Memeriksakan Kondisi Tubuh

Malu, itulah yang dirasakan Bayu saat ini. Pemuda itu masih tidak percaya kalau dia melepas bajunya di depan wanita yang baru dia kenal kemarin. Apa lagi saat ini wanita tersebut sedang memperhatikan tubuh atletisnya, membuat Bayu semakin resah dan salah tingkah.

Sempat terlintas dalam pikiran Bayu beberapa pertanyaan tentang wanita yang sedang memperhatikan tubuhnya itu. Bayu penasaran, kenapa wanita itu terlihat santai mengenakan pakaian seseksi itu di depan pria yang baru saja dia kenal. Apa dia tidak sadar kalau pakaian yang dia kenakan saat ini bisa mengundang pria melakukan tindakan kejahatan.

Bayu jadi berpikir, jangan-jangan Amanda kemarin hampir dinodai karena dia berpakaian seksi. Sungguh, Bayu tak hampir pikir dengan wanita yang memang tubuhnya memang sangat menggiurkan kamu laki-laki.

"Tuh kan ada ebam di tubuh kamu," ucap Amanda puas. Seketika apa yang dia katakan, membuyarkan pikiran Bayu yang sudah kemana-mana. Bahkan, badan Bayu sempat terjengat kala jari Amanda menyentuh kulit bagian perut yang terlihat memar.

"Aduh," pekik Bayu spontan.

"Kenapa? Sakit?" tanya Amanda panik. Dia tidak sadar kalau sentuhan jarinya semakin membuat jiwa laki-laki Bayu meronta.

"Eh, emm, enggak, Mbak," bantah Bayu gugup.

"Terus kenapa barusan bilang aduh? Jangan bohong loh," Amanda malah nampak sewot.

"Tadi kaget aja, Mbak. Soalnya tadi Mbak nyentuh perut saya, geli aja gitu," ucapan jujur Bayu sontak membuat kening Amanda berkerut. Namun tak lama setelahnya, tawa wanita itu pecah.

"Hahaha.. masa geli? Hahaha.. kenapa kamu lugu banget sih," ucap Amanda kembali gemas, lalu wanita itu sedikit menggeser tubuhnya. "Kita ke dokter ya?"

"Nggak usah lah, Mbak," tolak Bayu pelan.

"Udah, kamu nurut aja. Lagian aku kemarin sudah bilang sama bos kamu. Mumpung masih jam segini, kita ke dokter langgananku, ya? Kamu tunggu di sini bentar, aku mau ganti baju," tanpa menunggu Bayu membalas ucapannya, Amanda segera melenggang pergi menuju kamarnya di lantai dua.

Bayu sontak menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Sialan! Godaanku kenapa berat banget sih?" keluhnya sembari mengusap benda pusakanya yang sudah meronta di dalam celananya.

"Nih, kamu juga ganti baju," tak lama kemudian Amanda kembali datang sambil menyodorkan satu pasang pakaian kepada Bayu. Kali ini pakaian yang dikenakan Amanda lebih tertutup meski tidak menghilangkan keseksiannya. Setidaknya jantung Bayu aman dan jiwa lelakinya tidak terlalu meronta lagi.

"Ganti baju? Saya pakai ini aja lah nggak, Mbak," tolak Bayu karena memang merasa tidak perlu.

"Ngaco kamu!" sungut Amanda. "Kalau kamu mengenakan baju itu, yang ada kamu akan mengundang banyak orang untuk mendekat. Kamu tahu kan saat ini kamu itu lagi viral. Kalau hanya kamu yang dikerubutin sih nggak masalah. Tapi kalau aku. Yang ada nanti banyak berita miring. Udah, nih pakai. Tuh, kamu ganti di sana. Apa kamu mau, aku gantiiin?"

"Nggak usah!" tolak Bayu cepat. Dengan segera pemuda itu mengambil alih pakaian dari tangan Amanda dan dia segera melangkah ke ruangan yang ditunjuk Bayu.

Amanda sendiri langsung tersenyum lebar sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali. "Duh, menggemaskan sekali. Kok masih ada ya laki-laki seperti itu," gumamnya heran.

Beberapa menit kemudian, kini keduanya sudah berada di dalam mobil. Sepanjang perjalanan, mereka kembali terlibat percakapan yang cukup santai. Bayu pun kini sudah tidak merasa terlalu canggung lagi. Pemuda itu terlihat lebih nyaman setelah sedari tadi dia dan Amanda saling berbagi cerita.

