu. Pandangannya benar-benar tidak fokus ke wajah si pemilik rumah. Beberapa kali tatapan Bayu tertuju pada dua aset pribadi milik Amanda yang yang hanya ditutupi kain selebar tiga jari.

"Ya udah nggak apa-apa. Kita ngobrol di sana yuk," ajak Amanda sembari melilitkan handuk di pinggangnya.

Bayu sedikit tersentak. "Kalau saya langsung melaksanakan tugas saya saja gimana, Bu?" usulnya.

Amanda tiba-tiba tersenyum disertai suara tawa ringan. "Sebenarnya itu hanya alasan saja. Aku memanggil kamu ke sini, karena aku pengin ngobrol lebih lama sama kamu."

Bayu kembali dibuat terkejut. "Loh, kok bisa gitu? Nanti..."

"Kamu nggak perlu khawatir, aku akan tetap membayar jasa kamu kok. Kemarin kan kita belum sempat ngobrol banyak. Ayo!"

Bayu hanya bisa menghembuskna nafasnya Dia benar-benar tak bisa menolak. Pemuda itu pun lantas pasrah mengikuti langkah wanita seksi di hadapannya.

Sementara itu di tempat lain.

"Ganteng juga anaknya. Aku yakin, pasti bakalan banyak wanita kaya mau sama dia. Aku harus mendapatkan anak ini dengan cara apapun, harus!" tekad seseorang dengan senyum liciknya sembari memperhatikan wajah Bayu dalam sebuah video wawancara.

Terpopuler

Comments

Kholis Majid

Kholis Majid

godaan si joni nih.
di lihat dosa..
tak di lihat barang bagusss...😀

2024-09-27

2

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2024-08-31

1

Was pray

Was pray

dapat pepaya bangkok lagi bayu...hati-hati ntar mata bayu kelilipan pepaya bangkok repot ngambilnya ...🤣🤣🤣🤣

2024-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!