Tidak memerlukan waktu yang lama, kini mobil yang dikemudikan Amanda, sudah memasuki area parkir tempat praktek dokter langganannya. Tempat itu adalah sebuah klinik yang cukup terkenal karena pelayannya yang sangat baik dan alat medisnya juga cukup lengkap. Jadi tidak perlu ke rumah sakit jika hanya ingin memeriksakan kondisi tubuhnya secara menyeluruh.

"Hy, Manda, lama nunggu ya?" sapa seorang wanita begitu memasuki ruangan dimana Amanda dan Bayu sudah berada di sana sejak beberapa menit yang lalu.

"Enggak kok. Baru juga nyampai," balas Amanda dan mereka saling berjabat tangan sembari menempelkan pipi, khas para wanita jika baru bertemu.

"Ini, yang kemarin nolong kamu?" tanya wanita yang berprofesi sebagai dokter dan pemilik klinik tersebut. "Wah, ganteng banget!" pujinya membuat Bayu menjadi tersipu. "Kamu kemarin keren banget loh. Kayak sedang melakukan adegen film," sambungnya kepada pemuda yang kini semakin tertunduk malu.

"Udah, nggak perlu, basa-basi. Cepat, kamu periksa dia," Amanda malah terlihat tak suka melihat dokter sekaligus temannya itu kegirangan kala menatap Bayu.

"Hhahaha... iya, iya. Dasar kamu, paling nggak suka lihat orang senang," sungut sang dokter. Wanita itu lantas berteriak memanggil dua nama, dan tak lama setelahnya muncul dua orang pria yang sedari tadi berada di ruangan sebelah.

"Tolong, kalian periksa anak ini secara menyeluruh ya?" titah sang dokter kepada dua pria yang bekerja di klinik tersebut.

"Baik, dok," dua pria berseragam putih khas perawat itu langsung mengajak Bayu untuk mengikuti mereka. Bayu sontak bernafas lega karena yang memeriksa dirinya ternyata laki-laki. Sedari tadi pikiran Bayu sudah kemana-mana waktu dia mengetahui kalau dokter yang dia temui adalah seorang wanita.

Cukup memakan waktu sekitar lima belas menit, para perawat itu melakukan pemeriksaan. Setelah dirasa cukup, Bayu kembali ke ruangan yang sama, dimana Amanda dan temannya masih ngobrol.

"Hasil pemeriksaanya keluar besok. Nanti saya resepkan beberapa obat anti nyeri dan vitamin," ucap sang dokter setelah memeriksa data yang dia terima dari salah satu perawat tadi. "Dilihat dari hasil pemeriksaan ini sih, nggak ada luka yang serius, tapi untuk hasil yang lebh pasti, baru besok bisa kelihatan."

"Ya udah, besok aku aja yang ngambil. Dia harus kerja soalnya," balas Amanda.

"Terserah kamu enaknya bagaimana. Bentar, aku bikinin resep dulu," dokter cantik itupun bangkit lalu melangkah menuju meja kerjanya yang ada di ruangan tersebut. "Eh, ngomong-ngomong, aku bisa dong, menggunakan jasa Home Service."

"Ya terserah kamulah," balas Amanda agak acuh.

"Tapi, jika aku memilih anak dia yang bertugas, boleh kan?," ucap sang dokter sembari menunjuk Bayu dengan tatapan penuh arti.

"Dih, ya tergantung perusahaannya lah. Emangnya yang kerja di sana cuma Bayu doang," balas Amanda agak kesal.

"Aku tahu. Tapi nggak ada salahnya kan, kalau aku meminta perusahaan untuk memilih orang yang aku inginkan. Aku berani bayar lebih deh," sang dokter malah semakin ngotot.

"Ya nggak tahu. Coba aja kamu hubungi sendiri," balas Amanda nampak begitu suka. "Duh, kalau dia juga menginginkan Bayu, aku semakin banyak saingan dong," ungkap Amanda dalam hatinya.

Hingga beberapa puluh menit kemudian, urusan dengan Amanda pun selesai. Dari pemeriksaan hingga makan bersama di sebuah restoran, kini saatnya Bayu untuk kembali melepas lelah. Pemuda itu, pulang saat langit sudah gelap. Bayu mengendarai laju motornya dengan kecepatan sedang agar bisa menikmati suasana malam hari di kota orang.

Namun, saat laju motornya melintas di area yang cukup sepi, Bayu dikejutkan dengan sesuatu sampai laju motornya dia hentikan.

Terpopuler

Comments

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Bayu masih lugu semoga nanti dapatnya juga wanita yang baik2 deh

2024-09-04

0

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Typone bikin salfok bang

2024-09-04

0

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

hati hati Bayu,,itu pasti jebakan

2024-09-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!